Syiah Mencintai Ahlul Bait? Ahlussunnah Menolak Hadits Dari Ahlul Bait?

Syiah Mencintai Ahlul Bait? Ahlussunnah Menolak Hadits Dari Ahlul Bait?

Pertanyaan:

Saya tertarik dengan ajaran Syiah. Saya banyak membaca buku tentang Syiah, Syiah mencintai ahlul bait, ahlul bait itu adalah keluarga rasul. Semua hadis-hadisnya berasal dari ahlul bait. Yang saya tanyakan mengapa Ahlussunah menolak semua hadis-hadis Syiah yang berasal dari keluarga rasul atau ahlul bait tanpa dikaji sedikit pun?

Dari: Thaherem

Jawaban:

Bismillah

Alahmdulillah, shalwat dan salam semoga tercucah kepada Rasulullah, dan ahlul baitnya, serta semua orang yang mengikuti beliau.

Terkait masalah ini, kami perlu menegaskan bahwa tidak ada satu pun Ahlussunah, baik ulamanya maupun orang awamnya yang membenci ahlul bait. Bahkan mereka sangat mencintai ahlul bait. Justru kami meragukan klaim Syiah yang mencintai ahlul bait, karena beberapa hal:

A. Ahlu bait adalah semua keluarga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bukankah istri-istri beliau termasuk keluarga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Tapi anehnya, Syiah mencela habis-habisan Aisyah dan Hafshah radhiallahu’anhuma. Berita tentang ini, bisa Anda saksikan di youtube dan berbagai literatur Syiah. Bahkan mereka menegaskan bahwa Aisyah kekal di neraka. Silahkan Anda lihat ceramah dari salah seorang ulama Syiah, Yasir Al-Habib

Dalil tegas yang menunjukkan bahwa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk keluarganya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا (32) وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu gemulai dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit (nafsu) dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu wahai ahlul baitdan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al-Ahzab: 32-33)

Siapakah Ahlul bait dalam ayat ini?

Ibnu Abbas mengatakan,

قوله: { إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ } قال: نزلت في نساء النبي صلى الله عليه وسلم خاصة.

“Firman Allah di atas turun khusus terkait para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Tafsir Ibnu Katsir, 6:410)

Ikrimah (salah satu Ahli tafsir murid Ibnu Abbas) mengatakan,

من شاء باهلته أنها نزلت في أزواج النبي صلى الله عليه وسلم

“Siapa yang ingin mengetahui ahlul bait beliau, sesungguhnya ayat ini turun tentang para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Tafsir Ibnu Katsir, 6:411)

B. Mereka sangat mengagungkan Abu Lukluk al-Majusi, yang mereka gelari dengan Baba Syuja’. Kuburannya dibangun megah dst. Silahkan anda lihat di:

Padahal setiap muslim, baik ahlul bait maupun bukan, sepakat bahwa Abu Lu’lu’ adalah orang kafir, termasuk Ali bin Abi Thalib radhiallallahu ‘anhu meyakini hal itu juga.

C. Mereka memberontak Bani Abbasiyah. Padahal Kekhallifahan Bani Abbasiyah dibangun atas prinsip mengumpulkan Ahlul Bait. Semua keluarga Abdul Muthalib (kakek Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) mendapatkan angin segar dengan Kekhallifahan Bani Abbasiyah.

Namun ada seorang penghianat orang Syiah, Nashiruddin At-Thusi yang membuka jalan lebar bagi pasukan Tar-Tar untuk membantai kaum muslilmin di Baghdad. Bukti pengkhianatan tokoh Syiah At-Thusi bisa Anda simak di:

Mungkin Anda balik bertanya, tidak semua keturunan Abdul Muthalib adalah Ahlul Bait. Yang namanya ahlul bait adalah keturunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja?

Pertanyaan ini sungguh aneh, bukankah orang Syiah memasukkan Ali bin Abi Thalib termasuk Ahlul Bait? Padahal beliau radhiallallahu ‘anhu bukan keturunan Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam, tapi beliau adalah anaknya Abu Thalib, paman Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam.

D. Mohon dibaca dengan seksama artikel di gensyiah.com

E. Ahlul bait punya keutamaan, tapi apakah boleh kita kultuskan?? Ini butuh perenungan tambahan.

F. Ahlussunah menerima semua jalur hadis, baik dari ahlul bait maupun bukan ahlul bait. Karena syarat diterimanya berita adalah kejujuran dan kekuatan hafalan, bukan ahlul bait. Jika hanya hadis dari ahlul bait yang bisa diterima, tentu akan meninggalkan pertanyaan besar. Barapa jumlah sahabat yang menjadi ahlul bait? Apakah semua hadis ada pada ahlul bait? Tentu semua orang akan menjawab, sahabat yang lain juga memiliki banyak hadis. Karena itu, sikap yang tepat adalah menerima semua jalur periwayatan hadis, selama jalur itu bisa dipertanggung jawabkan.

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)

Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Iklan

Download Ebook : Pengkhianatan Syi’ah Kepada Ahlul Bait [Al-Furqon Edisi 8 Th. 11]

Para pembaca rahimakumullah. Syi’ah di Indonesia semakin menggurita dan melembaga.  Tidak kurang dari 7.000 mahasiswa Indonesia sekarang sedang belajar belajar ke Iran, sebuah negara yang notabene pusat cuci otak untuk para pendukung Syiah.

Jika tidak diantisipasi berarti dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia mungkin akan diramaikan oleh paham Syi`ah. Para mahasiswa tersebut akan kembali ke Indonesia dengan membawa paham yang bertentangan dengan paham umat Islam di Indonesia yang notabene Ahli Sunnah wal Jamaah.

Dengan slogan “cinta kepada ahli bait” yang palsu dan “taqiyyah”, Syi’ah membungkus borok mereka agar bisa melakukan tikaman kepada agama dan ahlinya dari dalam.

Para pembaca rahimakumullah. Merupakan suatu hal yang aneh, banyak di antara kalangan yang pro-Syi’ah, dalam waktu yang sama mereka sangat keras memusuhi dakwah salafiyyah atau yang biasa digelari dengan “Wahabi”. Sebut saja misalnya, buku-buku karya seorang misterius berjuluk Syaikh Idahram yang banyak beredar akhir-akhir ini: “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi”, “Ulama Sejagat Menggugat Salafi Wahabi”, “Mereka Memalsukan Kitab-Kitab Ulama Klasik” yang semuanya diberi kata pengantar oleh Dr. Said Aqil Siradj. Buku-buku tersebut di samping sangat jelas berisi kecaman dan serangan kepada Manhaj Salaf, juga aktif menyelundupkan “sampah-sampah” pemikiran Syi’ah. Oleh karenanya, pada edisi kali ini juga, kami memuat bahasan tentang “Hakikat Wahhabi” sehingga kita tidak termakan oleh isu-isu yang penuh kedustaan.

Semoga Allah meneguhkan kita semua di atas manhaj yang haq dan menyelamatkan kita dari kobaran fitnah yang dahsyat menerpa akhirakhir ini.

Mungkinkah
Sunnah & Syi’ah
Bergandengan tangan?

Tragedi kerusuhan di sebuah pesantren Syi’ah di Madura, bulan lalu—tepatnya pada Kamis 4 Shafar 1433 —menambah catatan suram sejarah Indonesia. Namun, di balik peristiwa tersebut terdapat hikmah akan tersingkapnya jati diri sebagian tokoh mengenai sikap mereka terhadap sekte Syi’ah.

Pasalnya, pasca kejadian tersebut, banyak bermunculan opini dan komentar tentang Syi’ah. Sebagian tokoh organisasi besar di Indonesia dengan vokal menegaskan bahwa “perbedaan antara Sunni dan Syi’ah adalah hanya masalah furu’iyyah (cabang) bukan ushul (inti)”, bahkan ada yang berani mengatakan: “Syi’ah bukan aliran yang sesat”. Lalu mereka pun menyerukan “perdamaian” dan “persatuan” antara Sunni dan Syi’ah agar saling bergandeng tangan.

Bola terus bergulir, ungkapan-ungkapan para tokoh tadi diekspos oleh media massa yang disimak dan didengarkan oleh masyarakat dan orang-orang awam, sehingga banyak di kalangan mereka pun akhirnya tertipu dan menjadi simpatisan aliran Syi’ah, padahal mereka tidak tahu bagaimana sebenarnya pemikiranpemikiran busuk aliran Syi’ah yang  dibungkus dengan topeng “taqiyyah” dan kedok “mencintai ahli bait”.

Sesungguhnya banyak sekali penyimpangan-penyimpangan kaum Syi’ah yang bukan hanya dalam masalah furu’iyyah, melainkan lebih dari itu yakni dalam masalah-masalah prinsip agama, di antaranya: (1) Syi’ah meyakini bahwa al-Qur’an yang ada pada kaum muslimin sekarang tidak asli lagi. (2) Syi’ah meyakini bahwa hadits dan ijma’ bisa dinyatakan  shahih jika dari jalur imam-imam mereka saja. (3) Syi’ah memiliki penyimpangan-penyimpangan dalam tauhid rububiyyah, uluhiyyah, dan asma’ wa shifat. (4) Syi’ah sangat berlebih-lebihan terhadap imam-imam mereka dan meyakini bahwa mereka ma’shum dari dosa. (5) Syi’ah mengkafirkan mayoritas sahabat, termasuk Abu Bakar dan Umar, bahkan mereka menjadikan pengkafiran ini sebagai agama. (6) Syi’ah menghalalkan nikah mut’ah (kawin kontrak) dan menjadikannya sebagai ibadah yang mulia. (7) Syi’ah mengkafirkan kaum muslimin selain golongan mereka dan menghalalkan darah dan harta mereka.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa Syi’ah memiliki senjata pamungkas untuk melindungi borok-borok mereka yaitu senjata “taqiyyah” yakni bolehnya dusta untuk menutupi kedok mereka sehingga banyak kaum muslimin yang terkecoh oleh pengakuan mereka.

Setelah perbedaan-perbedaan mendasar di atas, lantas mungkinkah setelah itu Sunni dan Syi’ah bergandeng tangan sebagaimana propaganda yang diserukan?!! Mungkinkah persatuan terjalin dengan adanya perbedaan-perbedaan tajam di atas?!! Akankah kita menyerukan persatuan semu tersebut padahal dalam waktu yang sama orang-orang sekte Syi’ah enggan akan persatuan tersebut?!!

Akhirnya, bukanlah tulisan ini sebagai dukungan aksi anarkisme yang terjadi, melainkan untuk meluruskan klaim sebagian kalangan yang mendukung Syi’ah. Syi’ah memang sesat dan menyimpang, namun untuk mengingkarinya tentu
bukan dengan cara kekerasan dan anarkisme, melainkan dengan dakwah yang bijak dan kekuatan pemerintah.

Download Ebook

tikaman-syi’ah-kepada-ahlul-bait

Sumber : Majalah Al-Furqon

Disalin dari artikel blog Abu Umamah untuk blog Abu Abdurrohman