Palestina, Tanah Kaum Muslimin

Palestina, Tanah Kaum Muslimin

PALESTINA NEGERI PILIHAN

Inilah tanah pilihan, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan keberkahan tanah Palestina, tanah yang juga termasuk bagian dari Syam. Keberkahannya ini dapat dirunut, misalnya Syam menjadi tempat hijrah Nabi Ibrahim Alaihissalam, tempat singgah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menjalankan Isra dan Mi’raj, tempat dakwah para Nabi. Dakwah yang membawa misi agama tauhid. Dan juga lantaran keberadaan Masjidil Aqsha di tanah Palestina yang penuh berkah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” [Al-Israa : 1]

Selain memuliakan tanah Palestina, Allah juga memilih Mekkah dan Madinah. Begitulah Allah telah mengistimewakan wilayah Syam, dan Masjidil Aqsha. Dan Allah memilih Nabi kita, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan menjadikannya sebagai khatamul anbiya wal mursalin (Penutup Para Nabi dan Rasul). [1]

BILAMANA KEBERADAAN BANI ISRAIL DI BUMI PALESTINA?

Masa Nabi Ya’qub Dan Nabi Yusuf ‘Alaihimassalam
Sejarah Yahudi bermula sejak Israil, yaitu Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim Al-Khalil, yang tumbuh di daerah Kan’an (Palestina) dengan dikarunia sejumlah 12 anak. Mereka itulah yang disebutasbath (suku) Bani Israil, dan hidup secara badawah (pedesaan) [2].

Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala menempatkan Yusuf sebagai pejabat penting di Mesir, kemudian meminta kedua orang tua dan saudara-saudaranya untuk berpindah ke Mesir. Di Mesir, keluarga ini hidup di tengah masyarakat watsaniyyun (paganisme). Mereka hidup dengan kehidupan yang baik lagi nikmat di masa Yusuf [3]

Setelah Nabi Yusuf wafat, seiring dengan perjalanan waktu dan pergantian penguasa, kondisi Bani Israil berubah total. Yang sebelumnya menyandang kehormatan dan kemuliaan, kemudian menjadi terhina, lantaran Fir’aun melakukan penindasan dan memperbudak mereka dalam jangka waktu yang amat lama, sampai Allah mengutus Nabi Musa Alaihissalam, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

وَإِذْ نَجَّيْنَاكُم مِّنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوَءَ الْعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبْنَاءكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءكُمْ وَفِي ذَلِكُم بَلاءٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya, mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Rabb-mu” [Al-Baqarah : 49]

إِنَّ فِرْعَوْنَ عَلَا فِي الْأَرْضِ وَجَعَلَ أَهْلَهَا شِيَعاً يَسْتَضْعِفُ طَائِفَةً مِّنْهُمْ يُذَبِّحُ أَبْنَاءهُمْ وَيَسْتَحْيِي نِسَاءهُمْ

“Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah-belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka …” [Al-Qashash : 4]

Masa Nabi Musa Alaihissalam
Allah mengutus Nabi Musa dan Harun kepada Fir’aun dan kaumnya, dengan dibekali mukjizat, untuk menyeru mereka agar beriman kepada Allah dan membebaskan Bani Israil dari siksaan. Namun Fir’aun dan kaumnya mendustakan mereka berdua, kufur kepada Allah. Karenanya, Allah menimpakan kepada mereka berbagai bencana, kekeringan, rusaknya pertanian, mengirim angin kencang, belalang dan lain-lain. [4]. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan Musa untuk lari bersama Bani Israil pada suatu malam dari negeri Mesir [5]. Fir’aun dan kaumnya pun mengejar. Tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala menenggelamkan Fir’aun beserta kaumnya, dan menyelematkan Musa dan kaumnya ke Negeri Saina, masuk dalam wilayah Palestina sekarang. Peristiwa itu terjadi pada hari Asyura. [6]

Orang-orang Yahudi menyebutkan, lama Bani Israil tinggal di Mesir 430 tahun. Jumlah mereka waktu itu sekitar 600 ribu orang lelaki.

Mengenai besaran jumlah ini. Dr Su’ud bin Abdul Aziz Al-Khalaf berkata : [7]

“Pengakuan ini sangat berlebihan. Karena berarti, bila ditambah dengan jumlah anak-anak dan kaum wanita, maka akan mencapai kisaran 2 juta-an jiwa. Tidak mungkin dapat dipercaya. Itu berarti jumlah mereka mengalami pertumbuhan 30 ribu kali. Sebab sewaktu Bani Israil masuk ke Mesir, berjumlah 70 jiwa. Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surat Asy-Syu’ara : 54.

إِنَّ هَؤُلَاء لَشِرْذِمَةٌ قَلِيلُونَ

“(Fir’aun berkata) ; ‘Sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar golongan yang kecil”

Jumlah 2 juta tidak bisa dikatakan kecil. Mustahil dalam satu malam terjadi eksodus dua juta jiwa. Kita tahu di dalamnya terdapat anak-anak dan kaum wanita serta orang-orang tua.

Orang-orang yang bersama Nabi Musa, mereka adalah orang-orang dari Bani Israil yang mengalami penindasan dan kehinaan serta menuhankan manusia dalam jangka waktu yang lama. Aqidah mereka telah rusak, jiwanya membusuk, mentalnya melemah, dan muncul pada mereka tanda-tanda pengingkaran, kemalasan, pesimis, serta bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya. [8]

Meski Allah telah menunjukkan banyak mukjizat dan tanda-tanda kekuasaan-Nya melalui Nabi Musa, tetapi mereka tetap ingkar, sombong dan tetap kufur. Mereka justru meminta untuk dibuatkan berhala sebagai tuhan yang disembah. Hingga akhirnya, As-Samiri berhasil menghasut mereka untuk menyembah anak sapi, menolak memerangi kaum yang bengis (Jababirah). Maka, Allah menimpakan hukuman kepada mereka berupa tiih (berjalan berputar-putar tanpa arah karena kebingungan) dalam jangka waktu yang dikehendaki Allah. Pada rentang waktu ini, Musa wafat. Sementara Harun sudah meninggal terlebih dahulu.

Setelah usai ketetapan waktu yang Allah kehendaki untuk menghukum mereka dengan kebingungan tanpa mengetahui arah, Bani Israil berhasil menaklukan bumi yang suci di bawah pimpinan Nabi Yusya bin Nun Alaihissalam. [9]

Para ahli, membagi perjalanan sejarah kota suci Palestina pasca penaklukan tersebut menjadi tiga periode.

Pertama : Masa Qudhah, Yaitu masa penunjukkan hakim bagi setiap suku yang berjumlah dua belas, setelah masing-masing mendapatkan wilayah sesuai pembagian Nabi Yusya bin Nun. Masa ini, kurang lebih berlangsung selama 400 tahun lamanya. [10]

Kedua : Dikenal dengan masa raja-raja. Diawali oleh Raja Thalut. Kondisi masyarakat mengalami masa keemasan saat dipegang oleh Nabi Daud dan Nabi Sulaiman.

Ketiga : Periode yang disebut sebagai masa perpecahan internal, yaitu setelah Nabi Sulaiman wafat. Mereka terbelah menjadi dua kutub. Bagian selatan dengan ibukota Baitul Maqdis dan wilayah utara dengan ibukota Nablus.

Dua wilayah ini, akhirnya dikuasai bangsa asing. Wilayah selatan ditaklukan oleh bangsa Assiria dari Irak. Wilayah utara diserbu Mesir. Disusul kedatangan Nebukadnezar, yang mampu mengusir bangsa Mesir dari sana. Pergantian kekuasaan ini, akhirnya dipegang bangsa Romawi yang berhasil mengalahkan bangsa Yunani, penguasa sebelumnya.

Pada masa kekuasaan Romawi inilah, Isa Al-Masih diutus oleh Allah. Pada masa itu pula, musibah dahsyat dialami kaum Yahudi. Bangsa Romawi melakukan genocide (pemusnahan) secara keras etnis mereka, lantaran orang-orang Yahudi melakukan pemberontakan. Baitul Maqdis pun dihancurkan. Bangsa Yahudi tercerai-berai. Sebagian melarikan diri ke seluruh penjuru wilayah bumi. Demikianlah hukuman Allah dengan mendatangkan bangsa yang menindas mereka. Siksaan dan kepedihan ditimpakan kepada mereka, atas kerusakan, tindak aniaya dan akibat akhlak mereka yang buruk. [11]

Bangsa Romawi menguasai tanah Baitul Maqdis hingga beberapa lama, hingga kemudian pada abad pertama hijriyah, pada masa khalifah Umar Ibnu Khaththab Radhiyallahu ‘anhu, kaum Muslimin berhasil mengambil alih penguasaan tanah penuh berkah ini dari tangan bangsa Romawi yang memeluk agama Nashrani, meliputi Palestina, Syam dan daerah yang ada di dalamnya. Tepatnya pada pemerintahan Khalifah Umar Ibnul Khaththab Radhiyallahu ‘anhu, pada bulan Rajab tahun 16H, sehingga menjadi Darul Islam. Penyerahan Baitul Maqdis ini terjadi, setelah pasukan Romawi disana dikepung oleh pasukan kaum Muslimin selama empat puluh hari di bawah komando Abu Ubaidah Ibnul Jarrah Radhiyallahu ‘anhu. Kemudian Khalifah Umar Ibnul Khaththab menetapkan orang-orang Yahudi tidak boleh tinggal di Baitul Maqdis.

KLAIM PALSU YAHUDI ATAS TANAH PALESTINA

Merasa nenek moyangnya pernah berdiam disana, menyebabkan kaum Yahudi membuat klaim jika mereka memiliki hak atas tanah Palestina. Alasan yang dikemukakan, karena mereka telah mendiaminya sejak Nabi Ibrahim dan berakhir ketika orang-orang Yahudi generasi akhir diusir dari Baitul Maqdis pada masa Romawi.

Mereka pun mengklaim hak kepemilikan tersebut juga berdasarkan tinjauan agama. Yaitu mengacu kepada kitab suci mereka, bahwa Allah telah menjanjikan kepemilikan tanah Kan’an (Palestina) dan wilayah sekitarnya, dari sungai Nil di Mesir sampai sungai Eufrat di Irak. Janji tersebut disampaikan Allah kepada Ibrahim. Begitulah bangsa Yahudi yang hidup pada masa sekarang mengklaim sebagai keturunan Ibrahim, bangsa terpilih. Sehingga merasa paling berhak dengan Palestina dan sekitarnya, yang disebut-sebut sebagai ardhul mi’ad (tanah yang dijanjikan).

Karenanya, muncul upaya untuk menghimpun kaum Yahudi yang tersebar di berbagai wilayah, bertujuan mendirikan sebuah negara Israil Raya, Napoleon Bonaparte, seorang raja Perancis telah memfasilitasi tujuan tersebut. Caranya, pada tahun 1799M, dia mengajak Yahudi dari Asia dan Afrika untuk bergabung dengan pasukannya. Namun akibat kekalahan dideritanya, menyebabkan rencana tersebut tidak terwujud.

Wacana ini kembali muncul, dengan terbitnya buku Negara Yahudi, yang ditulis pemimpin mereka, Theodare Heartzel pada tahun 1896M. Orang-orang Yahudi melakukan kajian secara jeli tentang kondisi negara-negara penjajah. Hingga sampai pada kesimpulan, bahwa Inggris merupakan negara yang paling tepat untuk membantu merealisasikan rencana tersebut.

Ringkasnya, setelah melalui lobi-lobi, maka pada tahun 1917M, Inggris yang menjajah kebanyakan negara Arab, memberikan tanah hunian bagi Yahudi di Palestina. Penguasa Inggris melindungi mereka dari kemarahan kaum Muslimin. Di sisi lain, penjajah Inggris bersikap sangat keras terhadap kaum Muslimin di sana.

KEPALSUAN PENGAKUAN YAHUDI

Sebelum Bani Israil masuk ke wilayah tersebut, tanah Palestina telah didiami dan dikuasai suku-suku Arab. Kabilah Finiqiyyin, menempati wilayah utara kurang lebih pada tahun 3000SM. Kabilah Kan’aniyyun, menempati bagian selatan dari tempat yang dihuni orang-orang Finiqiyyin. Mereka menempati wilayah tengah pada tahun 2500SM. Inilah suku-suku bangsa Arab yang berhijrah dari Jazirah Arabiyah. Kemudian datang kelompok lain, kurang lebih pada tahu 1200SM, yang kemudian dikenal dengan Kabilah Falestin. Menempati wilayah antara Ghaza dan Yafa. Hingga akhirnya nama ini menjadi sebutan bagi seluruh wilayah tersebut. dan ketiga suku ini terus mendiaminya.

Secara historis, telah jelas Bani Israil bukanlah bangsa yang pertama menempati Palestina. Daerah itu, sudah dihuni oleh suku-suku Arab sejak beribu-ribu tahun lamanya, sebelum kedatangan Bani Israil. Bahkan keberadaan suku Arab tersebut terus berlangsung sampai sekarang.

Adapun Bani Israil, pertama kalia masuk Palestina, yaitu saat bersama Yusya bin Nun, setelah wafatnya Nabi Musa Alaihissalam. Sebelumnya mereka dalam kebingungan, terusir, tak memiliki tempat tinggal, karena melakukan pembangkangan terhadap perintah Allah

Dikisahkan dalam Al-Qur’an.

وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ اذْكُرُواْ نِعْمَةَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَعَلَ فِيكُمْ أَنبِيَاء وَجَعَلَكُم مُّلُوكاً وَآتَاكُم مَّا لَمْ يُؤْتِ أَحَداً مِّن الْعَالَمِينَ # يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الأَرْضَ المُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللّهُ لَكُمْ وَلاَ تَرْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِكُمْ فَتَنقَلِبُوا خَاسِرِينَ

“Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya :”Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun diantara umat-umat yang lain. Hai kaumku, masuklah ke tanah suci yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena kamu takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi” [Al-Maidah : 20-21]

Akan tetapi, mereka adalah bangsa pengecut yang dihinggapi rasa takut Sikap pengecut ini terlihat jelas dari jawaban mereka terhadap ajakan Nabi Musa.

Kelanjutan ayat di atas menyebutkan.

قَالُوا يَا مُوسَى إِنَّ فِيهَا قَوْماً جَبَّارِينَ وَإِنَّا لَن نَّدْخُلَهَا حَتَّىَ يَخْرُجُواْ مِنْهَا فَإِن يَخْرُجُواْ مِنْهَا فَإِنَّا دَاخِلُونَ

“Mereka berkata :”Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka keluar daripadanya, pasti kami akan memasukinya”.

قَالَ رَجُلاَنِ مِنَ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْعَمَ اللّهُ عَلَيْهِمَا ادْخُلُواْ عَلَيْهِمُ الْبَابَ فَإِذَا دَخَلْتُمُوهُ فَإِنَّكُمْ غَالِبُونَ وَعَلَى اللّهِ فَتَوَكَّلُواْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

“Berkatalah dua orang diantara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya : “Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya, nisacaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman”.

قَالُواْ يَا مُوسَى إِنَّا لَن نَّدْخُلَهَا أَبَداً مَّا دَامُواْ فِيهَا فَاذْهَبْ أَنتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ

“Mereka berkata : “Hai Musa, kami sekali-kali tidak akan memasukinyua selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Rabb-mu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja”.

قَالَ رَبِّ إِنِّي لا أَمْلِكُ إِلاَّ نَفْسِي وَأَخِي فَافْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ

“Berkata Musa : “Ya Rabb-ku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu, pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu”.

قَالَ فَإِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ أَرْبَعِينَ سَنَةً يَتِيهُونَ فِي الأَرْضِ فَلاَ تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ

“Allah berfirman : “(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu” [Al-Maidah : 22-26]

Dengan terusirnya dari tanah yang diberkahi ini, bagaimana mungkin mereka mengaku memiliki hak atas tanah ini? Sementara itu, pengembaraan ke berbagai penjuru bumi, karena terusir di mana-mana menimbulkan konsekwensi bagi mereka berinteraksi, dan beranak-pinak dengan bangsa lainnya. Sehingga terpuituslah nasab mereka dengan nenek moyangnya.

Jelaslah, generasi Yahudi pada masa sekarang ini bukan keturunan Bani Israil sebagaimana yang mereka katakan. Meski demikian, mereka berupaya keras menyebarluaskan klaim palsu ini, bahwa mereka keturunan orang-orang Bani Israil generasi pertama yang menghuni Palestina dahulu. Tujuan propaganda ini, agar kaum Nashara menilai mereka sebagai keturunan Nabi Ya’qub. Sehingga muncul opini, bahwa merekalah yang dimaksud oleh janji sebagaimana tersebut dalam Pejanjian Lama. Dengan ini mereka berharap Nashara merasa memiliki ikatan emosional, dan kemudian membela mereka. Sebab Nashara mengagungkan Taurat (Perjanjian Lama) dan menganggapnya sebagai wahyu dari Allah.

Akan tetapi, fakta menujukkan, jika klaim mereka adalah dusta. Mereka mengaku akar keturunannya masih murni, bersambung sampai ke Israil (Ya’qub). Padahal, mereka sendiri telah mengakui, banyak di antara orang-orang Yahudi yang menikahi wanita Yahudi. Demikian juga, kaum wanitanya pun menikah dengan lelaki non Yahudi.

Sebagai contoh bukti lainnya, sebuah suku yang besar di Rusia , Khazar telah memeluk Yahudi pada abad ke-8 Masehi. Kerajaan ini begitu kuatnya. Kemudian mengalami kehancuran total setelah diserang Rusia. Sejak abad ke -13 Masehi, wilayah ini terhapus dari peta Eropa. Penduduknya bercerai berai di Eropa Barat dan Timur. Ini merupakan salah satu indikasi yang jelas, bahwa mereka tidak mempunyai ikatan dengan Ya’qub dan keturunannya.

Kalaupun mereka tetap bersikeras mengaku sebagai keturunan Ya’qub, akan tetapi sebagai kaum Muslimin, kita tidak merubah sikap, selama mereka memusuhi kaum Muslimin. Sebab, nasab tidak ada artinya, bila masih berkutat dalam kekufuran. [12]

YAHUDI BUKAN KETURUNAN IBRAHIM

Pengakuan mereka sebagai keturunan Ibrahim Alaihissalam, merupakan klaim yang batil, ditinjau dari beberapa aspek berikut.

[1]. Batilnya klaim mereka sebagai keturunan Bani Israil, secara jelas Allah Subhanahu wa Ta’alamenyebutkan di dalam Al-Qur’an. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

أَمْ تَقُولُونَ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأسْبَاطَ كَانُواْ هُوداً أَوْ نَصَارَى قُلْ أَأَنتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللّهُ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن كَتَمَ شَهَادَةً عِندَهُ مِنَ اللّهِ وَمَا اللّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

“Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nashrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nashrani. Katakanlah : “Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya”, Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan” [Al-Baqarah : 140]

[2]. Kitab suci mereka tidak lagi orsinil dan sudah terjadi perubahan. Mereka telah melakukan perbuatan tercela terhadap kitab-kitab yang diturunkan kepada para nabi Bani Israil, dengan melakukan tahrif (mengubah), memalsukan dan memanipulasi. Al-Qur’an telah mengabadikan perbuatan mereka tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

فَبِمَا نَقْضِهِم مِّيثَاقَهُمْ لَعنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَن مَّوَاضِعِهِ

“(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya. Kami kutuk mereka, dan kami jadikan hati mereka keras membantu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya …..”[Al-Maidah : 13]

[3]. Klaim kepemilikan tanah yang penuh berkah ini oleh Yahudi, berkaitan dengan janji Allah kepada Ibrahim, hakikatnya janji tersebut telah diwujudkan yaitu saat pertama kali IbrahimAlaihissalam menginjakkan kaki di wilayah suku Kan’an.

Sekilas, mengacu kepada kitab mereka yang kini disebut Kitab Perjanjian Lama, kita akan mengetahui, jika janji Allah tersebut menjadi hak Isma’il, nenek moyang bangsa Arab dan kaum Muslimin. Pada waktu itu Nabi Ibrahim Alaihissalam belum dikaruniai anak (Kejadian : 12/7). Kemudian janji ini terulang kembali saat beliau kembali ke Mesir (Kejadian : 13/15). Janji ini pun terulang kembali bagi Ibrahim, tetapi beliau belum dikaruniai anak (15/18). Berikutnya, janji itu pun terulang lagi, saat Ibrahim dikaruniai anaknya, yaitu Ismail (Kejadian : 17/8). Sedangkan putra kedua Ibrahim Alaihissalam, yaitu Ishaq, pada saat janji itu ditetapkan ia belum dilahirkan.

[4]. Kalaupun mereka menyanggah, bahwa janji Allah tentang kepemilikan tanah Palestina merupakan warisan dan hunian abadi bagi mereka, yang menurut mereka didukung oleh Al-Qur’an –surat Al-Maidah : 21

يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الأَرْضَ المُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللّهُ لَكُمْ وَلاَ تَرْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِكُمْ فَتَنقَلِبُوا خَاسِرِينَ

“Hai kaumku, masuklah ke tanah suci yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena kamu takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi”.

Maka jawabnya adalah: Ungkapan janji yang ada dalam ayat tersebut tidak berbentuk abadi, tetapi khusus bagi zaman yang mereka dijanjikan mendapatkannya, sebagai balasan atas sambutan mereka kepada perintah-perintah Allah dan kesabaran mereka. Sedangkan orang-orang Yahudi pada masa ini, mereka bukan Bani Israil –sebagaimana sudah dipaparkan-. Dan ayat ini tidak menyangkut yang bukan Bani Israil, meski kaum Yahudi pada saat ini mayoritas. Sungguh, kebenaran dalam masalah ini yang menjadi pegangan jumhur ulama tafsir

Balasan keimanan dan keistimewaan yang mereka raih atas umat zaman mereka ini merupakan ketetapan Allah bagi hamba-hambaNya. Allah berfirman.

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِن بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ

“Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai oleh hamba-hambaKu yang shalih”. [Al-Anbiya : 105]

Begitu juga setelah mereka menyimpang dari agama Allah dan melakukan kerusakan di bumi, maka Bani Israil tidak lagi memiliki hak dengan janji tersebut. Justru balasan bagi mereka, sebagaimana terkandung dalam ayat, yaitu mereka mendapat laknat, kemurkaan dan hukuman dari Allah. Mereka tercerai berai di bumi, dikuasai oleh orang-orang yang menimpakan siksaan kepada mereka sampai hari Kiamat, dirundung kehinaan dimanapun mereka berada. Ini semua sebagai hukuman atas kekufuran mereka terhadap ayat-ayat Allah.

Sebuah fakta yang ironis. Ketika Allah memerintahkan Bani Israil untuk memasuki tanah yang dijanjikan, ternyata mereka enggan dan membangkang. Maka Allah menghalangi mereka darinya. Tatkala mereka menyambut perintah, maka Allah memberikannya kepada mereka.

Oleh karena itu, Ibnu Katsir rahimahullah berkata : “Yang Allah janjikan kepada kalian melalui lisan ayah kalian, Israil ia mewariskannya kepada orang yang beriman dari kalian” [13]

Berdasarkan ini, tanah tersebut milik mereka ketika mereka beriman. Tetapi, karena mereka kufur kepada Allah dan para Nabi-Nya, dan Allah telah menetapkan murka dan laknatNya kepada mereka, maka mereka sama sekali tidak mempunyai hak atas tanah suci itu.

[5]. Bisa juga bisa dikatakan, janji itu sudah terwujud pada masa Nabi Musa, yaitu tatkala Bani Israil memasuki tanah suci dengan dipimpin oleh Nabi Yusya bin Nun, kemudian menempatinya pada masa Nabi Dawud dan Sulaiman. Sebuah masa ketika Allah menganugerahkan kepada mereka keutamaan atas manusia seluruhnya. Namun, ketika mereka kufur kepada Allah dan melakukan kerusakan di bumi, maka kemurkaan Allah pun berlaku pada mereka, dan terjadilah bencana menimpa mereka.

[6]. Janji Allah memiliki syarat, yaitu iman dan amalan shalih, sebagaimana juga termuat dalam Taurat. Sedangkan mereka telah berbuat kufur dan murtad, beribadah kepada selain Allah. Oleh karena itu, musibah, bencana dan kemurkaan dari Allah ditimpakan kepada mereka. Dan semua ini termuat dalam kitab-kitab suci mereka. Bahkan dalam kitab mereka, terdapat keterangan yang melarang memasuki Baitul Maqdis, lantaran kekufuran, kesesatan dan kemaksiatan mereka.

Dengan pengingkaran ini, maka janji tersebut tidak terwujudkan. Sebaliknya, siksa dan bencanalah yang mereka dapatkan. Bumi ini milik Allah, diwariskan kepada hamba-hambaNya yang menegakkan agama dan mengikuti ajaran-ajaranNya, bukan diwariskan kepada orang-orang yang melakukan kerusakan di bumi. Allah berfirman.

قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللّهِ وَاصْبِرُواْ إِنَّ الأَرْضَ لِلّهِ يُورِثُهَا مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“Musa berkata kepada kaumnya : “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah ; dipusakakanNya kepada siapa saja yang dikehendakiNya dari hamba-hambaNya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa” [Al-A’raf : 128]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik” [An-Nur : 55]

Menjelaskan ayat ini Ibnu Katsir berkata.

Ini janji dari Allah bagi RasulNya, akan menjadikan umatnya sebagai pewaris bumi. Maksudnya, tokoh-tokoh panutan dan penguasa mereka. Negeri-negeri menjadi baik dengan mereka, dan orang-orang tunduk kepada mereka… Allah Subhanahu wa Ta’la telah mewujudkannya walillahilhamdu walminnah. Nabi tidaklah wafat, melainkan Allah telah membuka penaklukkan Mekah, Khaibar, seluruh Jazirah Arab, wilayah Yaman seluruhnya. Memberlakukan jizyah kepada Majusi dari daerah Hajr, dan sebagian wilayah Syam

Kemudian, ketika beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, Abu Bakar mengirimkan pasukan Islam ke Persia di bawah komando Khalid bin Al-Walid dan berhasil menaklukkan sebagian wilayahnya. Juga mengirim pasukan lain pimpinan Abu Ubaidah menuju Syam.

Allah juga memberikan karunia kepada kaum Muslimin. Yaitu mengilhamkan kepada Abu Bakar untuk memilih Umar Al-Faruq untuk menggantikan kedudukannya. Dan Umar pun melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Pada masa kekuasannya, seluruh wilayah Syam berhasil dikuasai. [14]

Kaum Muslimin, mereka itulah yang dimaksud dengan ayat-ayat tersebut. Bila membenarkan janji yang mereka ikat dengan Allah, kembali kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, berpegang teguh dengan Islam secara sempurna, baik individu, keluarga, masyarakat atau negara, maka sungguh janji Allah benar adanya. Dan siapakah yang berhak atas tanah yang penuh berkah itu? Tidak lain adaka kaum Muslimin.

Maraji.
– Dirasatun Fil Ad-yan Al-Yahudiyah wan Nashraniyah, Dr Su’ud bin Abdil Aziz Al-Khalaf, Penerbit Adhwa-us Salaf, Cetakan I, Th 1422H/2003M
– Mujaz Tarikhil Yahudi war-Raddi Ala Ba’dhi Maza’imil Bathilah, Dr Mahmud bin Abdir Rahman Qadah, Majalah Jami’ah Islamiyah, Edisi 107, Th 29, 1418-1419H
– Shahih Qashashil Anbiya, karya Ibnu Katsir, Abu Usamah Salim bin Id Al-Hilali, Maktabah Al-Furqan, Cetakan I Th, 1422H
– Tafsir Al-Qur’anil Azhim, Abu Fida Ismail Ibnu Umar Ibnu Katsir, Darul Kutub Al-Ilmiyah, Cetakan II, Th.1422H

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi Khusus 07-08/Tahun X/1427H/2006M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Almat Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183. telp. 0271-5891016]

Artikel Almanhaj.Or.Id
_________
Footnotes
[1]. Barakatu Ardhisy-Syam, Dr Abu Anas Muhammad bin Musa Alu Nashr, Majalah Manarusy-Syam, edisi Jumadal Ula 1425H.
[2]. Lihat Surat Yusuf ayat 100
[3]. Kisah tersebut termuat dalam Surat Yusuf.
[4]. Lihat Surat Al-A’raaf ayat 133
[5]. Lihat Surat Asy-Syu’ara ayat 52-66
[6]. Dari Ibnu Abbas, ia berkata : “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, saat kaum Yahudi berpuasa hari Asyura. Beliau bersabda. Hari apakah ini yang kalian berpuasa padanya? Mereka menjawab : Ini hari kemenangan Musa atas Fir’aun. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para sahabat : Kalian lebih pantas menghormati Musa daripada mereka, maka berpuasalah” [HR Al-Bukhari dan Muslim. Dinukil dari Shahih Qashashil Anbiyaa, halaman 310]
[7]. Dirasatun Fil Adyan Al-Yahudiyah wa Nashraniyah, halaman 49
[8]. Mujaz Tarikhil Yahudi, Majalah Al-Jami’ah Al-Islamiyah, halaman 248
[9]. Nabi Yusya bin Nun Alalihissalam dalah salah seorang dari Nabi yang diutus kepada Bani Israil. Dalil yang menunjukkan kenabiannya, yaitu hadits dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi bersabda : “Matahari tidak pernah tertunda perjalanannya karena seseorang, kecuali bagi Yusya bin Nun, (ketika) pada malam hari ia menuju Baitul Maqdis: [HR Ahmad 2/325].
Ibnu Katsir berkata : Sanadnya sesuai dengan syarat Al-Bukhari. Lihat Al-Bidayah, 1/333. Dan hadits ini dishahihkan oleh Al-Hafizh dalam Al-Fath, 2/221. Di tempat lain, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda : Ada seorang nabi dari kalangan para nabi yang berperang, (ia) berkata kepada kaumnya … kemudian ia berkata kepada matahari, ‘Sesungguhnya engkau diperintah, dan aku pun juga diperintah, Ya Allah, hentikanlah ia, maka matahari itu pun berhenti, sampai akhirnya Allah membuka kota tersebut lantaran mereka” [HR Al-Bukhari, Lihat Al-Fath 6/220]
[10]. Dirasatun Fil Adyan, halaman 53
[11]. Lihat surat Al-A’raaf ayat 167
[12] Dirasatun Fil Ad-yan, halaman 66-67
[13]. Tafsir Al-Qur’anil Azhim, 3/75
[14]. Tafsir Al-Qur’anil Azhim, 3/304 secara ringkas

Iklan

Sekilas Tentang Rafidhah dan Pendirinya

Sekilas Tentang Rafidhah dan Pendirinya

Oleh : Abu Bakr ‘Abdurrazzaq bin Shalih bin ‘Ali An-Nahmiy

Mengapa Mereka Dinamakan dengan Rafidhah ?

Mereka dinamakan dengan Rafidlah (kaum yang meninggalkan) karena mereka meninggalkan Zaid bin ‘Ali, ketika mereka meminta beliau untuk menyatakan putus hubungan dengan Abu Bakar dan ‘Umar, tetapi beliau justru mendoakan rahmat untuk mereka berdua. Maka mereka mengatakan,”Jika demikian, kami akan meninggalkanmu”. Maka beliau (Zaid bin ‘Ali) berkata,”Pergilah ! Sesungguhnya kalian adalah Rafidlah (orang-orang yang meninggalkan)”.

Adz-Dzahabi berkata dalam Siyaru A’laamin-Nubalaa’ (5/390) bahwa ‘Isa bin Yunus berkata,”Orang-orang Rafidlah datang menemui Zaid, lantas mereka berkata : ‘Buatlah pernyataan putus hubungan dengan Abu Bakar dan ‘Umar sehingga kami membantumu’. Maka beliau menanggapi : ‘Bahkan aku loyal kepada mereka berdua’. Mereka pun berkata : ‘Jika demikian, maka kami meninggalkanmu’. Dari situlah mereka dikatakan Rafidlah”.

Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah berkata dalam Majmu’ Fataawaa (4/435) : “Dikatakan kepada Al-Imam Ahmad : ‘Siapa itu Rafidlah ?’. Beliau menjawab : ‘Orang yang mencela Abu Bakar dan ‘Umar’. Karena alasan inilah mereka dinamakan Rafidlah. Sebab, mereka meninggalkan Zaid bin ‘Ali ketika beliau loyal kepada kedua khalifah tersebut sedangkan mereka benci kepada keduanya. Sehingga orang yang membenci mereka berdua dinamakan Rafidlah”.

Ada yang berkata bahwa mereka dinamakan Rafidlah sebab mereka meninggalkan Abu Bakar dan ‘Umar.

Pencetus Pertama Faham/Agama Syi’ah Rafidhah

Orang pertama yang mencetuskan paham Rafidlah adalah ‘Abdullah bin Saba’ Al-Yahud dari kalangan Yahudi Yaman. Dia menampakkan keislaman, kemudian datang ke Madinah pada masa khalifah yang lurus, ‘Utsman bin ‘Affan radliyallaahu ‘anhu.

Ibnu Taimiyyah juga berkata pada sumber yang lalu,”Asal-usul Rafidlah dari kalangan munafiq dan zindiq. Rafidlah itu dibuat oleh Ibnu Saba’ yang zindiq. Dia menampakkan sikap ekstrim mendukung ’Ali dengan propaganda bahwa ’Ali lebih berhak untuk kepemimpinan dan ada wasiat bagi ’Ali”.

Beliau juga berkata pada (28/483),”Para ulama menyebutkan bahwa permulaan paham Rafidlah adalah dari seorang zindiq bernama ’Abdullah bin Saba’. Dia menampakkan keislaman dan menyembunyikan agama Yahudinya. Dia ingin merusak Islam sebagaimana yang dilakukan Paulus An-Nashraniy yang dahulunya Yahudi ketika merusak agama Nashrani”.

Ibnu Abil-’Izz Al-Hanafiy berkata dalam Syarh Ath-Thahawiyyah hal. 490 dengan tahqiq Al-Albani,”Asal mula paham Rafidlah dimunculkan oleh seorang munafiq lagi zindiq yang bermaksud meruntuhkan agama Islam dan mencela Rasul shallallaahu ’alaihi wasallam sebagaimana disebutkan para ulama. Karena ’Abdullah bin Saba’ si Yahudi ketika menampakkan Islam, dia hanya ingin merusak Islam dengan tipu daya dan keburukannya, sebagaimana dilakukan Paulus terhadap agama Nashrani. Dia berpenampilan orang yang rajin beribadah, kemudian dia perlihatkan amar ma’ruf nahi munkart sampai akhirnya dia berupaya memfitnah ’Utsman dan membunuhnya. Kemudian ketika datang ke Kuffah, dia menampakkan sikap ekstrim terhadap ’Ali dan pembelaan kepadanya agar dengan itu ia mampu untuk mencapai tujuan-tujuannya. Berita itu akhirnya sampai kepada ’Ali, maka ’Ali bermaksud membunuhnya sehingga dia melarikan diri darinya menuju Qarqis. Dan berita tentangnya sudah sangat dikenal dalam sejarah. Buku-buku sejarah menyebutkan bahwa Ibnu Saba’ dulunya seorang Yahudi kemudian dia tampakkan keislamannya padahal dia seorang munafiq zindiq”.

Ath-Thabari telah menyebutkannya dalam At-Taarikh (4/430) bahwa Ibnu Saba’ dahulunya seorang Yahudi dari penduduk Shan’a.

Ibnul-Atsir berkata dalam Al-Kamiil (3/77) : ”Abdullah bin Saba’ si Yahudi dulunya seorang Yahudi dari penduduk Shan’a dan ibunya adalah Sauda’ ”.

Ath-Thabariy menyebutkan dalam sejarah kejadian-kejadian di tahun 30 H bahwa Ibnu Saba’ mendatangi Abu Darda’. Maka Abu Darda’ berkata kepadanya,”Siapa kamu ini ? Aku mengira kamu ini – demi Allah – seorang Yahudi !”.

Aku (yaitu Penulis – Abu Bakr ’Abdurrazzaq bin Shalih An-Nahmiy) berkata,”Sehingga ’Abdullah bin Saba’ itu hanyalah seorang Yahudi yang berkedok Islam. Asy-Syahrastani berkata dalam Al-Milal wan-Nihal (1/204) cet. Daarul-Ma’rifah : ’Saba’iyyah adalah para pengikut ’Abdullah bin Saba’ yang berkata kepada ’Ali : ’Kamulah, kamulah !’. Maksudnya,’Kamu adalah Tuhan’. Maka ’Ali kemudian mengusirnya ke Al-Madain”.

Orang-orang menyangka bahwa dia dulunya seorang Yahudi lantas masuk Islam. Ketika beragama Yahudi dia mengatakan bahwa Yusya’ bin Nun berwasiat kepada Musa ’alaihis-salaam seperti yang dikatakannya tentang ’Ali, dialah orang pertama yang memunculkan pernyataan adanya wasiat tentang kepemimpinan ’Ali radliyallaahu ’anhu dan dari situlah bercabang berbagai sikap berlebihan (ghulluw). Dia meyakni bahwa ’Ali terus hidup dan tidak akan mati, padanya terdapat sifat ketuhanan, dan beliau tidak boleh menjadi bawahan. Beliaulah yang datang dari awan, halilintar adalah suaranya, kilatan petir adalah senyumannya. Beliau nanti akan turun ke bumi lantas memenuhi bumi dengan keadilan setelah sebelumnya dipenuhi dengan kedhaliman. Ibnu Saba’ menampakkan ucapan ini setelah wafatnya ’Ali radliyallaahu ’anhu dan adanya sejumlah orang yang berhimpun mendukungnya. Merekalah kelompok pertama yang menyatakan tawaqquf, ghaib, dan akan kembalinya ’Ali. Mereka juga menyatakan menjelmanya sebagian sifat ketuhanan pada para imam setelah ’Ali radliyallaahu ’anhu.

Dia (’Abdullah bin Saba’) berkata,”Makna seperti ini sebenarnya juga diketahui oleh para shahabat, sekalipun mereka berseberangan dengan keinginannya (’Ali). Ini ’Umar bin Khaththab, ketika ’Ali mencungkil mata seseorang dengan benda tajam di tanah suci, dilaporkan kepadanya (’Umar) dan ia berkomentar,’Apa yang sanggup aku katakan terhadap tangan Allah yang telah mencungkil mata di tanah suci milik Allah ?’. Jadi ’Umar memberikan baginya sebutan ketuhanan karena memang ’Umar mengetahui sifat itu pada diri ’Ali”.

Biografi Abdullah bin Saba’ dalam Kitab Ulama Ahlussunnah

Berikut ini adalah biografi ’Abdullah bin Saba’ si Yahudi dalam kitab Mizaanul-I’tidaal karya Adz-Dzahabi dan Lisaanul-Miizaan karya Ibnu Hajar.

Al-Hafidh Adz-Dzahabi berkata,”Abdullah bin Saba’ termasuk orang-orang zindiq yang paling ekstrim, sesat, dan menyesatkan. Aku mengira ’Ali yang membakarnya dengan api. Al-Jauzajani berkata : ’Dia meyakini bahwa Al-Qur’an itu hanya satu bagian dari sembilan bagian yang ilmunya ada pada ’Ali. ’Ali mengusirnya setelah bertekad melakukannya”.

Al-Hafidh Ibnu Hajar berkata dalam Lisaanul-Miizaan (29/30) :

”Ibnu ’Asakir berkata dalam Tarikh-nya : ’Asalnya dari Yaman, dulunya dia seorang Yahudi kemudian dia menampakkan kesialaman. Kemudian dia berkeliling ke negeri-negeri muslimin untuk memalingkan mereka dari ketaatan kepada penguasa dan menyusupkan keburukan di tengah-tengah mereka. Dia memasuki kota Damaskus untuk tujuan tadi pada masa ’Utsman’.

Kemudian dia (Ibnu ’Asakir) meriwayatkan dari jalan Saif bin ’Umar At-Tamimi dalam Al-Futuhdengan kisah yang panjang, tetapi sanadnya tidak benar. Juga dari jalan Ibnu Abi Khaitsamah, dia berkata : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ’Abbad, ia berkata : Telah menceritakan hadits kepada kami Sufyan, dari ’Ammar Ad-Duhni, ia mengatakan : Aku mendengar Abu Ath-Thufail berkata :

رأيت المسيب بن نجبة أتى به دخل على المنبر فقال ما شأنه فقال يكذب على الله وعلى رسوله

Aku melihat Al-Musayyib bin Najbah datang menyeretnya (yaitu Ibnu Saba’), sementara ’Ali sedang berada di atas mimbar. Lantas beliau (’Ali) berkata,”Ada apa dengannya ?”. Al-Musayyib berkata,”Dia berdusta atas nama Allah dan Rasul-Nya”. [1]

Beliau (Ibnu ’Asakir) juga berkata : Telah menceritakan kepada kami ’Umar bin Marzuq, dia berkata : Telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Salamah bin Kuhail, dari Zaid bin Wahb, dia berkata : ’Ali bin Abi Thalib radliyallaahu ta’ala ’anhu berkata,

ما لي ولهذا الخبيث الأسود يعني عبد الله بن سبأ كان يقع في أبي بكر وعمر رضى الله تعالى عنهما

”Apa urusanku dengan al-hamil [2] yang hitam ini – yaitu ’Abdullah bin Saba’ – ?. Dia biasa mencela Abu Bakar dan ’Umar radliyalaahu ta’ala ’anhuma”. [3]

Dari jalan Muhammad bin ’Utsman bin Abi Syaibah, dia berkata : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-’Alla’ dia berkata : Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Ayyas, dari Mujahid, dari Asy-Sya’bi, dia berkata : ”Orang pertama yang berbuat kedustaan adalah ’Abdullah bin Saba’”. Abu Ya’la Al-Mushili berkata dalam Musnad-nya : Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, dia berkata : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Hasan Al-Asadi, dia berkata : Telah menceritakan kepada kami Harun bin Shaalih, dari Al-Haarits bin ’Abdirrahman, dari Abul-Jalas, ia berkata : Aku mendengar ’Ali berkata kepada ’Abdullah bin Saba’ :

والله ما أفضى إلي بشيء كتمه أحدا من الناس ولقد سمعت يقول إن بين يدي الساعة ثلاثين كذابا وإنك لأحدهم

”Demi Allah, beliau tidak pernah menyampaikan kepadaku sesuatupun yang beliau sembunyikan dari manusia. Benar-benar aku mendengar beliau bersabda,’Sesungguhnya sebelum terjadinya kiamat ada tiga puluh pendusta’; dan engkau adalah salah satu dari mereka”.[4]

Abu Ishaq Al-Fazari berkata : Dari Syu’bah, dari Salamah bin Kuhail, dari Abu Az-Za’ra’, dari Zaid bin Wahb : Bahwasannya Suwaid bin Ghafalah masuk menemui ’Ali radliyallaahu ’anhu di masa kepemimpinannya. Lantas dia berkata,”Aku melewati sekelompok orang menyebut-nyebut Abu Bakar dan ’Umar (dengan kejelekan). Mereka berpandangan bahwa engkau juga menyembunyikan perasaan seperti itu kepada mereka berdua. Diantara mereka adalah ’Abdullah bin Saba’ dan dialah orang pertama yang menampakkan hal itu”. Lantas ’Ali berkata,”Aku berlindung kepada Allah untuk menyembunyikan sesuatu terhadap mereka berdua kecuali kebaikan”. Kemudian beliau mengirim utusan kepada ’Abdullah bin Saba’ dan mengusirnya ke Al-Madaain. Beliau juga berkata,”Jangan sampai engkau tinggal satu negeri bersamaku selamanya”. Kemudian beliau bangkit menuju mimbar sehingga manusia berkumpul. Lantas beliau menyebutkan kisah secara panjang lebar yang padanya terdapat pujian terhadap mereka berdua (Abu Bakar dan ’Umar), dan akhirnya berliau berkata,”Ketahuilah, jangan pernah sampai kepadaku dari seorangpun yang mengutamakan aku dari mereka berdua melainkan aku akan mencambuknya sebagai hukuman untuk orang yang berbuat dusta”.[5]

Berita tentang ’Abdullah bin Saba’ ini sangatlah masyhur dalam buku-buku sejarah dan dia tidak mempunyai satu riwayat hadits pun, walhamdulillah. Dia mempunyai pengikut yang dikenal dengan Saba’iyyah yang meyakini sifat ketuhanan ’Ali bin Abi Thalib dan ’Ali telah membakarnya dengan api pada masa kekhalifahannya” [selesai perkataan Ibnu Hajar dalamLisaanul-Miizaan].

Saba’iyyah Dihukum Dengan Cara Yang Paling Buruk

Amirul-Mukminin ’Ali bin Abi Thalib telah membakar pengikut si Yahudi ’Abdullah bin Saba’ setelah beliau menasihati agar mereka kembali dan bertaubat kepada Allah dari kesesatan dan penyelewengan mereka. Al-Bukhari meriwayatkan (12/335) dalam Fathul-Baari no. 6922, beliau berkata : Telah memberikan hadits kepada Abu An-Nu’mar Muhammad bin Al-Fadhl ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid, dari Ayyub, dari ’Ikrimah bahwasannya ia berkata :

أتى علي رضى الله تعالى عنه بزنادقة فأحرقهم فبلغ ذلك بن عباس فقال لو كنت أنا لم أحرقهم لنهي رسول الله صلى الله عليه وسلم لا تعذبوا بعذاب الله ولقتلتهم لقول رسول الله صلى الله عليه وسلم من بدل دينه فاقتلوه

”Didatangkan kepada ’Ali radliyallaahu ’anhu sekelompok orang zindiq, lantas beliau membakarnya. Kemudian berita itu sampai kepada Ibnu ’Abbas radliyallaahu ’anhuma, maka beliau berkata : ”Seandainya aku yang menghukumnya, maka aku tidak akan membakarnya, sebab ada larangan dari Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam : ’Janganlah kalian menyiksa dengan siksaan Allah (yaitu api), akan tetapi aku akan membunuhnya karena sabda Rasulullahshallallaahu ’alaihi wasallam : ’Barangsiapa yang mengganti agamanya, maka bunuhlah ia”.

Ibnu Hajar ketika menjelaskan hadits ini berkata :

”Abul-Mudhaffar Al-Isfirayini mengatakan dalam Al-Milal wan-Nihal bahwa yang dibakar oleh ’Ali itu adalah orang-orang Rafidlah yang mengklaim sifat ketuhanan pada diri ’Ali. Dan mereka itu adalah Saba’iyyah. Pemimpin mereka adalah ’Abdullah bin Saba’, seorang Yahudi yang menampakkan keislaman. Dia membuat bid’ah berupa ucapan seperti ini. Dan sangatlah mungkin asal hadits ini adalah apa yang kami riwayatkan dalam juz 3 dari hadits Abu Thahir Al-Mukhlish dari jalan ’Abdullah bin Syuraik Al-’Amiriy, dari ayahnya ia berkata : Dikatakan kepada ’Ali : ’Disana ada sekelompok orang di depan pintu masjid yang mengklaim bahwa engkau adalah Rabb mereka’. Lantas beliau memanggil mereka dan berkata kepada mereka : ’Celaka kalian, apa yang kalian katakan ?’. Mereka menjawab : ’Engkau adalah Rabb kami, pencipta kami, dan pemberi rizki kami’. ’Ali berkata : ’Celaka kalian, aku hanyalah seorang hamba seperti kalian. Aku makan makanan sebagaimana kalian makan, dan aku minum sebagaimana kalian minum. Jika aku mentaati Allah, maka Allah akan memberiku pahala jika Dia berkehendak. Dan jika aku bermaksiat, maka aku khawatir Dia akan mengadzabku. Maka bertaqwalah kalian kepada Allah dan kemballah’. Tetapi mereka tetap enggan.

Ketika datang hari berikutnya, mereka datang lagi kepada ’Ali, kemudian datanglah Qanbar dan berkata,’Demi Allah, mereka kembali mengatakan perkataan seperti itu’. ’Ali pun berkata,’Masukkan mereka kemari’. Tetapi mereka masih mengatakan seperti itu juga. Ketiga hari ketiga, beliau berkata,’Jika kalian masih mengatakannya, aku benar-benar akan membunuh kalian dengan cara yang paling buruk’. Tetapi mereka masih berkeras masih menjalaninya. Maka ’Ali berkata,’Wahai Qanbar, datangkanlah kepadaku para pekerja yang membawa alat-alat galian dan alat-alat kerja lainnya. Lantas, buatkanlah untuk mereka parit-parit yang luasnya antara pintu masjid dengan istana’. Beliau juga berkata,’Galilah dan dalamkanlah galiannya’.

Kemudian beliau memerintahkan mendatangkan kayu bakar lantas menyalakan api di parit-parit tersebut. Beliaupun berkata,’Sungguh aku akan lempar kalian ke dalamnya atau kalian kembali (pada agama Allah)’. Maka ’Ali melempar mereka ke dalamnya, sampai ketika mereka telah terbakar, beliau pun berkata :

اني إذا رأيت أمرا منكرا – أوقدت ناري ودعوت قنبرا

Ketika aku melihat perkara yang munkar

Aku sulut apiku dan aku panggil Qanbar

Ini adalah sanad yang hasan.

[selesai perkataan Ibnu Hajar dalam Fathul-Baari].

Makar Ibnu Saba’ Setelah Kematian Ali bin Abi Thalib

Adapun ’Abdullah bin Saba’, maka ’Ali mengusirnya ke Al-Madaain. Ketika ’Ali meninggal dan berita kematian ’Ali sampai kepada ’Abdullah bin Saba’, dia berkata kepada orang yang membawa berita,”Seandainya pun engkau membawa berita kepada kami membawa otaknya dimasukkan ke dalam tujuhpuluh kantong dan engkau berdirikan tujuhpuluh orang saksi yang adil, maka tentu kami masih bisa memastikan bahwa dia belum terbunuh dan tidak akan mati sampai menguasai bumi”.[6]

Ibnu Saba’Al-Yahudi memanfaatkan kematian Amirul-Mukminin ’Ali bin Abi Thalib, dia susupkan keyakinan-keyakinan rusaknya dan diterima oleh para pengikutnya dari orang-orang Rafidlah. Mereka pun kemudian menyebarkannya dan menyeru kepadanya. Di sini, kami akan menyebutkan sebagian yang diperbuat oleh orang Yahudi ni dan keyakinan-keyakinan rusaknya yang dia masukkan (ke dalam tubuh kaum muslimin) :

1. Mencetuskan kelompok yang menyimpang ini, yaitu Rafidlah.

2. Upayanya untuk membunuh khalifah yang lurus Dzun-Nurain (pemilik dua cahaya : dua anak perempuan Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam), yaitu ’Utsman bin ’Affan radliyallaahu ’anhu.

3. Mencela shahabat dan mengkafirkannya, terutama Abu Bakar, ’Umar, dan ’Utsmanradliyallaahu ’anhum.

4. Keyakinan adanya wasiat tertulis bagi ’Ali.

5. Sikap ekstrim terhadap ’Ali dan ahli bait.

6. ’Aqidah bada’ (menjadi nampak).[7]

7. Pengkultusan ’Ali radliyallaahu ’anhu.

8. Keyakinan tentang tidak meninggalnya ’Ali radliyallaahu ’anhu.

Jangan Tertipu Dengan Rafidhah yang Memakai Pakaian Islam

Orang-orang Rafidlah mengambil ’aqidah yang jelek yang disusupkan oleh orang Yahudi ini[8] dan mereka sampai sekarang masih meyakini ’aqidah-’aqidah ini dan membelanya, sebagaimana dikatakan oleh guru kami Al-Imam Al-Wadi’iy[9] dalam kitabnya Al-Ilhadul-Khumaini fil-Ardlil-Haramain hal. 110, Cet. Daarul-Hadits :

”Mudah-mudahan kaum muslimin mengambil pelajaran dari kisah ’Abdullah bin Saba’ sehingga mereka waspada dari tipu daya dan keburukan orang-orang Rafidlah, sebab seruan mereka terbangun di atas kedustaan dan sungguh betapa miripnya malam ini dengan malam sebelumnya. Orang-orang Rafidlah sekarang menganut keyakinan ’Abdullah bin Saba’”.

Ketika ’aqidah orang-orang Rafidlah diambil dari orang Yahudi ini, maka kamu dapati keserupaan mereka dengan Yahudi dalam banyak perkara. Penulis[10] telah meletakkan sebuah pasal dalam risalah ini seputar masalah tersebut. Rafidlah memiliki beberapa nama. Mereka disebut Al-Itsna ’Asyariyah nisbat kepada keyakinan mereka tentang 12 imam. Mereka dinamakan Ja’fariyyah,nisbat kepada Ja’far Ash-Shaadiq. Mereka dinamakan Imamiyyah karena berpandangan kepemimpinan itu hanya untuk ’Ali dan anak keturunannya, dan mereka menunggu seorang imam yang akan muncul di akhir jaman. Mereka juga dinamakan Rafidlah karena sikap mereka yang meninggalkan Zaid bin ’Ali sebagaimana pembahasan lalu.[11]

Demikianlah, dan hendaknya diketahui oleh setiap muslim bahwa orang-orang Rafidlah pada hakekatnya adalah para musuh Islam. Hanyalah mereka berkedok Islam untuk menghantam Islam. Mereka bahu-membahu dengan semua musuh Islam untuk menghadapi Islam serta bekerjasama dengan semua orang jahat untuk melawan islam. Laa haula walaa quwwata illaa billaah.

Artikel Ustadz Abul Jauzaa’ hafizhahullah dengan sedikit perubahan dan pemberian sub judul oleh Akh Abu Umamah.


[1] HR. Ibnu ‘Asakir dalam Tarikh Dimasyqi (29/7) dan sanadnya hasan.

[2] Al-Hamil adalah sebutan untuk segala sesuatu yang busuk, dan dia berarti orang yang botak dan tidak mempunyai rambut. (Al-Qaamus).

[3] HR. Ibnu ‘Asakir dalam Taarikh Ad-Dimasyqi (29/7) dengan sanad shahih.

[4] Atsar ini tsabit (kokoh), diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin Ahmad dalam As-Sunnah no. 1325, Abu Ya’la dalam Musnad-nya (449), dan Ibnu Abi ‘Ashim dalam as-Sunnah (982). Al-Haitsami berkata dalam Majma’uz-Zawaaid (7/333) : “Para perawinya tsiqah (terpercaya)”.

[5] Atsar ini tsabit.

[6] Firaq Asy-Syi’ah karya An-Naubakhti, hal. 21, Cet. Karbalaa.

[7] Yaitu orang-orang Rafidlah meyakini bahwasannya akan menjadi terang sesuatu bagi Allah setelah sebelumnya tersembunyi. Maha Suci Allah dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang besar. Silakan lihat kitab Buthlaanu ’Aqaaid Asy-Syi’ah karya Al-’Allamah Muhammad ’Abdus-Sattar At-Turisi, hal. 23 dan Mas-alatut-Taqrib baina Ahlis-Sunnah wasy-Syi’ah (1/344).

[8] Tidak ada celah untuk mengingkari eksistensi ‘Abdullah bin Saba’ Al-Yahudiy, sebagaimana disangka oleh sebagian orang bahwa dia hanyalah cerita dongeng belaka. Buku-buku sejarah telah menetapkan hakekat perbuatannya bahkan menetapkan hakekat dirinya, sampai-sampai ditulis oleh orang-orang Syi’ah sendiri.

Tentang hakekat ’Abdullah bin Saba’ Al-Yahudi ini telah dijelaskan oleh saudaraku yang mulia ’Ali Ar-Razihi dalam kitabnya ­Taudlihun-Nabaa’ ’an Mua’assis Asy-Syi’ah ’Abdullah bin Saba’ baina Aqlami Ahlis-Sunnah wasy-Syi’ah wa Ghairihim. Silakan merujuknya.

[9] Yaoitu Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’iy rahimahullah – Abul-Jauzaa’.

[10] Yang dimaksudkan oleh Asy-Syaikh Abu Bakar ‘Abdurrazzaq bin Shalih An-Nahmi adalah Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdil-Wahhab At-Tamimi rahimahullah. Sebagai catatan, tulisan ini merupakan bagian dari muqaddimah Asy-Syaikh An-Nahmi ketika beliau memberikan ta’liqterhadap kitab Risalah fir-Radd ’alar-Rafidlah karya Asy-Syaikh Muhammad bin ’Abdil-Wahhabrahimahullah ­– Abul-Jauzaa’.

[11] Dan silakan lihat kitab Asy-Syi’ah wat-Tasyayyu’ karya Asy-Syaikh Ihsan Ilahi Dhahirrahimahullah hal. 296.

Keberadaan Freemasonry di Indonesia

KEBERADAAN FREEMASONRY DI INDONESIA

Oleh:  Ust. Achmad  Rofi’i, Lc.M.Mpd.

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,

Dalam pertemuan yang lalu, kita telah membahas tentang sepak terjang Freemasonry Yahudi secara umum di dunia, maka kali ini kita akan memperdalam kajian tersebut dengan membahas tentang Keberadaan Freemasonry di Indonesia. Oleh karena kita ini adalah ummat Islam yang tinggal di Indonesia, maka hendaknya kita perlu mengetahui apa yang terjadi di negara kita ini berkaitan dengan Freemasonry Yahudi dan penyebaran ideologinya yang ternyata keberadaannya adalah sudah sejak lama di Indonesia; sehingga dengan demikian kita bisa melindungi ‘aqiidah baik diri sendiri maupun anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa dan juga kaum Muslimin pada umumnya.

Kita akan memulai kajian ini dengan suatu pertanyaan: “Benarkah Freemasonry Yahudi ada di Indonesia?

Jawabannya haruslah jawaban dengan melampirkan fakta-fakta sejarah, sehingga tidak bisa dipungkiri lagi tentang keberadaan Freemasonry Yahudi tersebut.

Namun demikian, hendaknya dengan semakin mengetahui hal ini maka semoga dapat menjadi penebal Iman kepada Allooh سبحانه وتعالى, dan menjadikan kita semakin waspada dengan keberadaan Freemasonry Yahudi tersebut yang sesungguhnya mengancam ‘aqiidah kaum Muslimin di Indonesia, khususnya Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah.

Ingatlah akan firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. Al Baqoroh (2) ayat 120 berikut :

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗوَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Artinya:

Orang-orang Yahudi dan Nashroni tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allooh itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allooh tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”

Hendaknya kaum Muslimin (khususnya di Indonesia) mencamkan peringatan Allooh سبحانه وتعالى tersebut, dan lalu menajamkan pandangan dan hati nuraninya. Melalui serangkaian fakta-fakta yang berasal dari buku-buku literatur sejarah, maupun video yang insya Allooh akan kita bahas ini, dapatlah diketahui betapa Freemasonry dan penyebaran ideologi Yahudi erat kaitannya dengan sejarah bangsa Indonesia, bahkan simbol-simbol mereka pun dapat ditemui bertebaran baik dalam bentuk bangunan atau gedung-gedung hingga rancangan tata kota yang tidak mungkin kita bisa merombaknya kecuali dengan kekuasaan Allooh سبحانه وتعالى.

Janganlah kaum Muslimin di Indonesia terlena dan merasa tenang dengan jumlahnya yang mayoritas, tetapi perhatikan adakah Islam dan Syari’at Islam yang mewarnai tatanan kehidupan keseharian dirinya ataukah justru ideologi Freemasonry Yahudi yang mewarnainya?

Diantara literatur yang bisa membantu untuk membuktikan keberadaan Freemasonry (– yang dalam bahasa Belanda disebut:Vrijmetselaarij –) di Indonesia antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Vrijmet selaarij: Geschiedenis, Maats chapelijke Beteekenis en Doel” (Freemason: Sejarah, Arti untuk Masyarakat dan Tujuannya) yang ditulis oleh Dr. Dirk de Visser Smith pada tahun 1931.
  2. Geschiedenis der Vrymet selary in de Oostelijke en Zuidelijke Deelen” (Sejarah Freemason di Timur dan Selatan Bumi) yang ditulis oleh J. Hagemen J.Cz. pada tahun 1886.
  3. Geschiedenis van de Orde der Vrijmetselaren In Nederland Onderhoorige Kolonien en Londen” (Sejarah Orde Freemason di Nederland di Bawah Kolonialisme) yang ditulis oleh H. Maarschalk pada tahun 1872.
  4. Gedenkboek van de Vrijmet selaaren In Nederlandsche Oost Indie 1767-1917” (Buku Kenang-kenangan Freemason di Hindia Belanda 1767-1917), yang diterbitkan secara resmi pada tahun 1917 oleh tiga loge besar yaitu: Loge de Ster in het Oosten(Batavia), Loge La Constante et Fidele (Semarang), dan Loge de Vriendschap (Surabaya).
  5. Indisch Macconiek Tijdschrift” (Majalah Freemason Hindia), sebuah majalah resmi milik Freemason Hindia Belanda yang terbit di Semarang pada 1895 sampai awal tahun 1940-an.
  6. Vrijmetselarij en samenleving in Nederlands-Indie en Indonesie 1764- 1962” (Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764- 1962) ditulis pada tahun 1994 oleh Dr. Th. Stevens, seorang peneliti yang juga anggotaFreemason. Buku ini telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia pada tahun 2004.

(Silakan baca PDF buku ini di: http://www.scribd.com/doc/49346274/Tarekat-Mason-Bebas-Dan-Masyarakat-Di-Hindia-Belanda-Dan-Indonesia)

Literatur-literatur yang mengungkap tentang keberadaan Freemasonry Yahudi di Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda tersebut, sampai sekarang masih tersimpan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Bahkan “Buku Kenang-kenangan Freemason di Hindia Belanda 1767-1917” memuat secara lengkap operasional, para tokoh, dokumentasi foto, dan aktivitas loji-loji yang berada langsung di bawah pengawasan Freemason di Belanda. Buku setebal 700 halaman yang ditulis oleh Tim Komite Sejarah Freemason ini adalah bukti tak terbantahkan tentang keberadaan jaringan mereka di seluruh Nusantara.

Theosofi adalah bagian dari jaringan Freemason yang bergerak dalam kebatinan.Aktivis Theosofi pada masa lalu, juga adalah aktivis Freemason. Cita-cita Theosofi sejalan dengan Freemason.

Lalu apakah misi Freemasonry tersebut?

Dalam buku “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962”, karya Dr. Th. Steven dijelaskan misi organisasi yang memiliki simbol Bintang Daud ini yaitu :

Setiap insan Mason Bebas mengemban tugas, dimana pun dia berada dan bekerja, untuk memajukan segala sesuatu yang mempersatukan dan menghapus pemisah antar manusia.”

Jadi, misi Freemason adalah “menghapus pemisah antar manusia!”. Salah satuyang dianggap sebagai pemisah antar manusia adalah agama’.

Maka, jangan heran, jika banyak manusia berteriak lantang: ”Semua agama adalah sama”. Atau, ”Semua agama adalah benar, karena merupakan jalan yang sama-sama sah untuk menuju tuhan yang satu.” (– Sementara “tuhan yang satu” yang dimaksud mereka itu bukanlah Alloohسبحانه وتعالى, melainkan Lucifer / Syaithoon –)

Paham yang dikembangkan Freemason adalah humanisme sekular. Semboyannya:liberty (kemerdekaan), egality (hak asasi), fraternity (persaudaraan).

Jadi, memang erat kaitannya antara pengembangan liberalisasisekularisasi dan misiFreemason.

(Sumber: http://indocropcircles.wordpress.com/2011/11/20/sejarah-freemason-di-indonesia-awas-freemason-di-indonesia-bisa-bangkit-kembali/ )

Perhatikan struktur organisasi Freemasonry pada piramida dibawah ini, dimana lapis pertama dari piramida tersebut adalah menciptakan “Secular Humanism”. Dengan kata lainFreemasonry Yahudi berada dibalik penyebaran ajaran sekulerisme (– yaitu: memisahkan antara agama dengan pemerintahan, atau dengan kata lain adalah menjadikan suatu negara tidak berhukum dengan hukum Allooh سبحانه وتعالى –) yang merupakan bagian dari ideologi mereka, dengan tujuan agar manusia melepaskan diri dari dien / agamanya dan pada akhirnya menjadi seorang yang atheis sebagaimana yang mereka putuskan dalam KonggresFreemasonry Internasional yang diadakan di Paris, Perancis pada tahun 1900 M, yaitu bahwa: “Tujuan (target) Freemasonry adalah mendirikan republik anti agama secara internasional.”

Hal ini telah dijelaskan oleh Syaikh Dr. Gholib bin Ali Al ‘Awaaji dalam Kitabnya yang berjudul “Madzaahib Fikriyyah Mu’ashiroh Tantashibu illa Al Islaam” (Paham-Paham Pemikiran Kontemporer Yang Mengatasnamakan Islam). Silakan baca kembali bahasan tentang hal tersebut dalam transkrip ceramah berjudul “Mengapa Gerakan Freemasonry Tersebar” yang pernah dimuat pada Blog ini, atau klikhttp://ustadzrofii.wordpress.com/2012/09/06/mengapa-gerakan-freemasonry-tersebar/)

Kajian kita kali ini akan dibagi menjadi 3 bagian yakni:

1. Bangunan dan Peninggalan Freemasonry di Indonesia

2. Kaitan Freemasonry dengan sejarah Republik Indonesia

3. Tokoh-Tokoh Freemasonry Indonesia

I.  BANGUNAN & PENINGGALAN FREEMASONRY DI INDONESIA

I.1. LOJI / LOGE

Loji (Loge) adalah tempat ibadah para pengikut Freemasonry, dimana mereka berkumpul untuk melakukan pemujaan kepada “yang maha terang” (– yakni:  Lucifer / Syaithoon –), yang dalam ritualnya anggota Freemason tersebut akan melantunkan nyanyian kerohanian dan upacara pemanggilan arwah orang mati.

Loji yang pertama kali dibangun adalah di ‎Batavia oleh (seorang Belanda) Albertus van der Parra (1761-1775). Loji itu diberi nama “La Choisie (Terpilih)” atas ‎prakarsa Joan Cornelis Radermacher.

Sedangkan loji yang paling terkenal di Indonesia adalah Adhuc Stat alias Loji Bintang Timur di Menteng, Jakarta Pusat (sekarang adalah Gedung BAPPENAS). Dulu, gedung inidikenal masyarakat luas sebagai “Gedung Setan”, karena sering dipakai sebagai tempat pemanggilan arwah orang mati oleh para anggota Mason.

Jadi keberadaan Freemasonry Yahudi di Indonesia adalah sudah sejak zaman penjajahan Belanda. Bahkan logo VOC sendiri adalah berkaitan dengan simbol hexagram Bintang Daud, yang merupakan simbol organisasi Yahudi Freemasonry tersebut.

Berdasarkan literatur yang ada, hingga tahun 1926 M saja, sentra-sentra Freemasonry tersebut berjumlah tidak kurang dari 22 loji yang bertebaran di berbagai tempat di Nusantara, antara lain yaitu:

1) Loge La Choisie di Batavia (1764-1766)‎

‎2) Loge La Fidele Sincerite di Batavia (1767)‎

‎3) Loge La Virtuese (1769)‎

‎4) Loge La Constante et Fidele di Semarang (1801)

5) Loge De Vriendschap di Surabaya (1809)

6) Loge De Ster in Het Oosten (Loji Bintang Timur) di Batavia (1837)‎

7) Loge Matahari di Padang (1858)‎

8) Loge Princes Frederik der Nederlanden di Rembang (1871)‎

9) Loge L. Union Frederic Royal di Surakarta (1872)‎

10) Loge Prins Frederik di Kota Raja – Banda Aceh (1880)‎

‎11) Loge Veritas di Probolinggo‎

12) Loge Arbeid Adelt di Makassar (1888)‎

13) Loge Excelsior di Bogor (1891)‎

14) Loge Tidar di Magelang (1891)‎

15) Loge St. Jan di Bandung (1896)‎

16) Loge Fraternitas di Salatiga (1896)‎

17) Loge Humanitas di Tegal (1898)‎

18) Loge Malang (1901)‎

19) Loge Blitar (1906)‎

20) Loge Kediri (1918)‎

21) Loge Het Zuinderkruis (Rasi Pari) di Batavia (1918)‎

22) Loge De Broerderketen (Segitiga) di Jember (1926)‎

Dan jumlahnya terus bertambah hingga tahun 1962, dimana pada tahun tersebut Freemasonrydinyatakan terlarang di Indonesia.

Adapun loji-loji berdasarkan urutan nomor dari Freemasonry Belanda ketika mereka menancapkan ‎pondasinya di Indonesia adalah sebagai berikut:‎

‎1) Loge nummer 31 : La Constante et FidèleSemarang, Nederlands Oost-Indië (pada tanggal 31-11-1960 berubah ‎menjadi cabang Loge Agung Indonesia)‎

2) Loge nummer 46 : Mata HariPadang, Nederlands Oost-Indië (tidak beroperasi pada tanggal 17-03-‎‎1943 dikarenakan pendudukan Jepang)‎

3) Loge nummer 53 : Mataram, Djokjakarta, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi sejak ‎pendudukan Jepang)‎

4) Loge nummer 55 : l’Union Frédéric RoyalSoerakarta, Nederlands Oost-Indië (berhenti ‎beroperasi sejak pendudukan Jepang)‎

5) Loge nummer 61 : Prins FrederikKota Radja, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi ‎selama pendudukan Jepang)‎

6) Loge nummer 65 : Arbeid AdeltMakassar, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi sejak ‎pendudukan Jepang)‎

7) Loge nummer 70 : Deli, Medan, Nederlands Oost-Indië (ditutup pada tahun 1960 karena pemerintah ‎Indonesia melarang Freemasonry)‎

8) Loge nummer 82 : Tidar, Magelang, Nederlands Oost-Indië (ditutup pada tahun 1960 karena ‎pemerintah Indonesia melarang Freemasonry)‎

9) Loge nummer 83 : Fraternitas, Salatiga, Nederlands Oost-Indië (tidak beroperasi sejak ‎pendudukan Jepang)‎

10) Loge nummer 84 : Sint JanBandung, Nederlands Oost-Indië (tidak beroperasi sejak ‎pendudukan Jepang)‎

11) Loge nummer 87 : HumanitasTegal, Nederlands Oost-Indië (tidak beroperasi sejak ‎pendudukan Jepang)‎

12) Loge nummer 89 : Malang, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi sejak ‎pendudukan Jepang)‎

13) Loge nummer 92 : Blitar, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi sejak pendudukan ‎Jepang)‎

14) Loge nummer 109 : De DageraadKediri, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi sejak ‎pendudukan Jepang)‎

15) Loge nummer 110 : Het Zuiderkruis, Mr. Cornelis / Batavia, Nederlands Oost-Indië (in ruste ‎gagaan in 1955)‎

16) Loge nummer 111 : De BroederketenBatavia, Nederlands Oost-Indië (in ruste gegaan in ‎‎1948)‎

17) Loge nummer 129 : De Driehoek, Djember, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi sejak ‎pendudukan Jepang)‎

18) Loge nummer 149 : Palembang, Nederlands Oost-Indië (ditutup pada 1958)‎

‎19) Loge nummer 151 : De HoeksteenSoekaboemi, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi ‎sejak pendudukan Jepang)‎

20) Loge nummer 153 : SerajoedalPoerwokerto, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi ‎sejak pendudukan Jepang)‎

21) Loge nummer 165 : De Witte RoosBatavia, Nederlands Oost-Indië (ditutup pada tanggal 14-01-‎‎1958)‎

22) Loge nummer 182 : Purwa DaksinaBatavia, Nederlands Oost-Indië, (pada tahun 1955 di ‎resmikan sebagai Freemasonry cabang Indonesia sampai tahun 1962, karena Freemasonrydinyatakan terlarang di Indonesia)‎

23) Loge nummer 183 : DharmaBandoeng, Nederlands Oost-Indië, (pada tahun 1955 diresmikan sebagai Freemasonry cabang Indonesia sampai tahun 1962, karena Freemasonrydinyatakan terlarang di Indonesia)‎

24) Loge nummer 192 : BhaktiSemarang, Nederlands Oost-Indië (pada tahun 1955 diresmikan ‎sebagai Freemasonry cabang Indonesia sampai tahun 1962, karena Freemasonrydinyatakan ‎terlarang di Indonesia)‎

‎25) Loge nummer 193 : PamitranSoerabaja, Nederlands Oost-Indië (pada tahun 1955 diresmikan sebagai Freemasonry cabang Indonesia sampai tahun 1962, karena Freemasonrydinyatakan terlarang di Indonesia)‎

Berikut ini adalah berbagai foto yang merupakan bukti keberadaan  Loji-Loji tersebut:

Loji-Loji di Batavia (Jakarta) :

Loji di Bandung:

 

Loji di Surabaya :

Loge de Vriendschap di Tunjungan, Surabaya.

Loji di Bogor :

Loge Excelsior di Bogor

Loji di Semarang :

Loji di Magelang :

Loji di Mataram (Jogjakarta) :

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan.

Loji di Makasar :

Loji di Palembang :

Loji di Kuta Raja, Banda Aceh :

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan.

Loji di Padang :

Loji di Medan :

Perhatikan betapa simbol-simbol Freemasonry seperti bintang lima (pentagram), bintang enam (hexagram) yang disebut Bintang Daud, simbol jangka kompas terdapat pada gedung-gedung tersebut, juga ciri khas bangunannya yang berbentuk pilar-pilar Jachin & Boaz.

(sumber foto: http://indocropcircles.wordpress.com/2011/11/20/sejarah-freemason-di-indonesia-awas-freemason-di-indonesia-bisa-bangkit-kembali/,http://www.akhirzaman.info/secret-societies/101-the-builders/1336-loji-tempat-ibadah-freemasonry-di-indonesia.html,http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1111593&page=42)

Kemudian disamping membangun loji-loji, Freemasonry juga berusaha menyebarkan ideologi mereka serta berusaha menguasai perpolitikan Indonesia dengan cara memberikan bantuan keuangan bagi mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang berbakat. Dibangunlah berbagai sekolah dan perpustakaan yang tersebar hampir di seluruh Nusantara. Berikut ini adalah lokasi-lokasi dan waktu berdirinya sekolah-sekolah bentukan Freemasonry tersebut, yaitu:

– Pada tahun 1875, di Semarang
– Pada tahun 1879 di Batavia
– Pada tahun 1885 di Yogyakarta, dua sekolah
– Pada tahun 1887 di Surakarta dan Magelang
– Pada tahun 1888 di Buitenzorg (Bogor)
– Pada tahun 1889 di Padang dan Probolinggo
– Pada tahun 1892 di Semarang, sekolah kedua
– Pada tahun 1897 di tegal
– Pada tahun 1898 di Bandung dan Manado
– Pada tahun 1899 di Aceh
– Pada tahun 1900 di Malang
– Pada tahun 1903 di Malang, sekolah kedua
– Pada tahun 1905 di Bandung, sekolah kedua
– Pada tahun 1907 di Blitar
– Pada tahun 1908 di Surabaya
– Pada tahun 1900 di Padang, Magelang (sekolah kedua) dan Medan, Makasar, Kediri
– Pada tahun 1926 di Malang, sekolah ketiga

Sehubungan dengan perpustakaan, maka di Semarang pada tahun 1875 oleh Freemasonry dibuka sebuah perpustakaan yang disebut “De Verlichting” yang pada tahun 1917 ditempatkan sebagai Perpustakaan Pusat dan Ruang Baca Umum.

Jenis perpustakaan itu dengan berjalannya waktu, muncul hampir bersamaan dengan pembangunan Loji, dimana pada tahun 1877 didirikan pula sebuah perpustakaan di Padang dan kemudian berikutnya:

– Pada tahun 1878 di Yogya
– Pada tahun 1879 di Surabaya
– Pada tahun 1882 di Salatiga
– Pada tahun 1889 di Probolinggo
– Pada tahun 1890 di Buitenzorg (Bogor)
– Pada tahun 1891 di Bandung
– Pada tahun 1892 di Menado
– Pada tahun 1895 di Manado
– Pada tahun 1897 di Tegal
– Pada tahun 1899 di Medan
– Pada tahun 1902 di Ambon
– Pada tahun 1902 di Malang
– Pada tahun 1908 di Magelang
– Pada tahun 1907 di Blitar

(sumber: http://www.akhirzaman.info/secret-societies/101-the-builders/2074-freemasonry-talmud-dan-sejarahnya-di-indonesi.html)

I.2. TUGU / OBELISK

Obelisk adalah monumen batu monolitik berasal dari kebudayaan paganisme Mesir Kuno, merupakan simbol nyala api yang mengarah ke atas sebagai pemujaan terhadap Dewa Matahari (Helios / Ra Goddes). Matahari merupakan tuhan tertinggi kaum pagan. Berikut ini adalah Obelisk yang dibangun oleh Fir’aun Ramses II.

 

Berbagai Obelisk ternyata tersebar di Indonesia, mulai dari Tugu Monas JakartaTugu Pahlawan SurabayaTugu Muda Semarang, dan Tugu Jogja.

Tugu Jogja adalah simbol kota Yogyakarta. Dibangun oleh Pangeran Mangkubumi (Sri Sultan Hamengkubuwono I), pendiri Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, untuk memperingati perjuangan bersama-sama rakyat dalam melawan penjajah.

Semboyan yang diusung Pangeran Mangkubumi dalam rangka simbol perlawanan rakyat melawan Pemerintahan Hindia Belanda adalah “Golong Gilig” artinya: Bersatu padunya rakyat dalam melaksanakan perjuangannya.

Simbol ini aslinya digambarkan dengan tiang silinder (gilig) dan sebuah bola (golong).

Bentuk asli ini tidak dapat dilihat lagi karena gempa menghancurkan tugu tersebut di tahun 1867.

Tahun 1889 renovasi dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda (pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono VIIdengan merubah beberapa aspek penting (sehingga bentuk dari Tugu Jogja menjadi yang kita lihat sekarang ini) antara lain dengan menambah simbol Bintang Daud pada tugu tersebut.

Sultan Hamengkubuwono VIII (penerus Sultan Hamengkubuwono VII) disinyalir adalah salah satu anggota dari Freemason.

Tugu Jogja (1889 – sekarang)

(sumber foto: http://sunandali.blogspot.com/2011/12/rahasia-logo-logo-freemason-di.html)

I.3. KAWASAN MENTENG & SIMBOL BAPHOMET

Baphomet  adalah Dewa Romawi Kuno, yang menjadi lambang pemujaan setan.

Daniel T. Lewis yang mempelajari tentang simbol-simbol sihir (Occultic Symbolism) menjelaskan dalam situsnya lewisdt.com tentang figur Baphomet ini sebagai berikut:

“….Hermes adalah analog dengan (dewa) Mercurius dari Romawi (bintang pagi lainnya).Menurut mitologiHermes tergoda Venus dengan bantuan ZeusIa melahirkan seorang putra bernama HermaphroditosPan juga dianggap sebagai putra HermesHermaphroditos adalahketurunan biseksual dari utusan dewa Hermes (Mercury) dan Aphrodite (Venus)dewi cinta.Jadi Hermaphroditos diidentifikasikan dengan BaphometYingYang, dankambing Mendez.

Baphomet merupakan simbol yang banyak digunakan oleh Freemasonry.

Perhatikan bahwa ternyata kawasan distrik Menteng didesain membentuk Kepala BAPHOMET. Di kawasan Menteng itu lah terdapat Loji Bintang Timur (Adhuc Stat) yang sekarang menjadi Gedung Bappenas.

(sumber foto: http://sunandali.blogspot.com/2011/12/rahasia-logo-logo-freemason-di.html)

I.4. MUSEUM FATAHILLAH

Gedung Gubernur Jenderal Batavia / Stadhuis of Batavia, yang kini dikenal sebagaiMuseum Fatahillah, dibangun pada tahun 1707 M.

Di taman belakang Museum Fatahillah (berhadapan dengan Meriam Jaguar dan penjara bawah tanah) terdapat Patung Hermes yang membawa Caduceus / Staff of Hermes (tongkat Hermes), yang sesungguhnya itu merupakan simbol okultis yang banyak digunakan olehFreemasonry.

Patung Hermes membawa Caduceus di Museum Fatahillah, Jakarta

Perhatikan bahwa simbol Caduceus (dua ekor ular melilit batang tongkat yang bersayap di ujungnya) itu merupakan gambaran dari organ seksual figur Baphometberikut:

Freemasonry memang organisasi rahasia Yahudi yang banyak sekali menggunakan simbol-simbol okultisme / sihir. Dalam kajian lalu telah kita bahas sebagian diantara sekian banyak simbol-simbol mereka (silakan baca kembali ceramah tentang “Simbol dan Program Internasional Freemasonry” yang pernah dimuat pada Blog ini, atau klik:http://ustadzrofii.wordpress.com/2012/09/25/simbol-program-internasional-freemasonry/)

Ternyata patung Hermes dengan Caduceus-nya pun mempunyai suatu makna yang bila ditelusuri adalah berasal dari paganisme Mesir.

Dalam situs www.avatarpoint.com dijelaskan tentang arti dari Caduceus menurutMadame Helena Blavatsky (pendiri kelompok Theosofi, suatu kelompok yang merupakan kepanjangan tangan dari organisasi Freemasonry dan Zionis Yahudi) sebagai berikut:

Blavatsky stated that the Serpents were ever the emblems of wisdom and prudence is again shown by the caduceus of Mercury. The two serpents, entwined around the rod, are phallic symbols of Jupiter and other gods who transformed themselves into snakes for purposes of seducing goddesses. The serpent has ever been the symbol of the adept, and of his powers of immortality and divine knowledge. It shows the dual power of the Secret Wisdom: the black and the white magic. Caduceus of Thoth.”

Artinya:

Blavatsky menyatakan bahwa Ular perlambang kebijaksanaan dan kehati-hatian itu lagi-lagi ditunjukkan dalam Caduceus dewa Merkurius. Kedua ularyang melilit batang tongkatnya,merupakan simbol phallus dari Jupiter dan para dewa dimana mereka mengubah diri mereka menjadi ular untuk tujuan merayu para dewiUlar pernah menjadi simbol ketrampilan / kecakapan, dengan kekuasaannya terhadap pengetahuan yang istimewa terhadap kehidupan yang abadiIni menunjukkan kekuatan ganda dari Rahasia Sihir Hitam dan Putih.Caduceus dewa Thoth.”

The Ibis headed Thoth carries a Caduceus

(sumber: http://www.avatarpoint.com/caduceus.html,http://www.whale.to/b/caduceus_h.html)

Kemudian dalam situs lain tentang “History of Alchemy” (Sejarah Alkimia), dijelaskan bahwadewa Thoth yang tergambar pada hieroglyph diatas, dikenal pula antara lain sebagai dewa Hermes dalam paganisme Mesir atau dewa Merkurius dalam paganisme Yunani. Dalam situs tersebut tertulis sebagai berikut :

Thoth, god of thought and messenger of the gods, was such powerful force in human history that he became associated with a number of different personages down through the ages…. According to the secret dogma of Freemasonry, the sacred name “Hiram Ibif” refers to the first Hermes (“Hermes Ibis,” or the ibisheaded Thoth), who, according to the Masonic tradition, arrived “in the year of the world 2670… Thoth became known as “Hermes” to the Greeks and “Mercury” to the Romans, and some of the characteristics attributed to these versions are of special interest in alchemy. Occasionally he is pictured as a newborn babe, and was sometimes regarded as the god of fertility and rebirth. Just as Thoth was associated with the sacred number eight, the sacred number four was assigned to Hermes, suggesting he was perhaps a more physical incarnation. Nonetheless, as the messenger of the gods, Hermes is endowed with extreme mobility. He wears winged boots and carries a caduceus, which is a winged wand entwined by two serpents.

Artinya:

Thothsang dewa pembawa pesan (antara para dewa dan manusia), adalah sosok yang luar biasa dalam sejarah manusia sehingga ia dikaitkan dengan banyak figur berabad-abad lamanya…. Menurut dogma rahasia Freemasonrynama Hiram Ibif” adalahmengacu pada dewa Hermes yang muncul sebagai sosoknya yang pertama kali (yaitusebagai “Hermes Ibis,” atau Thoth berkepala burung Ibis), yang, menurut tradisi Masonik, akan tiba ketika dunia ini berumur 2670 tahun…. Thoth dikenal pula sebagai dewa Hermes dalam mitologi Yunani dan sebagai dewa Merkurius dalam mitologiRomawi, dan beberapa karakteristiknya dikaitkan dengan versi ini adalah memiliki kaitan khusus dengan Alkimia. Kadang-kadang ia digambarkan sebagai bayi yang baru lahir, dan kadang-kadang ia dianggap sebagai dewa kesuburan dan kelahiran kembali. Sama sepertidewa Thoth dikaitkan dengan angka keramat delapan, maka nomor keramat empat adalah untuk dewa Hermes, menunjukkan bahwa ia mungkin ber-reinkarnasi secara fisik. Meskipun demikian, sebagai dewa pembawa pesanHermes memiliki kemampuan berpindah tempat yang luar biasaDia memakai sepatu bersayap dan membawa Caduceus,yang merupakan tongkat bersayap dililit oleh dua ekor ular.

(sumber: http://bchq33.wordpress.com/2011/06/20/history-of-alchemy/)

Keberadaan patung Hermes di bagian taman dalam Museum Fatahillah Jakarta itu merupakan pemberian dari keluarga Yahudi Ernst Stolz, sebagai tanda terimakasihnya kepada pemerintah Batavia atas kesempatan yang diperolehnya untuk berdagang di Hindia Belanda.

Patung Hermes itu semula terletak diatas jembatan perempatan Harmoni. Sampai dengan tahun 1999 patung tersebut masih tetap berdiri di atas jembatan Harmoni, namun pada tahun itu sempat dikabarkan lenyap dicuri orang. Dinas Kepariwisataan DKI Jakarta menemukannya, lalu agar keberadaannya aman, maka patung Hermes yang asli dipindahkan ke lokasi Museum Fatahillah di dekat Stasiun Beos Kota, Jakarta. Sedangkan di atas jembatan Harmoni dibuatkan replikanya.

I.5. MUSEUM TAMAN PRASASTI – TANAH ABANG

Museum Taman Prasasti semula adalah Kerkhof Laan (Tempat Pemakaman Umum Kebon Jahe Kober) yang dibangun pada tahun 1795, didalamnya terdapat makam orang Belanda Yahudi Freemasonry.

Sebelum kita melihat fakta berupa foto-foto dari apa yang menjadi peninggalan FreemasonryYahudi di Museum Taman Prasasti ini, maka perlu kiranya dijelaskan beberapa informasi tambahan tentang simbol-simbol okultis / sihir Freemasonry yang belum sempat kita bahas dalam kajian yang lalu, namun simbol-simbol ini pun juga banyak digunakan oleh mereka.

A)    Simbol ARM & HAMMER (TANGAN & PALU)

Sebagaimana tertera dalam struktur organisasi Freemasonry yang berbentuk piramida (yang telah kita bahas diawal kajian diatas) bahwa Freemasonry mula-mula akan menciptakan Secular Humanism (yaitu memisahkan antara agama dengan pemerintahan ataumenjadikan suatu negara tidak berhukum dengan hukum Allooh سبحانه وتعالى), lalu naik beberapa tingkat / level keatas adalah Freemasonry hendak menciptakan Communism(Komunisme). Jadi komunisme itu erat kaitannya dengan Freemasonry Yahudi. Nah, hal ini perlu disadari oleh kaum Muslimin, agar mereka senantiasa waspada terhadap upaya-upaya Freemasonry Yahudi tersebut.

Hal ini ditegaskan pula dalam suatu situs Barat oleh John Daniel (seorang peneliti tentangKonspirasi) dalam bukunya yang menarik yang berjudul “Scarlet and the Beast” (Si baju Merah dan sang Binatang), yang diterbitkan pada tahun 1994. Dijelaskan sebagai berikut:

The conspiracy researcher John Daniel illustrates the communist connection with Freemasonry. The most prominent emblem of universal Freemasonry is the square and compass with the letter “G” inside the internal triangle. Daniel notes that this represents the tools used by the Lodge’s Great Architect (false God) to create the heavens and the earth. In reality, the letter “G” represents Gnosticism, the core doctrine of Masonry, and the Generative process (sex act). Masonry is, as Daniel notes, a sex cult.

However, English Freemasonry (the United Lodge of Britain) substitutes a human arm wielding a hammer in place of the “G.” This arm and hammer represents the Mason as the Builder, as “man at work” creating the heavens and the earth. Thus, man becomes God. The arm and hammer is of socialist/communist origins. The same symbol is found on a bestselling brand of baking soda. Noted communist financier and oil corporation CEO Armand Hammer was given his name in honor of the communist movement. Note, too, that the arm and hammer symbol inside the square and compass is configured as a “G.”

Finally, we come to the modified square and compass of French Freemasonry and its Grand Orient Lodge. This Lodge and its membership are decidedly anti-Christian and are markedly pro-communist. In 1877, the Grand Orient Lodge declared, “There is no God but humanity.” Embracing Reason as their God, they replaced the “G” with the now-familiar communist symbol of the hammer and sickle. This represents collective common man, the proletariat.

John Daniel points out that the French Lodge’s substituted symbol inside the typical square and compass forms the letter “G” backward, “which is symbolic of the negation of God.” It was Albert Pike who wrote, in Morals and Dogma”, that there is no real person or entity named “Satan.” Pike claimed that Satan is simply a Force, the negation of God.”

 

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan.

Artinya:

Seorang peneliti Konspirasi bernama John Daniel menggambarkan hubungan yang erat antara Komunis dengan Freemasonry. Lambang yang paling menonjol dari Freemasonry secara global adalah simbol Jangka dan Kompas dengan huruf  G” dibagian dalam segitiganya. Daniel mencatat bahwa simbol itu merepresentasikan alat yang digunakan oleh sang Arsitek Agung Loji (yakni Tuhan yang palsu) untuk menciptakan langit dan bumi. Pada kenyataannya, huruf  “G” mewakili Gnostisisme, doktrin inti dari Masonry, dan proses generatif (hubungan seksual). Masonry, sebagaimana yang dicatat oleh Daniel adalah sebuahsekte (yang banyak berkaitan dengan) seks.
Namun, Freemasonry
 cabang Inggris (LogeSerikat Inggrismengganti huruf  “G” tersebut dengan lengan manusia memegang palu. Simbol lengan dan palu ini mewakiliMason sebagai Pembangun / Pencipta, sebagai “manusia yang sedang bekerja” menciptakan langit dan bumi. Dengan demikianmanusia menjadi Tuhan.Simbol lengan dan palu ituadalah asal-usul dari Sosialis Komunis. Simbol yang sama juga ditemukan pada merek terlaris dari baking soda. Tercatat bahwa piminan (CEO) perusahaan minyak yang merupakan pemodal Komunis diberi nama Armand Hammer untuk menghormati gerakan Komunis-nya. Perhatikan juga, bahwa simbol lengan dan palu di dalam Jangka dan Kompas dikonfigurasikan membentuk huruf  “G.”
Akhirnya, kita sampai pada modifikasi simbol Jangka dan Kompas itu oleh Freemasonry cabang Perancis dengan Loge ‘Grand Orient’-nya
Loge ini dan anggota-anggota mereka jelas-jelas anti-Kristen dan nyata pro-komunis. Pada tahun 1877, Loge ‘GrandOrientmenyatakan, “Tidak ada Tuhan selain manusia.” Dengan beralasan bahwa itulah tuhan merekamaka digantilah huruf  G” dengan simbol yang sekarang akrab sebagai simbol Komunis yakni palu dan arit (sabit). Hal ini untuk merepresentasikan kebanyakan orang (disana)yaitu kaum proletar.
John Daniel menunjukkan bahwa penggantian huruf  “G” pada simbol Jangka dan Kompas yang semula oleh Loge Perancis itu menjadi huruf  “G” yang dibaca terbalik, merupakan simbolisasi dari penolakan mereka terhadapTuhan (Allooh).

Adalah Albert Pike yang menulis, dalam bukunya yang berjudul “Moral dan Dogma, bahwa tidak ada orang atau wujud nyata yang disebut Syaithoon (Setan) itu. Pike menyatakan bahwa Syaithoon semata-mata adalah sebuah kekuatan untuk menentang Tuhan (Allooh).”

Perhatikan logo-logo pada produk, institusi dan perusahaan berikut ini yang menggunakan simbol tangan atau palu tersebut:

Spandrel figure at First National Bank Building, Davenport, Iowa, USA (1923). Sculptured by the German-born Adolph Alexander Weinman

(sumber:http://www.bibliotecapleyades.net/sociopolitica/codex_magica/codex_magica28.htm)

Mengapa Komunis ciptaan Freemasonry Yahudi ini memakai simbol tangan terkepal keatas, palu dan sabit? Darimana asal-usulnya? Ternyata setelah diteliti, lagi-lagi mereka mengadaptasi simbol-simbol tersebut dari berbagai kepercayaan pagan (berhala) dari Mesir, Babylonia, Persia, Yunani ataupun Nordik Kuno.

Simbol Tangan Terkepal Keatas

Dalam situs yang sama dijelaskan tentang simbol tangan terkepal keatas itu sebagai berikut:

In all nations where Communist politicians and insurgents operate, these evil men and women invariably identify themselves by making the sign of the clenched fist. The clenched fist represents the (rebellious) attitude of the people of Babylon toward God…. Dr. Peter Ruckman, in his fascinating study of things occulticly black and evil, mockingly titled Black is Beautiful, comments about the raised, clenched fist:

You will find this ‘salute’ being given by all members of the Communist Party in New York, in the 1920s and by the (Stalinist) Abraham Lincoln Brigade, during the civil war in Spain in the 1930s….. In the initiation for the Secret Monitor Degree of the Lodge, the sign of the clenched fist is given in remarkably similar fashion to the Communist salute, with one hand and arm.”

Artinya:

Diberbagai negara dimana para politisi komunis dan pemberontak itu beroperasi, laki-laki maupun wanita yang jahat tersebut selalu mengidentifikasi diri mereka dengan membuat tanda kepalan tinju (keatas)Simbol kepalan tinju (keatas) itu merupakan sikappemberontakan kaum Babylonia terhadap Tuhan (Allooh)…. Dr. PeterRuckman, dalam suatu penelitiannya yang menarik mengenai sihir hitam yang jahat, yang diberinya judul yang sarkastik yakni “Hitam adalah Keindahan”, memberikan komentar tentang simbol kepalan tangan keatas sebagai berikut: “Anda akan menemukan gaya penghormatan inidiberikan oleh seluruh anggota Partai Komunis di New York, pada tahun 1920 dan oleh Brigade Abraham Lincoln (pengikut Stalin), selama perang sipil di Spanyol pada tahun 1930-an …..Dalam upacara inisiasi (Freemasonryuntuk memperoleh gelar the Secret Monitor Degree of the Lodgetanda kepalan tinju (keatas) itu diberikan dalam gaya yangsangat mirip dengan gaya hormat Komunisyakni dengan satu tangan dan lengan.

(sumber:http://www.bibliotecapleyades.net/sociopolitica/codex_magica/codex_magica28.htm)

Simbol Palu

Lalu bagaimana dengan simbol Palu? Rupanya simbol Palu itu berasal dari kepercayaan mereka terhadap mitologi dewa Petir (Thor) dan dewa Mithras (Aeon / Chronos / Saturnus).

Dalam mitologi Nordik KunoThor (dewa Petir) adalah dewa yang dijuluki “si janggut berambut merah” yang memiliki kekuatan yang hebat. Ia memiliki senjata yang berbentuk palu (godamMjolnir yang selalu digunakannya di tiap pertempuran. Dengan palu Mjolnir inilahThor membuat petir. Lambang Mjolnir dipercaya bangsa Viking sebagai lambang perlindungan.

The Hammer of Thor (Palu dewa Thor)

Kemudian simbol Palu itu juga terdapat dalam patung berhala kuno dewa Mithras, yang dikenal juga dengan nama Aeon / Chronos / Zurvan / Phane / Ahriman / Saturnus dari mitologi bangsa Persia, Romawi dan Yunani. Dewa Mithras / Chronos / Aeon / Saturnus tersebut digambarkan sebagai pemuda berkepala singa yang tubuhnya dililit sejumlah enam kali oleh seekor ular. Ia memiliki 4 buah sayap yang melambangkan empat musim. Masing-masing tangannya memegang kunci dan tongkat panjang yang merupakan simbol otoritas / kekuasaan. Petir terukir pada dadanya. Didekat kakinya terdapat palu dan tang Vulcan, seekor ayam dan buah pinus serta tongkat Caduceus. Dewa Mithras ini dipercayai sebagai dewa penguasa waktu, sehingga ia pun seringkali pula digambarkan sedang berdiri diatas bola dunia.

Simbol Sabit (Arit)

Bagaimana dengan simbol sabit (arit)?

Gambar sabit tersebut berasal dari naskah kuno abad ke-15, yang menggambarkan dewaSaturnus memegang sabit yang merupakan simbol Kematian. Juga gambar sabit itu muncul pada kebudayaan pagan Mesir dimana dewa Osiris menggenggam sabit di tangannya, yang menunjukkan bahwa dewa Osiris (dalam kepercayaan mereka) adalahhakim bagi jiwa-jiwa yang mati.

The Sickle of Saturn (Sabit dewa Saturnus)

 

The Sickle of Osiris (Sabit dewa Osiris)

Komunis ciptaan Freemasonry Yahudi, kemudian menggabungkan seluruh elemen simbol palu, sabit (arit) dan bintang merah itu kedalam logo resmi mereka.

Demikianlah asal-muasal dari berbagai simbol tangan terkepal keatas, palu dan arit yang melatarbelakangi sejarah munculnya simbol Komunis.

(sumber:http://www.bibliotecapleyades.net/sociopolitica/codex_magica/codex_magica28.htm)

Perhatikanlah, betapa simbol Freemasonry tangan terkepal yang menggenggam palu tersebut ternyata terdapat pada tembok depan Museum Taman Prasasti – Jakarta.

Simbol Tangan & Palu (Arm & Hammer) khas Freemasonry di dinding Museum Taman Prasasti

Di tembok depan Museum Taman Prasasti tersebut juga dapat ditemui simbol Mata Horus (the all seeing eye) dan simbol penggaris jangka khas Freemasonry.

Simbol Mata Horus & simbol Jangka-Kompas khas Freemasonry di dinding Museum Taman Prasasti

B)    Simbol OUROBOROS

Makam Mayor Jendral J.H.R. Kohler dan simbol Bintang Daud-nya, di Museum Taman Prasasti – Jakarta

Di Museum Taman Prasasti ini terdapat makam Mayor Jendral J.H.R. Kohler (komandan tentara kolonial Belanda yang memimpin penyerangan ke Banda Aceh pada tahun 1873). Makamnya tampak bersimbolkan Bintang Daud, yakni suatu simbol bintang enam (hexagram) yang juga merupakan ciri khas organisasi Freemasonry Yahudi. Simbol Bintang Daud telah kita bahas dalam kajian lalu.

Pada makam J.H.R. Kohler tersebut terdapat pula suatu simbol yang menggambarkan seekor Ular yang memakan ekornya sendiri. Simbol itu disebut  “Ouroboros”, yang diadopsiFreemasonry dari paganisme Mesir.

Apakah Ouroboros itu?

J.C. Cooper dalam buku “Encyclopedia of  Traditional Symbols” (terbitan tahun 1978), pada halaman 123-124 menjelaskan sebagai berikut:

Ouroboros: Depicted as a serpent or dragon biting its own tail. My end is my beginning. It symbolizes the undifferentiated; the Totality; primordial unity; self-sufficiency. It begets, weds, impregnates, and slays itself. It is the cycle of disintegration and reintegration, power that eternally consumes and renews itself; the eternal cycle; cyclic time; spatial infinity; truth and cognition in one; the united primordial parents; the Androgyne; the primaeval waters; darkness before creation; the restriction of the universe in the chaos of the waters before the coming of light; the potential before actualization. In funerary art, Ouroboros represents immortality, eternity and wisdom. In Orphic cosmology it encircles the Cosmic Egg. The Alpha and Omega are often depicted with the Ouroboros. Alchemy: The latent power of nature; unformed materia; the opus circulare of chemical substances in the hermetic vessel. Buddhist: Wheel of samsara. Egyptian: The circle of the universe; the path of the sun god. Greek: “All is one”. “The All was from the beginning like an egg, with the serpent as the tight band or circle round it” (Epicurus). Hindu: Wheel of samsara. As latent energy Ouroboros shares the symbolism of kundalini. Sumero-Semitic: The All One.”

Artinya:

OuroborosDigambarkan sebagai seekor ular atau naga menggigit ekornya sendiri. “Akhirku adalah awalku”Itu adalah perlambang yang tidak terbedakan, totalitas, kesatuan primordial, swa-sembada. Ia melahirkan, menikahi, membuahi (menghamili), dan membunuh dirinya sendiri. Itulah siklus disintegrasi dan re-integrasi, kekuasaan yang secara abadi mengkonsumsi dan memperbaharui dirinya sendiri. Siklus abadi, perputaran waktu, simbol ∞ tak terhingga, kebenaran dan kesadaran dalam satu kesatuan, kesatuan primordial orangtua, Androgin; awal mula perairan, kegelapan sebelum penciptaan; kekacauan air dalam pembatasan alam semesta sebelum datangnya cahaya, potensi sebelum aktualisasi. Dalam seni penguburan, Ouroboros mewakili keabadian. Keabadian dan kebijaksanaan. Dalam kosmologi gaib, Ouroboros mengelilingi Telur KosmikAlfa dan Omega sering digambarkan dengan simbol Ouroboros. Dalam Alkimia: perlambang kekuatan laten alam, material yang berbentuk, sedangkan dalam biduk Hermetis adalah sebagai lingkaran karya zat kimiaDalam (kepercayaan) Buddha: sebagai Roda SamsaraDalam (kepercayaan) Mesir: sebagai Lingkaran alam semestajalan menuju sang DewaMatahari. Dalam (kepercayaan) Yunanisebagai simbol “Semuanya adalah satu” (The all is one)Semua / keseluruhan (“The All”) digambarkan seperti awal mula penciptaan laksana telurdengan ular yang mengitarinya sebagai pengikatnya” (Epicurus). Dalam (kepercayaan) Hindusebagai Roda Samsara. Ouroboros sebagai energi abadi yangberbagi simbolisme dengan Kundalini. Dalam (kepercayaan) SumeroSemit: simbol “Semua Satu” (The One All).”

Jadi Ouroboros itu adalah simbol keabadian yang muncul dalam berbagai kepercayaanpaganisme, dimana ia melambangkan suatu siklus perputaran “Kehidupan setelah Kematian” atau “Penciptaan setelah Kehancuran”.

Kemudian dalam suatu situs Barat berikut, akan dijelaskan mengapa simbol Ular itu yang dipilih untuk digunakan oleh kelompok-kelompok penyembah Iblis dan pengguna sihir / okultisme, seperti antara lain kelompok Freemasonry :

Texe Marrs in Codex Magica page 268-269 tells us:

The Illuminati and their subordinates, the Masons, honor the Deity of countless names. Yes, one of those names is Osiris, with his son Horus. But the Illuminated Deity is a concealed god who hides his true identity in a multitude of disguises and subterfuges. He is called “The Sun”, the“Central Sun”, “Hiram Abiff”, the one with the “Ineffable Name”, “Ein Soph”, the “Great Architect of the Universe”, “Abaddon”, “Mahabone”, and “Jahbuhlun”. Ostensibly the Illuminati worship a pantheon, a multiplicity of gods. But, not so. These are all fronts for elite worship of Lucifer. He is their true god, the God of Light.

In all their Masonic writings, the most revered of Masonic scholars- Manly P. Hall, Albert Mackey, Albert Pike, etc. -claim that the Masonic rituals and teachings come from the“mysteries” of ancient Babylonians, Egyptians, Greeks, Persians, and others. Thus we glean understanding when we read, in Earth’s Earliest Ages, this statement by G. Pember: There is little doubt that the culmination of the mysteries was the worship of Satan himself.

Illuminist and Masonic theology is solidly based on the Jewish Cabala” (Kaballa or Quaballah). Indeed, almost all occult and magical belief systems are founded on the principles and teachings of the Jewish Cabala. In her most famous book, The Secret Doctrine,Blavatsky praised Satan as the teacher of humanity. He is to be thanked, Blavatsky says, for setting men on the path to divinity and liberty. It is, she emphasizes, the Cabala that “unveils the secret.” To what secret is she referring?

Blavatsky flatly states the core doctrine of the mysteries, of occultism, of Illuminism as follows: “The Great Serpent of the Garden of Eden and the Lord God are identical. ” (Helena P. Blavatsky,The Secret Doctrine, (Covina, CA: Theosophical University Press, 1947, 4th ed.) in Marrs p. 269.)

Artinya:

Texe Marrs dalam bukunya yang berjudul “Codex Magica” pada halaman 268-269 menjelaskan bahwa:
(Kelompok) Illuminati dan cabang mereka, (kelompok) Mason, menyembah Dewa yang namanya tak terhitung jumlahnya. Ya, salah satu dari nama itu adalah Osiris, dengan anaknya(dewa) Horus. Tetapi (sesungguhnya) Dewa-nya Illuminati adalah Tuhan yang tersembunyi jati dirinya dalam berbagai penyamaran dan dalih. Dia disebut juga Dewa Matahari (The Sun)Dewa Pusat Matahari (The Central Sun) ,Hiram AbiffSang pemilik nama yang tak terkatakan (tak terlukiskan)Ein SophArsitek Agung Alam Semesta,AbaddonMahabone, dan Jahbuhlun(Kelompok) Illuminati tampaknya menyembah banyak dewa. Tetapi sesungguhnya tidak demikian. Pada hakekatnya mereka itu menyembah Lucifer (– Iblis –). Itulah dewa sejati mereka,sang Tuhan Cahaya.

Dari seluruh hasil karya tulis Mason, maka para penulis Mason yang paling terkemukayakni Manly P.HallAlbert Mackey, Albert Pikedan lain-lain; mereka mengklaim bahwa ritual Masonik dan ajarannya itu adalah berasal dari misteri” kaum Babilonia Kuno, Mesir, Yunani, Persia, dan sebagainya. Dengan demikian ketika membaca Earth’s Earliest Agessampailah kita pada pemahaman yang berasal dari perkataan G.Pember sebagai berikut: “Ada suatu kecurigaan bahwa puncak dari seluruh misteri ini sesungguhnya adalah penyembahan terhadap sang Iblis (Syaithoon) itu sendiri”.

Teologi kelompok Illuminati dan kelompok Mason secara kokoh adalah berdasarkan pada Kabbala Yahudi (Kaballa atau Quaballah). Memang, hampir semua sistem kepercayaan okultisme dan sihir adalah berdasar pada prinsip-prinsip dan ajaran Kabbala Yahudi.

Blavatsky dalam bukunya yang paling terkenalThe Secret Doctrine, memuji Syaithoon (Iblis) sebagai guru kemanusiaanBlavatsky menyatakan bahwa Iblis (Syaithoon) itu hendaknya diberi ucapan terimakasihkarena telah menunjukkan manusia menuju jalan keilahian dan kebebasanBlavatsky menekankan bahwa Kabbala itulah yang membuka “rahasia” tersebut. Rahasia apa yang dimaksud Blavatsky?

Blavatsky dengan tegas menyatakan bahwa doktrin inti dari misteri, okultisme (sihir)dari kelompok Illuminati adalah: “Bahwa Sang Ular Besar dari Taman Surga (Eden) dan Tuhan Tertinggi itu adalah sama” (Helena P. Blavatsky, The Secret Doctrine, (Covina, CA: Theosophical University Press, 1947, 4th ed.) in Marrs p. 269.)

(sumber:http://www.bibliotecapleyades.net/sociopolitica/codex_magica/codex_magica13.htm)

Itulah sebabnya mengapa Ular menjadi simbol yang diletakkan di puncak kepalaHorus, sebagaimana menjelaskan pula mengapa simbol Ular selalu dipakai oleh kaum penyembah Syaithoon / Iblis (kaum Luciferian), kelompok Theosofi, dan kelompok Freemason, dan Ular itu pun menjadi simbol bagi para Fir’aun.

The eye of the sun, the eye of Ra became also known as the uraeus snake (the cobra). Associated symbol of Ra, a Snake circling the Sun.

(sumber: http://www.esotericonline.net/group/teachings-of-helena-petrovna-blavatsky/page/the-seal-of-the-theosophical-society)

Kita, kaum Muslimin, tentunya ingat akan firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. Al Baqoroh (2) ayat 35 ketika Allooh سبحانه وتعالى melarang Nabi Adam عليه السلام untuk memakan buah pohonkhuldi namun Syaithoon lah yang kemudian berusaha menipu Nabi Adam عليه السلام dan Hawa sehingga kemudian melanggar larangan Allooh سبحانه وتعالى tersebut sebagaimana hal ini dijelaskan dalam QS. Thoohaa (20) ayat 120-121:

QS. Al Baqoroh (2) ayat 35:

وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ

Artinya:

Dan Kami berfirman: Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang dzolim.”

QS. Thoohaa (20) ayat 120-121 :

فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَى ﴿١٢٠﴾ فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ وَعَصَى آدَمُ رَبَّهُ فَغَوَى ﴿١٢١﴾

Artinya:

(120) “Kemudian syaithoon membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata:“Hai Adam, maukah kutunjukkan kepadamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?

(121)  Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurot-aurotnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) Surga, dan durhakalah Adam kepada Robb-nya dan sesatlah ia.”

Nah, Syaithoon (Luciferyang digambarkan dalam ayat Al Qur’an ini lah yang disembah dan menjadi Tuhan-nya Freemasonry dan Dewa Tertinggi-nya kaum penyembah Iblis dan pengguna sihir / okultisme. Lalu perhatikan bahwa konsepOuroboros ini diadaptasi (baik secara sadar / sengaja ataupun secara tidak sadar / tidak sengaja / sekedar ikut-ikutan) dalam logo berbagai perusahaan yang tidak asing bagi kita, juga muncul dalam berbagai produk industri musik dan film, bahkan simbol “Ouroboros mengitari seluruh dunia” digunakan sebagai illustrasi pada buku berjudul “Rencana Global Zionis Mason dan Illuminati” terbitan Yunani sebagai berikut :

(sumber:http://www.bibliotecapleyades.net/sociopolitica/codex_magica/codex_magica13.htmhttp://www.whale.to/b/snake_tail.html,http://www.survivalistboards.com/showthread.php?t=185073,http://nurilhudaa.blogspot.com/2011/02/hey-jumpa-lagi-agan2-semua-di-trit.html)

Perhatikan betapa simbol Ouroboros ini terlihat pada makam Mayor Jendral Belanda J.H.R. Kohler di Museum Taman Prasasti – Tanah Abang :

Simbol Ouroboros pada makam Mayor Jendral J.H.R. Kohler di Museum Taman Prasasti

 

Sebuah makam lain yang juga bersimbol Ouroboros di Museum Taman Prasasti

C)    Simbol “X” dan simbol Tengkorak Tulang (the Skull & Bones)

Simbol Tengkorak dan Tulang (the Skull & Bones) telah kita bahas dalam kajian lalu. Simbol yang di masyarakat dikenal sebagai tanda “Bahaya (Danger)” dan “Ber-racun (Poison)” pada label obat-obatan itu, sesungguhnya adalah berasal dari kepercayaan paganisme yang digunakan oleh para penyihir (okultis) untuk memperoleh kekuatan spiritual. Juga merupakan simbol “Kehidupan yang abadi”, yang kerap dipakai oleh Freemasonry.

Sebagai tambahan yang perlu kita bahas disini adalah mengapa peletakan Tulang dibawah Tengkorak itu membentuk huruf “X”?

Dalam situs Barat www.whale dijelaskan tentang “X” tersebut sebagai berikut:

An X is an ancient symbol for change or transformation… long associated in medieval and renaissance art with the coming of the Messiah who shall make all things new.” – (Jim Tresner, 33°, the Scottish Rite Journal)
The Illuminist/Masonic meaning of the X is simply this: It is the sign of Osiris, the great (Egyptian) sun God…” — (Texe Marrsthe Dark Majesty)
The sign, or letter X, has a long history of use in the Ancient Mystery Religions, in apostate Judaism, in Freemasonry, and in the occult. The Illuminati elite use it to this day to symbolize key phenomena and mark significant events. 

The mysterious letter X seems to take on a wide and varied life of its own, with or without the secret aid of the elite sponsorship. Mark Euston, of the Christian Intelligence Resource Network, in a letter to the author, detailed some of the many examples of the use of the letter X. For example, the well-known science fiction TV show, The X Files.

Pornographic movies are rated X and the more sensational movies in the raw flesh category are touted as XXX, or triple X. Euston noted that we have the Microsoft Corporation creation of X-box, the movie X-Men, off-brand products are called “Brand X,” and of course, there is the U.S. terrorist prison camp, Camp X-Ray at Guantanamo, Cuba. Today’s youth have been called Generation X, and a lot of folks are concerned about a planet, or star, reported to be speeding toward us called Planet X that has occult significance.”

Artinya:

adalah suatu simbol kuno untuk (melambangkan) perubahan atau transformasi… sudah lama dikaitkan dengan seni renaisans pada abad pertengahan dengan kedatangan Mesias (– maksudnya: Al Masih Ad Dajjal –pent.) yang akan menjadikan segala sesuatunya menjadi baru.” — (Jim Tresner, 33 °,the Scottish Rite Journal).
Secara sederhana makna X bagi kaum Illuminati & Mason adalahInilah tandaOsirisDewa Matahari (dewa tertinggi bangsa Mesir)…” — (Texe Marrsthe Dark Majesty)

Tanda atau huruf  Xmemiliki sejarah panjang digunakan dalam paganismekunoseperti Yudaismeatau dalam Freemasonrydan para penganut okultisme.Para petinggi Illuminati menggunakannya sampai dengan hari ini untukmelambangkan fenomena penting dan menandai peristiwa-peristiwa tertentu.

Huruf X yang misterius itu tampaknya memiliki keberadaan yang luas dan beragam, dengan ataupun  tanpa bantuan rahasia dari para petinggi (Illuminati). Mark Euston, dari the Christian Intelligence Resource Network, dalam sebuah suratnya kepada penulis (situs ini)memberikan rincian terhadap beberapa dari banyak contoh penggunaan huruf  X. Sebagai contoh adalah film fiksi TV yang sangat terkenal yaitu: The X Files.

Film porno pun diberi kategori X dan film-film yang lebih sensasional lagi dalam kategorimenampakkan tubuh secara mentah-mentah akan diberi kategori sebagai XXX, atau triple X. Euston mencatat bahwa kita memiliki perusahaan Microsoft dengan kreasi Xbox”-nya, film X-Men, produk-produk dengan merk (brand) X, dan tentu saja, ada penjara AS untuk teroris, “Camp X-Ray” di Guantanamo, Kuba. Para pemuda pada hari ini telah disebut sebagai Generasi X, dan banyak orang yang prihatin terhadap sebuah planet ataupun bintang yang bergerak cepat kearah kita, disebut sebagai Planet X yang memiliki makna yang ghoib. “

(sumber: http://www.whale.to/b/x_h.html)

Kemudian dijelaskan kembali dalam situs tersebut, sebagai berikut:

Nimrod, who was born on December 25th, the High Sabbath of Babylon, was the founder of Babylon and the city of Nineveh In the history of mankind, Nimrod stands unequalled for his symbolism of evil and Satanic practices. He is credited for having founded Freemasonry and for building the legendary Tower of Babel, in defiance of God’s will. In talmudic literature, he is noted as “he who made all the people rebel against God.” Pes. 94b. The legend of the Midrash recounts that when Nimrod was informed of Abraham’s birth, he ordered all the male children killed, to be certain of eliminating him. Abraham was hidden in a cave, but in latter life he was discovered by Nimrod, who then ordered him to worship fire. Abraham refused and was thrown into the fire.

The legendary symbol for Nimrod is X”. The use of this symbol always denotes witchcraft. When “X” is used as a shortened form meaning Christmas, it actually means “to celebrate the feast of Nimrod”. A double X, which has always meant to double-cross or betray, in its fundamental meaning indicates one’s betrayal into the hands of Satan. When American corporations use the “X” in their logo, such as “Exxon”, the historic Rockefeller firm of Standard Oil of New Jersey, there can be little doubt of this hidden meaning.”

Artinya:

Namrudyang dilahirkan pada tanggal 25 Desember (hari Sabbat tertinggi dari kaum Babylonia), adalah pendiri Babylonia dan kota NinivehDalam sejarah ummat manusiaNamrud tiada bandingnya sebagai simbol kejahatan dan praktek penyembahan syaithoonDia dinyatakan sebagai pendiri Freemasonry serta pembangun menara Babylon yang legendaris, yang menyimpang dari kehendak AlloohDalam literatur Talmud, ia tercatat sebagai: “dia yang membuat semua orang memberontak melawan Allooh” (Pes. 94B). Dalam legenda Midrash diceritakan bahwa ketika Namrud diberi kabar tentang kelahiran Nabi Ibrohim, maka ia memerintahkan semua anak laki-laki untuk dibunuh, untuk memastikan musnahnya Nabi Ibrohim. Nabi Ibrohim bersembunyi disebuah gua, tetapi dalam kehidupannya kelak ia bertemu dengan Namrud, yang kemudian memerintahkannya untuk menyembah api. Nabi Ibrohim menolak sehingga ia dilemparkan ke dalam api.

Simbol legendaris untuk Namrud adalahXPenggunaan simbol ini selalumenunjukkan sihirKetika X” digunakan sebagai singkatan dari Christmas (X-mas),sebenarnya maknanya adalah untuk merayakan hari kelahiran Namrud. Simboldobel X, selalu diartikan sebagai “Pengkhianatan”, dalam arti yang sesungguhnya adalah untuk menunjukkan pengkhianatan seseorang kedalam genggaman Syaithoon. Ketika perusahaan-perusahaan Amerika menggunakan tanda “X” di logo mereka, seperti “Exxon”, perusahaan minyak Rockefeller yang bersejarah di New Jersey, maka ada kecurigaan bahwa ada makna tersembunyi dibalik logo tersebut.”

Simbol X di dada patung raja Namrud pada paganisme Babylonia Kuno

(sumber: http://www.whale.to/c/nimrod.html)

Allooh سبحانه وتعالى menjelaskan kepada kita, kaum Muslimin, tentang peristiwa Nabi Ibrohimعليه السلام dan Raja Namrud didalam Al Qur’an Surat Al Anbiyaa’ (21) ayat 52-70. DanAllooh سبحانه وتعالى lah yang menyelamatkan Nabi Ibrohim عليه السلام dengan memadamkan api yang membakarnya itu:

إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا هَذِهِ التَّمَاثِيلُ الَّتِي أَنتُمْ لَهَا عَاكِفُونَ ﴿٥٢﴾ قَالُوا وَجَدْنَا آبَاءنَا لَهَا عَابِدِينَ ﴿٥٣﴾ قَالَ لَقَدْ كُنتُمْ أَنتُمْ وَآبَاؤُكُمْ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ ﴿٥٤﴾ قَالُوا أَجِئْتَنَا بِالْحَقِّ أَمْ أَنتَ مِنَ اللَّاعِبِينَ ﴿٥٥﴾ قَالَ بَل رَّبُّكُمْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الَّذِي فَطَرَهُنَّ وَأَنَا عَلَى ذَلِكُم مِّنَ الشَّاهِدِينَ ﴿٥٦﴾ وَتَاللَّهِ لَأَكِيدَنَّ أَصْنَامَكُم بَعْدَ أَن تُوَلُّوا مُدْبِرِينَ ﴿٥٧﴾ فَجَعَلَهُمْ جُذَاذاً إِلَّا كَبِيراً لَّهُمْ لَعَلَّهُمْ إِلَيْهِ يَرْجِعُونَ ﴿٥٨﴾ قَالُوا مَن فَعَلَ هَذَا بِآلِهَتِنَا إِنَّهُ لَمِنَ الظَّالِمِينَ ﴿٥٩﴾ قَالُوا سَمِعْنَا فَتًى يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُ إِبْرَاهِيمُ ﴿٦٠﴾ قَالُوا فَأْتُوا بِهِ عَلَى أَعْيُنِ النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَشْهَدُونَ ﴿٦١﴾ قَالُوا أَأَنتَ فَعَلْتَ هَذَا بِآلِهَتِنَا يَا إِبْرَاهِيمُ ﴿٦٢﴾ قَالَ بَلْ فَعَلَهُ كَبِيرُهُمْ هَذَا فَاسْأَلُوهُمْ إِن كَانُوا يَنطِقُونَ ﴿٦٣﴾ فَرَجَعُوا إِلَى أَنفُسِهِمْ فَقَالُوا إِنَّكُمْ أَنتُمُ الظَّالِمُونَ ﴿٦٤﴾ ثُمَّ نُكِسُوا عَلَى رُؤُوسِهِمْ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا هَؤُلَاء يَنطِقُونَ ﴿٦٥﴾ قَالَ أَفَتَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنفَعُكُمْ شَيْئاً وَلَا يَضُرُّكُمْ ﴿٦٦﴾ أُفٍّ لَّكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ أَفَلَا تَعْقِلُونَ ﴿٦٧﴾ قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِن كُنتُمْ فَاعِلِينَ ﴿٦٨﴾ قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْداً وَسَلَاماً عَلَى إِبْرَاهِيمَ ﴿٦٩﴾ وَأَرَادُوا بِهِ كَيْداً فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَخْسَرِينَ ﴿٧٠﴾

Artinya:

(52) (Ingatlah), ketika Ibrohim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadah kepadanya?”

(53) Mereka menjawab: “Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya”.

(54) Ibrohim berkata: “Sesungguhnya kamu dan bapak-bapakmu berada dalam kesesatan yang nyata”.

(55) Mereka menjawab: “Apakah kamu datang kepada kami dengan sungguh-sungguh ataukah kamu termasuk orang-orang yang bermain-main?”

(56) Ibrohim berkata: “Sebenarnya Tuhan kamu ialah Robb langit dan bumi yang telah menciptakannya; dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu”.

(57) Demi Allooh, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya.

(58) Maka Ibrohim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya.

(59) Mereka berkata: “Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang dzolim”.

(60) Mereka berkata: “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrohim”.

(61) Mereka berkata: “(Kalau demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak, agar mereka menyaksikan”.

(62) Mereka bertanya: “Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrohim?”

(63) Ibrohim menjawab: “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara”.

(64) Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka dan lalu berkata: “Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri sendiri)”,

(65) kemudian kepala mereka jadi tertunduk (lalu berkata): “Sesungguhnya kamu (hai Ibrohim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara”.

(66) Ibrohim berkata: “Maka mengapakah kamu menyembah selain Allooh sesuatu yang tidak dapat memberi manfa`at sedikitpun dan tidak (pula) memberi mudharat kepada kamu?”

(67) Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allooh. Maka apakah kamu tidak memahami?

(68) Mereka berkata: “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak”.

(69) Kami (Allooh) berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrohim”.

(70) mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrohim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi.

Demikianlah, betapa Raja Namrud dan kaumnya para penyembah berhala itu tidak bisa melawan kekuasaan Allooh سبحانه وتعالى yang memadamkan api yang membakar Nabi Ibrohim عليه السلام. Hendaknya hal ini menjadi pelajaran bagi kaum Muslimin, bahwa betapa pun makar para pengikut Namrud masih terus berlangsung bahkan hingga zaman sekarang, namun apabila kaum Muslimin benar-benar beriman pada Allooh سبحانه وتعالى, maka niscaya Allooh سبحانه وتعالى lah sebaik-baik Penolong dan sebaik-baik Pelindung bagi dirinya.

Simbol “X” juga muncul dalam paganisme Mesir, dimana pose tangan mummi Fir’aun membentuk simbol “X” tersebut :

 

Osiride pillar of Pharaoh Sesostris I, 12th Dynasty (1971-1926 BCE).From one of the chapels of the sacred precinct of the God Amun in Karnak.


Left: The mummy of Rameses the Great (1279-1213 B.C.)

 

Estatuas osiriacas del templo de Hatshepsut en Deir el-Bahari.

Perhatikan penggunaan simbol “X” ini secara meluas pada berbagai produk industri musik, film, pada logo-logo perusahaan, juga sebagai simbol dari kelompok rasisme di Amerika yakni Ku Klux Klan. Tidak ketinggalan tentunya adalah “X” pada simbol Tengkorak & Tulang (the Skull and Bones) yang terdapat di sebuah makam pada Museum Taman Prasasti – Jakarta.

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan.

(Sumber : http://www.whale.to/c/nimrod.html,http://www.bibliotecapleyades.net/sociopolitica/codex_magica/codex_magica11.htm)

Simbol “X” dan “Tengkorak & Tulang” (the Skull & Bones) di salah satu makam di Museum Taman Prasasti, Tanah Abang – Jakarta

I.6. BUNDARAN HOTEL INDONESIA (BUNDARAN HI)

Mata Satu (The all seeing eye) melambangkan bahwa pengendalian dunia di bawah pengawasan mata Syaithoon / Lucifer(the eye of Lucifer) atau mata dewa orang Mesir Kuno yang merupakan tuhan mereka yang selalu mereka kunjungi di sela-sela pertemuan rahasia yang diadakan para penganut Masuniyyah (Freemasonry).

Perhatikan betapa Bundaran Hotel Indonesia (yang fotonya diambil dari Google Earth) ini mengadopsi simbol Mata Satu (the all seeing eye) tersebut.

I.7. GEDUNG BANK INDONESIA

Adapun di gedung Bank Indonesia, terdapat berbagai simbol Freemasonry sebagai berikut:

1)  Bentuk pintu gerbang masuk plaza upacara gedung Bank Indonesia – Jakarta (dari arah pintu masuk Kebon Sirih) adalah mirip dengan Arc de Triomphe yang merupakan salah satu karya Freemason di Paris. Perhatikan kemiripan diantara keduanya.

 

 2)  Tiang-tiang dengan bola diatasnya tampak mengelilingi air mancur di gedung Bank Indonesia – Jakarta. Bentuk pilar dengan bola dunia diatasnya itu adalah khas pilarJachin & Boaz-nya Freemasonry. Bukankah terdapat kemiripan diantara keduanya?

Juga mosaik lantai air mancur gedung Bank Indonesia – Jakarta, yang membentuk bintang bersudut dua belas (12 pointed star), adalah serupa dengan mosaik lantai sisi dalam markas paraFreemason Scottish Rite.

Terdapat 12 pilar (yang menjadi ujung dari 12 sudut bintang) di plaza air mancur Bank Indonesia

 Capture video dari National Geographic: Freemasons on Trial

Capture video diatas menggambarkan sisi dalam markas para Freemason Scottish Rite. Perhatikan motif bintang bersudut 12 yang memiliki kesamaan dengan plaza air mancur Bank Indonesia.

Angka 12 ini memang termasuk angka yang disukai para Mason, karena angka 12 melambangkan kesempurnaan. Angka 12 itu juga ditemukan di monumen Illuminati (Mason) di Paris, yaitu Arc de TriompheArc de Triomphe ini menjadi pusat dari 12 jalan di sekelilingnya.

Arc de Triomphe – Paris, menjadi pusat dari 12 jalan di sekelilingnya

3) Di tengah plaza upacara Bank Indonesia Jakarta itu terdapat tiang bendera yang dikelilingi lingkaran dengan 8 jalan setapak yang membentuk pola bintang berujung 8 (the 8 pointed star). Dalam dunia okultisme (sihir), bintang bersudut 8 (the 8 pointed star) dikenal sebagai the star of chaos (bintang lambang kekacauan).

Plaza upacara Bank Indonesia – Jakarta, membentuk bintang bersudut 8 (the star of chaos)

 

Saint Peter Square, Vatican (from Google Earth) juga membentuk the star of chaos

Bentuk yang mirip dengan plaza upacara Bank Indonesia ini dapat ditemukan di Lapangan Santo Petrus (Saint Peter Square) di depan Basilika Santo Petrus, Vatikan. Di tengah-tengah kedua lapangan (plaza upacara Bank Indonesia maupun di lapangan Saint Peter) sama-sama terdapat pilar. Di Vatikan pilarnya adalah berupa obelisk sedangkan di Bank Indonesia berupa tiang bendera yang bentuknya mirip dengan pilar Jachin & Boaz (karena di ujung tiangnya terdapat bola).

(sumber: http://debatno1.blogspot.com/2011/10/simbol-mason-di-bank-indonesia-2.htmlhttp://fabfourdozen.proboards.com/index.cgi?board=jpgr&action=display&thread=121&page=2)

4) Sedangkan pintu gerbang Bank Indonesia di Medan, dibangun dengan gaya khas bangunanFreemasonry dengan pilar Jachin & Boaz-nya.

(Sumber foto:http://picyou.com/Ecbk77, freemasoninformation.com)

Demikianlah berbagai bangunan, baik yang merupakan peninggalan langsung dari Freemasonryataupun bangunan yang bergaya khas Freemasonry yang tersebar diseluruh Nusantara ini, merupakan bukti nyata keberadaan mereka di Indonesia.

Berikutnya adalah akan kita bahas kaitan antara Freemasonry Yahudi dengan sejarah Republik Indonesia.

II.  KAITAN FREEMASONRY DENGAN SEJARAH REPUBLIK INDONESIA

Dalam membahas kaitan Freemasonry dengan sejarah Republik Indonesia, maka akan kita bagi dalam 2 bagian, yaitu:

  1. Hubungan Boedi Oetomo dengan Freemasonry dan Theosofi
  2. Dicabutnya Keppres nomor 264 tahun 1962, yang kemudian digantikan dengan Keppres nomor 69 tahun 2000 di masa Abdurrahman Wahid menjadi Presiden RI.

II.1. Boedi Oetomo & Freemasonry Yahudi

Dr. Th Stevens penulis buku Vrijmetselarij en Samenlaving in Nederlands Indie en Indonesie 1764-1962 (Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962) menyebutkan bahwa Freemasonry memperoleh aktualitas yang besar dengan munculnya gerakan nasionalis modern di Jawa. Kata pengantar buku ini menyebutkan dengan jelas, bahwa Freemason menjalin hubungan dengan satu organisasi politik Indonesia pertama Boedi Oetomo” (Lihat hal. XVIII dan hal. 331)

Konggres I Boedi Oetomo (3-4 Oktober 1908) di Jogjakarta

Kedekatan Boedi Oetomo dengan Freemason terlihat pada masa-masa awal Boedi Oetomodidirikan.

Kongres pertama Boedi Oetomo yang berlangsung pada 3-4 Oktober 1908 di Jogjakarta awalnya ingin dilaksanakan di Loji milik Freemason. Namun, karena loji tersebut telah lebih dulu dipakai untuk acara pameran lukisan, kongres Boedi Oetomo yang rencananya diadakan di loji tersebut urung dilaksanakan.

Adapoen roemah jang patoet akan tempat kongres itu sebetoelnya logegebouw (– bangunan loge Freemasonry, pen. –) orang Banjak di Djokja menamakan dia “roemah setan”, akan tetapi sajang pada waktu itoe roemah soedah diizinkan kepada seorang toean, akan diadakan tentoonstelling (pameran) gambar-gambar…” demikian seperti dikutip dari buku Pitut Soeharto dan Drs. A Zainoel Ihsan, ”Cahaya Di Kegelapan: Capita Selecta Kedua Boedi Oetomo dan Sarekat Islam.

Kedekatan Boedi Oetomo dengan organisasi Freemasonry dan Theosofi juga bisa dilihat setahun setelah berdirinya organisasi tersebut.

Buku “Soembangsih Gedenkboek Boedi Oetomo 1908-1918” yang diterbitkan di Amsterdam, Belanda, untuk mengenang 10 tahun berdirinya Boedi Oetomo , memuat laporan bahwa pada 16 Januari 1909, di Loge de Ster in het Oosten (Loji Bintang Timur), Batavia, ratusan anggota Boedi Oetomo berkumpul untuk mendengarkan pidato umum dari Dirk van Hinloopen Labberton, orang Belanda yang disebut oleh aktivis Boedi Oetomo sebagai “Bapak Kebatinan” yang kemudian menjadi Ketua Nederlandsche Indische Theosofische Vereeniging (Theosofi Cabang Hindia Belanda).

Dalam pertemuan di loji tersebut, Labberton memberikan ceramah berjudul “Theosofische in Verband met Boedi Oetomo” (Theosofi dalam Kaitannya dengan Boedi Oetomo).

Bukti lain mengenai kedekatan Boedi Oetomo dengan Freemasonry bisa dilihat dari kiprah Paku Alam Vyang merupakan anggota Freemason, yang banyak membantu terselenggaranya kongres Boedi Oetomo di Surakarta.

Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Abdurachman Surjomihardjo, dalam Kata Pengantar buku “Bangkitnya Nasionalisme Indonesia: Budi Utomo 1908-1918”, karya peneliti Jepang, Akira Nagazumi, mengatakan, “Paku Alam memberikan pengaruh pada terselenggaranya kongres-kongres Boedi Oetomo, khususnya mereka yang ada hubungannya dengan gerakan Mason (Freemasonry).”

Penjelasan serupa juga ditulis Abdurrachman Surjomihardjo dalam buku “Budi Utomo Cabang Betawi” yang menyebut Paku Alam VII mengizinkan Loji Mataram dijadikan tempat kongres Boedi Oetomo kedua.

Fakta sejarah lainnya mengenai kedekatan Boedi Oetomo dengan Freemason dan Theosofi adalah pertemuan akbar yang dilakukan dalam rangka memperingati 10 tahun berdirinya Boedi Oetomopada 20 Mei 1918. Acara peringatan tersebut diadakan di Belanda, di sebuah loji milik Theosofi. Mereka yang berkumpul dalam perayaan tersebut selain para aktivis Freemason Belanda, juga dihadiri oleh tokoh-tokoh nasionalis-Jawa seperti Ki Hadjar Dewantara dan Goenawan MangoenkoesoemoSurat Kabar Oedaya pada 1923 memuat foto para aktifis Boedi Oetomo dan Theosofi dengan tulisan ”Masyarakat Indonesia Memperingati 10 Tahun Boedi Oetomo di rumah (loge, red) Theosofi, Mei 1918 di Negeri Belanda.”

Hubungan erat antara Boedi Oetomo dengan Freemason tersebut membawa dampak pada sikap keagamaan para anggota / aktivis Boedi Oetomo, dimana mereka seringkali mengeluarkan ungkapan-ungkapan yang tidak semestinya terhadap Islam.

Penggagas organisasi Boedi Oetomodr. Wahidin Soediro Hoesodo adalah merupakan anggota Theosofi, sebuah perkumpulan kebatinan yang berlandaskan pada tradisiKabbala Yahudi yang didirikan oleh Helena Petrovna Blavatsky.

Anggota Theosofi-Freemason tidak percaya untuk berdo’a kepada Allooh سبحانه وتعالى, Sang Maha Pencipta. Mereka juga tidak mempercayai adanya surga dan neraka. Anggota Theosofi yang mengaku Muslim, membuat penafsiran ajaran Islam dengan pemahaman yang menyimpang. Contohnya adalah dalam sebuah majalah yang diterbitkan oleh kelompok Theosofi bernamaMajalah Pewarta Theosofie Boeat Indonesia Tahun 1930 menyebut Candi Borobudur sebagai “Baitullooh di Tanah Java”. Theosofi menganggap, antara Baitullooh di Makkah dan Baitullooh di Tanah Java sama saja nilainya.

Kemudian Majalah Bangoen yang dikelola oleh aktivis TheosofiSiti Soemandari, juga pernahmemuat ungkapan-ungkapan yang tidak patut terhadap istri-istri Rosuululloohصلى الله عليه وسلمdan syariat poligami. Selain itu, sebuah surat kabar bernama Djawi Hisworo yangdikelola oleh para penganut kebatinan Theosofi juga melakukan pernyataan yang tidak pantas terhadap pribadi Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلمPada tanggal 8 dan 11 Januari tahun 1918, Djawi Hisworo yang dipimpin oleh Marthodarshono memuat artikel yang menyebut Nabi Muhammadصلى الله عليه وسلم sebagai pemabuk dan pemadat.Pernyataan yang tidak sepantasnya inilah yang kemudian memunculkan Tentara Kanjeng Nabi Muhammaddibawah pimpinan HOS. Cokroaminoto dimana salah satu anggotanya adalah KH. Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah.

Salah satu pimpinan Boedi Oetomo, yaitu Dr. Radjiman Wediodiningrat (yang juga merupakan tokoh yang memimpin jalannya sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang menjadi awal dari lahirnya dasar negara Indonesia (Pancasila), dengan bangga menyatakan bahwa, “Bakat dan kemampuan orang Jawa yang ada pada para aktivis Boedi Oetomo lebih unggul ketimbang ajaran Islam yang dianut oleh para aktivis Sarekat Islam.”

Pada kongres Boedi Oetomo tahun 1917, ketika umat Islam yang aktif di Boedi Oetomo meminta agar organisasi ini memperhatikan aspirasi umat Islam, Radjiman dengan tegas menolaknya. Radjiman mengatakan, “Sama sekali tidak bisa dipastikan bahwa orang Jawa di Jawa Tengah sungguh-sungguh dan sepenuhnya menganut agama Islam.”

Radjiman yang merupakan ketua Boedi Oetomo tahun 1914-1915 itu sendiri adalahanggota Freemasonry dan perhimpunan Theosofi.

Tokoh utama Boedi Oetomo yakni dr. Soetomo, dalam buku “Kenang-kenangan Dokter Soetomo” yang dihimpun oleh Paul W. van der Veur, disebutkan dr. Soetomo pernah mengatakan bahwa pemancaran zat Tuhan, “Itulah sebenarnya keyakinan saya. Itulah keyakinan yang mengalir bersama darah dalam segala urat tubuh saya. Sungguh, sesuai-sesuai benar.” (hal. 30). Soetomo juga mengatakan, “Aku dan Dia satu dalam hakikat,yakni penjelmaan Tuhan. Aku penjelmaan Tuhan yang sadar…” (hal.31).

Ini menunjukkan bahwa dr. Soetomo seorang penganut  paham sesat “Manunggaling Kawula Gusti” buatan Syech Siti Jenar.

Dr. Soetomo juga seorang penganut Theosofi; sebagaimana pengikut aliran theosofi lainnya, makadia tidak melakukan sholat lima waktu selayaknya umat Islam lainnya, melainkan melakukan semedi, meditasi, yoga, dan sebagainya. Ia lebih mementingkan “semedi” untuk mendapat ketenangan hidup, ketimbang sholat. Dengan rasa bangga, saat berpidato dalamKongres Partai Indonesia Raya (Parindra) padatahun 1937, Soetomo mengatakan, “Kita harus mengambil contoh dari bangsa-bangsa Jahudi, jang menghidupkan kembali bahasa Ibrani. Sedang bangsa Turki dan Tsjech kembali menghormati bangsanya sendiri.

Ada fakta lain yang lebih mencengangkan, bahwa dalam sebuah artikel di “Suara Umum”, sebuah media massa milik Boedi Oetomo dibawah asuhan dr. Soetomo terbitan Surabaya, dikutip oleh A. Hassan di dalam Majalah “Al-Lisan” terdapat tulisan yang antara lain berbunyi,“Digul lebih utama daripada Makkah”, “Buanglah Ka’bah dan jadikanlah Demak itu kamu Punya Kiblat!” (Al-Lisan nomor 24, 1938).

Tokoh Boedi Oetomo lainnya, yakni dr. Tjipto Mangoenkoesomo, juga dengan sinis meminta agar bangsa ini mewaspadai bahaya“Pan-Islamisme”,yaitubahaya persatuan Islam yang membentang di berbagai belahan dunia, dengan sistem dan pemerintahan Islam dibawahKhilafah Islamiyah. Pada tahun 1928, Tjipto Mangoenkoesoemo menulis surat kepada Soekarno yang isinya mengingatkan kaum muda untuk berhati-hati akan bahaya Pan-Islamisme yang menjadi agenda tersembunyi Haji Agus Salim dan HOS. Tjokroaminoto.

Demikianlah, tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa gerakan-gerakan awal di Indonesia, seperti Boedi Oetomo sangat terwarnai dan dipengaruhi oleh Zionisme Yahudi dengan kepanjangan tangannya berupa Freemasonry (Tarekat Mason Bebas) yang sudah sangat menyebar diseluruh Nusantara. Banyak faktor yang menyebabkan tokoh-tokoh Nasionalis ini berpendirian demikian, salah satunya adalah pengetahuan mereka yang minim tentang politik menurut Islam (Siyassah Syar’iyyah) dan informasi bias yang mereka terima melalui literatur berbahasa Belanda dan Eropa yang tidak diimbangi dengan literatur Islam yang lengkap dan benar.

(sumber: http://www.akhirzaman.info/nasional/ipoleksosbud/2160-sejarah-hitam-dibalik-20-mei-sebagai-hari-kebangkitan-nasional.htmlhttp://www.voa-islam.com/counter/liberalism/2011/05/20/14814/harkitnas-dan-boedi-oetomo-dalam-bayangbayang-freemason-theosifi/)

II.2. Abdurrahman Wahid & Keppres nomor 69 tahun 2000

Pada bulan Februari 1961, lewat Lembaran Negara nomor 18/1961Presiden Soekarnomembubarkan dan melarang keberadaan Freemasonry di Indonesia.

Lembaran Negara ini kemudian dikuatkan oleh Keppres Nomor 264 tahun 1962 yangmembubarkan dan melarang Freemasonry dan segala “derivat-nya sepertiRosikrusianMoral RearmamentLions ClubRotary Club, dan Baha’isme. Sejak itu, loji-loji mereka disita oleh negara.

Namun 38 tahun kemudian pada saat Presiden Abdurrahman Wahid terpilih menjadi presiden Indonesia ke-4, ia mencabut Keppres nomor 264/1962 tersebut dengan mengeluarkan Keppres nomor 69 tahun 2000 tanggal 23 Mei 2000.

Sejak itulah, keberadaan kelompok-kelompok Yahudi seperti Organisasi Liga DemokrasiRotary ClubDivine Life SocietyVrijmetselaren-Loge (Loge Agung Indonesia) atau Freemasonry IndonesiaMoral Rearmament MovementAncient Mystical Organization Of Rosi Crucians (AMORC) dan Organisasi Baha’i menjadi resmi dan sah kembali di Indonesia.

Sungguh ironis, Keppres no 69/2000 yang dikeluarkan oleh Abdurrahman Wahid tersebut sampai sekarang masih saja berlaku dan belum dicabut.

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 69 TAHUN 2000

TENTANG

PENCABUTAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 264 TAHUN1962
TENTANG LARANGAN ADANYA ORGANISASI LIGA DEMOKRASI, ROTARY CLUB,
DIVINE LIFE SOCIETY, VRIJMETSELAREN-LOGE (LOGE AGUNG INDONESIA),MORAL REARMAMENT MOVEMENT, ANCIENT MYSTICAL ORGANIZATIONOF ROSI CRUCIANS (AMORC), DAN ORGANISASI BAHA’I

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :

  1. bahwa pembentukan organisasi sosial kemasyarakatan dan keagamaan pada hakekatnya merupakan hak asasi setiap warganegara Indonesia;
  2. bahwa larangan terhadap organisasi-organisasi sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Presiden Nomor 264 Tahun 1962, dipandang sudah tidak sesuai lagi dengan prinsip-prinsip demokrasi;
  3. bahwa meskipun dalam kenyataannya Keputusan Presiden Nomor 264 Tahun 1962 sudah tidak efektif lagi, namun untuk lebih memberikan kepastian hukum perlu secara tegas mencabut Keputusan Presiden tersebut;
  4. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, b, dan huruf c di atas, maka dipandang perlu untuk mencabut Keputusan Presiden Nomor 264 Tahun 1962;

Mengingat :

  1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945;
  2. Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3886);

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

PENCABUTAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 264 TAHUN 1962 TENTANG LARANGAN ADANYA ORGANISASI LIGA DEMO-KRASI, ROTARY CLUB, DIVINE LIFE SOCIETY, VRIJMET-SELAREN-LOGE (LOGE AGUNG INDONESIA), MORAL REARMAMENT MOVEMENT, ANCIENT MYSTICAL ORGANIZATION OF ROSI- CRUCIANS (AMORC), DAN ORGANISASI BAHA’I.

Pasal 1

Mencabut Keputusan Presiden Nomor 264 Tahun 1962 tentang Larangan Adanya Organisasi Liga Demokrasi, Rotary Club, Divine Life Society, Vrijmetselaren-Loge (Loge Agung Indonesia), Moral Rearmament Movement, Ancient Mystical Organization Of Rosi Crucians (AMORC) dan Organisasi Baha’i.

Pasal 2

Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 23 Mei 2000
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Ttd.

ABDURRAHMAN WAHID

(sumber: http://indocropcircles.wordpress.com/2011/11/20/sejarah-freemason-di-indonesia-awas-freemason-di-indonesia-bisa-bangkit-kembali/)

Itulah fakta yang terjadi. Sesudah pencabutan Keppres nomor 264/1962 maka hiduplah dengan leluasa isme-isme Yahudi dan berbagai kesesatan lainnya, karena alasan yang mereka gunakan adalah selalu berdalih dengan “Hak Asasi Manusia”, disisi lain mereka melupakan “Hak Allooh سبحانه وتعالى” untuk ditaati dan dipatuhi oleh ciptaan-Nya.

Semestinya kalau Presiden-Presiden berikutnya dan pemerintah Indonesia berpihak kepada bangsa, negara dan rakyat banyak yang mayoritasnya adalah Muslimin, tentulah mereka akan mencabut kembali Keppres nomor 69 tahun 2000 tersebut. Karena ini adalah menyangkut perkara ‘aqiidah kaum Muslimin.

Namun fakta yang terjadi adalah Keppres tersebut dibiarkan begitu saja. Dan hal ini menunjukkan keberhasilan kaum Freemasonry Yahudi dalam menunaikan Program Internasional mereka yakni dengan cara merekrut orang-orang yang memiliki kedudukan penting di masyarakat (pimpinan masyarakat / negeri) agar mereka berkhidmat serta berkontribusi untuk FreemasonryYahudi. Pada akhir kajian ini, kaum Muslimin dapat melihat sendiri video pernyataanAbdurrahman Wahid bahwa ia akan bekerja keras agar Israel diakui oleh Republik Indonesia.

Ini semua membuktikan bahwa Freemasonry Yahudi dan aksi-aksi mereka bukanlah sekedar mitos, melainkan keberadaan dan cengkraman mereka benar-benar nyata di tanah air kita ini.

III.    TOKOH-TOKOH FREEMASONRY INDONESIA

Gedenkboek van de Vrijmet selaaren In Nederlandsche Oost Indie 1767-1917” (Buku Kenang-kenangan Freemason di Hindia Belanda 1767-1917), diterbitkan secara resmi oleh 3 Loji besar (Loji Batavia, Loji Semarang, Loji Surabaya) (1917), memuat secara lengkap operasional, para tokoh, dokumentasi foto, dan aktivitas loji-loji yang berada langsung di bawah pengawasanFreemason di Belanda. Buku setebal 700 halaman ini ditulis oleh Tim Komite SejarahFreemason. Keterlibatan elite-elite pribumi, yaitu para tokoh Boedi Oetomo dan elite keraton di Kadipaten Pakualaman Yogyakarta, terekam dalam buku kenang-kenangan ini.

Berbagai foto kegiatan Freemason di Indonesia:

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan.

Het Jong Javaasche Verbond Boedi Oetomo atau Ikatan Pemuda Jawa Boedi Oetomodidirikan di Gedung STOVIA (School tot Opleiding voor Inlandsche Artsen), Batavia, pada20 Mei 1908. Tahun berdirinya Boedi Oetomo adalah sama dengan tahun munculnya Gerakan Turki Muda (Young Turk Movement) yang dipimpin oleh Mustafa Kemal At-Taturk.Gerakan Turki Muda ini berhasil menumbangkan kekhilafahan Islam, dan mengganti hukum Islam menjadi hukum sekuler. Aktivis Turki Muda banyak didominasi oleh para sekuleris. Bahkan, At-Taturk sendiri adalah anggota jaringanFreemason yang sangat anti dengan syari’at Islam.

Pendiri Boedi Oetomo yang juga anggota Theosofi, adalah dr. Soetomoseorang tokoh yang keberpihakannya bukan pada Islam; namun ia cenderung mengagumi Gerakan Kebangsaan yang terjadi di Turki tersebut. Dr. Soetomo mengatakan, “Perkembangan yang terjadi di Turki adalah petunjuk jelas bahwa cita-cita Pan-Islamisme telah digantikan oleh nasionalisme.”

 

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan.

Adapun penggagas organisasi Boedi Oetomo yaitu dr. Wahidin Soediro Hoesodo, adalahanggota Theosofi, sebuah perkumpulan kebatinan yang berlandaskan pada tradisi KabbalaYahudi yang didirikan oleh Helena Petrovna Blavatsky. Selain Theosofipara ketua dan aktivis Boedi Oetomo juga masuk sebagai anggota Freemason.

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan.

Tokoh-tokoh Indonesia yang juga terlibat Freemasonry Yahudi antara lain adalah:

1. Raden Saleh, pelukis terkenal yang lahir di sekitar tahun 1810 di Semarang dan meninggal tahun 1880 di Bogor ini adalah anggota Freemason Indonesia yang pertama. Ia dilantik pada tahun 1836 di loge Den Haag “Endracht Maakt Macht”. Pendidikannya diperoleh di Eropa, tapi sebagian besar hidupnya ia berkarya di Indonesia.

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan.

2. Abdul Rachman, salah seorang buyut dari Sultan Pontianak, yang dilantik pada tahun 1844 di Loge Surabaya “De Vriendschap”. Terdapat keterangan bahwa dia adalah Mason pertama yang beragama Islam.

3. KPH. Ario Soerjodilogo (Paku Alam V) terlahir dengan nama KPH. Soerjodilogo pada tahun 1833, dan meninggal sekitar tahun 1900. Bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Praboe Soerjodilogo, ia merupakan salah satu anggota awal organisasi Tarekat Mason Bebas dari loge Mataram, Yogyakarta.

4. KPH. Notokoesoemo (Paku Alam VI). Paku Alam VI (1856-1902) juga anggotaFreemason Yogyakarta. Ia terkenal sebagai tokoh yang mahir berbahasa Belanda, baik lisan maupun tulisan. Kondisinya yang kurang sehat menyebabkan banyak tugasnya  diserahkan kepada adiknya KPH. Notodirodjo.

5. Pangeran Ario Notodirodjo (1858-1917). Masuk  keanggotaan Loge Mataram pada tahun 1887 dan memegang berbagai jabatan kepengurusan. Ia ketua Boedi Oetomo antara tahun 1911-1914. Pada tahun 1913 ia mendirikan Sarekat Islam Cabang Yogya yang banyak beranggotakan elit Jawa. Notodirodjo seorang yang disegani dan dianggap sebagai tokoh pergerakan rakyat Jawa.

6. R.M. Adipati Ario Poerbo Hadiningrat, seorang tokoh yang pada awal abad ke-20 memangku jabatan Bupati Semarang dan Salatiga. Bukunya yang terkenal adalah Wat ik als Javaan voor geest en gemoed in de Vrijmetselarij heb gevonden.

7. Raden Adipati Tirto Koesoemo,adalah tokoh yang menjabat sebagaiBupati Karanganyar. Dan menjadi anggota Loji Mataram sejak tahun 1895. Ia merupakan Ketua Pertama Boedi Oetomo. Pada Konggres ke-2 Boedi Oetomo, yang diadakan di gedung Loge Mataram, iamengusulkan pemakaian Bahasa Melayu, mendahului Sumpah Pemuda sekitar 20 tahun.

 

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan.

8. A.H. van Ophusyen S.H. (1883-1956), adalah notaris dan anggota Dewan kota Batavia. Ia merupakan salah seorang pendiri dari Indo Europees Verbond– Ikatan Indo Eropa. Dan juga merupakan wakil Suhu Agung untuk Indonesia.

9. Raden Mas Toemenggoen Ario Koesoemo Yoedha (1882-1955) adalah putra dari Pakoe Alam V. Ia menjadi anggota Loji Mataram pada tahun 1909 dan berkali-kali memegang jabatan kepengurusan. Pada tahun 1930, ia menjadi Anggota Pengurus Pusat.

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan.

10. Pangeran Notosoeroto. Ia adalah seorang tokoh Boedi Oetomo, yang dalam satu pidatonya tentang Gedachten van Kartini alsrichtsnoer voor de Indische Vereniging berkata sebagai berikut: “Agama Islam merupakan batu karang yang sangat berbahaya… Sebab itu soal agama harus disingkirkan, agar perahu kita tidak karam dalam gelombang kesulitan. 

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan.

11. Dr. Radjiman Wediodipoera (Wediodiningrat),lahir di Yogyakarta pada tahun 1879 dan meninggal di Ngawi Jawa Timur pada tahun 1952. Diantara tahun 1906 dan 1936, ia menjadi dokter pada keraton Solo. Dia juga seorang sarjana dan penulis mengenai falsafah budaya.  Dan juga merupakan salah satu pendiri Boedi Oetomo serta sempat pula menjadi ketuanya pada tahun 1914-1915. Radjiman adalah seorang Mason yang menjadi salah satu the founding fathers / pendiri negeri ini.

Radjiman juga merupakan seorang tokoh yang pernah memimpin jalannya sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pada tahun 1945, ia memainkan peranan penting sebagai Ketua dari Badan Persiapan Kemerdekaan Indonesiatersebut, dimana ia bersama Soekarno dan Hatta pergi menemui Marsekal Terauchi dalam pembicaraan kemerdekaan Indonesia.

Dalam catatan sejarah, persidangan yang dipimpin Radjiman ini tercatat sebagai awal dari lahirnya dasar negara Indonesia,yaitu Pancasila; setelah sebelumnya masing-masing kelompok berdebat dalam mengajukan usulan soal asas negara. Tokoh-tokoh Islam seperti M. Natsir mengajukan Islam sebagai dasar negara, sedangkan tokoh-tokoh nasionalis-sekuler antara lain Radjiman mengajukan ideologi Pancasila.

Radjiman Wediodiningrat pernah menjabat sebagai pimpinan Boedi Oetomo, dan dia adalah satu-satunya tokoh pribumi yang artikelnya dimuat dalam buku “Gedenkboek van de Vrijmet selaaren In Nederlandsche Oost Indie 1767-1917” (Buku Kenang-kenanganFreemason di Hindia Belanda 1767-1917).

Radjiman yang masuk sebagai anggota Freemason pada tahun 1913, menulis sebuah artikel berjudul “Een Broderketen der Volken” (Persaudaraan Rakyat).

Selain Radjiman, tokoh-tokoh Boedi Oetomo lainnya yang tercatat sebagai anggota Freemason bisa dilihat dalam artikel berjudul “The Freemason in Boedi Oetomo”yang ditulis oleh C.G. van Wering.

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan.

12. Komisaris Jendral (Pol.) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo (1908-1993) adalahKepala Djawatan Kepolisian Negara yang pertama. Ia menjabat dari tanggal 29 September 1945 hingga 14 Desember 1959. Pada tahun 1952, ia menjadi anggota Loji Purwo Daksia. Selain itu, ia pun menjabat sebagai Kepala Kepolisian RI. Soekanto menjadi Suhu Agung dari Timur Agung Indonesia atau Federasi Nasional Mason. Jabatan lainnya adalah sebagaiKetua Yayasan Raden Saleh yang merupakan penerusan dari Carpentier Alting Stiching.

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan.

13. R.A.S Soemitro Kolopaking Poerbonegoro, menjadi Ketua Suhu Agung dari Timur Agung Indonesia pada 7 April 1955, yaitu hari berdirinya Tarekat Mason Indonesia.

Ir. C.M.R Davidson (Suhu Agung dari Tarekat Mason dibawah Timur Agung Belanda) dan R.A.S. Soemitro Kolopaking Poerbonegoro (Suhu Agung dari Timur Agung Indonesia) pada 7 April 1955 disaat Upacara Peresmian Pengurus Tarekat Mason Indonesia

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan.

14. R.A. Pandji Tjokronegoro, terdaftar sebagai anggota Tarekat Mason Bebas pada tahun 1908. Hal ini dikuatkan dengan bukti keikutsertaannya merayakan “Yubelium Mason Bebas” yaitu perayaan 50 tahunnya Mason Bebas.

15. Mas Boediardjo, adalah Anggota Mason yang menjadi Sekretaris pada pengurus Boedi Oetomo, dimana pada sekitar tahun 1916 ia masih memegang jabatan kepengurusan. Kemudian pada tahun 1916-1922ia menjabat sebagai Inspektur Pembantu dari Pendidikan Pribumi (Inlands Onderwijs).

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan.

Demikianlah diantara tokoh-tokoh yang keberpihakan mereka itu adalah kepada ajaranHumanisme Sekuler, suatu ideologi yang memang diciptakan oleh FreemasonryYahudi.

Oleh karena itu tidak aneh Al Qur’an, As Sunnah dan syari’at Islam tidak dijadikan sebagai dasar pemikiran untuk proses menuju lahirnya arah, visi dan misi negeri dan bangsa kita ini. Mengingat bahwa tidak sedikit dari para pendiri negeri ini (the founding father), pemikiran mereka “dibesarkan” oleh penjajah itu sendiri yang dalam hal ini adalah Belanda dan tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam Freemasonry Yahudi.

Hal tersebut menunjukkan betapa gigih Freemasonry Yahudi melancarkan program Internasional mereka untuk mensekulerkan kaum Muslimin. Padahal berbagai aturan dan pedoman menurut Allooh سبحانه وتعالى jika bukan berasal dari Al Qur’an dan As Sunnah yangshohiihah dan atau menyelisihi dan menentangnya, maka itu adalah dikategorikan sebagaihukum Jahiliyyah. Renungkanlah firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. Al Maa’idah (5) ayat 50:

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Artinya:

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allooh bagi orang-orang yang yakin?

Renungkan pula Hadits Riwayat Al Imaam Hakim dalam “Al-Mustadrok” Kitab “Al-Fitan wal Malaahim” no: 8667 dan kata beliau sanadnya shohiih dan Al Imaam Adz-Dzahaby menyepakatinya, juga Al Imaam Ibnu Maajah dalam kitab yang sama no: 4019. Dan Syaikh Nashiruddin Al-Albaany meng-Hasan-kan sanadnya, sebagaimana dalam Silsilah Hadits Shohiih-nya 1/167-169 no:106 berikut ini:

عن عطـاء بن أبى رباح عن عبد الله بن عمـر، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” يَا مَعْـشَرَ الْمُـهَاجِرِيْنَ خَمْسٌ إِنِ ابْتُلِيْتُمْ بِهِنَّ وَنَـزَلَ فِيْكُمْ أَعُوْذُ بِاللهِ أَنْ تُدْرِكُوْهُنَّ :

1.   لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِىْ قَوْمٍ قَطٌّ حَتَّى يَعْمَلُوْا بِهَا إِلاَّ ظَهَرَ فِيْهِمُ الطَّاعُوْنُ وَالأَوْجَاعُ الَّتِيْ لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِيْ أَسْلاَفِهِمْ،

2.   وَلَمْ يَنْقُصُوْا الْمِكْيَالَ وَالْمِيْزَانَ إِلاَّ أُخِذُوْا بِالسَّنِيْنَ وَشِدَّةِ الْمُؤْنَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ،

3.   وَلَمْ يَمْنَعُوْا الزَّكَاةَ إِلاَّ مُنِعُوْا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ وَلَوْ لاَ الْيَهَـائِمِ لَمْ يُمْطَرُوْا،

4.   وَلَمْ يَنْقُضُوْا عَهْدَ اللهِ وَعَهْدَ رَسُوْلِهِ إِلاَّ سَلَّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوُّهُمْ مِنْ غَيْرِهِمْ وَأَخَذُوْا بَعْضَ مَا كَانَ فِيْ أَيْدِيْهِمْ،

 5وَمَا لَمْ يَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللهِ إِلاَّ أَلْقَى اللهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ”

Artinya:

“Dari ‘Atho bin Abi Robah dari ‘Abdullooh bin ‘Umar, telah bersabda Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم: “Wahai segenap muhajirin ada 5 perkara jika kalian ditimpa olehnya dan terjadi ditengah-tengah kalian – Aku berlindung pada Allooh سبحانه وتعالى agar kalian tidak mengalaminya:

1. Tidaklah kekejian (zina) itu nampak pada suatu kaum sehingga mereka melakukannya, kecuali akan muncul ditengah-tengah mereka tho’un (penyakit menular) dan kelaparan yang belum pernah sedahsyat itu terjadi pada kaum-kaum sebelum mereka.

2. Tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka akan ditimpa dengan kemarau panjang, beban hidup yang berat dan penguasa yang dzolim.

3. Tidaklah mereka enggan menunaikan zakat, kecuali mereka akan dihalangi dari hujan atas mereka; dan jikalau bukan karena Allooh سبحانه وتعالى sayang pada binatang maka Allooh سبحانه وتعالى tidak akan turunkan hujan bagi mereka.

4. Tidaklah mereka membatalkan ikatan perjanjian mereka dengan Allooh سبحانه وتعالى dan Rosuul-Nya, kecuali musuh-musuh dari luar diri mereka akan menguasai mereka dan akan mengambil sebagian apa yang mereka miliki.

5. Dan tidaklah para pemimpin mereka berhukum dengan kitab Allooh سبحانه وتعالى,kecuali dicampakkan ditengah-tengah mereka kecekcokan / kekacauan.

Oleh karena itu berbagai gejolak dan atau kekacauan, kecekcokan dan berbagai musibah yang silih berganti, tak kenal henti terjadi di berbagai belahan tempat di negeri ini; maka itu semua adalah merupakan dampak dari jauhnya kaum Muslimin, bahkan penolakan yang terjadi terhadap nilai-nilai dan hukum-hukum Allooh سبحانه وتعالى.

Adapun tokoh politik Indonesia yang dalam kiprahnya juga banyak menyokong kegiatanFreemasonry Yahudi adalah Abdurrahman Wahid, mantan Presiden Republik Indonesia ke-4.

Abdurrahman Wahid menerima Medal of Valor (Medali Keberanian) dari Shimon Wiesenthal Center (SWC) di Beverly Wilshire Hotel, 9500 Wilshire Blvd., Beverly Hills, Los Angeles, Amerika Serikat pada hari Selasa 6 Mei 2008, yang videonya dapat dilihat pada youtube dengan judul “Gus Dur terima Medal of Valor daripada Yahudi” (atau klik:http://www.youtube.com/watch?v=xPdB4XRegiQ)

Abdurrahman Wahid menerima penghargaan Medal of Valor dari Yahudi

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan.

Dalam video, terlihat Abdurrahman Wahid menerima pengalungan medali, sembari dengan menangis terharu mengucapkan sambutan sebagai tanda terimakasihnya kepada institusiShimon Wiesenthal Center (SWC) yang memberinya Medal of Valor tersebut. Diantara kata-kata yang diucapkan Abdurrahman Wahid (apabila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia) adalah sebagai berikut:

Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, terutama institusi Shimon Wiesenthal, ini merupakan kehormatan bagi diriku untuk menerima penghargaan kalian dalam hal ini. Saya ingin mendedikasikan (medali) ini kepada kawan karibku yang telah meninggal (yaitu) Ramen, seorang Yahudi yang bersamaku selama 4 tahun didalam Kabbala, Talmud dan segalanya; bersama-sama kami menjual keseluruhan “sembilan dua perlindungan nilai” (? — suara Abdurrahman Wahid kurang jelas terdengar – pent.) itu di Tahrir Square. Jadi kudedikasikan (medali) ini untuk mengingatnya, karena dia telah meninggal sekitar 5 tahun lalu. Disamping itu, (medali) ini adalah penghargaan yang menyenangkan bagiku dalam mendedikasikan hidupku untuk sesuatu hal yang mana saya akan bekerja keras, (yaitu) agar Israel diakui oleh Republik Indonesia. Hal ini adalah penting, karena kalaulah kita ingin menjadi orang yang jujur dan membuka diri, maka kita harus mengakui Israel. Tidak ada cara lain selain itu. Itu sebabnya saya sangat gembira bahwa saya mendapat undangan dari Presiden Israel sekarang, Simon Perez, untuk berpartisipasi dalam seminar hari Senin depan. Dari Amerika Serikat (ini), saya akan pergi ke Israel untuk hal tersebut. Saya tahu hal ini akan menjadikan para Fundamentalis di Indonesia sangat marah, mungkin orang-orang lainpun demikian pula….” dan seterusnya hingga akhir acara.

Yang perlu digaris-bawahi dari pernyataan Abdurrahman Wahid diatas adalah bahwa ia mendalami Kabbala dan Talmud bersama teman Yahudinya selama 4 tahun. Padahal jelas-jelas Kabbala dan Talmud itu sangat bertentangan dengan ‘aqiidah Islam (silakan baca kembali penjelasan tentang bahayanya Kabbala dan Talmud dalam ceramah yang pernah dimuat pada Blog ini, atau klik:http://ustadzrofii.wordpress.com/2012/02/17/kabbala-sihir-bagian-dari-perilaku-yahudi/ dan http://ustadzrofii.wordpress.com/2012/04/27/talmud-kitab-hitam-iblis/)

Dalam acara tersebut, selain untuk menerima medali, Abdurrahman Wahid juga menyatakan ikut merayakan Hari Kemerdekaan Israel, sebuah hari dimana bangsa Palestina dibantai besar-besaran dan diusir dari tanah airnya.

Medali ini dianugerahkan kepada mantan Presiden RI ini dikarenakan Abdurrahman Wahid dianggap sebagai sahabat paling setia dan paling berani terang-terangan menjadipelindung kaum Zionis-Yahudi di sebuah negeri mayoritas Muslim terbesar seperti Indonesia.

(sumber: http://bacatanda.blogspot.com/2008/06/freemason-dan-yahudi-di-indonesia-jejak.htmlhttp://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/membongkar-jaringan-akkbb-bag-2.htm,http://indocropcircles.wordpress.com/2011/11/20/sejarah-freemason-di-indonesia-awas-freemason-di-indonesia-bisa-bangkit-kembali/)

Padahal, renungkanlah betapa Allooh سبحانه وتعالى telah berfirman dalam QS. Al Maa’idah (5) ayat 51 sebagai berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nashroni menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allooh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzolim.”

Itulah yang sudah terjadi. Bagi generasi muda penerus bangsa, hal ini adalah fakta sejarah yang juga merupakan suatu pelajaran yang buruk; karena didalam kaidah Muslim sebagai Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah, seorang Muslim dilarang untuk menolong orang kaafir untuk menimbulkan musibah bagi kaum Muslimin. Hendaknya kita sebagai kaum Muslimin benar-benar menjaga ‘aqiidah diri dan keluarga agar terhindar dari murka Allooh سبحانه وتعالى.

Alhamdulillah, kiranya cukup sekian dulu bahasan kita kali ini, mudah-mudahan bermanfaat. Kita akhiri dengan Do’a Kafaratul Majlis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Jakarta, Senin malam, 12 Rabbi’ul Akhir 1433 H –  5 Maret 2012 M.

Simbol & Program Internasional Freemasonry

SIMBOL & PROGRAM INTERNASIONAL FREEMASONRY

Oleh:  Ust. Achmad  Rofi’i, Lc.M.Mpd.

 

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,

Bahasan ini masih merupakan kelanjutan dari pembahasan mengenai sepak terjang Yahudi. Dan tema kajian kita kali ini adalah: “Simbol & Program Internasional Freemasonry”. Oleh karena Freemasonry itu adalah organisasi yang sudah berabad-abad umurnya, sehingga dapat dikatakan bahwa ia adalah organisasi yang sudah senior dikalangan orang-orang Yahudi dalam upaya mereka untuk menyesatkan manusia dari jalan Allooh سبحانه وتعالى; maka semestinya program-program Yahudi ini tidak asing lagi bagi orang-orang yang mau mencermati keadaan dunia saat ini.

Dan kajian kita merupakan bagian dari upaya untuk mengingatkan akan peran kita sebagai Muslim, bahwa orang-orang Yahudi itu telah merencanakan, berbuat bahkan berprestasi dalam menyebarkan program-program mereka. Adakah kita kaum Muslimin menyadari bahaya itu ataukah tidak; dan adakah upaya kita sebagai Muslim melakukan bentuk reaksi terhadap bahaya itu yakni paling tidak adalah bermakna mencegah diri dan keluarga kita dari murka Allooh سبحانه وتعالى; baik akibatnya itu terpulang kepada maslahat diri pribadi ataupun kepada maslahat bagi umumnya kaum Muslimin.

Hendaknya diketahui bahwa seorang tokoh terkemuka Freemasonry bernama Giuseppe Mazzini (seorang Italia yang hidup di tahun 1805 – 1872 M, merupakan Ketua Illuminati Eropa dan juga pendiri MAFIA {Mazzini Autorizza Furti, Incendi, Avvelenamenti;atau: Mazzini Authorizes Thefts, Arson, Poisoning}) mengatakan sebagai berikut:

Kita (Freemasonry) harus membuka semua federasi untuk meneruskan sebagaimana adanya, tetapi kita harus menciptakan Dewan Kekuasaan (Super Rite), dan hal ini harus tetap dirahasiakan. Sebagaimana kita akan memberi julukan pemimpin tingkat tinggi (Mason of High Degree) kepada mereka yang merupakan bagian dari orang-orang yang terpilih. Berkaitan dengan persaudaraan kita pada Freemasonry, maka orang-orang ini haruslah disumpah dengan segala kerahasiaan yang ketat melalui Dewan Maha Kuasa (Supreme Rite) dimana dengan itu Freemasonry akan berkuasa dan menjadi sebuah Sentra Internasional yang akan memiliki kekuatan yang dahsyat karena arah dan kebijakannya tidak diketahui.”

Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,

Kita akan membagi kajian ini kedalam dua bagian:

1)  Freemasonry dan simbol-simbol mereka

2)  Freemasonry dan Program Internasionalnya

Semoga dengan mengetahui hal ini akan menjadikan kaum Muslimin waspada terhadap berbagai fenomena yang terjadi disekitar kita.

I.   SIMBOL-SIMBOL FREEMASONRY

Freemasonry adalah “The Shadow” (Bayang-Bayang) atau “Invisible Hand”(Tangan Tersembunyi)yang secara diam-diam mengendalikan pemerintahan-pemerintahan dunia, sistem keuangan dan bahkan arus informasi (dari media-media massa). Tujuan utama mereka adalah menciptakan sebuah Tatanan Dunia Baru (New World Order) yang dikendalikan sepenuhnya oleh para Mason.

Freemasonry Yahudi banyak menggunakan simbol-simbol, dimana setiap simbol tersebut memiliki arti tertentu. Berikut ini akan kita bahas sebagian diantara sekian banyak simbol yang digunakan oleh Freemasonry Yahudi di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.

Bagi siapa saja yang membaca, menelaah, juga melacak berbagai media terutama internet; maka simbol-simbol yang akan kita bahas ini adalah bertebaran sangat banyak didalamnya, dimana semuanya menjelaskan tentang simbol-simbol berikut yang ujung-ujung daripada simbol tersebut adalah berpangkal dari Yahudi dan Freemasonry.

Terlepas dari apakah pihak yang menggunakan simbol tersebut dengan yakin menjadikan simbol itu sebagai manifestasi dari apa yang diyakini dalam hatinya ataukah sekedar merupakan suatu asimilasi dari menjiplak, mengcopy-paste nilai seni atau ornamen atau sesuatu yang dianggapnya indah sehingga ditirunya dan tanpa disadari bahwa dia telah meniru mirip atau bahkan serupa dengan identitas Yahudi dan Freemasonry, atau bisa juga karena kejaahilan (kebodohannya) maka seseorang atau suatu institusi sekedar meniru tanpa ada maksud apa pun. Betapa pun bahayanya meniru itu, karena dalam Hadits Riwayat Al Imaam Abu Daawud no: 4031, dari Shohabat Ibnu ‘Umar رضي الله عنه, bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم telah bersabda,

وَمَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Artinya:

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia merupakan bagian dari kaum itu.”

Dari sinilah hendaknya setiap Muslim sadar bahwa Islam yang lengkap ini sesungguhnya telah mengatur dan menata seluruh tata hidup dan kehidupan manusia, dari mulai keyakinan hingga peradaban, dari mulai peribadatan hingga kebiasaan hidup. Sehingga tidaklah patut sesungguhnya bagi seorang Muslim untuk mengatakan / mengamalkan sesuatu yang dianggapnya tidak mengapa atau boleh-boleh saja, padahal jika diruntut maka sesungguhnya dia akan menemukan bahwa apa yang dilakukannya, dan apa yang dikatakannya itu adalah menyimpang atau bahkan lebih jauh dari itu.

Berikut ini, hendaknya kaum Muslimin menajamkan pandangannya dan memperhatikan adakah simbol-simbol seperti ini di sekitar kita :

1)  Ciri khas bentuk bangunan dan Loji Freemasonry serta perangkatnya

a)  Bangunan Freemasonry dan Loji (tempat ibadah mereka) memiliki ciri khas pintu masuk, berupa pasangan pilar Boaz dan Jachin.

Apakah makna dari “Boaz”dan “Jachin” itu?

Didalam situs templesecrets.info, dijelaskan bahwa pilar Boaz adalah bermakna “Strength” (Kekuatan) yang merepresentasikan Raja Daawud (– Nabi Daawud عليه السلام –) danpilarJachin adalah bermakna “Yah establishes” / “Stability” (Stabilitas) yang merepresentasikan Raja Sulaiman (– Nabi Sulaiman عليه السلام –), yang dalam pandangan Yahudi adalah merupakan dua orang raja yang paling berpengaruh dalam merencanakan serta mendirikan tempat peribadatan Yahudi (the Jewish Temple).

Kemudian dalam situs simbolicliving.com dijelaskan bahwa kedua pilar tersebut merupakan pasangan, dimana pilar Boaz disimbolkan dengan Bola Dunia, yang membawa unsur kekuatanBumi (Earth) yang terdiri dari Ekuator, Lautan dan Benua. Sementara pilar Jachindisimbolkan dengan Bola Ramal Zodiak, yang membawa unsur kekuatan Langit (Heaven) yang terdiri dari Api, elemen-elemen Surgawi dan Zodiak yang (dipercaya mereka) sangat berpengaruh pada jiwa manusia.

Latar belakang paham Yahudi ini telah dibahas dalam kajian “Asal-Usul Yahudi Bagian-4: Nabi Daawud, Nabi Sulaiman & Bani Isro’iil” yang pernah dimuat pada Blog ini (silakan baca kembali : http://ustadzrofii.wordpress.com/2012/01/11/asal-usul-yahudi-bagian-4-nabi-daawuud-nabi-sulaiman-bani-isroil/ )

Berikut ini adalah berbagai foto yang menunjukkan betapa konsep sepasang pilar Boaz danJachin ini banyak bertebaran disekitar kita, antara lain pada bangunan-bangunan dengan bentuk Twin Tower seperti Twin Tower di Astana – ibukota Kazakhstan (– Astana adalah sebuah kota yang dibangun penuh dengan simbol okultisme / sihir –), World Trade Center di New York, Petronas di Malaysia; bahkan pada ornamen Olympiade 1996 di Atlanta, produk khomr, kartu Tarot, logo-logo perusahaan seperti Citibank, cover buku Harry Potter dan sebagainya.

Sepasang pilar Boaz dan Jachin

(sumber foto: vigilantcitizen.compatrickcollects.wordpress.com)

(sumber: abovetopsecret.com)

Perhatikan kesamaan diantara keduanya, the Statue of  Liberty berada diantara the World Trade Center – Twin Tower sebagaimana pose yang serupa terdapat pada kartu Tarot “the High Priestess”.

Konsep pilar Jachin and Boaz tergambarkan pada logo Citibank, cover buku Harry Potter dan produk khomr J&B     

(sumber foto: davidicke.comhttp://www.hourofthetime.com/wordpresstest/?p=1263)

Terlihat betapa pada cover buku “Harry Potter and the Sorcerer’s Stone” ini, lakon Harry Potterdigambarkan diantara 2 Masonik pilar. Serial Harry Potter adalah buku cerita anak-anak yang secara halus berupaya menjadikan anak-anak di berbagai penjuru dunia tertarik pada dunia sihir.

Pilar Boaz dan Jachin juga tampak pada posterUSA Masonic Presidents(*)

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan.

Dalam situs mereka sendiri (masonsmart.com), dijelaskan data-data Presiden Amerika yang merupakan anggota Freemasonry, antara lain adalah: George Washington, James Monroe, Andrew Jackson, James Polk, James Buchanan, Andrew Johnson, James Garfield, William McKinley, Theodore Roosevelt, Howard Taft, Warren Harding, Franklin Roosevelt, Harry Truman, Gerald Ford. Dan dalam situs lain (mastermason.com), yang juga termasuk Freemasonadalah Ronald Reagan, Bill Clinton, George Bush.

b) Bangunan Freemasonry memiliki ciri khas lantai berbentuk papan catur hitam putih (checkered board)

The Checkered Flooring

Sebagaimana dijelaskan dalam buku “An Encyclopedia of Freemasonry and its Kindred Sciences tulisan Albert Mackey halaman. 494 maka simbol lantai papan catur (the Checkered Flooring / the Checkered Board) adalah : “The mosaic pavement in an old symbol of the Order. It is met with in the earliest rituals of the last century. It is classed among the ornaments of the lodge along with the indented tessel and the blazing star. Its party-colored stones of black and white have been readily and appropriately interpreted as symbols of the evil and good of human life.

Jadi menurut mereka, lantai berwarna hitam putih itu adalah representasi dari lantai Kuil Raja Sulaiman yang juga merupakan simbol dualitas diantara kebaikan dan keburukan dalam kehidupan manusia.

Anggota Freemasonry berpose di ruangan yang berdekorkan simbol lantai papan catur dan juga simbol bintang lima

(sumber foto: http://nwothesis.blogspot.com/2010/02/freemasonry-checkered-floor-nwo.html)

Perhatikan pula betapa simbol lantai papan catur ini pun tertera dalam kartu Tarot “La Papesse”, yang merupakan simbol dualitas sebagaimana simbol Yin dan Yang (– Simbol Yin dan Yang tergambar pada buku yang ada di pangkuan La Papesse tersebut –)

“La Papesse” is card number two of the tarot, a number symbolic of duality. Notice the Ying Yang symbol on the Priestress’s book representing the same dualistic principles of the mosaic pavement.

Lantai papan catur (checkered-board) tersebut juga menjadi dekorasi pesta pernikahan pangeran William dari kerajaan Inggris, dan muncul pula dalam serial kartun “Bart Simpson”, serta pada cover album musik Michael Jackson yang berjudul “Blood on the Dance Floor”.

Checker-board tampak mewarnai dekorasi pesta pernikahan keluarga kerajaan Inggris

(sumber foto:http://rabbithole3.blogspot.com/2011/05/performance-of-god-save-queen-at-royal.html)

Checker-board dan simbol-simbol Masonik pada film kartun Bart Simpson

(sumber: http://pinballking.blogspot.com/2010/10/bestiality-and-pedophilia-themes-in.html)

Checkered Floor juga terlihat pada cover album music Michael Jackson

c) Pada bangunan Freemasonry terdapat ciri khas simbol Jangka Kompas

Apakah sesungguhnya arti Jangkadan Kompas itu bagi Freemasonry ?

Di dalam buku berjudul “Morals and Dogmas”, halaman 850-851 yang ditulis oleh seorang tokoh terkemuka Freemasonry bernama Albert Pike, ia menulis sebagai berikut tentang jangka dan kompas tersebut :

The Square, therefore, is a natural and appropriate Symbol of this Earth and the things that belong to it, are of it, or concern it. The Compass is an equally natural and appropriate Symbol of the Heavens, and of all celestial things and celestial natures….The Hermaphroditic figure is the Symbol of the double nature anciently assigned to the Deity, as Generator and Producer, as BRAHM and MAYA among the Aryans, Osiris and Isis among the Egyptians. As the Sun was male, so the Moon was female….

Artinya:

Siku-siku / jangka adalah suatu simbol yang alamiah dan tepat dari bumi ini dan apa-apa yang dimilikinya, berasal darinya dan berkenaan dengannya. Adapun Kompas adalah suatu simbol yang alamiah dan tepat bagi Langit dan semua hal yang berhubungan dengan surgawi dan alam surga…. Figur hemaproditik adalah  simbol dari alam ganda yang sejak dahulu diberikan kepada sang Dewa, sebagai sang Pembangkit dan sang Penghasil, sebagaimana Brahma dan Maya bagi bangsa Arya, Osiris dan Isis bagi bangsa Mesir. Sebagaimana Matahari adalah pria, maka Bulan adalah wanita…

Jadi dengan kata lain Jangka dan Kompas adalah simbol yang mereka adopsi daripaganisme bangsa Arya dan Mesir Kuno yang menyembah Bulan dan Matahari.

Sedangkan simbol huruf  “G” pada Jangka Kompas itu  sebagaimana dijelaskan oleh orang Barat sendiri yakni Dr. Cathy Burns dalam bukunya “Masonic and occult symbols illustrated” dimana ia membongkar rahasia dibalik simbol-simbol Freemasonry yang ternyata banyak berkaitan dengan simbol-simbol sihir / okultisme. Ia menyatakan bahwa:  “In the blue degrees the new Mason is told that the ‘G’ stands for ‘Geometry’ or ‘God’. The occultist Eliphas Levi, much quoted by Albert Pike in ‘Moral and Dogma’ explains “G which Freemasons place in the centre of the Burning Star signifies Gnosis and Generation, the two sacred words of the ancient Kabbalah.”

Artinya:

Anggota Mason yang masih baru, yang berada pada level Biru, maka padanya diceritakan bahwa “G” adalah singkatan dari “Geometri” atau “God” / Tuhan. Tetapi Eliphas Levi, seorang okultis / penyihir yang banyak menukil kata-kata Albert Pike dalam bukunya “Moral dan Dogma”, ia menjelaskan bahwa sesungguhnya “G” yang oleh Freemasons diletakkan ditengah-tengah Bintang yang Bersinar adalah merepresentasikan Gnosis dan Generasi, yakni dua kata suci yang berasal dari Kabbala Kuno”.

Tentang Kabbala, baca kembali kajian lalu berjudul “Kabbala (Sihir), Bagian dari Perilaku Yahudi” yang pernah dimuat pada Blog ini (http://ustadzrofii.wordpress.com/2012/02/17/kabbala-sihir-bagian-dari-perilaku-yahudi/).

Perhatikan betapa simbol Jangka Kompas Freemasonry tersebut diadopsi antara lain pada logo Trans TV berikut ini:

(sumber gambar: http://noblogandi.blogspot.com/2011/03/logo-coca-cola-dan-trans-tv-adalah-logo.html)

Simbol Mason seperti Jangka-Kompas & simbol Bintang Hexagram (Bintang David)juga dapat ditemui di berbagai bangunan monumen, seperti di Washington DC-Amerika, di airport Denver, bahkan di airport Iran.

(sumber: http://www.foxnews.com/world/2010/11/30/report-star-david-spotted-iranian-airport/#ixzz1lDhfsP3b)

2)  Simbol Tugu Obelisk

OBELISK adalah monumen batu monolitik berasal dari kebudayaan pagan Mesir Kuno, merupakan simbol nyala api yang mengarah ke atas sebagai pemujaan terhadap Dewa Matahari (Helios / Ra Goddes). Matahari merupakan tuhan tertinggi kaum pagan. Berikut ini adalah Obelisk yang dibangun oleh Fir’aun Ramses II & Ratu Hatshepsut.

Simbol pagan OBELISK ini tersebar di berbagai negara, mulai dari Vatican, New York, London, Paris, Washington DC bahkan MONAS di Jakarta.

(sumber: http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=12482580&page=420)

3)  Segitiga piramida dan Mata Satuadalah simbol Freemasonry

Horus adalah Dewa MatahariMata Horus menurut mereka adalah merupakan simbol mistik dari kekuatan gelap yang bermakna ‘Maha Tahu’ dan ‘Maha Melihat’, yang terlukis dalamhierogliphs (Tulisan Mesir kuno) di dinding-dinding Piramid dalam kepercayaan Mesir kuno.

Piramidadalahmerupakan lambang Firaun, simbol suatu Hierarki Kekuasaan.

Sedangkan Mata Satu (The all seeing eye) itu melambangkan bahwa pengendalian dunia di bawah pengawasan mata Lucifer (the eye of Lucifer) atau mata dewa orang Mesir Kuno yang merupakan tuhan mereka yang selalu mereka kunjungi di sela-sela pertemuan rahasia yang diadakan para penganut Masuniyyah (Freemasonry).

Perhatikan betapa simbol Piramid dan Mata Satu itu banyak bertebaran disekitar kita, contohnya adalah pada uang 1dollar Amerika.

Simbol Piramida dan Mata Satu (“Mata Horus”) pada Uang 1 dollar Amerika ini merupakan simbol Freemasonryyang sesungguhnya diadopsi oleh mereka dari Berhala Mesir Kuno tersebut.

Kemudian perhatikan betapa simbol tersebut dibentuk dengan gerakan tangan oleh Mr. Spock di film “Startrek”, dan simbol itu juga muncul di film kartun anak-anak seperti  “South Park” – “Tom and Jerry” – “Nickelodeon”, atau menjadi maskot pada Olympiade 2012 di London dan lain sebagainya.

Banyak diantara kaum Muslimin yang “merasa tenang” apabila anak-anaknya menonton film kartun di TV-TV mereka, karena dianggapnya bahwa film kartun itu “lebih aman” dibandingkan apabila anak mereka menonton sinetron atau sejenisnya. Mereka tidak sadar bahwa Freemasonrytelah membidik seluruh lini media massa, sehingga bahkan film-film kartun yang notabene untuk anak-anak kecil sekali pun telah menjadi ajang untuk menyelipkan simbol-simbol FreemasonryYahudi atau ajaran mereka. Anak-anak sedari kecil sudah diajarkan untuk terbiasa dengan simbol-simbol sihir yang dikemas dengan cara dibuat menarik, lucu, berwarna-warni dan menyenangkan bagi anak-anak; namun pada hakekatnya mereka itu telah dibiasakan sedari kecil untuk menerima simbol-simbol sihir ini sehingga tentunya apabila mereka dewasa akan lebih mudah untuk menerima ajaran Freemasonry Yahudi.

LOGO adalah suatu bentuk gambar / sketsa dengan arti tertentu, dan mewakili suatu arti dari perusahaan, daerah, perkumpulan, produk, negara, organisasi dan hal-hal lainnya yang dianggap membutuhkan hal yang singkat dan mudah untuk diingat sebagai pengganti dari nama sebenarnya. Perhatikan juga betapa berbagai logo perusahaan dibawah ini menggunakan simbol berbentuk Piramid dan Mata Satu:

(sumber: http://duncantrussell.com/forum/discussion/2217/all-seeing-eye-brethren/p1http://rikclaysblog.blogspot.com/2012/03/london-olympics-2012-logos-creator.html,http://www.bibliotecapleyades.net/sociopolitica/atlantean_conspiracy/atlantean_conspiracy33.htmhttp://enominepatris.com/occult/index.htm,http://freemantv.com/illuminati-symbolism/)

Bahkan beberapa bangunan seperti gedung Olympiade di China, rumah seorang supermodel bernama Naomi Campbell, dan Bundaran Hotel Indonesia pun mengadopsi simbol Mata Satuini.

Adapun simbol piramida tampak diadopsi dalam berbagai bangunan seperti piramid di Museum Lovre Perancis, Summum piramida di kota Salt Lake City – USA, Trans Amerika Piramid di San Fransisco, Piramid di Astana – Kazakhstan, Piramid di Goja Music Hall – Prague, dan perhatikan betapa kota Surabaya pun ternyata memiliki piramid dan obelisk :

(sumber: http://itstargate.wordpress.com/2012/02/22/novel-heboh-the-jacatra-secret-misteri-satanic-symbols-di-jakarta/)       

4)  Simbol “Baphomet

Baphomet  adalah Dewa Romawi Kuno, yang menjadi lambang pemujaan setan. PatungBaphomet ini antara lain ditemukan di kuil Templar, dan banyak digunakan sebagai simbolFreemasonry.

Daniel T. Lewis yang mempelajari tentang simbol-simbol sihir (Occultic Symbolism) menjelaskan dalam situsnya lewisdt.com tentang figur Baphomet ini sebagai berikut:

“…Hermes is analogous to the Roman Mercury (the other morning star). According to mythology, Hermes seduced Venus with the help of Zeus. She bore him a son named Hermaphroditos. Pan is also considered to be a son of Hermes. Hermaphroditos was the bisexual offspring of the messenger god Hermes (Mercury) and Aphrodite (Venus), the goddess of love. Thus Hermaphroditos is identified with the Baphomet, Ying-Yang, and the goat of Mendez.

(Artinya:

“….Hermes adalahanalog dengan(dewa) Mercuriusdari Romawi(bintang pagi lainnya).Menurut mitologiHermestergodaVenusdengan bantuanZeusIa melahirkanseorang putra bernamaHermaphroditosPanjugadianggap sebagaiputraHermes.HermaphroditosadalahketurunanbiseksualdariutusandewaHermes(Mercury)danAphrodite(Venus), dewi cinta.JadiHermaphroditosdiidentifikasikandenganBaphometYingYang, dankambingMendez.”)

(sumber foto: davidicke.com)

George Washington yakni Presiden Amerika Serikat yang pertama (1789-1797 M), juga merupakan seorang anggota Freemason.

 

Tercatat dalam sejarah bahwa pada 18 September 1793, Freemasonry yang telah sukses mendominasi Amerika, dengan Presiden Amerika Serikat-nya yang seorang Freemasonkemudian meletakkan batu dengan ukiran jangka dan kompas didepan gedung Capitol Building di Washington DC.

On September 18, 1793 masons succeeded in dominating US, Mason president Washington laid this cornerstone with square and compass engraved on it, outside the capitol building.

(sumber: http://www.garone.net/tony/random.html)

Perhatikan ternyata patung George Washington yang dipahat oleh Horatio Greenough(tahun 1840), dan sekarang berada di National Museum Of American History itu dibuatbergaya Baphomet.

Seorang anggota kongres dari negara bagian Virginia bernama Henry Wise yang melihat patung George Washington, bahkan menunjukkan keheranannya terhadap pose patung tersebut, dengan berkomentar, “Dia (Horatio Greenough – sang pemahat) tidak pernah di dalam hidupnya melihat Washington melepaskan pakaiannya, lalu mengapa dia menggambarkan George Washington seperti itu? Hmmmm…

(sumber foto: http://www.abovetopsecret.com/forum/thread877503/pg1)

5) Simbol “The Masonic Torch” (Obor Freemason)

Darimana asal-usul simbol api Obor (The Masonic Torch) yang kerap digunakan olehFreemasonry?

Ternyata ia pun berasal dari kepercayaan paganisme. Sebagaimana dijelaskan oleh Daniel T. Lewis yang banyak menelaah tentang simbol-simbol sihir (Occultic Symbolism) dalam situsnya lewisdt.com bahwa:

The flame on the forehead of the Baphomet symbolizes the light bearer (Lucifer or Hermes).”

(Artinya: “Api yang berada pada dahi Baphomet itu merupakan simbol dari sang pembawa cahaya (Lucifer atau Hermes”)

Dengan kata lain api itu adalah simbol daripada Syaithoon, yang mereka sebut sebagai Luciferatau Hermes.

Api pada dahi Baphomet adalah simbol syaithoon Lucifer / Hermes

Hal ini mengingatkan kita akan firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. Shood (38) ayat 76:

قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ ۖ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

Artinya:

Iblis berkata: Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”.

Dalam mitologi Yunani Romawi Kuno, Daniel T. Lewis menjelaskan kembali dalam situsnya bahwa simbol api obor itu juga melambangkan peristiwa dimana dewa Prometheus mencuri api dari gunung Olympus untuk kepentingan manusia. Oleh karena itu bahkan sampai hari ini, Olympiade selalu dilaksanakan dengan ritual paganisme penyalaan obor Olympiade di Yunani.

Dan perhatikan betapa konsep simbol api ataupun obor dewa Prometheus ini digunakan dalam mendesain logo-logo perusahaan, simbol-simbol Olympiade, bahkan diabadikan dalam bentuk patung didepan gedung Rockefeller Center di New York – USA. Perhatikan pula mengapakah bagian puncak tugu Monas – Jakarta juga bersimbolkan api obor?

 

(sumber foto: http://wavetheblack.blogspot.com/2010/02/diana-in-bohemian-grove.htmlhttp://leaksource.wordpress.com/2011/03/06/1936-berlin-olympic-games-occult-masonic-symbolism/http://lewisdt.com/symbols/)

Bagaimana dengan the Statue of Liberty di New York, yang digambarkan sebagai figur seorang perempuan yang membawa obor ditangannya?

Daniel T. Lewis menjelaskan bahwa Frederic Auguste Bertholdi, pematung yang mendesain the Statue of Liberty itu mengambil inspirasi patungnya dari paganisme Babyloniadewi Ishtar / Isis yakni dewi perlambang kesuburan, cinta, Penerang Dunia (The Light of the World), serta Obor Langit dan Bumi (the Torch of Heaven and Earth). Digambarkannya dewiIshtar / Isis pada the Statue of Liberty tersebut menggenggam obor Prometheus.

The Babylonian goddess Ishtar was equated by the Greeks with either Hera or Aphrodite

Perhatikanlah betapa penggambaran figur dewi Ishtar / Isis yang memegang obor Prometheustersebut tidak hanya muncul pada the Statue of Liberty saja, tetapi juga diadaptasi pada logo perusahaan berikut ini:

(sumber foto: http://leaksource.wordpress.com/2011/03/06/1936-berlin-olympic-games-occult-masonic-symbolism/)

6)  Simbol burung perlambangDewa Horus

Burung ini adalah simbol Dewa Horus pada Berhala Mesir Kuno :

Simbol Dewa Horus ini ternyata muncul pada simbol berbagai negara, antara lain: Lambang Burung AmerikaSimbol Nazi, bahkan Garuda Pancasila.

Bahkan masih banyak lagi berbagai negara di dunia yang menggunakan simbol burung DEWA HORUS ini !

(sumber foto: http://id-id.facebook.com/notes/kabar-dunia-islam/garuda-pancasila-zionisme-dan-freemasonry/324543977638902)

7)  Simbol Burung Hantu “Moloch

MOLOCH,yakni burung hantu (owl) yang merupakan binatang peliharaan Dewi Athenadalam paganismemerupakan simbol sihir karena melambangkan kemampuan melihat didalam kegelapan.

Kiri atas: Patung burung hantu di Akropolis – Athena. Kanan atas: Pahatan bergambar Burung hantu di Mesir. Bawah: koin Yunani Kuno.

Simbol MOLOCH ini digunakan dalam ritual-ritual sihir oleh organisasi penyembah setan.

Sebuah ritual tampak sedang dilaksanakan didepan patung raksasa berbentuk burung hantu yang dibangun pada tahun 1920 di dekat perkemahan di Monte Rio, California – USA.

Perhatikan bahwa simbol ini juga digunakan dalam film Harry Potter” (yang pernah marak diputar di Indonesia). Bahkan simbol MOLOCH ini membentuk denah Capitol Hill di Washington DC dan diselipkan disudut uang 1 Dollar Amerika, serta terdapat pula pada ornamen bangunan-bangunan di Broadway, gedung Woolworth di Manhattan, dan muncul pada film-film kartunWalt Disney contohnya adalah karakter “Scowl the Owl” pada film kartun serial Snow White – “Happily Ever After” atau pada film kartun “Bambi”.

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan.

Kiri atas: Burung hantu di gedung the Merchants Building di Broadway jalan 4th Street – NYC. Kanan atas: detail gedung  the Catford Broadway Theatre, London. Kiri bawah: Burung hantu di gedung the Woolworth Building di Manhattan, NYC. Kanan bawah: Burung hantu di jembatan the Merritt Parkway di Connecticut.

(sumber foto: http://www.richardcassaro.com/uncovering-the-secret-owl-society)

8)  Simbol “Sphinx

Sphinx dalam paganisme Mesir Kuno adalah melambangkan Fir’aun sebagai reinkarnasi dari Dewa Matahari. Patung Sphinx ini ternyata dibuat replikanya di depan gerbang Loji Mason terbesar di Washington DC, yakni “House of The Temple”.

9) Simbol “Pentagram” dan “666

Pentagram dan 666 adalah simbol Syaithoon (Satanist Symbol).

Richard Cassaro, seorang junalis dan penuslis Amerika yang mempelajari tentang kebudayaan-kebudayaan kuno, dalam tulisannya yang berjudul “The True Occult Secret of the Pentagram” di situsnya richardcassaro.com, menjelaskan perkataan Gregory H. Peterstentang Pentagram sebagai berikut:

“The Pentagram has a long history of occult use. It was by use of a poorly constructed Pentagram that Mephistopheles was able to manifest in the circle of Faust! Magical grimoires of the western esoteric tradition are replete with examples of pentagrams being used as protective and evocatory talismans, or as the seals of circles of the Art which were traced on the floor of the ritual chamber. Literally thousands of examples are extant from the works of Trithemius, Dr. John Dee, Heinrich Agrippa, Kircher, Bruno, and many others, which show the hermetic and kabalistic applications of the Pentagram in ceremonial ritual use. (- Gregory H. Peters, The Sacred Pentagram)

Artinya:

Pentagram ini memiliki sejarah yang panjang digunakanuntuk okultisme / sihir.Dengan menggunakan sebuah Pentagram yang dibuat dengan konstruksi yang sederhana, Mephistopheles mampu mewujudkan lingkaran FaustKekuatan magis grimoires dari tradisi esoteris Barat dilengkapi dengan contoh pentagram, digunakan sebagai jimat pelindung atau sebagai segel lingkaran seni yang dijiplak di lantai ruangan ritual. Secara harafiah ribuan contoh yang masih ada dari karya Trithemius, Dr John Dee, Heinrich Agrippa, Kircher, Bruno, dan banyak lainnya, menunjukkan aplikasi hermetis dan kabalistik dari Pentagram digunakan dalam ritual-ritual upacara (– sihir –).” (- Gregory H. Peters, “Pentagramyang Suci”)

Bahkan penjelasan yang lebih tegas lagi datang dari penyihir Eliphas Levi (Alphonse Louis Constant) dalam bukunya tentang Pentagram yang berjudul “Transcendental Magic”. Eliphas Levi berkata sebagai berikut:

“The Pentagram expresses the mind’s domination over the elements and it is by this sign that we bind the demons of the air, the spirits of fire, the spectres of water, and the ghosts of earth.  It is the Star of the Magi, the burning star of the Gnostic schools, the sign of intellectual omnipotence and autocracy.  Its complete comprehension is the key of two worlds—it is absolute natural philosophy and natural science.  Its use, how¬ever, is most dangerous to operators who do not completely and perfectly understand it.  All mysteries of magic, all symbols of the gnosis, all figures of occultism, all Qabalis¬tic keys of prophecy, are resumed in the sign of the Pentagram, which Paracelsus pro¬claims to be the greatest and most potent of all.

Artinya:

Pentagram mendominasi pikiran atas berbagai unsur dan dengan tanda (pentagram / bintang lima) ini kita mengikat syaithoon-syaithoon dari udara, roh-roh api, para hantu dari air, dan para hantu dari bumi. Ini adalah Bintang Majusi, bintang pembakaran ajaran Gnostik, tanda kemahakuasaan intelektual dan otokrasi. Pemahaman yang lengkap terhadapnya adalah kunci dari dua dunia – itu adalah filsafat paling murni dan ilmu pengetahuan yang sejatiBagaimanapun juga, penggunaannya paling berbahaya bagi operator yang tidak memahaminya secara sempurna dan lengkapSemua misteri sihir, semua simbol dari gnosis, semua tokoh okultisme, semua Kabaalistik kunci nubuat adalah terdapat pada tanda Pentagram, yang diklaim sebagai yang paling besar dan paling ampuh dari semuanya.”

Perhatikanlah betapa simbol ini pun banyak diadopsi / digunakan dalam berbagai logo perusahaan / institusi yang tidak asing bagi kita :

(sumber : http://www.richardcassaro.com/sinister-corporate-symbols-part-2,

http://www.goodnewsaboutgod.com/studies/political/newworld_order/world_order.htmhttp://matrixofevil.blogspot.com/2012/03/misteri-angka-setan-dan-sihir-sigil.html)

Dan betapa banyak negara-negara di dunia ini yang juga menggunakan simbol bintang lima (pentagram) pada bendera mereka:

(sumber : http://www.richardcassaro.com/sinister-corporate-symbols-part-2)

10)  Simbol “Bintang Daud (David Star)

Simbol Hexagram Bintang Daud adalah simbol yang juga banyak digunakan oleh Freemasonry. Perhatikan bahwa simbol tersebut pun diadopsi oleh beberapa perusahaan yang tidak asing bagi kita ini, bahkan juga digunakan sebagai ornamen hias di gedung Bank Indonesia.

(sumber: http://seeker401.wordpress.com/2010/09/26/mark-zuckerbergs-facebook-jacket-logo-star-of-david/http://aku-macjay.blogspot.com/2010/10/jejak-yahudi-di-indonesia.htmlhttp://hxforum.org/showthread.php?t=2054)

11)  Simbol “Salam Setan (Syaithoon)

Dalam sebuah buku berjudul “Satanic Bible” yang ditulis oleh Anton Szandor LaVey, dijelaskan bahwa Horned Hand atau The Mano Cornuto adalah:
“This gesture is the Satanic salute, a sign of recognition between and allegiance of members ofSatanism or other unholy groups ” — (simbol gerakan Salam Setan (Syaithoon), yang berfungsi sebagai tanda pengenal diantara para anggota grup penyembahSetanisme / Syaithoonisme)

Salam Setan (Syaithoon)yang dilakukan oleh mereka di depan altar Baphomet tersebut adalahuntuk menyatakan kepatuhan mereka terhadap Syaithoon.

Ternyata berbagai Tokoh Politik Dunia terlihat memberikan tanda gerakan tangan “Salam Syaithoon” (Satanic Salute) ini, mereka antara lain adalah: Pangeran William, Perdana Mentri Italia Berlusconi, Barrack Obama, Presiden Perancis Sarkozy, George W. Bush, Clinton, Hillary Clinton, Dan Quayle, bahkan Ahmadinejad.

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan.

(sumber foto: http://www.thetruthseeker.co.uk/?p=2808,http://www.infiniteunknown.net/2011/09/19/the-new-world-order-by-henry-makow/)

12)  Simbol “Salam Mason” The Grip

Darimanakah asal-usul simbol “The Grip” / “Salam Mason” ini?

Dari buku berjudul “Codex Magica” tulisan Texe W. Marrs halaman 157, dijelaskan bahwa:

This drawing of the ancient Babylonian godNebo, from a Dictionary of the Bible, makes him appear to be instructing adepts on the finer points of using hand signals or mysterious grips … the Biblical King Nebuchadnezzar in the book of Daniel was named after Nebo.”

Jadi ternyata simbol “Salam Mason” / “The Grip” itu berasal dari gambar dewa bangsa Babylonia kuno yaitu Nebo (Raja Nebukadnezar), yang tertera dalam “Dictionary of the Bible” di British Museum, London.

Simbol ‘Grip’ (genggaman tangan) yang ditunjukkan oleh Raja Nebukadnezar, melambangkansimbol okultisme yang dicontoh oleh organisasi Freemason.

Sepintas terlihat seperti salam tangan biasa, kecuali bahwa IBU JARI MENEKAN sela-sela pangkal dari jari telunjuk dan jari tengah orang yang disalaminya, sehingga orang yang disalami tersebut menyadari secara diam-diam bahwa orang yang memberi salam tersebut juga sesama anggota Freemasonry. Ini salah satu kode rahasia Mason.

(sumber: http://media-conspiracy-manipulation.blogspot.com/2011/10/saludo-mason.html)

Perhatikan betapa banyak diantara tokoh-tokoh politik dunia yang ternyata merupakan anggotaFreemasonry, dimana diantara mereka saling memberikan salam khas antar Mason. Terlihat betapa diantara Presiden Iran Ahmadinejad dan Larry King dari CNN melakukan salam Mason. Kemudian didalam situs-situs media Barat tersebut diberitakan bahwa Paus Benedict, Tony Blair, Gorbachev dan Robert Schuller adalah anggota Mason tingkat 33, yang merupakan tingkat tinggi dalam Freemasonry.

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan.

Presiden Lyndon B. Johnson (seorang Master Mason) memberikan “Salam Mason”kepadaJ. Robert Oppenheimer, seorang ilmuwan yang mengawasi proyek nuklir pertama dalamProject Manhattan, dimana bisa diartikan sebagai kesepakatan mereka untuk pembuatan senjata pemusnah massal (New World Order plans).

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan.

(sumber foto: http://metaexistence.org/exposedmasons.htm,http://forum.prisonplanet.com/index.php?topic=34620.0,http://www.infiniteunknown.net/2010/08/26/australia-julia-gillard-wayne-swan-bob-katter-and-the-masonic-handshake/)

13)  Simbol “The Hidden Hand” / “The Magical Sign of the Master of the Second Veil

Simbol tangan yang oleh mereka (Freemasonry) disebut sebagai “Sign of the Master of the Second Veil” atau “Sign of the Hidden Hand of the Men of Jahbuhlunsesungguhnya apabila diteliti adalah berasal dari paganisme yang digambarkan simbolnya dalam figur tiga tokoh dewa di kuil Nubia. Masing-masing membawa salib AnkhMesir, yang menandakan kelahiran kembali dan reinkarnasi di salah satu tangan mereka.

 

Three regal figures belonging to a Nubian temple. Each carries the Egyptian ankh, signifying rebirth and reincarnation in one hand. Other symbols are also seen (Drawing: Book, The Round Towers of Atlantis, by Henry O’Brien, Adventures Unlimited Press, Kempton, IL, 2002).

Gambar berikut ini berasal dari buku “Duncan’s Masonic Ritual and Monitor” Edisi ke-3 halaman 226, karya Malcom C. Duncan. Pose ini menunjukkan seorang Royal Arch Masonsedang memperagakan magical Sign of the Master of the Second Veil atau yang juga disebut sebagai Sign of the Hidden Hand of the Men of Jahbuhlun tersebut.

Didalam bukunya “Codex Magica” halaman 54, Texe Marrs menjelaskan tentang apa itu yang disebut dengan “Sign of the Hidden Hand of the Men of Jahbuhlun ini sebagai berikut:

The Blue Lodge Masons, encompassing the first three degrees of Masonry, are
instructed that they are seeking the Lost Word or the Lost Name of God…It isn’t until
they reach the level of Royal Arch Masonry (seventh degree, York Rite) that they
discover that the Lost Name of God wasn’t lost after all. It’s at this level that they
learn the sacred name of Masonry’s God.

They find that the sacred name of (the Masonic) God is composed of three names
representing the three identities of God. It is so sacred it takes three Royal Arch
Masons to be able to speak it.. Jahbuhlun
. The three Masons grip hands high and low
and chant, 
Jah-buh-lun, Jah-buh-lun, Jah-buh-lun, Je-hov-ah. The name Jahbuhlun
has three syllables representing a composite God made up of three subordinate
deities. The Masonic material identifies the three as Yah (or Yahweh), Baal, and
Osiris
. Logically, the name should be spelled Yah-Baal-On, but Duncan’s Masonic
Ritual and Monitor admits that over the years the spelling has been “corrupted” by
Freemasonry until it reached its current form
.”

Artinya:

(“Mason level Blue Lodge, melalui tiga tingkatan Masonry dengan mendapatkan instruksi bahwa mereka akan mencari Kata yang Hilang atau Nama Tuhan yang Hilang… Tidaklah sampai mereka mencapai level Royal Arch (tingkat ketujuh, York Rite) sehingga mereka menemukan bahwa Nama Tuhan yang Hilang itu tidaklah hilang sama sekali. Pada level / tingkatan ini maka mereka akan menemukan nama yang suci dari Tuhan-nya Masonry.

Mereka menemukan bahwa nama yang suci dari Tuhannya kaum Mason itu terdiri dari 3 nama yang merepresentasikan 3 orang dewa. Nama itu begitu rahasia sehingga dibutuhkan 3 orang Mason tingkat Royal Arch untuk bisa mengucapkannya. Jahbuhlun. Ketiga Mason itu menggerakkan tangannya naik dan turun sambil bersenandung: Jah-buh-lun, Jah-buh-lun, Jah-buh-lun, Je-hov-ah”. Nama Jahbuhlun itu terdiri dari 3 suku kata yang merepresentasikan Tuhan yang terdiri dari 3 dewa. Materi Mason mengidentifikasikan ketiganya itu sebagai Yah (atau Yahweh), Baal dan Osiris. Semestinya secara logis, nama itu dieja dengan Yah-Baal-On, tetapi Duncan penulis MasonicRitual and Monitor” mengakui bahwa pengucapan itu telah diplesetkan selama bertahun-tahun oleh Freemasonry hingga mencapai bentuk yang seperti sekarang ini.”)

Berikut, perhatikan betapa berbagai tokoh dunia ini memperagakan kode tangan Freemasonrytersebut. Mereka itu antara lain adalah: Karl Marx (– penulis “the Communist Manifesto” di tahun 1848–), George Washington, Abraham Lincoln, Musthofa Kemal Attaturk, Stalin, Solomon Rothschild, Wolfgang Amadeus Mozart, Marquis de Lavayette, Napoleon Bonaparte, Lenin, Barack Obama, Friedrich Nietzche (– Seorang filsuf dari Jerman yang juga seorang atheis, konsep Nietzche the Ubermensch / “Manusia Super kemudian menjadi inspirasi bagi Adolf  Hitler dan ajaran Partai Nazi –), Perdana Mentri Italia Berlusconi, Hosni Mubarak, dan masih banyak lagi.

Peletakan tangan di dada dengan gaya seperti itu bukanlah suatu pose yang kebetulan saja. Namun itu sesungguhnya adalah salah satu simbol rahasia mereka dan hal ini menunjukkan bahwa orang-orang tersebut adalah anggota Freemasonry.

 

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan.

(sumber foto: http://www.infiniteunknown.net/2011/09/19/the-new-world-order-by-henry-makow/http://www.whale.to/b/hand_sign.html, danhttp://vigilantcitizen.com/vigilantreport/the-hidden-hand-that-changed-history/)

14)  Simbol “Skull & Bones

What is the deeper meaning behind the Skull & Cross Bones?

Apakah makna yang sebenarnya dibalik simbol “the Skull & Cross Bones” (Tengkorak dan Tulang Bersilang)?

Didalam situs richardcassaro.com, dijelaskan bahwa simbol “the Skull & Cross Bones” yang seringkali digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu itu berbahaya atau mengandung racun,  dan yang terdapat pada label obat-obatan yang dianggap berbahaya ini; ternyata sesungguhnya memiliki arti yang lebih dalam daripada itu.

Ternyata simbol ini adalah berasal dari kepercayaan paganisme yang digunakan oleh para penyihir (okultis) untuk memperoleh kekuatan spiritual.

Richard Cassaro, seorang jurnalis dan penulis buku Amerika yang mempelajari kebudayaan kuno, dalam situsnya menjelaskan sebagai berikut:

The great unknown secret behind the Skull & Cross Bones is that it is not a symbol of death, but of life. It was used by ancient priests and priestesses worldwide, from the Mayans in Mesoamerica to the Etruscans in Europe.

(Artinya: “Rahasia besar yang terselubung dibalik simbol the Skull & Cross Bones adalah bahwa ia bukanlah simbol kematian, tetapi ia adalah simbol kehidupan. Simbol ini digunakan oleh pendeta-pendeta paganisme di seluruh dunia, dari mulai suku Maya di Mesoamerika hingga Etruscans di Eropa”)

Above: 3,000 years ago the ancient Etruscans and ancient Mayans (twin civilizations that developed separately) both created Skull and Bones images.

(sumber: http://www.richardcassaro.com/the-arcane-meaning-of-the-skull-cross-bones-symbol)

Dan menurut Richard Cassaro, simbol the Skull & Cross Bones ini banyak digunakan oleh organisasi yang melakukan ritual-ritual okultisme / sihir seperti Freemasonry.

Richard Cassaro menambahkan sebagai berikut:

The Skull & Cross Bones motif was used by many American college fraternities, sororities and secret societies founded in the nineteenth and twentieth centuries. The most well-known example of this usage is the Skull & Bones society, a secret society at Yale University which derives its very name from the symbol.”

(Artinya: “Simbol the Skull & Cross Bones ini banyak digunakan di perkumpulan-perkumpulan mahasiswa di universitas-universitas Amerika dan organisasi-organisasi rahasia yang didirikan sejak abad 19 dan abad 20. Contoh yang paling masyhur adalah perkumpulan rahasia mahasiswa di Universitas Yale – Amerika, yang mengambil nama organisasinya dari simbol tersebut”)

The Skull and Bones “Tomb” on the Yale campus(Kuburan the Skull & Bones di kampus Yale)

Presiden Amerika George Bush tercatat sebagai anggota perkumpulan the Skull & Bones ketika ia di Universitas Yale pada tahun 1948.

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan.

(sumber foto: http://5election.com/2012/02/13/skull-bones-a-dangerous-secret-society/)

Anggota the Skull & Bones di Yale ini harus menjalani berbagai ritual aneh, antara lain berbaring didalam peti mati, mencium tengkorak dan lain sebagainya. Bahkan tersebar berita bahwa beberapa anggota perkumpulan the Skull & Bones ini memiliki tengkorak Geronimo,kepala suku Indian Apache yang tewas ketika melawan pasukan Amerika Serikat di tahun 1909. Salah satu anggota the Skull & Bones yang dikatakan mencuri tengkorak Geronimo dari kuburannya itu antara lain adalah Presscott Bush, kakek daripada George Walker Bush. Kisah ini menjadi menarik perhatian khalayak ramai karena kemudian keturunan Geronimo mengajukan tuntutan hukum pada anggota the Skull & Bones itu untuk mengembalikan tengkorak tersebut kepada mereka.

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak disamarkan.

(sumber foto:http://www.bibliotecapleyades.net/sociopolitica/esp_sociopol_skullbones05.htm)

Adapun simbol the Skull & Bones ini bukankah kerap terlihat pada label obat-obatan, sebagai simbol danger (bahaya), sebagai simbol pada bendera-bendera bajak laut, dan sekarang bahkan banyak digunakan sebagai ornamen-ornamen hias.

Demikianlah, simbol-simbol diatas hanyalah sebagian saja dari sekian banyak simbol Yahudi danFreemasonry. Hendaknya kaum Muslimin mengetahui hal ini, agar tidak mudah terperosok dalam meniru asesoris ataupun simbol-simbol yang bisa jadi berasal dari ideologi kaum Yahudi dan Freemasonry, dimana simbol-simbol mereka itu memiliki makna okultisme / sihir yang jelas-jelas bertentangan dengan ‘aqiidah Islamiyyah.

Kaum Muslimin pun hendaknya waspada terhadap maraknya penyebaran ajaran sekulerisme(– yaitu: memisahkan antara agama dengan pemerintahan, atau dengan kata lain adalah menjadikan suatu negara tidak berhukum dengan hukum Allooh سبحانه وتعالى –), ajarankomunisme dan sebagainya itu yang merupakan bagian dari ideologi yang disebarkan oleh Yahudi dan Freemasonry, dengan tujuan agar manusia melepaskan diri dari dien / agamanya dan pada akhirnya menjadi seorang yang atheis sebagaimana yang mereka putuskan dalamKonggres Freemasonry Internasional yang diadakan di Paris, Perancis pada tahun 1900 M, yaitu bahwa: “Tujuan (target) Freemasonry adalah mendirikan republik anti agama secara internasional.”

Sesungguhnya Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم telah memperingatkan hal ini sejak 1433 tahun yang lalu, bahwa kaum Muslimin akan melepaskan ikatan Islam satu demi satu dan pertama kali yang ditinggalkannya adalah Hukum Islam. Bukankah hal ini telah terjadi? Kaum Muslimin tidak lagi menjadikan Al Qur’an dan As Sunnah sebagai dasar perundang-undangan negerinya, Hukum Islam tidak lagi dijadikan landasan yang semestinya mengatur seluruh tatanan kehidupan kesehariannya. Tidaklah Islam itu hanya sebatas pada sholat-shoum-zakat-haji saja, tetapi semestinya adalah mengatur seluruh tatanan kehidupannya. Hal ini adalah sebagaimana dijelaskan dalam Hadits Riwayat Imaam Ibnu Hibban no: 6715 yang di-shohiihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albaany dalam Kitab Shohiih At Targhiib Wat Tarhiib no: 572, dari Shohabat Abu Umaamah رضي الله عنه, bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda:

لتنتقضن عرى الاسلام عروة عروة فكلما انتقضت عروة تشبث الناس بالتي تليها فأولهن نقضا : الحكم وآخرهن : الصلاة

Artinya:

Sungguh benar-benar ikatan Islam akan terurai satu demi satu. Setiap terurai satu ikatan, maka manusia terpaut dengan yang berikutnya. Pertama kali adalah terurainya ikatan Hukum (Hukum Islam tidak lagi ditegakkan — pent.) dan ikatan yang terakhirnya adalah Sholat.

(Baca kembali transkrip ceramah berjudul “Mengapa Gerakan Freemasonry Tersebar” yang pernah dimuat pada Blog ini, atau klikhttp://ustadzrofii.wordpress.com/2012/09/06/mengapa-gerakan-freemasonry-tersebar/)

Perhatikan struktur organisasi Freemasonry pada piramida dibawah ini. Lapis pertama dari piramida tersebut adalah “Secular Humanism”, dan naik beberapa tingkat keatasnya adalah menjadi “Communism”. Oleh karena itu wahai kaum Muslimin, waspadalah !

Berikut ini kita kaji apa saja yang menjadi program-program Internasional Freemasonry Yahudi tersebut, dan insya Allooh dalam kajian mendatang juga akan kita bahas tentang keberadaanFreemasonry di Indonesia.

II.  PROGRAM INTERNASIONAL FREEMASONRY

Terdapat 3 versi yang menjelaskan tentang “Program Internasional Freemasonry”, yang mana hal ini tidaklah aneh mengingat bahwa Freemasonry adalah organisasi yang sifatnya rahasia, sehingga adanya perbedaan antara versi yang satu dengan versi yang lain adalah wajar. Namun yang terpenting adalah bahwa hendaknya kaum Muslimin mengetahui strategi Freemasonry yang terbukti melalui berbagai bentuk sepak terjang dan upaya-upaya gigih mereka di dunia hingga saat ini.

II.1. Versi Pertama:

Dinukil dari Kitab “Rosaa’il fil Adyaan Wal Firoqi Wal Madzaahibi” (Risalah dalam Masalah Agama, Sekte dan Isme) tulisan Muhammad bin Ibrohiim Al Hamd halaman 146-147, maka Strategi Internasional Freemasonry adalah sebagai berikut:

1)  Memfokuskan pada pembentukan pemuda di seluruh dunia untuk mengabdi pada kemaslahatan Yahudi, dengan cara:

a)  Memanjakan para pemuda melalui berbagai media lahwun (perkara yang sia-sia / tidak berguna) bagi pemuda itu sendiri, apalagi bagi bangsa dan negaranya; karena para pemuda itu akan hidup dalam berbagai permainan.

b) Tenggelamkan para pemuda itu dalam kerusakan, dan dalam perkara-perkara yang tidak bermakna, melalui berbagai kegiatan-kegiatan atau organisasi-organisasi olahraga dan musik, dengan memanfaatkan media cetak serta media apa saja untuk mendukung hal tersebut.

c)  Menyebarkan narkoba, sentra-sentra free-sex (pergaulan bebas); yang mana hal ini diupayakan oleh Freemasonry agar para pemuda itu terlepas dari hidup yang serius, serta hidup yang penuh dengan cita-cita dan visi.

2)  Menggunakan wanita sebagai upaya untuk menyebarkan iklan-iklan yang sangat berkilau dari para wanita itu dan menyeru mereka supaya telanjang dan tidak berhijab; melalui berbagai syi’ar mereka seperti:

a) Kebebasan Wanita

b) Wanita Karier

c) Emansipasi (persamaan hak antara laki-laki dan perempuan)

d) Wanita yang bekerja adalah lebih baik daripada wanita yang tidak bekerja

e) Mengikutsertakan wanita dalam dunia ekonomi bangsa dan negara

f) Wanita diikutsertakan dalam bidang seni maupun bidang-bidang yang berkaitan dengan apa-apa yang menjadi kesukaan manusia

g) Wanita tidak boleh dibiarkan dianggap sebagai orang yang tidak berfungsi akalnya

3)  Memasuki Partai-Partai dan kemudian mengupayakan agar semua partai-partai itu terfokus untuk memberikan kontribusi yang positif bagi Yahudi; atau paling tidak adalah memberikan jaminan agar mereka tidak memberikan perlawanan terhadap Yahudi atau tidak membangkang terhadap apa-apa yang menjadi kemaslahatan Yahudi.

4)  Memberikan fondasi atau motivasi pada munculnya teori-teori atau pemikiran atau lembaga-lembaga yang menghembuskan kemerdekaan, misalnya: dengan pola pemikiran yang serba-merdeka, serba hak azazikarena hal yang demikian itu akan mempercepat menujunya situasi kekacauan yaitu kekacauan moral, porak-porandanya bangunan rumah-tangga dan sebagainya.

5)  Menggunakan cara sogok-menyogok dengan harta atau sex, terutama terhadap orang-orang yang memiliki kedudukan penting di masyarakat; untuk selanjutnyamerekrut mereka agar mereka berkhidmat serta berkontribusi untukFreemasonry. Hal ini dilakukan dengan menghalalkan segala cara.

6)  Memberikan motivasi terhadap teori-teori yang mendukung kekacauan teori ekonomi internasional melalui sistem kapitalisme / riba. Dimana hal ini dimaksudkan sebagai suatu cara untuk merusak akhlak dengan cara memanjakan manusia melalui harta ataupun rayuan perempuan. Ekonomi negara-negara pun harus dihancurkan atau dibelokkan sudut pandangnya, agar sesuai dengan kepentingan Freemasonry Yahudi.

7)  Merekrut sebanyak mungkin pengikut untuk bergabung dengan Freemasonrydan mendorong — terutama kepada orang-orang yang suka untuk dibayar — untuk masuk kedalam jeratan Freemasonry. Idealisme orang-orang seperti itu mudah dibeli oleh pemberian manfaat yang diinginkannya, dan Freemasonry memiliki kekuasaan terhadap apa yang diinginkan itu. Orang-orang yang orientasi hidupnya adalah materialistis maka akan mudah terkena jeratan virus ini. Orang-orang yang memiliki kesukaan pada “kursi” (jabatan), ataupun orang-orang yang memiliki kecenderungan pada hidup yang kacau, semau dirinya sendiri, serta ingin selalu dipatuhi diberbagai komunitas masyarakat; misalnya para Menteri, para pedagang, para tokoh jurnalis maupun para tokoh seni maka mereka semua itu merupakan target untuk direkrut menjadi anggota Freemasonry.

8) Memantapkan jeratan terhadap orang-orang yang sudah terpengaruh kedalam dunia Freemasonry ini dengan mengikat mereka dari berbagai sisi, sebagai upaya untuk menyempurnakan kekuasaan atas mereka. Juga memberikan kemudahan demi kemudahan bagi mereka padahal seyogyanya mereka itu berada dalam kehinaan untuk melakukan apa-apa yang menjadi keinginan Freemasonry.

9) Freemasonry mempersyaratkan kepada orang-orang yang ingin bergabung dengan Freemasonry untuk melepaskan segala ikatan dengan agamanya, melepaskan ikatan denga moral, dan juga melepaskan ikatan mereka dengan negeri atau kebangsaannya ataupun nasionalisme mereka. Dan kemudian hendaknya mereka itumemberikan loyalitas penuh hanya kepada Freemasonry.

10)  Seandainya seseorang yang sudah tergabung kedalam Freemasonry, dan telah dimanja dengan berbagai kemudahan yang diberikan oleh Freemasonry padanya, namun kemudian orang tersebut membangkang dan menentang dalam perkara apa saja yang menjadi keputusan organisasi Freemasonry; maka Freemasonry akan mengupayakan suatu strategi agar orang seperti itu terjerembab kedalam kehinaan, memberikan fitnah yang sangat besar baginya, yang bahkan bisa jadi akhir perjalanan bagi orang yang demikian adalah kematian.

Dengan kata lain, apabila ada anggota Freemasonry yang membangkang, maka ia akan dicelakakan dan akhirnya dibunuh.

11)  Freemasonry membebaskan diri dari orang-orang yang sudah diambil manfaatnya, dan yang sekarang sudah tidak lagi dibutuhkan oleh Freemasonry.

Demikianlah 11 poin Strategi Internasional Freemasonry sebagaimana dinukilkan dari Kitab “Rosaa’il fil Adyaan Wal Firoqi Wal Madzaahibi” (Risalah dalam Masalah Agama, Sekte dan Isme) tulisan Muhammad bin Ibrohiim Al Hamd.

II.2. Versi Kedua:

Sebagaimana yang dinukilkan dari buku berikut ini yaitu:

Buku berjudul “Jaringan Gelap Freemasonry – Sejarah dan Perkembangannya hingga ke Indonesia”, tulisan: A.D. El Marzdedeq, halaman 77 sampai dengan 91.

Silakan baca PDF buku ini pada kolom “view the book” di bagian kiri atas pada situs:http://archive.org/details/JaringanGelapFreemasonrySejarahPerkembangannyaHinggaKeIndonesia

Terdapat 10 Program Internasional Freemasonry yang bernama berikut ini :

  1. Takkim
  2. Shada
  3. Parokim
  4. Libarim
  5. Babill
  6. Onan
  7. Protokol
  8. Gorgah
  9. Plotisme
  10. Qornun

Dimana program-program itu bila dijabarkan, maka tidak jauh dari poin-poin sebagaimana yang terdapat pada versi pertama diatas. Apabila diuraikan, maka ke-10 Program Internasional Freemasonry itu adalah:

1. Program “Takkim” :

–    Pada masa Nabi Isa عليه السلام:

Orang-orang Yahudi dengan segala tipu dayanya ingin membunuh Nabi Isa عليه السلام, diantaranya dengan fitnahan keji “Ingin Menjadi Raja Yahudi” yang disampaikannya pada penguasa Romawi. Tetapi Allooh سبحانه وتعالى menyelamatkan Nabi Isa عليه السلام, dan sebagai gantinya Yudas tersalib di Golgota.

Maka setelah dianggapnya Nabi Isa عليه السلام tiada lagi, orang Yahudi berusaha menghancurkan ajarannya yang sudah tersebar dengan “Takkim”, yakni :

a)  Merusak ajarannya yang ada, dengan mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram.

b) Merombak akidah dengan mempertigakan Tuhan (Trinitas)

c)  Merusak Injil yang ada dan menulis Injil palsu

d) Saul (Paulus) dijadikan Nabi Isa tandingan.

Akibat Takkim itu, ajaran Nabi Isa عليه السلام porak-poranda. Timbullah ajaran baru buatan Yahudi yang bermacam-macam.

–  Pada masa Islam :

a)  Takkim pertama adalah pada zaman Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, orang-orang Yahudi memupuk Munafiqin dan Mudahin. Mereka diantaranya berusaha mengacaukan ajaran Islam, memfitnah istri Nabi صلى الله عليه وسلم, bersihir, memecah belah Anshor dan Muhajirin, membuat masjid Dhiror, dan sebagainya. Tokoh yang terkenal adalah ‘Abdullooh bin Ubay bin Salul. Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم tidak dapat diperdayakan, karena selalu berada dalam lindungan Allooh سبحانه وتعالى.

b) Dengan memecah belah Khalifah Ali bin Abi Tholib رضي الله عنه dengan Mu’awiyyah رضي الله عنه, sehingga ‘Aa’isyah رضي الله عنها (istri Nabi صلى الله عليه وسلم) turun tangan. Akibat gerakan Takkim Yahudi itu, Khalifah ‘Umar, ‘Utsman dan Ali رضي الله عنهم gugur. Kemudian berkepanjangan sampai timbul kekhalifahan Barat dan kekhalifahan Timur.

Tokoh munafiqin yang terkenal adalah Jirji ben Shada, seorang Yahudi yang biasa dipanggil ‘Abdullooh bin Saba. Ia membuat fitnah dan merusak akidah dengan mendirikan aliran Sabaiah yang mempertuhankan Ali رضي الله عنه.

c)  Membuat beratus-ratus Hadits palsu, memasukkan dongeng Israiliyat, merubah penafsiran Al Qur’an dan sebagainya.

d) Mendangkalkan akidah ummat dengan filsafat Yunani, sehingga timbul aliran kerahiban, tarikat SufiMu’tazilah dan sebagainya. Maka datanglah filsuf-filsuf Islam yang menguraikan akidah Islam dengan filsafat Yunani, menuruti pikiran Aflatun (Plato), Aristun (Aristoteles) dan sebagainya.

e)  Membuat lembaga pendidikan Islam yang dipimpin seorang alim didikan Freemasonry. Ia menafsirkan Al Qur’an dan Hadits dengan alam pikiran Freemasonry, seperti mengingkari mu’jizat dan sebagainya.

Lembaga pendidikan mereka berkembang sejak zaman kekhalifahan Abbasiyyah, Bani Umayyah, Turki Utsmani sampai masa sekarang. Lembaga pendidikan mereka ada yang tertutup dan ada yang terbuka.

Buah hasil mereka adalah alim ulama sekuler, alim ulama serba akal, dan minimalnya alim ulama yang meragukan kerosuulan.

Pada masa dahulu mereka menghasilkan Ar-Razi yang mengingkari kenabian, Ibnu Sina yang beranggapan bahwa Allooh سبحانه وتعالى tiada mengetahui yang kecil-kecil, mengingkari kiamat dan sebagainya; dan Ibnu Arabi serta filsuf-filsuf lainnya.

Pada masa abad modern, tokoh-tokoh mereka: Goldziher, Maynard, S.M. Zwimmer, Azis Athiyah Surial, G. Von Gurenebaum, Philip Hittit, A.J. Wensinck, Kenneth Crag, Louis Massignon, D.B. MacDonald, Majid Qadari, Reynold A. Nicholson, D.S. Margoliouth, J. Schat, Rasyad, Hendry Lamens, Harvey Hull, Gibb, Gholamlam, Jamaluddin Al Wabuli (Wabuli istilah Freemasonry bagi kata Kabuli. Freemasonry Mesir telah mengklaim bahwa Jamaluddin Al Kabuli atau Al Afghani dan Muhammad Abduh sudah menjadi anggota mereka), dan lain-lainnya.

Murid-murid Freemason adalah : Rifa’ah Thathawi, Khairuddin At Tunisi, Burtus (Petrus Bustani) penyebar slogan Hubbul Wathon Minal Iman (– Cinta negeri bagian daripada iman – pent.) (1819-1883), Jirji Zaidan, Sulaiman Taqla, Jamaluddin Al Kabuli, Haikal, Thaha Husain, Ali Abdurraziq, dan lain-lainnya.

f)  Menghidupkan kembali sunnah Jahiliyyah dengan alasan melestarikan adat-istiadat nenek moyang.

g) Menjadikan Islam supaya tasyabbuh (menyerupai) Yahudi, Nashroni, dan agama lainnya; diantaranya memasukkan bentuk nyanyian gereja ke masjid, ulang tahundan sebagainya.

Takkim Freemasonry berhasil menghancurkan kekhalifahan Barat dengan menghasut rahib-rahib dan raja-raja Katolik. Sebanyak 600.000 ummat Islam dimurtadkan, dibunuh dengan kejam, dan sebagainya dalam pengadilan darah.

Hulagu Khan menghancurkan kekhalifahan Barat, konon diundang oleh orang-orang Yahudi melalui wazir Khalifah dan Khalifah sendiri terbujuk untuk mengirimkan pasukan penyerang menghadang pasukan Mongol.

Kekhalifahan Turki Utsmani hancur oleh gerakan Freemasonry dan berdirilahRepublik Turki Sekuler pimpinan Mustafa Kemal Pasha yang bergelar Attaturk. Kemal Attaturk menghapuskan pengadilan syari’at, menutup beberapa buah masjid, mengharuskan adzan dengan bahasa Turki, zakat untuk negara, menggantikan libur Jum’at dengan libur Ahadmenghapus Jilbabmengganti penanggalan Hijriyah dengan penanggalan Masehimendirikan sekolah sekuler dan sebagainya. Kemal Attaturk adalah anggota Freemasonry tingkat tinggi.

2. Program “Shada” :

Program kedua dinamakan “Shada”, dalam istilah Freemasonry berarti membentuk agama baru dan agama tandingan di seluruh dunia.

Di Amerika Serikat timbul Gereja Setan, Mormon, Saksi Yehova, Gereja Anak Tuhan dan sejenisnya.

Di Indiaketika ummat Islam bangkit untuk kembali kepada ajaran Al Qur’an dan Hadits dan berusaha mengobarkan jihad fii sabiilillah, maka kaum penjajah Inggris bekerjasama dengan pihak Freemasonry mendirikan gerakan Anti-JihadPertamadengan menggalakkan Sufi dengan perantaraan alim ulama bayaran anggota Freemasonry, danKedua dengan gerakan kemahdian yang memuji-muji Inggris dan melarang perang melawan Inggris. Ditunjuknya seorang anggota Freemason “Mirza Ghulam Ahmad”. Mirza Ghulam Ahmad mendakwakan dirinya Al Mahdi, Al Masih Al Maud yakni Nabi Isa yang turun kembali; disebutkannya bahwa Nabi Isa عليه السلام Bani Isroil sudah meninggal di Kashmir, dan dia lah reinkarnasinya. Ia juga mendakwakan diri sebagai Nabi Akhir Zaman yang tidak membawa syari’at, khataman Nabiyin, Budha Awatara, Mesio Darbahmi, Khrisna dan semacamnya. Menurutnya bahwa wahyu terus turun. Diantaranya turun kepadanya dalam bahasa Arab, Parsi dan Urdu. Ditulisnya sendiri wahyu itu dalam Hakikatil Wahyu, Anjam Atham, Hamamatul Busra, dan buku-buku lainnya. Disebutkan pula bahwa Qadian itu adalah tanah suci yang sederajat Madinah dan Makkah.

Ahmadiyah terbagi dua. Ahmadiyah garis keras yang mengkultuskan Mirza Ghulam Ahmad, disebut Qadyani; dan Ahmadiyah garis halus yakni Ahmadiyah Lahore. Keduanya tetap berkaitan erat dengan FreemasonryRabithah Alam Islami yang bersidang di Makkah pada 14 – 18 Rabbi’ul Awwal 1394 H memutuskan bahwa Ahmadiyyah itu bukanlah Islam dan berkaitan dengan Zionisme.

Di Iran, Freemasonry membentuk gerakan Babiah dan Bahaiah. Di Syria dan Lebanon ada kaum Druz. Dan hampir di setiap negara, Freemasonry mendirikan agama baru, agama tandingan, sempalan dan paham-paham sesat.

(– Pada intinya, yang mesti disadari oleh kaum Muslimin adalah bahwa Freemasonrymemunculkan aliran sesat ditengah-tengah kaum Muslimin itu agar kaum Muslimin menjadi sibuk mengurusi benar dan salah akidahnya; dan bukan lagi sibuk untuk mempraktekkan ajaran Islam –)

3. Program “Parokim” :

Program Ketiga dinamakan “Parokim”, dalam istilah Freemasonry:

a)  Membuat gerakan yang bertentangan untuk satu tujuan

b)  Mengembangkan Freemasonry lokal dalam suatu negara dengan nama lokal, tetapi tiada lepas dari asas dan tujuan Freemasonry

c)  Mendukung teori-teori yang bertentangan

d) Membangkitkan khurafat agama dan menyiarkan teori Sigmund Freud danDarwinsehingga antara agama dan ilmu pengetahuan bersaing, kalah mengalahkan.

Seorang arsitek Parokim itu bernama Adam Weishaupt, seorang Yahudi yang lahir di Jerman pada tahun 1748. Ia mengkaji teologi Nasrani dan menjadi tokoh Nasrani, lalu berbalik menjadiatheis. Pada tahun 1770 ia diminta Himpunan Yahudi untuk membuat rencana mengelola dunia dan ia menyanggupi. Pada tahun 1776, ia mendirikan Majelis Timur Raya untuk Freemasonry Kelompok Cahaya (– Illuminati – pen.), yang antara lain programnya adalah:

a) Kelompok Cahaya harus memperalat pimpinan pemerintahan suatu negara dengan cara apa pun, termasuk dengan uang suap dan wanita cantik

b) Mendirikan sekolah khusus untuk mendidik mahasiswa terpilih dari setiap negara, khusus mengajarkan tentang pengarahan Internasionalisme dan Khom Kanon, serta mengajarkan kepada mereka jalan tunggal penghindar dari bahaya perang, karena mereka orang Goyim, awam terhadap apa pun yang baik bagi mereka, jasad maupun rohaninya. Guru-guru kelompok Cahaya ( — Illuminati – pen.) harus benar-benar mendidik, mendoktrin, dan mencuci otak mereka agar berpikiran Freemasonry murniJika mereka kembali ke negerinya, Himpunan Freemasonry berusaha keras untuk menempatkan mereka ke posisi atas dan penting, agar mereka menjadi pelaksana kebijaksanaan yang sudah digariskan.

Sekolah khas semacam itu terdapat di Gordonstown Skotlandia, di Salem Jerman, dan di Anavryta Yunani.

c)  Freemasonry harus menguasai seluruh media massa yang berpengaruh.

Metode “Parokim” Weishaupt yang pertama ialah menghancurkan Inggris dan Perancis. Ia meminta pada kelompok Cahaya (– Illuminati –) agar mencetuskan perang imperialisme untuk melemahkan Inggris dan mengobarkan Revolusi Perancis selambat-lambatnya tahun 1789 M.

Pada tahun 1784 M, seorang pengantar surat Weishaupt untu kelompok Cahaya di Perancis, mati disambar petir di kota Ratisbon dalam perjalanan dari Frankfurt menuju Paris. Petugas keamanan Bavaria menemukan mayat dan surat Weishaupt itu. Majelis Timur Raya diduduki, semua dokumen disita, begitupun dokumen Parokim di rumah-rumah kelompok Cahaya. Pada tahun 1786 M Pemerintah Bavaria menyiarkan dokumen tersebut. Mereka yang menerima siaran itu hanya menganggapnya issue, termasuk Raja Perancis.

Weishaupt cepat bertindak menyuruh pengikutnya memasuki Freemasonry Hijau dengan misi atheis dan internasionalisme-nya. Ia juga menyuruh anggota kelompok Cahaya merasuki majelis-majelis Inggris dan mengundang John Robinson, seorang dosen filsafat Universitas Edinburg. Karena percaya, John Robinson diserahi dokumen Parokim kelompok Cahaya. Tetapi ia merasa ngeri ketika mengkajinya dan akhirnya ia memperingatkan bangsanya terhadap bahaya kelompok Cahaya. Seruannya tidak diacuhkan orang, sehingga akhirnya ia terpaksa menulis buku tentang rencana kelompok Cahaya menghancurkan negara dan agama. Buku itu diterbitkan tahun 1789 M.

Pada tahun 1830 M, Weishaupt meninggal dan rencana Parokim dipegang teguh murid-muridnya.

Di Italiamurid Weishaupt yakni Giuseppe Mazzini (1805 -1872 M) lahir di Jenewa dan bermukim di Italia. Ia mendirikan perhimpunan kelompok Cahaya Loge Italia Muda.

Murid Weishaupt di Amerika adalah Thomas Jefferson, pelopor kelompok Cahaya (Illuminati) di Amerika Serikat. Ia lahir tahun 1743 M dan meninggal tahun 1826 M.

Thomas Jefferson dalam pencalonan Presiden Amerika Serikat berhadapan dengan John Quincy Adams, seorang Freemason yang tidak menyetujui rencana kelompok Cahaya itu. Adams dalam kampanyenya menuduh Thomas Jefferson telah mengkhianati Freemasonry untuk kepentingan pribadi. Adams menyurati kepada Kolonel William Stone tentang bahaya kelompok Cahaya.

Pada tahun 1826 M, Kapten William Morgan menyiarkan rencana jahat kelompok Cahaya. Kelompok Cahaya memvonis mati Morgan; ia dibunuh oleh Richard Howard. Kelompok Cahaya menang bersaing dengan Freemasonry oposisi, setelah Thomas Jefferson menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat (1801 – 1809 M).

Pada tahun 1829 M, berlangsung kongres kelompok Cahaya di New York. Seorang Inggris bernama Wright menjadi pembicara utama dan mengumumkan bahwa kelompok Cahaya (Illuminati) telah menerima penggabungan dari kaum Atheis dan kaum Nihilis,serta kelompok destruktif lainnya. Kelompok Atheis, Nihilis, dan sepahamnya akandigabungkan dalam organisasi otonom dari kelompok Cahaya (Illuminati), yaitukomunisme.

Tersebutlah Clinton Roosevelt, Horas Grilli, dan Charles Dava berusaha mengumpulkan dana untuk revolusi besar dunia, diantaranya dari jutawan Yahudi Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan Rusia. Kelompok Cahaya (– Illuminati –) telah membiayai dua orang Yahudi kelompok Cahaya sebagai pelaksana program revolusi yakni Karl Marx dan Friedrich Engels yang bermukim di Soho, London. Keduanya menulis buku “Communist Manifesto” dan “Das Capital” yang diserahkan pada kelompok Cahaya (– Illuminati –) untuk diterbitkan, dan kemudian diserahkan kepada Loge Komunis.

Pada waktu yang sama, kelompok Cahaya menugaskan Prof. Karel Tyler (1779 – 1859 M) dosen geografi, sejarah dan ilmu politik Universitas Frankfurt untuk membuat teori antikomunis, yakniArianisme, bahwa bangsa Aria lah pewaris dunia mulai dari India sampai Eropa. Teori ini disempurnakan oleh Frederick Wilhelm Nietzsche. Teori ini menjadi dasar dari Partai Nazi.

Komunis menyerukan Internasionalisme, sedangkan Arianisme menyerukan Nasionalisme.Arianisme berlambangkan Swastika, lambang bangsa Aria Kuno. Dilain pihak, kelompok Cahaya memupuk benih Kapitalisme, dengan memilih beberapa orang Yahudi miliuner di Amerika Serikat, Perancis dan Inggris sebagai pelopor ekonomi bebas, yang tega untuk mengorbankan orang lain.

Pada tahun 1840 M, terkenal Jendral Albert Pike seorang Yahudi Freemason dari Loge kelompok Cahaya yang merupakan murid Mazzini. Lahir tahun 1809 M dan meninggal tahun 1891 M, Albert Pike menulis banyak buku tentang tugas Freemason dan terkadang ia menyairkan materi-materi Freemason itu. Beberapa pimpinan kelompok Cahaya mengangkat Albert Pike untuk mengadakan pembaharuan kelompok Cahaya yang telah dimasuki para pengacau.

Albert Pike mendirikan ke-madzaban baru Freemasonry kelompok Cahaya, yakni Tiga Dewan Tertinggi Freemason, yang dinamakan Baladia. Dewan pertama berada di kota Charleston di negara bagian Carolina Selatan, yang kedua di Roma, dan yang ketiga di Berlin. Setiap Dewan dipimpin seorang Yahudi yang menguasai 23 cabang dan setiap cabang dipimpin seorang Yahudi yang menguasai 23 ranting.

Rencana Albert Pike yang dikemukakan dalam rapat-rapat kelompok Cahaya (–Illuminati –) pada tahun 1859 – 1871 M ialah membentuk Panitia Perang Dunia I, II dan III.

Perang Dunia I bertujuan meruntuhkan kekaisaran Rusia dan Turki, serta mendirikan negara komunis di Rusia dan negara sekuler di Turki. Rusia harus dijadikan pusat komunis internasional dan Kremlin harus dijadikan istana komunis. Kekhalifahan Turki harus lenyap dan di daerah bekas kekuasaan Turki harus menjadi pasar Freemasonry yang anti hukum Islam.

Perang Dunia II adalah perang antara fasisme dan zionismeAdolf Hitler dengan Partai Nazi yang berslogan “Eropa Tanah Bangsa Aria, tidak ada tempat untuk bangsa Yahudi”, telah siap melenyapkan bangsa Yahudi dari seluruh Eropa, mereka segera membunuh orang-orang Yahudi.

Freemasonry kelompok Cahaya (– Illuminati –) bertujuan:

–    Kaum Yahudi agar bangkit dari tidurnya diatas timbunan harta, mereka harus siap menghadapi kekejaman yang sama dari bangsa Arab jika mereka kembali ke Palestina.

–    Bangsa Yahudi harus ditempa dalam latihan berat menghadapi Partai Nazi Jerman dan Fasis Italia.

–    Membentuk pasukan Yahudi: Haganah, Levi dan lainnya, dan dilatih dalam kancah perang besar. Agar jika mereka membentuk negara Israel, mereka telah mempunyai pasukan yang kuat dan terlatih.

–    Bangsa Yahudi harus dilatih tahan lapar, panas, dingin dan siksa agar bersiap diri mendirikan negara di tanah rawan.

–    Menyingkirkan Yahudi yang telah merusak kelompok Cahaya.

Perang Dunia III adalah perang antara zionisme politik dan Islam.

4. Program “Libarim” :

Program Ke-empat dinamakan “Libarim”, dalam istilah Freemasonry:

a)  Melenyapkan etika klasik yang mengekang pergaulan muda-mudi, termasuk melalui penyebaran kebebasan seksual.

b) Persamaan hak antara laki-laki dan perempuan dalam hal “kedudukan waris” dan “pakaian”

c)  Menghapus hukum yang melarang kawin antar-agama untuk menurunkan generasi bebas agama

d)  Pengembangan pendidikan seks di sekolah-sekolah

e) Menggembalakan pemuda-pemudi goyim ke alam khayali, dunia musik dan narkoba

f)  Memperbanyak Bet Satan (Rumah Setan) di setiap tempat untuk menampung pemuda-pemudi dalam alamnya

g) Mengorganisir kaum gaylutherian dan lesbian serta pengakuan hak mereka dalam hukum.

5. Program “Babill” :

Program Ke-lima dinamakan “Babill”, dalam istilah Freemasonry yakni memupuk asas kebangsaan setiap bangsa dan menjaga kemurnian bangsa Yahudi.

6. Program “Onan” :

Program Ke-enam dinamakan “Onan”, dalam istilah Freemasonry :

a) Mengekang pertambahan keturunan bangsa Goyim

b) Menyuburkan perempuan-perempuan Yahudi menjadi peridi.

(– Pada intinya, Freemasonry menginginkan agar orang selain Yahudi adalah menjadi mandul, tidak tumbuh berkembang; dan yang berkembang hanyalah orang Yahudi. Oleh karena itu dibuatlah program-program seperti “Keluarga Berencana” untuk mengekang pertumbuhan anak kaum Muslimin, atau disebarkanlah slogan-slogan seperti “2 anak cukup” bagi kaum Muslimin. Sayangnya, tidak sedikit kaum Muslimin yang “termakan” / tertipu oleh program Freemasonry tersebut, dan melupakan pesan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم dalam Hadits Riwayat Imaam Abu Daawud no: 1754, dimana Hadits ini menurut Syaikh Nashiruddin Al Albaany adalah Hasan Shohiih, dari Shohabat Ma’qil bin Yasar رضي الله عنه yaitu :

تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمْ الْأُمَمَ

Artinya:

Nikahilah wanita yang penyayang lagi memiliki banyak keturunanmakasesungguhnya aku akan berbangga-bangga dengan banyaknya kalian di depan ummat lainnya pada hari Kiamat.” )

7. Program “Protokol” :

Program Ke-tujuh dinamakan “Protokol”. Dalam istilah FreemasonryProtokol khusus untuk program bangsa Yahudi dalam Suhyuniah (Zionisme) yang dimulai denganPengantar Protokol.

Menurut buku Asas-Asas Freemasonry (halaman 42), Pengantar atau Pengawal Protokol itu dikarang terpisah dan tidak sezaman. Pengantar Protokol hanya ditemukan sebagian, tertulis dalam bahasa Ibrani, konon didalam keranjang sampah Nazi.

Isi Protkol adalah rencana Yahudi untuk menguasai dunia, diantaranya penghancuran ekonomi suatu negara hingga negara itu kemudian bergantung pada Yahudi, rencana penghancuran moral suatu bangsa, meruntuhkan pemerintahan suatu negara yang membenci Yahudi, lalu dengan siasat Freemasonry timbul penguasa baru yang dapat dipermainkan oleh Yahudi. Dengan program Protokol itu,bangsa Yahudi dapat menjadi penguasa ekonomi dunia, pengatur politik dunia, dan pengatur penerangan sedunia. Seluruh bangsa harus tunduk dengan tidak disadarinya pada isme-isme Yahudi. Akhirnya bangsa Yahudi mendirikan Israel Raya dan didukung oleh negara yang telah diperalatnya itu.

8. Program “Gorgah” :

Program Ke-delapan dinamakan “Gorgah”, dalam istilah Freemasonry :

a)  Untuk merusak para pemimpin negara, agama dan partai; mereka harus dijerumuskan kedalam pasar seks dengan seribu satu jalan. Pepatah Yahudi mengatakan: “Jadikanlah perempuan cantik itu untuk alat sesuatu permainan siasat.”

b) Membuat jerat dan jala seks bagi seseorang yang terhormatJika terjerat namanya maka akan disiarkan sehingga kehormatannya jatuh.

c) Menyebarkan agen Kasisah, yakni intelijen Freemasonry untuk menghancurkan martabat lawan di tempat-tempat maksiat.

d) Mendirikan gedung perjudian terbesar dan modern yang didalamnya penuh dengan pemalsuan dan kelicikan yang menguntungkan Yahudi

e) Melemahkan pasukan lawan dengan perempuan dan obat khusus.

9. Program “Plotisme” :

Program Ke-sembilan dinamakan “Plotisme”, dalam istilah Freemasonry :

a)  Mendidik alim ulama Plotis yang pahamnya terapung ambang.

b)  Alim ulama Plotis itu disebarkan sebagai tenaga pengajar di sekolah-sekolah Islam atau lembaga-lembaga Islam.

c) Alim ulama Plotis itu harus diangkat menjadi anggota kehormatan Freemasonry.

10. Program “Qornun” :

Program Ke-sepuluh dinamakan “Qornun”, dalam istilah Freemasonry :

a) Orang-orang terpilih yang berbahaya bagi Freemasonry didukung agar menjadi kaya raya sehingga ia bergelimang harta, tetapi akhirnya ia diperas oleh orang suruhan Freemasonry dengan halus.

b) Memberi dana bagi pendidikan agama dalam hal berniaga, bertani dan sebagainya sehingga mereka akan sibuk dalam keduniaan.

c) Lawan-lawan Freemasonry agar terjerat riba dari Bank Freemason.

d) Menghasut dan memberi jalan dengan berbagai siasat, agar para pejabat bank diluar Bank Yahudi melakukan korupsi sehingga bank itu hancur. Kelak bank itu dibantu oleh Bank Freemasonry dengan ikatan yang kuat. Bank itu berdiri kembali dengan tujuh puluh lima persen modal Yahudi. Kemudian pemimpin Bank dan karyawan Bank tersebut diberi ajaran Freemasonry dan sebagian menjadi anggotanya.

II.3. Versi Ketiga:

Sebagaimana yang dinukilkan dari buku-buku berikut ini yaitu:

a)  Buku berjudul “Doktrin Zionisme dan Ideologi Pancasila” oleh Muhammad Thalib Irfan S. Awwas, halaman 157 – 159.

Silakan baca PDF buku ini yang dapat diunggah pada situs:http://www.4shared.com/office/NGI8P_jY/ebook-doktrin_zionisme__ideolo.html

b)  Buku berjudul “Tipudaya Freemasonry di Asean” (atau yang diterbitkan pertama kali dengan judul “Freemasonry di Asia Tenggara”) tulisan Abdullah Patani, halaman 17 dan 19.

Silakan baca dan download PDF buku “Tipudaya Freemasonry di Asean” :

abdullah-pattani-freemasonry-di-asia-tenggara

Adalah bahwa Freemasonry Internasional mempunyai sepuluh gagasan yang tercantum dalam buku “Siasah Freemasonry” yang diarahkan oleh Khalel Ibn. Khaled pada muka 123 :

1)  Menghancurkan semua partai, massa yang dianggap lawan oleh Freemasonry itudengan: kekuasaan, pecah-belah atau perebutan kursi, lalu membentuk organisasi atau partai tempat berteduhnya Freemasonry atau membuatnya sebagai pelaksana ide-ideFreemasonry.

2)  Mensekulerkan pemuda-pemuda Islam sehingga pemuda-pemuda itu walaupun mengaku beragama Islam, tetapi antipati terhadap Islam dan mereka menentang Islam sebagai azaz dan ideologi.

3)  Dalam keagamaan, Freemasonry bergerak membuat agama bauran, memplotiskan ulama-ulama. Sesungguhnya Freemasonry telah berhasil membuat agama baru Bahaiyyah, yang didirikan oleh seorang Freemason Abdul Baha dan Ahmadiyyahyang didirikan oleh seorang Freemason India yakni Mirza Ghulam Ahmad yang terdiri dari 2 aliran. Aliran (Ahmadiyyah) yang radikal disebut Qadyani, dan yang halus disebut aliran Lahore. Biaya dakwah dan tablighnya itu berasal dari Freemasonry Internasional melalui penguasa Inggris.

Freemasonry pun mensponsori terbentuknya tarekat-tarekat Islam yang berfatwa dan bergerak sejalan dengan ajaran Freemasonry itu. Dibentuknya lah pada tahun 1946gerakan Qur’aniyyah dipimpin Syaikh Yakub dari Palestina, dimana segala sesuatu harus berdasarkan Al Qur’an tanpa tafsir dan semua Hadits Nabi صلى الله عليه وسلمditolaknya; sehingga mereka sholat dan shoum hanya berdasarkan Al Qur’an, tidak ada roka’at dalam sholat, tidak ada bacaan tertentu dalam sholat, tidak ada adzan, qomat dan sebagainya. Hal ini adalah untuk menjauhkan anak-anak muda dalam memahami Al Qur’an, dan agar anggapan bahwa Al Qur’an itu hanyalah sebagai kesusasteraan purba.

Diadakanlah perlombaan baca Al Qur’an, agar si pemuda-pemudi itu mau membaca Al Qur’an dan menghafal surat-surat tertentu, sekedar hanya untuk mendapatkan piala dari panitia itu.

Maka sesuailah dengan apa yang diperingatkan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم bahwa: “…. Tidak tertinggal Al Qur’an, kecuali hanya tulisannya.” (*)

(*) [– Namun perlu untuk diketahui oleh kita bersama, bahwa peringatan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم yang ditulis oleh Khalel Ibn. Khaled dalam Siasah Freemasonry” diatas, asalnya diriwayatkan oleh Imaam Al Baihaqi, dalam Kitabnya bernama “Syu’aabul ‘Iimaan” no: 1763, dari Shohabat Ali bin Abi Tholib رضي الله عنه. Lengkapnya adalah sebagai berikut:

يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يَبْقَى مِنَ الْإِسْلَامِ إِلَّا اسْمُهُ، وَلَا يَبْقَى مِنَ الْقُرْآنِ إِلَّا رَسْمُهُ، مَسَاجِدُهُمْ عَامِرَةٌ وَهِيَ خَرَابٌ مِنَ الْهُدَى، عُلَمَاؤُهُمْ شَرُّ مَنْ تَحْتَ أَدِيمِ السَّمَاءِ مَنْ عِنْدَهُمْ تَخْرُجُ الْفِتْنَةُ وَفِيهِمْ تَعُودُ

Artinya:

Akan datang pada manusia suatu zaman, tidak tersisa dari Islam kecuali namanya. Tidak tersisa dari Al Qur’an, kecuali tulisannya. Masjid-masjid mereka terbangun megah, padahal dia kosong dari petunjuk. Ulama mereka sejahat-jahat makhluk dibawah langit. Dari mereka lah keluar fitnah, dan pada mereka akan kembali.”

Namun Hadits ini adalah Lemah (dho’iif), sebagaimana dinyatakan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albaany dalam Kitabnya “Misykaat Al Mashoobiih” no: 276 (79) — komentar diberikan oleh:ustadzrofii.wordpress.com]

4) Mengumpulkan dana dari ummat beragama untuk menghancurkan agama itu sendiri. Di Turki pernah dipungut zakat fitrah untuk ‘Ulama Su’ yang kemudian diserahkan pada Pemerintahnya dan digunakan untuk menindas Islam.

5) Menghancurkan yang lama dan membuat yang baru. Artinya: segala yang dianggap kuno dibuang, dan segala yang dianggap baru dibangun.

6)  Membuat yayasan-yayasan dan lembaga-lembaga sosial, kursus-kursus bahasa, pengkajian ilmiah dan sebagainya. Diterbitkannya buku-buku baru.

7)  Menghancurkan moral lama dan membuat moral baru yang disebutnya Etika Internasional”. Dalam “Etika Internasional” itu, banyak diajarkan hal-hal yang bertentangan dengan Islam, seperti ajaran (– pluralisme–) bertoleransi dengan agama lain, tidak membeda-bedakan agama, dan sebagainya.

8) Upacara-upacara (adat) lama digali kembali dan ia dianggap untuk menyaingi agama. Kesyirikan dalam segala bentuk diperkuat.

9) Menyebarkan pornografi dalam segala bentuk, seperti melalui film, buku-buku, gambar-gambar, dan sebagainya.

10)  Untuk melumpuhkan generasi muda diluar orang-orang Yahudi, disebarkanlah segala minuman yang memabukkan, dan narkotika dalam segala bentuknya.

Program Internasional Freemasonry yang diungkapkan dalam versi ini pun sebenarnya tidak jauh berbeda dengan versi-versi sebelumnya. Pada intinya, itulah siasat Freemasonry dan dari berbagai penjuru kita sudah berada dalam kepungan / sergapannya.

Yang hendaknya kita sebagai kaum Muslimin pikirkan adalah: Apa yang seharusnya setiap Muslim lakukan untuk menjaga keyakinan dan ‘aqiidahnya. Hal ini dikarenakan dari berbagai sisi strategi diatas, tidak ada lorong yang besar ataupun yang kecil kecuali semuanya sudah menjadi sorotan / bidikan Freemasonry YahudiNa’uudzu billaahi min dzaalik.

Sungguh kewajiban kita di masa-masa seperti ini adalah melindungi ‘aqiidah kita, karena Allooh سبحانه وتعالى berfirman dalam QS. At Tahriim (66) ayat 6 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allooh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Berbagai konspirasi Freemasonry Yahudi ini sudah tersebar nyata dan terjadi disekitar kita, mungkin diantara kaum Muslimin ada yang dapat merasakannya (– baik di dunia internasional, maupun di negara kita Indonesia, yang mana keberadaan Freemasonry Yahudi di Indonesia ini akan dibahas insya Allooh dalam kajian mendatang –), namun tidak sedikit pula kaum Muslimin yang tidak menyadarinya sehingga ia menjadi korban dari konspirasi ini.

Hendaknya kaum Muslimin, disamping memelihara ‘aqiidah dirinya, juga perlu memikirkan bagaimana Islam ini sampai kepada generasi-generasi mendatang. Hal ini dikarenakan banyaknya para pemuda dan pemudi kaum Muslimin di zaman sekarang yang semakin jarang mendatangi masjid, kebanyakan mereka lebih suka berkumpul di mall-mall, diskotik, warnet, bioskop-bioskop dan sejenisnya yang menjadi sentra-sentra bidikan Freemasonry. Sementara ilmu dien atau Islam semakin hari semakin terasing, tidak dicenderungi oleh para pemuda-pemudi kaum Muslimin. Dan ini berbahaya bagi masa depan kaum Muslimin. Hendaknya hal ini merupakan tanggungjawab kita semua.

Selanjutnya, berkenaan dengan beberapa pertanyaan yang diajukan oleh jama’ah berkaitan dengan perkara Syi’ah dan Khomeini serta kesesatannya, maka berikut ini adalah nukilan dari buku “Nashshul Wasiyyah Al Ilaahiyyatis Siyasiyyati Lil Imaamil Qoo’id” yang ditulis oleh Khomeini sendiri bahwa ia mengatakan sebagai berikut:

Wasiat politikku yang bersifat Politik Ketuhanan, tidak terikat khusus orang Iran tetapi Wasiat ini adalah untuk seluruh bangsa Islam di seluruh dunia… (halaman 8)

Saya mengatakan dengan segala keberanian bahwa bangsa Iran di masa sekarang adalah bangsa yang terpilih dan paling utama, bahkan bila dibandingkan dengan bangsa Hijaz (– orang-orang Arab Makkah dan Madinah –) di masa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم dan bangsa Kufah dan bangsa Iraq pada masa Amirul Mu’miniin dan Al Husein bin Ali. Maka penghuni Hijaz, demikian pula Muslimin pada masa Rosuul, mereka itu tidak mentaatinya (tidak mentaati Rosuul). Dan dengan berbagai alasan mereka melarikan diri dari peperangan.” (halaman 16)

Maksud dari perkataan Khomeini tersebut adalah bahwa bangsa Iran di masa Khomeini adalah lebih baik dan utama daripada para Shohabat yang hidup pada masa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم yang ada di Makkah dan Madinah. Karena Shohabat-Shohabat di masa itu tidak semua mereka mentaati Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم. Itulah maksud perkataan Khomeini.

Juga masih dalam buku yang sama, halaman 10, Khomeini berkata, “Akhirnya kekuatan syaithoon yang besar telah melakukan melalui pemerintahan yang menyimpang, bahkan keluar dari Islam, dan mengaku terkait dengan Islam sebagai kedustaan untuk menerbitkan Al Qur’an dengan tulisan yang antik. Dan mengirimnya ke berbagai penjuru dalam rangka menghapus Al Qur’an dan mengokohkan tujuan syaithoon terhadap kekuatan yang besar. Dengan alasan yang bersifat syaithoon ini, mereka menjauhkan Al Qur’an dari kehidupan.

Kami semuanya berpandangan bahwa Muhammad Ridho Bahlawy menerbitkan Al Qur’an dan menipu sekian banyak orang dan menipu juga tokoh-tokoh agama yang bodoh dengan tujuan-tujuan Islam. Mereka semua memujinya. Kami memandang bahwa Raja Fahd mengeluarkan infaq setiap tahun sejumlah uang yang sangat besar dari kekayaan ummat untuk menerbitkan Al Qur’an Al Kariim dan berinfaq kepada para pekerja propaganda pada faham yang memusuhi Al Qur’an. Dan untuk menyebarkan faham Wahabiyyah yang penuh dengan sampah, dan perkara-perkara khurofat dan untuk menyeret bangsa-bangsa yang lalai tentang kekuatan besar, dan untuk mengatasnamakan Islam dan Al Qur’an menuju runtuhnya Islam dan Al Qur’an.”

Dari pernyataan diatas, betapa bagi kita didapat sedemikian jelas pernyataan yang sesat dan menyesatkan dari Khomeini bahwa Al Qur’an yang ada sekarang adalah bukan Al Qur’an yang mereka kehendaki. Bahkan tidak senang dan murka terhadap penerbitan dan penyebaran Al Qur’an yang kita gunakan sekarang. Ditambah tuduhan yang keji kepada berbagai bangsa, bahwa mereka adalah bangsa yang lalai dan tidak sadar bahwa dibalik penyebaran Al Qur’an ini adalah propaganda yang digencarkan oleh syaithoon.

Dan ini merupakan bukti nyata bahwa Khomeini telah mengingkari bahwa Al Qur’an itu adalah dipelihara oleh Allooh سبحانه وتعالى, sebagaimana firman-Nyadalam QS. Al Hijr (15) ayat 9:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Artinya:

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”

Kemudian terdapat pula pernyataan Khomeini dalam sebuah buku yang berjudul “Al Asroor Al Faathimiyyah” karya Muhammad Fadhil Al Mas’uudy, dimana Muhammad Fadhil Al Mas’uudy menukil perkataan Al Khomeini tersebut dari bukunya yang berjudul “Al Mar-atu fi Fikril Imaamil Khumaiy” halaman 23-24 bahwa:

Fatimah (– putri Rosuul صلى الله عليه وسلم dan istri Ali bin Abi Tholib –) bukanlah wanita biasa. Fatimah adalah Roh, wanita yang sangat sempurna. Fatimah merupakan perwujudan malaikat dalam bentuk manusia yang sempurna. Wanita yang secara hakiki adalah sempurna. Yang secara hakiki manusia yang sempurna. Hakekat manusia yang sempurna. Dan bukanlah wanita biasa. Dia adalah malaikat yang berwujud dalam bentuk manusia. Bahkan merupakan perwujudan Tuhan (Illaahi) yang Maha Perkasa, yang Nampak dalam wujud wanita.”

Syaikh Nashiruddin Al Albaany رحمه الله memberikan fatwa berkaitan dengan pernyataan Khomeini tersebut, pada saat menjawab pertanyaa Dr. Basysyaar Awaad tentang Khomeini sebagai berikut :

بسم الله الرحمن الرحيم

Saya telah membaca tentang tulisan yang ditulis oleh Khomeini sebagaimana yang anda nukil dari Kitab yang disebut “Ruhullooh Al Khumainy” sebagai harapan penjelasan dari saya tentang hukumku terhadap pernyataan-pernyataan itu, termasuk yang mengatakannya.

Maka saya mengatakan dengan memohon pertolongan Allooh سبحانه وتعالى: “Sesungguhnyasetiap perkataan dari perkataannya itu adalah kufur yang nyatasyirik yang nyatakarena menyelisihi Al Qur’an, Sunnah dan Ijma’ kaum Muslimin, dan perkara-perkara dien yang diketahui secara pasti. Karena itu setiap orang yang mengatakannya dengan yakin, walaupun sebagian, maka ia termasuk musyrik dan kaafir, betapapun ia sholat, shoum dan mengaku Muslim sebagaimana Alloohسبحانه وتعالى berfirman didalam Kitab-Nya yang terpelihara dari penambahan dan pengurangan (QS. Al Anfaal (8) ayat 13):

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ شَآقُّواْ اللّهَ وَرَسُولَهُ وَمَن يُشَاقِقِ اللّهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Artinya:

(Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allooh dan Rosuul-Nya; dan barangsiapa menentang Allooh dan Rosuul-Nya, maka sesungguhnya Allooh amat keras siksaan-Nya.”

Maka dengan ini saya menyatakan : Sesungguhnya keherananku tidak pernah berhenti pada orang yang mengaku bahwa mereka Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah, sedangkan mereka saling bertolong-tolongan dengan pengikut Khomeini dalam ajakannya untuk menegakkan negara mereka dan mengokohkannya di bumi kaum Muslimin.Sementara mereka bodoh atau berpura-pura bodoh terhadap kekufuran dan kesesatan yang ada didalamnya. Dan kerusakan terhadap bumi (dan Allooh سبحانه وتعالىtidak suka terhadap kerusakan).

Jika alasan mereka adalah bodoh tentang ‘aqiidah dan pengakuan mereka bahwa menyelisihi antara kita dan mereka (Syi’ah) hanyalah perbedaan dalam bidang furu’ (fiqih) dan bukan dalam bidang ‘aqiidah, maka alasan apa yang akan diberikan pada mereka, setelah mereka menebar buku kecil mereka bernama “Al Hukum Al Islamiyyah” (Pemerintahan Islam), lalu mereka terbitkan beberapa kali dan mereka tebar di dunia Islam; padahal didalamnya terdapat kekufuran, sebagaimana telah dinukil dalam pertanyaan pertama yang cukup bagi seorang yang bodoh untuk belajar dan orang lalai untuk sadar.

Betapapun bahwa buku kecil ini adalah merupakan buku propaganda dan politik yang seharusnya sejenis buku ini tidak menyebutkan didalamnya perkara-perkara ‘aqiidah yang terhukum kufur yang nyata. Padahal Syi’ah meyakini taqiyyah (berpura-pura) yang membolehkan mereka untuk menyatakan dan menulis apa-apa yang tidak mereka yakini. Sebagaimana Allooh سبحانه وتعالى berfirman tentang pendahulu mereka (– Yahudi) (mereka mengatakan dengan mulut mereka apa-apa yang tidak ada pada hati mereka), sehingga saya membaca pada sebagian orang di masa kini dari kalangan mereka (Syi’ah) pernyataan Khomeini ketika memaparkan perkara-perkara yang harom dilakukan dalam sholat (dan melakukan sedekap didalamnya kecuali karena taqiyyah), yaitu meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri dalam sholat.

Betapapun semua itu (mereka telah menyatakan pernyataan yang kufur dalam kitab mereka), sesuai dengan firman Allooh سبحانه وتعالى semisal mereka (dan Allooh سبحانه وتعالىmengeluarkan apa-apa yang mereka sembunyikan, (dan apa-apa yang ada dalam dada mereka lebih besar lagi)).

Sebagai penutup, saya mengatakan sebagai kehati-hatian bagi seluruh Muslimin, Allooh سبحانه وتعالى Penguasa semesta alam berfirman, QS. Aali ‘Imron(3) ayat 118:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ بِطَانَةً مِّن دُونِكُمْ لاَ يَأْلُونَكُمْ خَبَالاً وَدُّواْ مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاء مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الآيَاتِ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.”

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Ditulis oleh:

Muhammad Nashiruddin Al Albaany Abu Abdurrohman,

Amman, 26 Dzulhijjah 1407 H

Naskah asli fatwa Syaikh Nashiruddin Al Albaany:

Pada intinya, Syaikh Nashiruddin Al Albaany رحمه الله mengatakan bahwa Khomeini adalah terhitung sesat. Khomeini ini telah dihukumi kaafir dan keluar dari Islam. Tulisan tangan Syaikh Nashiruddin Al Albaany رحمه الله ini ditulis dan ditandatanganinya pada tahun 1407 Hijriyyah.

Alhamdulillah, kiranya cukup sekian dulu bahasan kita kali ini, mudah-mudahan bermanfaat. Kita akhiri dengan Do’a Kafaratul Majlis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Jakarta, Senin malam, 12 Rabbi’ul Akhir 1433 H –  5 Maret 2012 M.

Sumber : ustadzrofii.wordpress.com

Talmud, Kitab Hitam Iblis

TALMUD, KITAB HITAM IBLIS

Oleh: Ustadz Achmad Rofi’i, Lc.M.Mpd

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,

Sebagai bagian dari pembahasan kita berkaitan dengan Yahudi, maka berikut ini akan kita kaji tentang At Talmud, Kitab yang dianggap suci oleh kelompok Zionis Yahudi di seluruh dunia; dimana perilaku dan tindak-tanduk kaum Zionis Isro’iil mengacu pada ayat-ayatTalmudisme tersebut.

Apakah Talmud itu?

Guru Besar Sejarah dan Peradaban Islam Fakultas Darul ‘Ulum, Kairo, Prof. Ahmad Syalabi menulis, “Taurat bukanlah satu-satunya kitab suci bagi bangsa Yahudi, tetapi ada riwayat-riwayat lain yang disampaikan dan dibawa oleh para pendeta-pendeta Yahudi secara turun temurunRiwayat-riwayat inilah yang kemudian dikenal dengan Talmud.” (Muqaranatul Adyan: Al-Yahudiyah, 1990).

Untuk mengkaji perkara At Talmud, ada pula suatu Kitab yakni “Kitaab Isro’iil Al AswadAl Kanzu Al Marshuud Fii Fadhoo’ih At Talmuud”. Kitab ini pada mulanya berasal dari buku yang ditulis oleh Dr. August Rohling (1839-1931), seorang Professor pada University of Prague, berjudul “Die polemik und das manschenopfer des rabbinismus”, lalu diterjemahkan kedalam bahasa Arab oleh DR.Yusuf  Hana Nashrullooh (dari Mesir), kemudian diberi kata pengantar oleh seorang ‘alim dari Mesir bernama Syaikh Prof. Dr. Muhammad ‘Abdullooh Asy Syarqowi. Dan telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan judul “Talmud, Kitab ‘Hitam’ Yahudi yang Menggemparkan”.

Talmud adalah sebuah kitab yang dianggap suci oleh orang-orang Yahudi, yang berisi ajaran-ajaran agama yang bersifat lisan. Lebih jelasnya, Talmud adalah kitab ideologi yang menafsirkan dan menjelaskan semua pengetahuan, ajaran, undang-undang kehidupan, moral dan budaya kaum Yahudi Isro’iil.

Pada prinsipnya kitab Talmud terbagi dalam dua bagian: Pertama, Mishnah merupakan naskah asli dari undang-undang yang dibuat oleh kaum Yahudi untuk kepentingan mereka sendiri, guna melengkapi kitab Taurat (Perjanjian Lama). Jadi Mishnah adalah merupakan kodifikasi Undang-Undang Lisan (Oral Law atau Oral Tradition) yang pindah dan beredar dari mulut ke mulut para Rahib atau berupa catatan-catatan penjelasan terhadap Syari’at Nabi Musa عليه السلام yang ditulis oleh Rahib-Rahib di kalangan Yahudi. Kemudian karena mereka merasa takut akan kehilangan syarah-syarah tersebut, maka pada tahun 190-200 M oleh seorang Rahib (Rabbi) Yahudi bernama Judah Hanasi catatan-catatan tafsiran tersebut dikumpulkan menjadi suatu Kitab yang disebut sebagai Mishnah.

Kitab Mishnah ini ditulis dalam bahasa Ibrani Baru atau New Hebrew (yang tidak lagi sama dengan bahasa Ibrani yang digunakan dalam Taurat / Kitab Perjanjian Lama), dimana bahasa Ibrani Baru tersebut telah terpengaruh oleh Bahasa Yunani, Latin dan Parsi.

Kedua, Gemara, yang muncul akibat adanya berbagai perdebatan dan pertikaian pendapat dari para Rahib Yahudi terhadap kandungan Kitab Mishnah. Sehingga pada abad-abad berikutnya Mishnah itu diberi catatan kaki, komentar, syarah, tafsir dan diberi tambahan penjelasan-penjelasan yang sangat banyak oleh para Rahib Yahudi, dimana penjelasan-penjelasan itu disebut sebagai Gemara. Dengan demikian Syari’at Nabi Musa عليه السلام telah bercampur dengan Gemara yang berasal dari para Rahib Yahudi; atau dengan kata lain bahwa campuran antara teks (Mishnah) dan syarah (Gemara) inilah yang menjadi cikal bakal dari munculnya Kitab baru yang bernama Talmud.

Adapun Kitab Gemara ini ditulis dalam bahasa Aramia / Aramaic, sehingga antaraMishnah dan Gemara terdapat perbedaan bahasa yang sangat jauh sekali.

Gemara terdiri atas: Gemara Yerushalmi (Gemara Palestina / Gemara Baitul Maqdis)yang berisi rekaman diskusi para Rahib yang sesungguhnya bukanlah Rahib-Rahib Yahudi yang berada di Palestina, namun adalah Rahib-Rahib Kerajaan yang diketuai oleh Rabbi JochannaGemara Yerushalmi ini selesai dikodifikasikan pada sekitar abad ke-5 Masehi. Sementara Gemara Babylonia (Gemara Bavli) adalah hasil rekaman penafsiran kitbMishnah oleh para RahibYahudi di Babilonia, yang mana penyusunannya selesai sekitar abad ke-6 Masehi.

Mishnah dengan tafsiran Gemara Yerushalmi, disebut sebagai “Talmud Yerushalmi”. Sedangkan Mishnah dengan tafsiran Gemara Babylonia (Gemara Bavli), disebut sebagai “Talmud Babylonia” (Talmud Bavli).

Secara ringkasnya, Mishnah adalah isi dan Gemara adalah penjelasan. Keduanya disatukan menjadi satu Kitab yang disebut Talmud.

Talmud Yerushalmi (Talmud Palestina / Talmud Baitul Maqdis)

Naskah Talmud Yerushalmi (Talmud Palestina)

Kalau seseorang menyebutkan kata “Talmud” maka yang dimaksudkan biasanya adalahTalmud Babylonia, oleh karena mayoritas kaum Yahudi kurang mengakui Talmud Yerushalmi sebab ia sangat ringkas dan samar. Umumnya mereka hanya bersandar padaTalmud Babylonia sebagai prioritas pertama mereka.

Talmud Babylonia (Talmud Bavli)

Naskah Talmud Babylonia (Talmud Bavli)

Kedudukan Talmud dimata Kaum Yahudi

Dr. Augutst Rohling menyatakan, “Kaum Yahudi meyakini bahwa Talmud adalah lebih suci ketimbang Taurat.” (Al Kanzu Al Marshuud Fii Fadhoo’ih At Talmuud, Bab II).

Dr. Joseph Barcklay, penulis buku “Hebrew Literature”, dengan tegas menyatakan bahwa seluruh bagian dari Talmud merupakan pengingkaran terhadap Taurat Musa (Hebrew Literature, hal 40).

Padahal, menurut seorang filsuf yang juga Rabbi Tertinggi bangsa Yahudi pada zamannya,Rabbi Maimonides (Moses bin Maimon, 1190 M), bangsa Yahudi sesungguhnya tidak pernah bisa memastikan dengan tepat satu pun doktrin dari Talmud karena sejarahnya yang sangat kacau-balau.

Maimonides berkata, “Sejak zaman Nabi Musa dulu sampai zaman Rabbi Judah Hanasi (135-220 M), para pendeta Yahudi tidak pernah sepakat tentang kebenaran satu doktrin pun yang ada pada “Undang-Undang Lisan” (Talmud) yang diajarkan secara terbuka. Para pemimpin agama Yahudi atau nabi dari setiap generasi menulis beberapa catatan tentang kitab tersebut berdasarkan kepada apa-apa yang ia dengar dari guru-guru pendahulunya untuk disampaikan kepada kaumnya.”

Namun demikian dalam sebuah teks Talmud, salah seorang pendeta / Rahib Yahudi berkata, “Orang yang mempelajari Taurat berarti telah melakukan sebuah keutamaan yang tidak layak diberi imbalan (pahala), orang yang mempelajari Mishnah berarti telah melakukan sebuah keutamaan yang layak diberi imbalan, sedangkan orang yang mempelajari Gemara berarti telah melakukan sebuah keutamaan yang paling besar.” (Babha Metsia, vol.33a)

Bahkan pendeta mereka yakni Rabbi Roski berkata, “Jadikanlah perhatianmu kepada ucapan-ucapan para Rabbi (Talmud) melebihi perhatianmu kepada Syari’at Musa.” (Erubin, vol. 216)

Kemudian dalam buku mereka yang lain yang berjudul “Shaghijan”, disebutkan bahwa, “Barangsiapa yang meremehkan pernyataan-pernyataan para Rabbi (Talmud), maka ia harus dibunuh. Akan tetapi, tidak demikian halnya dengan orang yang meremehkan pernyataan-pernyataan Taurat. Dan tak ada ampun bagi siapa saja yang meninggalkan ajaran-ajaran Talmud dan hanya sibuk dengan Taurat, karena ajaran para Rabbi adalah lebih utama dari ajaran Musa.”

 Pendeta mereka yang lain yakni Rabbi Beshai berkata, “Kalian tidak boleh berteman dengan orang yang hanya mempelajari Taurat dan Mishnah, tetapi tidak mempelajari Gemara.”

Bahkan lebih ekstrim lagi, seorang Rabbi pada tahun 1500 menyebutkan dalam Kitabnya bahwa, “Barangsiapa yang hanya mempelajari Taurat tanpa mempelajari Mishnah atau Gemara, maka sungguh ia tidak bertuhan.”

Jelaslah bahwa Talmud yang bukan merupakan firman Allooh سبحانه وتعالى itu oleh orang-orang Yahudi dianggap lebih baik dan lebih utama daripada Taurat yang merupakan syari’at Nabi Musa عليه السلام dan yang berasal dari Allooh سبحانه وتعالى.

Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,

Dengan mengetahui perkara Talmud ini, teringatlah kita akan firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. Aali ‘Imroon (3) ayat 78 :

وَإِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيقاً يَلْوُونَ أَلْسِنَتَهُم بِالْكِتَابِ لِتَحْسَبُوهُ مِنَ الْكِتَابِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنْ عِندِ اللّهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِندِ اللّهِ وَيَقُولُونَ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Artinya:

Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allooh”, padahal ia bukan dari sisi Allooh. Mereka berkata dusta terhadap Allooh, sedang mereka mengetahui.”

Ketika ‘Ulama Ahlus Sunnah Al Imaam Ibnu Katsiir رحمه الله menafsirkan QS. Aali ‘Imroon (3) ayat 78  ini, beliau berkata, “Allooh سبحانه وتعالى memberitahu tentang Yahudi (– semoga kutukan Allooh سبحانه وتعالى atas mereka –), bahwa diantara mereka ada sekelompok orang yang memutarbalikkan firman Allooh سبحانه وتعالى dari posisinya, kemudian menggantinya dan menghapusnya dari maksud yang sebenarnya untuk memberi kebimbangan pada orang-orang bodoh bahwa yang demikian itu terdapat dalam Kitabullooh. Dan mereka menisbatkannya pada Allooh سبحانه وتعالى, padahal yang demikian itu adalah berdusta atas nama Allooh سبحانه وتعالى, sedangkan mereka menyadari bahwa mereka telah berdusta dan mengada-ada semua itu.”

Perhatikan pula firman-Nya dalam QS. Al Baqoroh (2) ayat 79 :

فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَـذَا مِنْ عِندِ اللّهِ لِيَشْتَرُواْ بِهِ ثَمَناً قَلِيلاً فَوَيْلٌ لَّهُم مِّمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا يَكْسِبُونَ

Artinya:

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allooh”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.”

Betapa kaum Yahudi Bani Isro’iil telah jauh berpaling dari Taurat / Syari’at Nabi Musa عليه السلام, dan mereka lebih condong kepada Talmud  yang merupakan tulisan Rahib-Rahib (pendeta-pendeta mereka), bahkan menyatakan bahwa Talmud adalah lebih utama daripada Taurat yang datang dari sisi Allooh سبحانه وتعالى.

Naskah ‘Ayat-Ayat Iblis’ Talmud

Di Indonesia, Z.A. Maulani dalam bukunya yang berjudul “Zionisme: Gerakan Menaklukkan Dunia” telah mengkaji perkara At Talmud ini, khususnya pada halaman 88 hingga halaman 109 buku tersebut, beliau (serta berbagai sumber lainnya) memaparkansejumlah ayat-ayat Talmud yang menjadi dasar segala tindakan kaum ZionisYahudi terhadap orang-orang non-Yahudi (yang mereka istilahkan sebagai Goyyimatau Gentiles). Dengan demikian dapatlah kita pahami mengapa kaum Zionis Yahudi bersikap rasialis, memandang rendah bangsa lainarogan serta gemar menebarkan kebencianteror serta permusuhan (peperangan) terhadap orang-orang non Yahudi. Hal tersebut adalah dikarenakan sikap mereka itu dipengaruhi oleh ayat-ayat Talmud yang mereka anggap suci, yakni antara lain adalah sebagai berikut :

1. Talmud mengajarkan ketaatan mutlak pada Rabbi-Rabbi (pendeta-pendeta) Yahudi :

Barangsiapa tidak taat kepada rabbi mereka akan dihukum dengan cara dijerang dalam kotoran manusia yang mendidih di neraka” (Erubin 2b)

2. Talmud memperbolehkan orang Yahudi untuk melakukan kejahatan, asalkan dilakukan secara sembunyi-sembunyi :

Bilamana seorang Yahudi tergoda untuk melakukan kejahatan, maka hendaklah ia pergi ke suatu kota di mana ia tidak dikenal orang, dan lakukanlah kejahatan itu di sana.” (Moed Kattan 17a)

3. Talmud mengajarkan bahwa hukuman menganiaya orang Yahudi adalah hukuman mati:

Jika seorang kafir menganiaya orang Yahudi, maka orang kafir itu harus dibunuh.”(Sanhedrin 58b)

4. Talmud mengajarkan bahwa orang Yahudi boleh menipu orang non-Yahudi :

Seorang Yahudi tidak wajib membayar upah kepada orang kafir yang bekerja kepadanya” (Sanhedrin 57a)

Orang-orang Yahudi harus selalu berusaha untuk menipudaya orang-orang non-Yahudi.” (Zohar I, 168a)

Jika dua orang Yahudi menipu orang non-Yahudi, mereka harus membagi keuntungannya.” (Choschen Ham 183, 7)

Orang Yahudi boleh mengeksploitasi kesalahan orang non-Yahudi dan menipunya.” (Talmud IV/1/113b)

5. Talmud mengajarkan bahwa orang Yahudi mempunyai kedudukan hukum yang lebih tinggi daripada orang non-Yahudi :

Jika lembu seorang yahudi melukai lembu orang Kan’an, tidak perlu ada ganti rugi. Jika lembu orang Kan’an melukai lembu orang Yahudi, maka orang itu wajib membayar ganti rugi sepenuh- penuhnya. (Baba Kamma 37b)

Terhadap seorang non-Yahudi tidak menjadikan Orang Yahudi berzina. Bisa terkena hukuman bagi orang Yahudi hanya bila berzina dengan Yahudi lainnya, yaitu isteri seorang Yahudi. Isteri non-Yahudi tidak termasuk.” (Talmud IV/4/52b)

Tuhan tidak mengampuni orang Yahudi yang mengawinkan anak perempuannya kepada orang tua, atau memungut menantu bagi anak laki-lakinya yang masih bayi, ataumengembalikan barang hilang milik orang Cuthea (kafir, bukan Yahudi). (Sanhedrin 57a)

6. Talmud mengajarkan bahwa orang Yahudi boleh mencuri barang milik orang non-Yahudi:

Jika seorang Yahudi menemukan barang hilang milik orang kafir, ia tidak wajib mengembalikan kepada pemiliknya.” (Baba Mezia 24a, ayat ini ditegaskan kembali dalam Baba Kamma 113b)

7. Talmud mengajarkan bahwa orang Yahudi boleh merampok dan membunuh orang non-Yahudi :

Jika seorang Yahudi membunuh seorang Cuthea (kafir, bukan Yahudi), tidak ada hukuman mati. Apa yang dicuri oleh seorang Yahudi boleh dimilikinya”. (Sanhedrin 57a)

Kaum kafir adalah di luar perlindungan hukum dan Tuhan membukakan uang mereka untuk Bani Isro’iil.” (Baba Kamma 37b)

Tanah orang non-Yahudi, kepunyaan orang Yahudi yang pertama kali menggunakannya.” (Babba Bathra 54b)

Kepemilikan orang non-Yahudi seperti padang pasir yang tidak dimiliki; dan semua orang (setiap Yahudi) yang merampasnya, berarti telah memilikinya.” (Talmud IV/3/54b)

“Inilah kata-kata dari Rabbi Simeon ben Yohai, “Tob shebe goyyim harog (“Bahkan goyyim yang baik sekalipun, seluruhnya harus dibunuh.”  (Perjanjian Kecil, Soferim 15, Kaedah 10)

8. Talmud mengajarkan bahwa orang Yahudi boleh berdusta pada orang non-Yahudi :

Orang Yahudi boleh berdusta untuk menipu orang kafir. (Baba Kamma 113a)

Setiap orang Yahudi boleh menggunakan kebohongan dan sumpah palsu untuk membawa seorang non-Yahudi kepada kejatuhan.”(Babha Kama 113a)

9. Talmud mengajarkan bahwa orang non-Yahudi adalah hewan (bukan manusia) :

Semua anak keturunan orang kafir (bukan Yahudi) tergolong sama dengan binatang. (Yabamoth 98a)

Anak perempuan orang kafir (bukan Yahudi) sama dengan ‘niddah’ (najis) sejak lahir”. (Abodah Zarah 36b)

Orang kafir (bukan Yahudi) lebih senang berhubungan seks dengan lembu.” (Abodah Zarah 22a-22b)

Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang.” (Kerihoth 6b hal.78, Yebamoth 61a)

Orang-orang non-Yahudi harus dijauhi, bahkan lebih daripada babi yang sakit.” (Orachi Chaiim57,6a)

Engkau disebut manusia (Adam), tetapi ‘Goyyim’ (orang non-Yahudi) tidak disebut sebagai manusia.” (Ezekiel 34:31).

Tidak ada isteri bagi non-Yahudi, mereka sesungguhnya bukan isterinya.” (Talmud IV/4/81 dan 82b)

Telah diajarkan: Begitulah (Rabbi) Simeon ben Yohai menerangkan (61a) bahwa kuburan orang ‘goyyim’ tidak termasuk tempat yang suci untuk mendapatkan ‘ohel’ (memberikan sikap ruku’ terhadap kuburan), karena telah dikatakan, wahai domba-domba-Ku yang ada di padang gembalaan-Ku, kalin adalah manusia (Adam)” (Ezekiel 34 : 31), “kalian disebut manusia (Adam), tetapi kaum kafir itu tidak disebut manusia keturunan Adam.” (Yebamoth 61a)

10. Talmud mengajarkan bahwa orang Yahudi boleh melakukan praktek riba hanya pada orang-orang non-Yahudi :

Orang Yahudi boleh mempraktekkan riba terhadap orang non-Yahudi.” (Talmud IV/2/70b)

Tetaplah terus berjual beli dengan orang-orang non-Yahudi, jika mereka harus membayar uang untuk itu.” (Abhodah Zarah 2a T)

11. Talmud mengajarkan bahwa hanya orang-orang Yahudi yang mempunyai kedudukan tinggi disisi Tuhan (Yahweh) :

Tuhan (Yahweh) tidak pernah marah kepada orang-orang Yahudi, melainkan hanya (marah) kepada orang-orang non-Yahudi.” (Talmud IV/8/4a)

12. Talmud mengajarkan bahwa orang-orang Yahudi adalah mulia, sedangkan orang-orang non-Yahudi adalah budak-budak mereka :

Orang-orang non-Yahudi diciptakan sebagi budak untuk melayani orang-orang Yahudi.” (Midrasch Talpioth 225)

Dimana saja mereka (orang-orang Yahudi) datang, mereka akan menjadi pangeran raja-raja.” (Sanhedrin 104a)

Ketika Messiah (Raja Yahudi Terakhir atau Ratu Adil) datang, semuanya akan menjadi budak-budak orang-orang Yahudi.” (Erubin)

13. Talmud mengajarkan bahwa angka kelahiran orang-orang non-Yahudi harus diminimalkan :

Angka kelahiran orang-orang non-Yahudi harus ditekan sekecil mungkin.” (Zohar II, 4b)

14. Talmud bahkan mengajarkan hal-hal yang “aneh” dan tidak sepantasnya :

“….. Adam telah bersetubuh dengan semua binatang, ketika ia berada di surga.” (Yebamoth 63a)

Seorang Yahudi boleh mengawini anak perempuan berumur tiga tahun (persisnya, tiga tahun satu hari.” (Sanhedrin 55b)

Seorang Yahudi diperbolehkan bersetubuh dengan anak perempuan, asalkan saja anak itu berada dibawah sembilan tahun.” (Sanhedrin 54b)

Seorang perempuan yang telah bersetubuh dengan seekor binatang, diperbolehkan menikah dengan pendeta Yahudi. Seorang perempuan Yahudi yang telah bersetubuh dengan jin juga diperbolehkan kawin dengan seorang pendeta Yahudi.” (Yebamoth 59b)

Seorang Rabbi telah mendebat Tuhan dan mengalahkan-Nya. Tuhan pun mengakui bahwa Rabbi itu memenangkan debat tersebut.” (Baba Mezia 59b)

Sesatnya Perkataan dan Ajaran Para Rabbi Penganut Talmud

Adapun, didalam “Kitaab Isro’iil Al AswadAl Kanzu Al Marshuud Fii Fadhoo’ih At Talmuud” (tarjamah) halaman 193 – 247, telah dipaparkan berbagai perkataan para Rabbi-Rabbi Yahudi yang menunjukkan tetang kesesatan ajaran Talmud mereka, yang dapat kita simak sebagaimana berikut ini:

Didalam Kitab seorang Yahudi bernama Kraft yang terbit pada tahun 1590 dinyatakan, “Ketahuilah bahwa perkataan para Rabbi lebih utama dari perkataan para Nabi. Disamping itu, kamu harus mengakui perkataan para Rabbi ini sebagai Syari’at. Karena perkataan mereka adalah perkataan yang langsung dari Allah. Apabila seorang Rabbi berkata kepadamu bahwa tangan kanan ada di sebelah kiri ataupun sebaliknya, maka benarkanlah perkataannya itu dan jangan membantahnya.”

Maimonides, salah seorang cendekiawan Yahudi yang meninggal di awal abad 13, berkata, “Takut kepada Rabbi sama dengan takut kepada Allah.”

Didalam Talmud halaman 74 disebutkan bahwa, “Sesungguhnya ajaran-ajaran para Rabbi tidak boleh dibantah dan diubah walaupun dengan perintah Allah! Suatu hari terjadi perselisihan antara Allah dan para Rabbi Yahudi tentang suatu masalah. Setelah terjadi perdebatan panjang, akhirnya penyelesaian masalah itu diserahkan kepada salah seorang Rabbi. Lalu ia memaksa Allah untuk mengakui kesalahan-Nya, setelah Rabbi itu berhasil memutuskan perkara tersebut.”

Betapa kufurnya pernyataan tersebut! Bayangkan, Allooh سبحانه وتعالى Pencipta langit dan bumi ini dikatakan tidak lebih baik dari para Rabbi Yahudi. Nauudzu billaahi min dzaalik.

Maka didalam Al Qur’an Surat Al Maa’idah (5) ayat 64, Allooh سبحانه وتعالى melaknat kekufuran orang-orang Yahudi Bani Isro’iil ini dengan firman-Nya sebagai berikut:

وَقَالَتِ الْيَهُودُ يَدُ اللّهِ مَغْلُولَةٌ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُواْ بِمَا قَالُواْ بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيراً مِّنْهُم مَّا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ طُغْيَاناً وَكُفْراً وَأَلْقَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاء إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ كُلَّمَا أَوْقَدُواْ نَاراً لِّلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللّهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الأَرْضِ فَسَاداً وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Artinya:

Orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allooh terbelenggu”, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dila`nat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allooh terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Robb-mu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian diantara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allooh memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allooh tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.”

Didalam Talmud juga dinyatakan bahwa, “Bani Isro’iil lebih tinggi derajatnya disisi Allah daripada malaikat. Jika seorang non-Yahudi memukul orang Yahudi, maka seolah-olah orang itu telah memukul Tuhan. Kaum Yahudi (– sebagaimana yang ditulis oleh Rabbi-Rabbi mereka –) adalah bagian dari Allah, seperti seorang anak merupakan bagian dari bapaknya. Oleh karena itu, disebutkan didalam Talmud bahwa apabila seorang non-Yahudi memukul orang Yahudi, maka orang itu harus mati.” (Sanhedrin halaman: 2, no: 58)

Betapa hal ini telah dibantah oleh Allooh سبحانه وتعالى dalam firman-Nya yang termaktub padaQS. Al Maa’idah (5) ayat 18 berikut ini :

وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى نَحْنُ أَبْنَاء اللّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُم بِذُنُوبِكُم بَلْ أَنتُم بَشَرٌ مِّمَّنْ خَلَقَ يَغْفِرُ لِمَن يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَاءُ وَلِلّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ

Artinya:

Orang-orang Yahudi dan Nashroni mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allooh dan kekasih-kekasih-Nya”. Katakanlah: “Maka mengapa Allooh menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” (Kamu bukanlah anak-anak Allooh dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allooh-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada antara keduanya. Dan kepada Allooh-lah kembali (segala sesuatu).

Kemudian didalam Talmud Yerusalem (Talmud Yerushalmi) halaman 94 disebutkan bahwa, “Air mani yang darinya tercipta bangsa-bangsa lain yang berada diluar agama Yahudi, adalah air mani kuda.”

Jadi dalam ajaran Talmud, orang-orang selain orang Yahudi itu adalah binatang, yang mereka anggap sebagai keledai, babi, anjing atau bahkan lebih rendah daripada anjing. dan sebagainya. Perhatikan pernyataan-pernyataan dalam Talmud sebagaimana berikut ini:

–  “Kaum Yahudi akan menjadi bernajis apabila ia menyentuh kuburan orang-orang non Yahudi, karena mereka itu adalah binatang, bukan manusia.” (Bayamut, no: 6)

–  “Hari-hari raya yang suci bukanlah dijadikan untuk orang-orang asing dan bukan pula untuk anjing-anjing.” (Kitab Keluaran pasal 12 ayat 16)

–  Rabbi Manahem berkata, “Wahai bangsa Yahudi, sesungguhnya kamu adalah keturunan manusia karena rohmu berasal dari roh Tuhan. Adapun ummat-ummat lain adalah tidaklah demikian, karena roh mereka berasal dari roh yang bernajis.”

–  Rabbi Abarbaniel berkata, “Hanya bangsa terpilih saja yang berhak mendapatkan kehidupan yang abadi. Sedangkan bangsa-bangsa lainnya, perumpamaan mereka adalah seperti keledai-keledai. Sehingga, hubungan kekerabatan antara orang-orang Yahudi dan orang-orang non Yahudi tidak terjalin sama sekali, karena tidak mungkin manusia menjalin kekerabatan dengan keledai.”

Kaum Yahudi juga menganggap bahwa rumah-rumah ibadah ummat-ummat lain adalah seperti kandang-kandang binatang.

–  Menurut Rabbi Ariel, “Orang-orang diluar Yahudi adalah sama seperti babi-babi hutan, yang penuh dengan najis.”

Orang-orang Yahudi pun beranggapan bahwa tidak dibenarkan berbuat baik ataupun berbelas kasihan terhadap orang-orang diluar Yahudi, karena dalam anggapan mereka orang-orang non Yahudi tersebut bukanlah manusia. Simaklah pernyataan para Rabbi Yahudi itu sebagai berikut:

–  “Kamu tidak boleh berbelas kasihan kepada orang gila.” (Sanhedrin halaman 1, no: 92)

–  Rabbi Jarson berkata, “Tidak pantas seorang laki-laki yang shoolih (Yahudi) berbelas kasihan kepada laki-laki yang jahat (non-Yahudi).”

–  Menurut ajaran Talmud, “Orang-orang Yahudi diperbolehkan bersikap munafiq terhadap orang-orang lain yang non-Yahudi.”

Bahkan orang-orang Yahudi beranggapan bahwa bumi ini semata-mata hanyalah milik orang-orang Yahudi, sehingga orang-orang Yahudi bebas menguasai harta bahkan darah (nyawa) orang-orang diluar Yahudi. Perhatikan pernyataan para Rabbi Yahudi tersebut:

– Rabbi Elbo berkata, “Allah telah mengangkat kaum Yahudi sebagai penguasa harta benda ummat-ummat lainnya, bahkan darah (nyawa) mereka.”

–  Rabbi Isha berkata, “Ketika aku lihat pohon anggur telah berbuah, aku menyuruh pembantuku untuk memetik buahnya untukku jika pemilik pohon itu adalah orang asing; tetapi jika pemiliknya adalah orang Yahudi, maka aku tidak mau melakukannya.”

–  Disebutkan didalam Talmud bahwa Rabbi Samuel, salah seorang Rabbi terkemuka Yahudi, berpendapat bahwa, “Mencuri harta orang-orang non Yahudi adalah tidak terlarang dalam Syari’at.” (Ia sendiri pernah membeli bejana emas dari non-Yahudi yang dikira tembaga oleh orang itu. Dan ia hanya membayar 4 dirham kepada penjual itu, lalu mencuri lagi 1 dirham darinya)

–  Disebutkan didalam Talmud antara lain perkataan Rabbi Levi bin Jarson, bahwa, “Tidak diperbolehkan bagi kaum Yahudi untuk memberi pinjaman kepada orang asing, kecuali dengan jalan riba.”

Namun disisi lain, riba tersebut tidak diperbolehkan untuk diterapkan diantara sesama mereka kaum Yahudi, sebagaimana dijelaskan oleh Rabbi Yashai, “Para Rabbi Yahudi tidak membolehkan untuk mengambil bunga dari orang-orang Yahudi.”

–  Dinyatakan dalam Talmud, “Bunuhlah orang-orang baik yang bukan dari Bani Isro’iil. Diharomkan bagi orang Yahudi untuk menyelamatkan orang non-Yahudi dari kematian atau mengeluarkannya dari lubang yang ia terperosok kedalamnya, karena dengan melakukan itu berarti menjaga kehidupan para penyembah berhala (orang non-Yahudi).”

Bahkan terdapat tambahan keterangan pada Talmud tersebut, “Apabila salah seorang pemuja berhala (orang non-Yahudi) terperosok kedalam lubang, kamu harus menutupi lubang tersebut dengan batu!

Rabbi Raschi berkata, “Diwajibkan melakukan segala cara yang diperlukan supaya penyembah berhala (orang non Yahudi) itu tidak dapat selamat darinya!”

Oleh karena itu tidaklah heran bahwa peperangan di berbagai belahan dunia ini, terorisme dan permusuhan dilancarkan oleh orang-orang Zionis Yahudi terhadap bangsa lain. Itu semua adalah “grand design” (rencana besar) mereka. Merekalah perancang peperangan-peperangan tersebut, sebagaimana hal ini diakui sendiri oleh mereka. Perhatikanlah apa yang dikatakan oleh Marcus Ravage (penulis biografi YahudiRothschild) pada tahun 1928, dalam esainya yang berjudul “The Real Case Against the Jews” sebagai berikut:

“Anda belum mulai menghargai kedalaman sebenarnya dari kesalahan kita. Kami adalah penyusup. Kami adalah pengganggu. Kami adalah perusak prinsip-prinsip, korup, subversif . Kami telah mengambil alam dunia anda, cita-cita anda, takdir anda, dan bermain-main malapetaka dengan mereka. Kami berada dibalik peperangan, bukan hanya perang-perang besar yang terakhir, akan tetapi hampir di semua peperangan anda,bukan hanya revolusi Rusia akan tetapi di setiap revolusi besar lainnya dalam sejarah andaKami telah membawa perpecahan dan kebingungan serta  frustrasi dalam kehidupan pribadi dan publik dunia. Kami masih terus akan melakukannya.Tidak seorang pun dapat memberitahu berapa lama lagi kami akan terus melakukannya.”- (The Century Magazine, January 1928, Vol. 115, No. 3, p. 346-350.)

Bisa jadi mereka pula yang berada dibalik peristiwa pengeboman menara kembar WTC New York, tanggal 11 September 2001. Itu adalah skenario Yahudi, dengan tujuan mendiskreditkan ummat Islam. Didalam perhitungan mereka adalah “Tidak mengapa mengorbankan suatu gedung, untuk mendapat keuntungan yang lebih banyak daripada nilai gedung tersebut.”

Yang demikian itu adalah laksana pepatah “maling berteriak maling”, dimana kaum Muslimin lah yang sejak peristiwa tersebut dipojokkan dengan berbagai tuduhan teroris, islamophobia dan sebagainya; padahal yang demikian itu adalah realisasi mereka kaum Yahudi terhadap ajaran Talmud.

Agar lebih mudah memahami peristiwa 11 September tersebut, silakan lihat berbagai bukti yang terekam dalam video-video youtube berikut ini:

–  Konspirasi 11 September (911 in Plane Site) – 1/5.flv

http://www.youtube.com/watch?v=qujTCuCiDss

–  Konspirasi 11 September (911 in Plane Site) – 2/5.flv

http://www.youtube.com/watch?v=xAXhHolx8PM&feature=relmfu

–  Konspirasi 11 September (911 in Plane Site) – 3/5.flv

http://www.youtube.com/watch?v=aW1rm77XjrU&feature=relmfu

–  Konspirasi 11 September (911 in Plane Site) – 4/5.flv

http://www.youtube.com/watch?v=O4g9Y6ANOlk&feature=relmfu

–  Konspirasi 11 September (911 in Plane Site) – 5/5.flv

http://www.youtube.com/watch?v=RM_5QqGpDak&feature=relmfu

–  Ilmu Arsitek & Teknik – Runtuhnya WTC-7 Oleh Peledakan Bomb!

http://www.youtube.com/watch?v=y_E0k-UqILI&feature=player_embedded#!

–  MISTERI SETAN 15 – KEJANGGALAN WTC 1

http://www.youtube.com/watch?v=hjL5U-2ke9w&feature=relmfu

–  MISTERI SETAN 16 – KEJANGGALAN WTC II

http://www.youtube.com/watch?v=bPIf3LcuPPw&feature=relmfu

–  MISTERI SETAN 17 – KEJANGGALAN WTC III

http://www.youtube.com/watch?v=otr3GtesE98&feature=related

Hal ini pun relevan dengan penjelasan yang datang dari pihak Barat sendiri dimana Texe Marrs, seorang penyelidik (investigator) independen Amerika yang telah menelusuri garis darah Dinasti Bush selama 6 (enam) tahun, menemukan bukti bahwa keluarga besar Bush, termasuk mantan Presiden Amerika Serikat George Walker Bush, merupakan sebuah keluarga yang sangat rajin mempelajari Talmud.

Texe Marrs menjelaskan bahwa, “Dinasti Bush adalah dinasti Yahudi dan mereka menjadikan Talmud sebagai kitab sucinyaAdalah salah besar menyangka mereka sebagai keluarga Kristiani. Mereka menunggangi kekristenan untuk menipu warga Kristen dunia. Padahal, mereka merupakan keluarga Talmudis yang taat.” (http://www.texemarrs.com/022006/george_w_bush_zionist_double_agent.htm)

George Bush terlihat membawa Kitab Talmud Bavli (Talmud Babylonia) (*)

Presiden-Presiden Amerika (George Bush dan Barrack Obama) terlihat melakukan ritual di tembok ratapan kaum Yahudi (*)

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto-foto ini tidak di-samarkan.

Jadi menurut ajaran Talmud, adalah patut dan wajar kalau manusia selain Yahudi harus musnah dari muka bumi, karena bumi ini haruslah menjadi milik Yahudi semata-mata. Harta di dunia ini juga harus menjadi milik Yahudi. Dan orang-orang non-Yahudi harus terlilit hutang oleh riba, yang pada akhirnya semua keuntungan dikeruk untuk kepentingan kaum Yahudi.

Kemudian di dalam ajaran Talmud, orang-orang Yahudi diperbolehkan untuk berzina dengan wanita non Yahudi, karena orang non Yahudi dianggap bukan manusia. Hal ini dapat disimak dari perkataan Rabbi-Rabbi mereka berikut ini:

–  Rabbi Raschi berkata, “Orang Yahudi tidak berdosa jika menodai kehormatan (memperkosa) wanita non Yahudi karena semua aqad nikah yang dilakukan oleh non Yahudi adalah tidak sah. Wanita yang bukan dari Bani Isro’iil sama seperti hewan, sedangkan aqad nikah diantara seekor hewan dengan hewan lainnya adalah tidak berlaku.”

Pendapat Rabbi Raschi ini disepakati oleh Rabbi-Rabbi lainnya, yakni Rabbi Beshai, Rabbi Levi dan Rabbi Jarson.

–  Maimonides berkata, “Kaum Yahudi berhak memperkosa wanita-wanita yang tidak beriman atau wanita-wanita yang bukan dari golongan Yahudi.”

– Rabbi Tam yang merupakan generasi Yahudi ke-13 di Perancis berkata, “Sesungguhnya berzina dengan orang non Yahudi, baik laki-laki maupun perempuan, tidak ada hukumannya, karena orang-orang asing adalah keturunan hewan.”

Oleh sebab itu, Rabbi tersebut mengizinkan wanita Yahudi untuk menikah dengan seorang pria Nashroni yang sudah masuk kedalam agama Yahudi, sekalipun sebelumnya mereka berdua telah lama berpacaran dan melakukan hubungan suami istri. Ini adalah karena perzinaan mereka selama ini tidak dianggap sebuah perzinaan, karena laki-laki itu belum terhitung manusia pada waktu itu.

Perhatikan betapa orang-orang Yahudi dengan ajaran Talmud-nya menyebarkan perzinaan secara meluas di muka bumi. Merekalah yang berada dibalik pengembangan ide-ide “perlombaan ratu kecantikan”, menciptakan “trend-trend mode dunia” yang terbuka aurotnya, dan berbagai kerusakan yang sesungguhnya sangat disayangkan bahwa banyak diantara kaum Muslimin yang jatuh kedalam gaya hidup (life style) kaum Yahudi ini dan melupakan peringatan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, sebagaimana terdapat dalam Hadits Riwayat Al Imaam Al Bukhoory no: 7320 dan Al Imaam Muslim no: 2669, dari Shohabat Abu Saa’id Al Khudry رضي الله عنه :

لَتَتْبَعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا شِبْرًا وذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوهُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللهِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ

Artinya:

Sungguh kalian akan mengikuti cara hidup dan gaya orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sampai-sampai mereka masuk kedalam lubang biawak, kalian pun akan mengikuti mereka.”

Kami bertanya, “Wahai Rosuulullooh, apakah orang-orang Yahudi dan Nashroni yang engkau maksudkan?

Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم menjawab, “Siapa lagi (– kalau bukan mereka – pent.).”

Bukankah banyak diantara kaum Muslimin di zaman sekarang yang menganggap bahwa pacaran sebelum nikah itu adalah “sah-sah” saja? Mereka lupa bahwa itu adalah zina dan dosa. Dan bahkan sebagian diantara kaum Muslimin dewasa ini merasa heran apabila ada laki-laki Muslim (ikhwan) yang menikahi seorang wanita Muslimah (akhwat) tanpa melalui proses pacaran. Hal ini diakibatkan gaya hidup “pacaran” yang berasal dari budaya orang-orang Yahudi dan Nashroni tersebut telah menjangkiti sebagian diantara kaum Muslimin zaman sekarang.

Oleh karena itu, wahai Muslimin dan Muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى, jagalah diri kalian dan keluarga kalian agar jangan sampai tertulari virus-virus gaya hidup yang rusak ini, terutama di zaman sekarang dimana teknologi berkembang begitu pesatnya sehingga program Talmud tersebut bahkan dapat di-install melalui Handphone-Handphone Blackberry. Mudah-mudahan dengan mengkaji perkara Talmud, menjadikan kaum Muslimin sadar serta dapat membentengi diri agar jangan sampai terperosok kedalamnya.

Dan hendaknya kaum Muslimin benar-benar mencamkan firman Allooh سبحانه وتعالى dalamQS. Al Baqoroh (2) ayat 120:

وَلَن تَرْضَى عَنكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللّهِ مِن وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيرٍ

Artinya:

Orang-orang Yahudi dan Nashroni tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama merekaKatakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allooh itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allooh tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”

Syaikh ‘Abdurrohman As Sa’di رحمه الله ketika menafsirkan QS. Al Baqoroh (2) ayat 120 ini berkata sebagai berikut, “Allooh سبحانه وتعالى memberitahu Rosuul-Nya صلى الله عليه وسلم bahwa Yahudi dan Nashroni tidak akan ridho, kecuali jika (orang-orang beriman) mengikuti agama mereka. Karena mereka adalah penyeru pada dien yang mereka (Yahudi / Nashroni) diatasnya, dan mengaku bahwa yang demikian itu adalah petunjuk. Maka katakanlah olehmu pada mereka, “Sesungguhnya petunjuk Allooh سبحانه وتعالى yang aku diutus dengannya adalah petunjuk (Al Huda). Adapun yang kalian diatasnya adalah Hawa (Nafsu), sesuai dengan firman Allooh سبحانه وتعالى, yang artinya: “Dan jika kamu ikuti hawa-hawa (nafsu) mereka setelah ilmu datang kepadamu, maka sungguh kamu tidak lagi memiliki dari Allooh سبحانه وتعالى perlindungan dan pertolongan.”

Maka ini adalah bukti larangan yang besar, tentang mengikuti hawa nafsu-hawa nafsu orang Yahudi dan Nashroni, juga menyerupai mereka dalam perkara yang khas dari agama mereka dan pernyataan ini, betapapun ditujukan untuk Rosuulullooh صلى الله عليه وسلمakan tetapi ummatnya termasuk didalamnya. Karena yang menjadi pelajaran adalah umumnya makna, bukan khususnya pembicaraan; sebagaimana pelajaran itu dengan umumnya lafadz, bukan dengan khususnya sebab.”

Juga firman-Nya dalam QS. Al Baqoroh (2) ayat 217:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ وَصَدٌّ عَن سَبِيلِ اللّهِ وَكُفْرٌ بِهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِندَ اللّهِ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ وَلاَ يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىَ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُواْ وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُوْلَـئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَأُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Artinya:

Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Harom. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allooh, kafir kepada Allooh, (menghalangi masuk) Masjidil Harom dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allooh. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”

Syaikh ‘Abdurrohman As Sa’di رحمه الله ketika menafsirkan QS. Al Baqoroh (2) ayat 217berkata sebagai berikut, “Allooh سبحانه وتعالى  mengkabarkan bahwa mereka (Yahudi/ Nashroni) senantiasa memerangi orang-orang yang beriman. Tujuan mereka bukan pada harta orang-orang mukmin ataupun nyawanya, melainkan tujuan mereka itu adalah untuk mengembalikan orang-orang mukmin dari agama Islam menjadi orang-orang kaafir setelah beriman, sehingga menjadi bagian dari Neraka Sa’iir. Bahkan mereka (Yahudi/ Nashroni) berkorban dengan seluruh kemampuan mereka dalam hal itu, sebagai bentuk upaya sejauh kemampuan mereka.”

TANYA JAWAB

Pertanyaan:

Didalam beberapa kajian lalu dibahas bahwa Syi’ah seringkali bekerjasama dan membantu kepentingan-kepentingan Yahudi. Namun di berbagai media massa di tanah air kita, pemberitaan yang ada adalah justru sebaliknya, yaitu bahwa Presiden Iran Ahmadinejad sangat bermusuhan dan menunjukkan sikap berani untuk menentang Amerika. Bagaimanakah sikap kita sebagai Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah terhadap berbagai pemberitaan tersebut?

Jawaban:

Ahmadinejad adalah Presiden Iran saat ini, dan Iran adalah negeri Syi’ah. Artinya:Ahmadinejad adalah pimpinan Syi’ah. Dan Syi’ah sebenarnya adalah teman-teman akrab Yahudi.

Dalam sejarahnya pun Syi’ah didirikan oleh ‘Abdullooh bin Saba’, seorang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam, tetapi kemudian menyebarkan fitnah dari dalam diantara kaum Muslimin.

Syi’ah terkenal memiliki strategi Taqiyyah (berpura-pura) didalam berdakwahnya. Jadi tidak heran apabila Ahmadinejad ditonjolkan sebagai sosok yang memiliki penampilan sederhana, simpatik, berpura-pura melawan dan sangat anti pada Yahudi-Amerika. Itu semua adalah Taqiyyah mereka dalam menjalankan usaha/ kepentingan Syi’ah. Namun, jangan kita kaum Muslimin terkecoh; karena dibalik upaya berpura-pura simpatik, dermawan, ilmiah dan sebagainya itu, mereka (Syi’ah) jelas-jelas menyebarkan ‘aqiidahyang sesat, mengatakan bahwa Al Qur’an yang ada sekarang belum lengkap, mencaci maki para Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم dan lain sebagainya.

Bahkan beberapa waktu lalu dalam situs www.detiknews.com, terungkap bahwa Ahmadinejad memiliki nama keluarga yang berasal dari Yahudi. Berikut ini adalah fotoclose-up dari paspor Presiden Iran Ahmadinejad saat Pemilu di bulan Maret yang mengungkapkan bahwa dia sebelumnya dikenal sebagai Sabourijan, demikian sebagaimana dikutip detikcom dari The Daily Telegraph edisi Sabtu (3/10/2009).

Sabourjian adalah nama keluarga Yahudi dari sekitar Aradan, tempat kelahiran Mahmoud Ahmadinejad, sebelah tenggara ibukota Teheran. Nama ini berasal dari kata “Penenun dari Sabour“, merujuk pada syal / selendang Yahudi Tallit di Persia.


(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak di-samarkan.

Berikut ini terdapat pula foto-foto yang merupakan fakta yang mengungkapkan kedekatan antara Ahmadinejad dengan para pemuka Yahudi.


(Sumber foto: http://www.dd-sunnah.net/records/view/action/view/id/562/) (*)

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto-foto ini tidak di-samarkan.

Dan apabila anda membaca buku mereka yang berjudul “Madzab Pecinta Ahlul Bait”, maka dalam buku tersebut sama sekali tidak disebut-sebut tentang Shohabat Abu Bakar As Siddiiq, ‘Umar bin Khoththoob, ‘Utsman bin ‘Affan رضي الله عنهم. Semata-mata hanya menyebutkan Ali bin Abi Tholib رضي الله عنه saja. Hal ini dikarenakan mereka menuduh sebagian besar Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم tersebut kaafir setelah beliau صلى الله عليه وسلم meninggal.

Bayangkan, betapa Syi’ah telah bersikap diluar batas terhadap para Shohabat Rosuululloohصلى الله عليه وسلم, yang Allooh سبحانه وتعالى sendiri telah ridho pada mereka. Perhatikanlah firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. At Taubah (9) ayat 100:

وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Artinya:

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allooh ridho kepada mereka dan merekapun ridho kepada Allooh dan Allooh menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”

Berarti Syi’ah mengkufuri QS. At Taubah (9) ayat 100 ini, atau dengan kata lain, Syi’ah menuduh bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم gagal dalam berdakwah, karena sebagian besar Shohabat-nya (dalam anggapan Syi’ah) adalah kaafir sepeninggal beliau صلى الله عليه وسلم.

Hal ini jauh berbeda dengan sikap Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah, dimana Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah mencintai para Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, baik Abu Bakar As Siddiiq, ‘Umar bin Khoththoob, ‘Utsman bin ‘Affan رضي الله عنهم, termasuk pula Ali bin Abi Tholibرضي الله عنه. Mereka semua adalah Amiirul Mu’miniin. Tetapi oleh Syi’ah, hanya Ali bin Abi Tholib رضي الله عنه yang dikultuskan, sementara yang lainnya dikutuk. Oleh karena itu hendaknya kita semua waspada dengan kesesatan yang mereka sebarkan ini.

Hendaknya kaum Muslimin berhati-hati! Jagalah ‘Aqiidah dan jangan mudah terpengaruh oleh strategi Taqiyyah orang-orang Syi’ah.

Alhamdulillah, kiranya cukup sekian dulu bahasan kita kali ini, mudah-mudahan bermanfaat. Kita akhiri dengan Do’a Kafaratul Majlis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dari tulisan Ustadz Achmad Rofi’i, Lc.M.Mpd di re-publikasi abuabdurrohman