FENOMENA PENGEBOMAN, BUAH PEMIKIRAN KHAWARIJ

Oleh
Lembaga Ulama Besar Saudi Arabia

Muqadimmah
Pengeboman, yang marak akhir-akhir ini, diyakini sebagai suatu alat perjuangan kelompok tertentu, baik muslim atau non muslim. Hanya saja yang dilakukan oleh segelintir orang dari kalangan muslim nampak lebih menonjol sehingga banyak disorot. Timbul pertanyaan, apakah aksi ini memiliki dasar syar’i atau semata-mata salah interpretasi (penafsiran) terhadap nash (dalil) syar’i, yang tentunya berdampak buruk. Berikut fatwa dari Lembaga Ulama Besar Saudi Arabia, berkenan dengan pengeboman di Riyadh, ibu kota Saudi Arabia. Pengambilan peristiwa ini sebagai contoh, karena sebelumnya pernah terjadi peristiwa serupa di Indonesia.

Telah terbit penjelasan dari Hai’ah Kibarul Ulama (Lembaga Ulama Besar Saudi Arabia) seputar beberapa peristiwa pengeboman yang terjadi di kota Riyadh belakangan ini. Berikut teks penjelasannya :
____________________________________

Majelis Hai’ah Kibarul Ulama dalam pertemuan khususnya yang diselenggarakan di kota Riyadh pada hari rabu 13/3/1424H telah membahas peristiwa-peritiwa pengeboman yang terjadi di Riyadh Senin 11/3/1424H yang mengakibatkan pembunuhan, penghancuran, keresahan dan musibah-musibah yang menimpa mayoritas kaum muslimin dan non muslim.

Perlu diketahui bahwa syari’at Islam datang untuk menjaga 5 pokok yang amat mendasar serta mengharamkan untuk diterjang yaitu : Agama, jiwa, harta, kehormatan dan akal.

Tiada perselisihan diantara kaum muslimin tentang haramnya menganiaya jiwa orang yang terjaga dalam agama Islam baik seorang muslim sehingga tidak boleh dianiaya dan dibunuh tanpa alasan yang benar. Barangsiapa melanggarnya, niscaya dia memikul dosa besar. Allah berfirman.

“Artinya : Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya” [An-Nisa’ : 93]

“Artinya : Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa : barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain (hukum qishas) atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya” [1] [Al-Maidah : 32]

Mujahid Rahimahullah berkata : “ ….Ayat ini menunjukkan betapa besarnya (dosa) membunuh jiwa tanpa alasan yang benar”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Tidak halal darah seseorang muslim yang bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan aku adalah utusan Allah kecuali (karena) tiga perkara : jiwa dengan jiwa, pezina yang sudah menikah dan orang yang keluar dari agama Islam, meninggalkan jama’ah” [Muttafaqun ‘alaihi dan ini lafadh Bukhari]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda.

“Artinya : Aku diperintah (Allah) untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwasanya Muhammad itu utusan Allah, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Jika mereka telah mengerjakan (semua) itu maka terjaga dariku darah dan harta mereka, kecuali dengan hak Islam dan hisab mereka adalah atas Allah” [Muttafaqun ‘alaihi dan hadits Ibnu Umar]

Dalam sunan Nasa’i dari Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Sungguh hancurnya dunia itu lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang muslim”

Suatu hari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu pernah melihat baitullah atau ka’bah lalu ia berkata : “Alangkah besarnya kehormatanmu ! Namun orang mukmin masih lebih besar kehormatannya di sisi Allah dari padamu”

Semua dalil-dalil ini dan masih banyak lainnya lagi menunjukkan betapa besar kehormatan darah seorang muslim. Maka haram membunuhnya dengan sebab apapun kecuali apa yang telah dijelaskan oleh nash-nash syar’i. Karena itulah, maka tidak halal bagi seseorang untuk menganiaya seorang muslim tanpa alasan yang dibenarkan agama.

Usamah bin Zaid Radhiyallahu ‘anhu berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus kami (menghadapi) Bani Huraqah, maka kami datang (menyerang) kaum tersebut pagi hari. Kamipun berhasil mengalahkan mereka. Saya dan seorang Anshar menyusul (mengejar) seorang diantara mereka [2]. Tatkala kami telah berhasil mencapainya, ia berucap : “Laa Ilaaha Illallaah”. Temanku orang Anshar menahan dirinya (dari membunuhnya), sementara aku menikamkan tombakku sehingga orang itu terbunuh olehku. Ketika kami datang (ke Madinah) berita itu sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau bersabda : “Wahai Usamah, apakah engkau membunuhnya setelah dia mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah?” Aku menjawab. “Orang itu hanya mencari perlindungan saja” (pura-pura mengucapkan kalimat tauhid). Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam terus mengulangi pertanyaan tadi sehingga aku berangan-angan sekiranya aku belum masuk Islam kecuali pada hari itu” [Hadits Riwayat Bukhari 4269, 6872, dan Muslim 273,274 dan ini lafadz Bukhari]

Hadits ini menunjukkan secara gamblang tentang kehormatan darah seorang muslim. Perhatikanlah kisah ini, kaum muslimin dalam kancah peperangan. Tatkala mereka dapat mengejar musuhnya dan berkesempatan untuk menyudahinya, kemudian laki-laki musyrik itu mengucapkan kalimat tauhid dan Usamah membunuhnya karena menurut persangkaannya orang musyrik tersebut mengucapkan kalimat tauhid tidak lain hanya untuk menyelamatkan dirinya. Sekalipun kondisi dan alasan tersebut, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menerima alasan Usamah. Semua ini menunjukkan secara jelas betapa besar kehormatan darah kaum muslimin dan betapa besar dosa pelanggarnya. Sebagaimana darah seorang muslim itu haram ditumpahkan, maka begitu pula hartanya adalah haram diambil dan terjaga berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Sesungguhnya darahmu, dan hartamu adalah haram bagimu, seperti haramnya harimu ini, dalam bulanmu ini, dalam negerimu ini” [Hadits Riwayat Muslim]

Dan ucapan ini, beliau sampaikan ketika berkhutbah pada hari Arafah. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan pula seperti hadits ini pada khutbah hari nahr (Qurban/Iedul Adha).

Berdasarkan keterangan di muka maka telah jelas keharaman membunuh jiwa yang dilindungi tanpa alasan yang benar.

Dan termasuk jiwa yang dilindungi dalam Islam ialah … jiwa-jiwa yang terikat perjanjian dan ahli dzimmah[3] dan orang-orang yang meminta perlindungan (keamanan).

Dari Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallahu ‘anhu beliau bersabda.

“Artinya : Barangsiapa membunuh seorang mu’ahid (orang kafir yang ada dalam ikatan perjanjian, -pent), maka ia tidak akan mencium bau syurga, padahal baunya itu bisa dirasakan (dari jarak) sejauh 40 tahun (lama) perjalanan” [Hadits Riwayat Bukhari]

Seorang yang dimasukkan oleh waliyul amri (penguasa) muslim –ke dalam negerinya- dengan ikatan perjanjian kemanan, maka jiwa dan hartanya itu dilindungi (terjaga), tidak boleh diganggu. Barangsiapa membunuhnya maka sungguh ia sebagaimana disabdakan oleh Nabi “tidak akan mencium bau syurga”. Ini merupakan ancaman keras bagi orang yang menyerang mu’ahidin. Dan sudah dimaklumi bahwasanya ahlul Islam jaminan mereka adalah satu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Orang-orang mukmin sama (setara) darah-darah mereka, dan orang yang terendah berusaha mananggung mereka”

Ketika Ummu Hani memberikan perlindungan kepada seorang musyrik pada peperangan Fathu Makkah, dan Ali bin Abi Thalib hendak membunuhnya, maka ia (Ummu Hani) pergi menemui Nabi dan menceritakannya, maka Nabi bersabda.

“Artinya : Sesungguhnya kami melindungi orang yang engkau beri perlindungan wahai Ummu Hani” [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]

Maksudnya bahwa orang yang masuk dalam suatu perlindungan keamanan atau terikat perjanjian dengan waliyul amri karena suatu kemaslahatan yang ia pandang, maka ia tidak boleh diganggu dan dianiaya baik dairi maupun hartanya.

Jika hal ini telah jelas maka sesungguhnhya apa yang terjadi di kota Riyadh, adanya peristiwa pengeboman adalah perkara yang tidak dibenarkan oleh agama Islam, dan pengharamannya itu datang dari berbagai sisi.

[1]. Perbuatan ini merupakan pendzaliman terhadap kehormatan negeri kaum muslimin, dan menimbulkan ketakutan (keresahan) bagi orang-orang yang merasakan aman di dalamnya.
[2]. Merupakan pembunuhan terhadap jiwa yang terjaga dalam syari’at Islam
[3]. Membuat kerusakan di muka bumi.
[4]. Perusakan harta benda yang dilindungi.

Dan Majlis Hai’ah Kibarul Ulama ketika menjelaskan hukum perkara ini (menganjurkan) agar kaum muslimin menjaga diri agar tidak terjerumus kedalam keharaman yang membinasakan, dan memperingatkan mereka dari tipu daya setan, karena ia selalu menyertai seorang hamba sehingga menjerumuskannya dalam kehancuran, bisa dengan cara ghuluw (ekstrim), atau bersikap keras dalam beragama –semoga Allah melindungi kita-. Setan tidak peduli dengan cara yang mana diantara keduanya itu bisa memperdaya seorang hamba, karena kedua cara itu ; ghuluw dan sikap kasar/keras termasuk dari jalan-jalan setan yang akan menjerumuskan pelakunya ke dalam murka Allah dan siksaNya.

Apa yang dilakukan oleh orang-orang yang menempuh perbuatan ini, yakni bunuh diri dengan bom maka ini tercakup dalam sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Barangsiapa bunuh diri dengan menggunakan sesuatu di dunia, maka ia akan diadzab dengannya pada hari kiamat” [Diriwayatkan oleh Abu ‘Awanah dalam Mustakhrajnya dari hadits Tsabit bin Ad-Dhahhaak Radhiyallahu ‘anhu]

Dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Barangsiapa bunuh diri dengan memakai sepotong besi, maka potongan besinya itu ada di tangannya, ia akan memukuli perutnya dengan besi itu dalam neraka jahannam, kekal abadi didalamnya selama-lamanya. Barangsiapa bunuh diri dengan minum racun, niscaya ia menghirupnya di neraka jahannam kekal didalamnya selama-lamanya. Barangsiapa bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gunung, maka kelak ia akan jatuh ke dalam neraka jahannam kekal di dalamnya selama-lamanya.”

Di dalam shahih Bukhari juga terdapat seperti hadits ini.

Kemudian hendaklah semuanya mengetahui bahwa umat Islam pada hari ini menderita (malapetaka) karena penguasaan musuh atas mereka dari berbagai sisi. Sedang musuh-musuh itu bergembira dengan tersedianya sarana melegalkan mereka untuk menguasai kaum muslimin, merendahkan (martabat) mereka dan mengeruk kekayaan mereka. Maka barangsiapa yang membantu musuh-musuh Islam dalam (merealisasikan) tujuan mereka, dan membuka pelabuhan (pangkalan) bagi mereka untuk menindas kaum muslimin dan negeri Islam, maka berarti sungguh ia telah menolong (musuh) untuk melecehkan kaum muslimin dan menguasai negeri mereka. Ini adalah termasuk dosa paling besar.

Sebagaimana wajib adanya perhatian terhadap ilmu sya’i yang diambil dari Kitab dan Sunnah sesuai dengan pemahaman Salaful Ummah, yang mana hal itu (dapat ditempuh) dalam sekolahan, perguruan tinggi, masjid-masjid, dan sarana informasi. Sebagaimana wajib pula untuk memperhatikan urusan amar ma’ruf dan nahi munkar dan saling menasehati dalam perkara yang hak. Sesungguhnya kebutuhan bahkan keharusan menyeru manusia (agar kembali kepada agamanya dan melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar) pada saat sekarang lebih besar daripada waktu yang telah lewat, dan wajib bagi para pemuda muslim berbaik sangka kepada ulama mereka dan mengambil (ilmu dan fatwa) dari mereka, dan hendaklah mereka mengetahui bahwa termasuk sebagian dari apa yang diusahakan oleh musuh-musuh agama ini ialah menumbuhkan benih perselisihan antara pemuda Islam dengan ulamanya, dan antara mereka dengan pemerintahnya, hingga kekuatan mereka melemah, sehingga mudah (bagi musuh) menguasai mereka, maka wajib untuk mewaspadai hal ini.

Mudah-mudahan Allah menjaga kita semuanya dari tipu daya musuh, dan wajib bagi kaum muslimin bertaqwa kepada Allah baik secara sembunyi maupun terang-terangan, dan bertaubat dengan jujur dan sebenar-benarnya dari segala dosa. Karena sesungguhnya tiada turun satu bencana melainkan disebabkan dosa (yang diperbuat hamba) dan tiadalah malapetaka itu akan hilang melainkan dengan adanya taubat. Kami memohon kepada Allah semoga Dia memperbaiki keadaan kaum muslimin, dan menjauhkan negeri kaum muslimin dari segenap keburukan dan perkara yang dibenci. Semoga shalawat dan salam diberikan Allah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para shahabatnya.

Hai’ah Kibarul Ulama
Ketua Majelis :
[1] Abdul Aziz bin Abdullah bin Muhammad Ali Syaikh
[2] Shalih bin Muhammad Al-Luhaidan
[3] Abdullah bin Sulaiman Al-Mani’
[4] Abdullah bin Abdurrahman Al-Ghadiyan
[5] Dr Shalih bin Fauzan Al-Fauzan
[6] Hasan bin Ja’far Al-Atami
[7] Muhammad bin Abdullah As-Subail
[8] Dr Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim Ali Syaikh
[9] Muhammad bin Sulaiman Al-Badr
[10] Dr Abdullah bin Abdul Muhsin At-Turki
[11] Muhammad bin Zaid Ali Sulaiman
[12] Dr Bakr bin Abdullah Abu Zaid (tidak hadir sakit)
[13] Dr Abdul Wahhab bin Ibrahim Abu Sulaiman (tidak hadir)
[14] Dr Shalih bin Abdullah bin Humaid
[15] Dr Ahmad bin Ali Sir Al-Mubariki
[16] Dr Abdullah bin Ali Ar-Rukban
[17] Dr Abdullah bin Muhammad Al-Muthlaq

[Diterjemahkan oleh Ibnu Ahmad dari Majalah Ad-Da’wah volume 1893, 21 Rabi’ul Awwal 1424H/22 Mei 2003M hal. 32-33, Disalin ulang dari Majalah Al-Furqon edisi 1/Th III/Sya’ban 1424 hal. 38-41 oleh almanhaj.or.id republikasi abuabdurrohman]
_________
Foote Note.
[1] Hukum ini bukanlah mengenai Bani Israil saja, tetapi juga mengenai manusia seluruhnya. Allah memandang bahwa membunuh seseorang itu adalah sebagai membunuh manusia seluruhnya, karena seorang itu adalah anggota masyarakat dan karena membunuh seseorang berarti juga membunuh keturunannya.
[2] Namanya Mirdas bin Amr Al-Fidaki. Lihat Fathul Bari (12/240) oleh Ibnu Hajar.
[3] Ahli Dzimmah ialah orang-orang bukan Islam yang berada di bawah perlindungan pemerintah Islam.

Iklan

BAHAYA FIRQAH LIBERAL

Oleh
Abu Hamzah Agus Hasan Bashari

PENDAHULUAN.
Islam adalah dien al-haq yang diwahyukan oleh Allah Ta’ala kepada Rasul-Nya yang terakhir Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Artinya : Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.” [Al-Fath : 28]

Sebagai rahmat bagi semesta alam

“Artinya : Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” [Al-Anbiya :107]

Dan sebagai satu-satunya agama yang diridhai oleh Allah Ta’ala.

“Artinya : Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” [Ali-Imran : 19]

Islam adalah agama yang utuh yang mempunyai akar, dimensi, sumber dan pokok-pokok ajarannya sendiri. Siapa yang konsisten dengannya maka ja termasuk Al-Jama’ah atau Firqah Najiyah (kelompok yang selamat) dan yang keluar atau menyimpang darinya maka ja termasuk firqaih-firqah yang halikah (kelompok yang binasa).

Diantara firqah halikah adalah firqah Liberaliyah. Liberaliyah adalah sebuah paham yang berkembang di Barat dan memiliki asumsi, teori dan pandangan hidup yang berbeda. Dalam tesisnya yang berjudul “Pemikiran Politik Barat” Ahmad Suhelani, MA menjelaskan prinsip-prinsip pemikiran ini. Pertama, prinsip kebebasan individual. Kedua, prinsip kontrak sosial. Ketiga, prinsip masyarakat pasar bebas. Keempat, meyakini eksistansi Pluralitas Sosio – Kultural dan Politik Masyarakat. [Gado-Gado Islam Liberal; Sabili no 15 Thn IX/81]

Islam dan Liberal adalah dua istilah yang antagonis, saling berhadap-hadapan tidak mungkin bisa bertemu. Namun demikian ada sekelompok orang di Indonesia yang rela menamakan dirinya dengan Jaringan Islam Liberal (JIL). Suatu penamaan yang “pas” dengan orang-orangnya atau pikiran-pikiran dan agendanya. Islam adalah pengakuan bahwa apa yang mereka suarakan adalah haq tetapi pada hakikatnya suara mereka itu adalah bathil karena liberal tidak sesuai dengan Islam yang diwahyukan dan yang disampaikan oleh Rasul Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, akan tetapi yang mereka suarakan adalah bid’ah yang ditawarkan oleh orang-orang yang ingkar kepada Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Maka dalam makalah ini akan kita uraikan sanad (asal usul) firqah liberal (kelompok Islam Liberal atau Kelompok kajian utan kayu), visi, misi agenda dan bahaya mereka.

SANAD (ASAL-USUL) FIRQAH LIBERAL
Islam liberal menurut Charless Kurzman muncul sekitar abad ke-18 dikala kerajaan Turki Utsmani Dinasti Shafawi dan Dinasti Mughal tengah berada digerbang keruntuhan. Pada saat itu tampillah para ulama untuk mengadakan gerakan pemurnian, kembali kepada al-Qur’an dan sunnah. Pada saat ini muncullah cikal bakal paham liberal awal melalui Syah Waliyullah (India, 1703-1762), menurutnya Islam harus mengikuti adat lokal suatu tempat sesuai dengan kebutuhan penduduknya. Hal ini juga terjadi dikalangan Syi’ah. Aqa Muhammad Bihbihani (Iran, 1790) mulai berani mendobrak pintu ijtihad dan membukanya lebar-lebar.

Ide ini terus bergulir. Rifa’ah Rafi’ al-Tahtawi (Mesir, 1801-1873) memasukkan unsur-unsur Eropa dalam pendidikan Islam. Shihabuddin Marjani (Rusia, 1818-1889) dan Ahmad Makhdun (Bukhara, 1827-1897) memasukkan mata pelajaran sekuler kedalam kurikulum pendidikan Islam [Charless Kurzman: xx-xxiii]

Di India muncul Sir Sayyid Ahmad Khan (1817-18..) yang membujuk kaum muslimin agar mengambil kebijakan bekerja sama dengan penjajah Inggris. Pada tahun 1877 ja membuka suatu kolese yang kemudian menjadi Universitas Aligarh (1920). Sementara Amir Ali (1879-1928) melalui buku The Spirit of Islam berusaha mewujudkan seluruh nilai liberal yang dipuja di Inggris pada masa Ratu Victoria. Amir Ali memandang bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Pelopor Agung Rasionalisme [William Montgomery Waft: 132]

Di Mesir muncullah M. Abduh (1849-1905) yang banyak mengadopsi pemikiran mu’tazilah berusaha menafsirkan Islam dengan cara yang bebas dari pengaruh salaf. Lalu muncul Qasim Amin (1865-1908) kaki tangan Eropa dan pelopor emansipasi wanita, penulis buku Tahrir al-Mar’ah. Lalu muncul Ali Abd. Raziq (1888-1966). Lalu yang mendobrak sistem khilafah, menurutnya Islam tidak memiliki dimensi politik karena Muhammad hanyalah pemimpin agama. Lalu diteruskan oleh Muhammad Khalafullah (1926-1997) yang mengatatan bahwa yang dikehendaki oleh al-Qur’an hanyalah system demokrasi tidak yang lain.[Charless: xxi,l8]

Di Al-Jazair muncul Muhammad Arkoun (lahir 1928) yang menetap di Perancis, ia menggagas tafsir al-quran model baru yang didasarkan pada berbagai disiplin Barat seperti dalam lapangan semiotika (ilmu tentang fenomena tanda), antropologi, filsafat dan linguistik. Intinya Ia ingin menelaah Islam berdasarkan ilmu-ilmu pengetahuan Barat modern. Dan ingin mempersatukan keanekaragaman pemikiran Islam dengan keanekaragaman pemikiran diluar Islam. [Mu’adz, Muhammad Arkoun Anggitan tentang cara-cara tafsir al-Qur’an, Jurnal Salam vol.3 No. 1/2000 hal 100-111; Abd. Rahman al-Zunaidi: 180; Willian M Watt: 143]

Di Pakistan muncul Fazlur Rahman (lahir 1919) yang menetap di Amerika dan menjadi guru besar di Universitas Chicago. Ia menggagas tafsir konstekstual, satu-satunya model tafsir yang adil dan terbaik menurutnya. Ia mengatakan al-Qur’an itu mengandung dua aspek: legal spesifik dan ideal moral, yang dituju oleh al-Qur’an adalah ideal moralnya karena itu ia yang lebih pantas untuk diterapkan.[Fazhul Rahman: 21; William M. Watt: 142-143]

Di Indonesia muncul Nurcholis Madjid (murid dari Fazlur Rahman di Chicago) yang memelopori gerakan firqah liberal bersama dengan Djohan Efendi, Ahmad Wahid dan Abdurrahman Wachid [Adiyan Husaini dalam makalah Islam Liberal dan misinya menukil dari Greg Barton, Sabili no. 15: 88]

Nurcholis Madjid telah memulai gagasan pembaruannya sejak tahun l970-an. Pada saat itu ia telah rnenyuarakan pluralisme agama dengan menyatakan: “Rasanya toleransi agama hanya akan tumbuh diatas dasar paham kenisbian (relativisme) bentuk-bentuk formal agama ini dan pengakuan bersama akan kemutlakan suatu nilai yang universal, yang mengarah kepada setiap manusia, yang kiranya merupakan inti setiap agama” [Nurcholis Madjid : 239]

Lalu sekarang muncullah apa yang disebut JIL (Jaringan Islam Liberal) yang menghasung ide-ide Nurcholis Madjid dan para pemikir-pemikir lain yang cocok dengan pikirannya.

Demikian sanad Islam Liberal menurut Hamilton Gibb, William Montgomery Watt, Chanless Kurzman dan lain-lain. Akan tetapi kalau kita urut maka pokok pikiran mereka sebenarnya lebih tua dari itu. Paham mereka yang rasionalis dalam beragama kembali pada guru besar kesesatan yaitu Iblis La’natullah ‘alaih. (Ali Ibn Abi aI-’Izz: 395) karena itu JIL bisa diplesetkan dengan “Jalan Iblis Laknat”. Sedang paham sekuleris dalam bermasyarakat dan bernegara berakhir sanadnya pada masyarakat Eropa yang mendobrak tokoh-tokoh gereja yang melahirkan moto Render Unto The Caesar what The Caesar’s and to the God what the God’s (Serahkan apa yang menjadi hak Kaisar kepada kaisar dan apa yang menjadi hak Tuhan kepada Tuhan). Muhammad Imarah : 45) Karena itu ada yang mengatakan: “Cak Nur Cuma meminjam pendekatan Kristen yang membidani lahirnya peradaban barat” Sedangkan paham pluralisme yang mereka agungkan bersambung sanadnya kepada lbn Arabi (468-543 H) yang merekomendasikan keimanan Fir’aun dan mengunggulkannya atas nabi Musa ‘alaihis salam [Muhammad Fahd Syaqfah: 229-230]

MISI FIRQAH LIBERAL
Misi Firqah Liberal adalah untuk menghadang (tepatnya : rnenghancurkan) gerakan Islam fundamentalis. mereka menulis: “sudah tentu, jika tidak ada upaya-upaya untuk mencegah dominannya pandangan keagamaan yang militan itu, boleh jadi, dalam waktu yang panjang, pandangan-pandangan kelompok keagamaan yang militan ini bisa menjadi dominan. Hal ini jika benar terjadi, akan mempunyai akibat buruk buat usaha memantapkan demokratisasi di Indonesia. Sebab pandangan keagamaan yang militan biasanya menimbulkan ketegangan antar kelompok-kelompok agama yang ada. Sebut saja antara Islam dan Kristen. Pandangan-pandangan kegamaan yang terbuka (inklusif) plural, dan humanis adalah salah satu nilai-nilai pokok yang mendasari suatu kehidupan yang demokratis.”

Yang dimaksud dengan Islam Fundamentalis yang menjadi lawan firqah liberal adalah orang yang memiliki lima cirri-ciri,yaitu.

[1]. Mereka yang digerakkan oleh kebencian yang mendalam terhadap Barat
[2]. Mereka yang bertekad mengembalikan peradaban Islam masa lalu dengan membangkitkan kembali masa lalu itu
[3]. Mereka yang bertujuan menerapkan syariat Islam
[4]. Mereka yang mempropagandakan bahwa islam adalah agama dan negara
[5]. Mereka menjadikan masa lalu itu sebagai penuntun (petunjuk) untuk masa depan.

Demikian yang dilontarkan mantan Presiden Amerika Serikat, Richard Nixon [Muhammad Imarah : 75]

AGENDA DAN GAGASAN FIRQAH LIBERAL
Dalam tulisan berjudul “Empat Agenda islam Yang Membebaskan; Luthfi Asy-Syaukani, salah seorang penggagas JIL yang juga dosen di Universitas Paramadina Mulya memperkenalkan empat agenda Islam Liberal.

Pertama : Agenda politik. Menurutnya urusan negara adalah murni urusan dunia, sistem kerajaan dan parlementer (demokrasi) sama saja.

Kedua : Mengangkat kehidupan antara agama. Menurutnya perlu pencarian teologi pluralisme mengingat semakin majemuknya kehidupan bermasyarakat di negeri-negeri Islam.

Ketiga : Emansipasi wanita dan

Keempat : Kebebasan berpendapat (secara mutlak).

Sementara dari sumber lain kita dapatkan empat agenda mereka adalah.
[1]. Pentingnya konstekstualisasi ijtihad
[2]. Komitmen terhadap rasionalitas dan pembaruan
[3]. Penerimaan terhadap pluralisme sosial dan pluralisme agama-agama
[4]. Permisahan agama dari partai politik dan adanya posisi non-sektarian negara [Lihat Greg Bertan, Gagasan Islam Liberal di Indonesia, Pustaka Antara Paramadina 1999: XXI]

BAHAYA FIRQAH LIBERAL
[1]. Mereka tidak menyuarakan Islam yang diridhai oleh Allah AzZa wa Jalla, tetapi menyuarakan pemikiran-pemikiran yang diridhai oleh Iblis, Barat dan pan Thaghut lainnya.

[2]. Mereka lebih menyukai atribut-atribut fasik dari pada gelar-gelar keimanan karena itu mereka benci kepada kata-kata jihad, sunnah, salaf dan lain-lainnya dan mereka rela menyebut Islamnya dengan Islam Liberal. Allah Azza wa Jalla berfirman:

“Artinya : Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman”. [Al-Hujurat : 11]

[3]. Mereka beriman kepada sebagian kandungan al-Qur’an dan meragukan kemudian menolak sebagian yang lain, supaya penolakan mereka terkesan sopan dan ilmiyah mereka menciptakan “jalan baru” dalam menafsiri al-Qur’an. Mereka menyebutnya dengan Tafsir Kontekstual, Tafsir Hermeneutik, Tafsir Kritis dan Tafsir Liberal

Sebagai contoh, Musthofa Mahmud dalam kitabnya al-Tafsir al-Ashri-li al-Qur’an menafsiri ayat (Faq tho ‘u aidiyahumaa) dengan “maka putuslah usaha mencuri mereka dengan memberi santunan dan mencukupi kebutuhannya.” [Syeikh Mansyhur Hasan Salman, di Surabaya, Senin 4 Muharram 1423]

Dan tafsir seperti ini juga diikuti juga di Indonesia. Maka pantaslah mengapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Artinya : Yang paling saya khawatirkan atas adaalah orang munafik yang pandai bicara. Dia membantah dengan Al-Qur’an.”

Orang-orang yang seperti inilah yang merusak agama ini. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Mereka mengklaim diri mereka sebagai pembaharu Islam padahal merekalah perusak Islam, mereka mengajak kepada kepada Al-Qur’an padahal merekalah yang mencampakkan Al-Qur’an”

Mengapa demikian ? Karena mereka bodoh terhadap sunnah. [Lihat Ahmad Thn Umar al-Mahmashani: 388-389]

[4]. Mereka menolak paradigma keilmuwan dan syarat-syarat ijtihad yang ada dalam Islam, karena mereka merasa rendah berhadapan dengan budaya barat, maka mereka melihat Islam dengan hati dan otak orang Barat.

[5]. Mereka tidak mengikuti jalan yang ditempuh oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabatnya dan seluruh orang-orang mukmin. Bagi mereka pemahaman yang hanya mengandalkan pada ketentuan teks-teks normatif agama serta pada bentuk-bentuk Formalisme Sejarah Islam paling awal adalah kurang memadai dan agama ini akan menjadi agama yang ahistoris dan eksklusif (Syamsul Arifin; Menakar Otentitas Islam LiberaL .Jawa Pos 1-2-2002). Mereka lupa bahwa sikap seperti inilah yang diancam oleh Allah:

“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudahjelas kebenaran baginya. dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia kedalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali.” [An-Nisaa’ 115].

[6]. Mereka tidak memiliki ulama dan tidak percaya kepada ilmu ulama. Mereka lebih percaya kepada nafsunya sendiri, sebab mereka mengaku sebagai “pembaharu” bahkan “super pembaharu” yaitu neo modernis. Allah berfirman:

“Artinya : Dan bila dikatakan kepada mereka, “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi,” mereka menjawab, “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. Apabila dikatakan kepada mereka, “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman,” mereka menjawab, “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang bodoh itu telah beriman.” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu. [Al-Baqarah 11-13]

[7]. Kesamaan cita-cita mereka dengan cita-cita Amerika, yaitu menjadikan Turki sebagai model bagi seluruh negara Islam. Prof. Dr. John L. Esposito menegaskan bahwa Amerika tidak akan rela sebelum seluruh negara-negara Islam tampil seperti Turki.

[8]. Mereka memecah belah umat Islam karena gagasan mereka adalah bid’ah dan setiap bid’ah pasti memecah belah.

[9]. Mreka memiliki basis pendidikan yang banyak melahirkan pemikir-pemikir liberal, memiliki media yang cukup dan jaringan internasional dan dana yang cukup.

[10]. Mereka tidak memiliki manhaj yang jelas sehingga gagasannya terkesan “asbun” dan asal “comot” . Lihat saja buku Charless Kurzman, Rasyid Ridha yang salafi (revivalis) itupun dimasukkan kedalam kelompok liberal, begitu pula Muhammad Nashir (tokoh Masyumi) dan Yusuf Qardhawi (tokoh Ihwan al-Muslimin). Bahayanya adalah mereka tidak bisa diam, padahal diam mereka adalab emas, memang begitu berat jihad menahan lisan. Tidak akan mampu melakukannya kecuali seorang yang mukmin.

“Artinya : Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia mengucapkan yang baik atau hendaklah ia diam.” [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim] (Lihat Husain al-Uwaisyah: 9 dan seterusnya]. Ahlul batil selain menghimpun kekuatan untuk memusuhi ahlul haq. Allah ta’ala berfirman:

“Artinya : Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka pelindung bagi sebagian yang lain. JIka kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” [Al-Anfaal : 73]

Sementara itu Ustadz Hartono Ahmad Jaiz menyebut mereka berbahaya sebab mereka itu “sederhana” tidak memiliki landasan keilmuwan yang kuat dan tidak memiliki aqidah yang mapan. [Lihat Bahaya Islam Liberal: 40, 64-65]

[Disalin dari Majalah As Sunnah Edisi 04/VI/1423/2002M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta. Jl. Solo – Purwodadi Km 8 Selokaton Gondangrejo – Solo 57183 oleh almanhaj.or.id  republikasi abuabdurrohman]
______
Maraji’
[1]. Arifin, Syamsul, Menakar Otenisitas Islam Liberal, Jawa Pos, 1-2-2002
[2]. Al-Hanafi, Ali Ibn Abi Al-Izz, Tahzdib Syarah Ath-Thahawiyyah, Dar Al-Shadaqah, Beirut, cet.I 1995
[3]. Al-Mahmashani, Ahmad Ibnu Umar, Mukhtashar Jami Bayan Al-Ilmi wa Fadhlihi, Tahqiq Hasan Ismail, Dar Al-Khair, Beirut cet.I 1994
[4]. Al-Uwaisyah, Hasan, Hashaid Al-Aisum, Dar Al-Hijrah
[5]. Husaini, Adnan, Islam Liberal dan Misinya, Makalah Diskusi Di Pesantren Tinggi Husnayain Jakarta 8 Januari 2002
[6]. Imarah, Muhammad, Perang Terminologi Islam Versus Barat, terjemahan Musthalah Maufur, Rabbani Press, Jakarta 19998
[7]. Jaiz, Hartono Ahmad, Bahaya Islam Liberal, Pustaka Al-kautsar cet II, 2002
[8]. Kurzman, Charless, Wacana Islam Liberal, Paramadina Jakarta 2001
[9]. Majid, Nurcholis, Islam Kerakyatan dan Keindonesiaan, Mizan, Bandung cet III/1996
[10]. Muadz, Muhammad Arkoum Anggitan Tentang Cara-Cara (Tafsir) Al-Qur’an, Jurnal Salam Umm Malang vol.3 No. 1/2000
[11]. Ridawan, Nurcholis, Gado-Gado Islam Liberal, Majalah Sabili, No. 15 tahun IX, 25 Januari 2002
[12]. Rahman, Fazlur, Metode dan Alternatif Neomodernisme Islam, terjemahan Taufiq Adnan, Mizan, Bandung 1987
[13]. Syaqfah, M Fahd, At-Tashawwuf Baina Al-Haqqi wa Al-Khalq, Dar Al-Salafiyah cet III 1983
[14]. Watt, Wiliam M. Fundamentalisme Islam dan Modernitas, terjemahan Taufiq Adnan, Raja Grafindo Persada Jakarta, cet I 1997
[15]. Zunaidi, Abd Rahman, Al-Salafiyah wa Qadhaya Al-Ashr, Dar Isbiliya, Riyadh cet I 1998

Perbedaan Islam dan Syi’ah Rafidhah Dalam Perkara Ushul (Pokok) dan Furu’ (Cabang)!

Lebih Damai Tanpa Syiah

Istilah Syi’ah berasal dari kata tasyayyu’, yang berarti: membela, menolong. Sedangkan Syi’ah artinya: para penolong atau para pengikut. Dahulu, istilah Syi’ah digunakan bagi orang-orang yang membela Ali Radhiyallahu ‘anhu dan keluarganya, tetapi kemudian digunakan sebagai nama pada kelompok Rafidhah (Syi’ah Ja’fariyyah; Itsna ‘Aysariyyah) dan Zaidiyyah.

PERKEMBANGAN SYI’AH
Syi’ah melewati perkembangan-perkembangan sebagai berikut:

1. Dahulu, istilah Syi’ah (tasyayyu’) digunakan sebagai ungkapan kecintaan terhadap Ali Radhiyallahu ‘anhu dan keluarganya, tanpa merendahkan sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain.

2. Kemudian berkembang sehingga melewati batas terhadap Ali Radhiyallahu ‘anhu dan sebagian anggota keluarganya, mencela sahabat Radhiyallahu ‘anhum, bahkan mengkafirkan mereka, disertai aqidah-aqidah lain yang bukan dari agama Islam sama sekali, seperti: taqiyyah, imamah, ‘ishmah, raj’ah, dan batiniyyah.

3. Kemudian di antara mereka ada yang menuhankan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu dan imam-imam setelahnya, berkeyakinan reinkarnasi dan aqidah-aqidah kufur lainnya, yang bertameng dengan tasyayyu’ (kecintaan terhadap Ali Radhiyallahu ‘anhu dan keluarganya).

FIRQAH-FIRQAH (KELOMPOK-KELOMPOK) SYI’AH
Firqah-firqah Syi’ah banyak sekali, sampai sebagian ulama menyebutkan bahwa mereka mencapai 300 firqah. Sedangkan di zaman ini, firqah mereka yang besar ada tiga, yaitu:

1. Kelompok Rafidhah, dikenal dengan nama Syi’ah Ja’fariyyah, karena menisbatkan kepada Ja’far Ash-Shadiq. Juga dikenal dengan nama Imamiyyah, dan Itsna ‘Aysariyyah, karena memiliki keyakinan imam dua belas. Kelompok inilah yang paling besar dewasa ini. Mereka sekarang berada di Iran, Irak, Syam, Libanon, Pakistan, Afghanistan Barat, Ahsa’, dan Madinah.

2. Zaidiyyah, mereka adalah para pengikut Zaid bin Ali bin Al-Husain. Mereka tinggal di Yaman.

3. Isma’iliyyah. Mereka menisbatkan kepada Isma’il bin Ja’far Ash-Shadiq dan meyakini keimamannya, sehingga disebut Isma’iliyyah. Mereka berada di Jazirah Arab Utara, Afrika Utara, Afrika Tengah, Syam, Pakistan, India, dan lainnya.

Selain kelompok di atas, ada kelompok Nushairiyyah, Duruz, Bahrah, Agha Khaniyyah, dan lainnya.

Karena kelompok Syi’ah terbesar sekarang ini adalah kelompok Rafidhah (Syi’ah Ja’fariyyah ; Itsna ‘Aysariyyah), maka kami akan memfokuskan pembicaraan ini tentang mereka.

USAHA RAFIDHAH MENDEKATI AHLUS SUNNAH
Semangat Rafidhah untuk memasukkan madzhabnya ke barisan madzhab-madzhab kaum muslimin begitu kuat, mereka menginginkan seandainya madzhab mereka disebut madzhab kelima di kalangan kaum muslimin. Oleh karena itu mereka berusaha mensukseskan program mereka “taqrib (pendekatan) antara Sunnah dan Syi’ah” dengan berbagai cara. Tidak diragukan lagi bahwa persatuan kaum muslimin merupakan perkara yang wajib diwujudkan, tetapi hal itu haruslah tegak di atas fondasi-fondasi kebenaran.

Usaha-usaha Rafidhah itu sempat menjadikan sebagian kaum muslimin terkecoh karenanya. Padahal seandainya mereka mengetahui hakekat agama Rafidhah, mereka pasti akan lari menjauhi dengan ketakutan!

KESESATAN RAFIDHAH
Ketahuilah wahai saudara-saudaraku, bahwa terdapat jurang perbedaan yang sangat besar antara Ahlus Sunnah dengan Rafidhah, sehingga mustahil untuk disatukan! kecuali yang satu berpindah kepada agama yang lain!
Inilah perbedaan-perbedaan mendasar tersebut, yang sekaligus sebagai kesesatan-kesesatan mereka!:

1. Mereka berkeyakinan, -dengan dinisbatkan kepada para imam mereka- bahwa mereka memiliki Al-Qur’an yang berbeda dengan yang dimiliki kaum muslimin.

a). Mereka meriwayatkan dari Abu Abdullah, yang berkata: “Al-Qur’an yang dibawa oleh Jibril Alaihissallam kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah 17 ribu ayat”. [Al-Kaafi fil Ushul II/634, Cetakan Teheran, Iran]

b). Dalam riwayat mereka yang lain disebutkan bahwa Abu Abdullah berkata : “Pada fihak kami sesungguhnya ada mushhaf Fatimah. Tahukan mereka apakah mushhaf Fatimah itu? Jawabnya: “Mushhaf Fatimah itu isinya tiga kali dibanding dengan Al-Qur’an kalian ini. Demi Allah, tidak satupun huruf dari Al-Qur’an tersebut, terdapat dalam Al-Qur’an kalian.” [Al-Kaafi fil Ushul II/240-241, Cetakan Teheran, Iran]

Bantahan.
Inilah keyakinan Rafidhah terhadap Al-Qur’anul Karim, keyakinan yang dapat mengeluarkan pelakunya dari agama Islam. Keyakinan adanya perubahan di dalam Al-Qur’an ini tersebar di dalam buku-buku induk mereka! Mungkinkah kelompok yang memiliki keyakinan kufur seperti ini dianggap sebagai madzhab kelima di kalangan kaum muslimin?!

Padahal Allah Ta’ala telah memberikan jaminanNya terhadap kebenaran Al-Qur’an, Dia berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. [Al Hijr/15:9]

Sebagian mereka membantah dengan mengatakan bahwa : “Keyakinan perubahan terhadap Al-Qur’an adalah tuduhan musuh-musuh Syi’ah, sedangkan kami (orang-orang Syi’ah) tidak mempercayainya. Buktinya mushhaf yang dicetak dan dibaca oleh orang-orang Syi’ah sama dengan mushhaf Al-Qur’an yang dimiliki oleh kaum muslimin yang lain.”

Bantahan.
Bahwa anda –dan sebagian ulama Syi’ah- tidak meyakini adanya perubahan di dalam Al-Qur’an, itu adalah hak anda. Tetapi kenyataannya hal itu tertulis di dalam kitab-kitab utama dan dipercayai di kalangan Rafidhah, sehingga hal itu merupakan keyakinan Rafidhah. Kalau memang anda tidak memiliki keyakinan tersebut, sebaiknya anda keluar dari kelompok Rafidhah yang memiliki kitab-kitab pegangan yang berisikan hal tersebut. Atau itu sekedar taqiyah (menampakkan sesuatu yang berbeda dengan keyakinannya)??Dan inilah jawaban tentang keadaan orang-orang Rafidhah yang menggunakan Al-Qur’an yang sama dengan mush-haf kaum muslimin.

Salah seorang pemimpin Rafidhah, bernama Ni’matullah Al-Jazairi, menyatakan: “Jika anda bertanya, mengapa kami dibenarkan membaca Al-Qur’an ini, padahal telah mengalami perubahan? Saya menjawab: “Telah diriwayatkan di dalam banyak riwayat bahwa para imam Syi’ah menyuruh golongan mereka untuk membaca Al-Qur’an yang ada ditangan umat Islam di waktu shalat dan lain-lain, dan melaksanakan hukum-hukumnya, sampai kelak datang waktunya pemimpin kita, Shahibuz Zaman, muncul lalu menarik beredarnya Al-Qur’an yang ada ditangan umat Islam ini ke langit, dan mengeluarkan Al-Qur’an yang dahulu disusun oleh Amirul Mukminin as, lalu Al-Qur’an inilah yang dibaca dan diamalkan.” [Al-Anwar An-Nu’maniyyah II/363-364, Cetakan: Teheran]

Ketahuilah, bahwa sebab yang mendorong Rafidhah berkeyakinan adanya perubahan terhadap Al-Qur’an adalah karena keyakinan pokok mereka, yaitu tentang keimaman 12 imam versi mereka tidak disebut di dalam Al-Qur’an, demikian juga di dalam Al-Qur’an penuh pujian dan sanjungan terhadap para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, padahal para sahabat adalah orang-orang yang menjadi sasaran caci-maki mereka! Maka untuk meyakinkan para pengikut, mereka menyatakan bahwa ayat tentang tentang keimaman dan celaan terhadap para sahabat telah dibuang! Tetapi pernyataan itu tentulah akan membongkar kekafiran mereka, karena mengaggap adanya perubahan dalam Al-Qur’an merupakan kekafiran, maka merekapun berusaha untuk mengingkari hal tersebut. Akan tetapi riwayat-riwayat yang menyatakan perubahan di dalam Al-Qur’an tersebar luas di dalam kitab-kitab mereka. Kemudian di antara peristiwa yang membongkar kesesatan dan kekafiran mereka adalah munculnya sebuah kitab yang ditulis oleh salah seorang tokoh besar mereka yang berjudul “Fash-lul Khithab fii Tahriifi Kitabi Rabbil Arbab” (Kata Pemutus Tantang Adanya Perubahan di Dalam Kitabnya Pengasa Makhluk (kitab Al-Qur’an)). Penulisnya, yang bernama Mirza Taqiyy An-Nuuri Ath-Thibrisi menetapkan mutawatirnya riwayat adanya perubahan dalam Al-Qur’an (yang merupakan keyakinan kekafiran yang nyata dan membongkar kedustaan mereka!!!) di dalam kitab-kitab Rafidhah, dan dia mengakui bahwa para ulama mereka mengimani terhadap kekafiran ini! [Lihat Al-Mujaz fil Adyan wal Madzahib Al-Mu’ashirah, hal: 125, karya DR. Nashir bin Abdullah Al-Qifari dan DR. Nashir bin Abdul Karim Al-‘Aql]

2. Mereka Memiliki Keyakinan Syirik Terhadap Para Imam Mereka.

Keyakinan-keyakinan syirik yang bertebaran di dalam kitab-kitab induk mereka sangat banyak, keyakinan-keyakinan syirik yang lebih sesat dari orang-orang musyrik di zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena orang-orang musyrik dahulu meyakini keesaan Allah di dalam rububiyahNya, sedang keyakinan syirik orang-orang Rafidhah adalah di dalam rububiyahNya. Inilah di antara keyakinan-keyakinan sesat mereka itu:

a). Diriwayatkan dari Abu Abdullah, yang berkata: “Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui segala yang di langit dan di bumi, serta segala yang di surga dan di neraka, dan apa yang telah terjadi, serta sedang dan akan terjadi.” [Al-Kaafi fil Ushul I/261, Cetakan: Teheran]

b). Juga diriwayatkan dari Abu Abdullah, yang berkata: “Sesungguhnya dunia ini milik imam, dan akhiratpun milik imam. Dia meletakkannya di mana ia kehendaki dan memberikannya kepada siapa yang ia kehendaki.” [Al-Kaafi fil Ushul I/409, Cetakan:Teheran]

Bantahan:
Keyakinan yang tertulis di dalam kitab mereka itu adalah keyakinan syirk yang mengeluarkan dari agama Islam, dan merupakan keyakinan yang sangat bertentangan dengan Al-Qur’an, kitab Suci Allah Ta’ala!! Dia berfirman:

إِنَّ اللهَ عِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي اْلأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim.Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok.Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. [Luqman/31:34]

Allah juga berfirman.

فَلِلَّهِ اْلأَخِرَةُ وَاْلأُولَى

(Tidak), maka hanya milik Allah-lah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia. [An Najm/53:25]

Sebenarnya masih banyak lagi keyakinan syirik yang tersebut di dalam kitab-kitab induk mereka, tetapi yang sedikit itupun telah mencukupi bagi orang yang cerdik!

3. Mereka Mengkafirkan Seluruh Sahabat, Kecuali Beberapa Orang Saja, Yaitu: Ali, Al-Miqdad, Salman Al-Farisi, Abu Dzarr, dan ‘Ammar bin Yasir.

a). Salah seorang tokoh mereka bernama Salim bin Qais Al-Kufi Al-Hilali Al-‘Amiri berkata di dalam bukunya “As-Saqifah (kitab Wafatnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam)”, hal: 92 : “…Salman berkata: ‘Ali berkata: “Sesungguhnya seluruh manusia murtad setelah wafat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali 4 orang.”

b). Pada halaman lain disebutkan dari Ibnu Abbas: “Wahai saudara-saudaraku, pada hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, tidaklah beliau diletakkan di kubur beliau, sehingga orang-orang memecahkan janji dan murtad, serta mereka sepakat untuk menyelisihi”. [As-Saqifah, hal:249, karya Salim bin Qais Al-Kufi Al-Hilali Al-‘Amiri; juga semisalnya diriwayatkan oleh Al-Kulaini di dalam Ar-Raudhah minal Kafi, VIII/245, 296, dari Abu Ja’far]

c). Diriwayatkan dari Ja’far Ash-Shadiq, dia berkata: “Sesungguhnya seluruh manusia murtad setelah wafat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali segelintir orang saja.” [Al-Ushul minal Kafi II/319-320]

d). Pada riwayat lain disebutkan: “Seluruh manusia binasa …kecuali 3 orang.” [Ar-Raudhah minal Kafi, hal:361, karya Al-Kulaini]

Dengan keyakinan di atas maka tidaklah aneh jika kemudian mereka mecela para sabahat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Celaan yang membawa kepada kekafiran!!

Bantahan:
Kalau benar keyakinan mereka itu, berarti ummahatul mukminin (para istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) dan para sahabat semua murtad dan menjadi kafir menurut mereka. Ini adalah keyakinan yang sangat munkar, keji, dan bertentangan dengan puluhan ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits shahih yang memuji para sahabat.

Allah berfirman bahwa para sahabat adalah ummat terbaik.

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. [Al Imran/ 3:110]

Kalau mereka dipuji oleh Allah sebagai umat yang terbaik, maka bolehkah berkeyakinan kalau mereka murtad?! Tidak, karena itu adalah keyakinan kufur!

Allah juga meridhai para sahabat, dari kalangan Muhajirin dan Anshar, dengan firmanNya:

وَالسَّابِقُونَ اْلأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَاْلأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. [At Taubah/9:100]

Dia juga berfirman.

لَّقَدْ رَضِىَ اللهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَافِي قُلُوبِهِمْ فَأَنزَلَ السَّكِينَة عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا

Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu’min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya). [Al Fath/48:18]

مُّحَمَّدُُ رَّسُولُ اللهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّآءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلاً مِّنَ اللهِ وَرِضْوَانًا

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka: kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. [Al Fath/48:29]

Kalau mereka diridhai oleh Allah dan dijanjikan masuk sorga, maka bolehkah berkeyakinan kalau mereka murtad?! Tidak, karena itu adalah keyakinan kufur!

Banyak di antara mereka yang mengingkari bahwa mereka mengkafirkan sahabat dan mencela mereka, tetapi bukti-bukti tertulis yang ada di dalam kitab-kitab induk mereka tidak dapat dihilangkan hanya dengan pengingkaran lesan saja!

Inilah sebagian kesesatan mereka, belum lagi kesesatan-kesesatan lain yang ada pada mereka, seperti: keyakinan mereka mengagungkan tempat-tempat gugurnya orang tertentu dan kubur-kubur; mengbolehkan nikah mut’ah bahkan meyakini keutamaannya; danlain-lain. Yang sedikit itu sesungguhnya sudah mencukupi bagi orang yang cerdik.

PERKATAAN PARA ULAMA TENTANG RAFIDHAH

Telah terjadi perselisihan antara Ahlus Sunnah dengan Rafidhah semenjak zaman dahulu, dan Salafush Shalih telah membantah mereka di zaman itu. Inilah para ulama yang tercatat membantah Rafidhah:

1. Imam Malik rahimahullah.
Beliau ditanya tentang Rafidhah, beliau menjawab: “Janganlah kamu berbicara dengan mereka, dan janganlah kamu meriwayatkan dari mereka, karena mereka berdusta.” [Minhajus Sunnah I/59]

Beliau juga berkata: “Orang yang mencela para sahabat Nabi, maka dia tidak termasuk golongan Islam.” [As-Sunnah II/557, karya Al-Khallal]

2. Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata: “Aku tidak pernah melihat seorangpun lebih berani bersaksi palsu daripada Rafidhah”. [Riwayat Al-Lalikai di dalam Syarh Ushul I’tiqad VIII/1457; Abu Hatim Ar-Razi di dalam Aadab Asy-Syafi’I wa Manaqibuhu, hal:187-189; dan Abu Nu’aim di dalam Al-Hilyah IX/114; serta disebutkan oleh Ibnu Taimiyah di dalam Minhajus Sunnah I/60 dan Adz-Dzahabi di dalam Siyar X/89]

3. Imam Ahmad rahimahullah berkata: “Barangsiapa mencela sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka kami khawatir dia keluar dari Islam.” [As-Sunnah II/558, karya Al-Khallal]

4. Imam Bukhari rahimahullah berkata: “Bagiku sama saja, apakah aku shalat di belakang orang yang berfaham Jahmiyyah atau Rafidhah, atau aku shalat di belakang orang Yahudi atau Nashrani. Dan seorang muslim tidak boleh memberi salam kepada mereka, menjenguk mereka ketika sakit, kawin dengan mereka, menjadikan mereka sebagai saksi, dan memakan sembelihan mereka.” [Khalqu Af’alil ‘Ibad, hal:125, karya Imam Bukhari]

5. Imam Abdurrahman bin Mahdi bin Hasan bin Abdurahman Al-‘Ambari Al-Bashri rahimahullah, salah seorang imam Ahli Hadits ternama, wafat Th 198H. Beliau berkata: “Dua hal ini (mengingkari kejujuran sahabat dan mengangap mereka murtad) merupakan agama golongan Jahmiyyah dan Rafidhah.” [Khalqu Af’alil ‘Ibad, hal:125, karya Imam Bukhari]

6. Imam Muhammad bin Yusuf Al-Faryabi rahimahullah, salah seorang ahli hadits terpercaya, dan terbaik di zamannya, wafat Th 212H, imam Bukhari meriwayatkan 26 hadits darinya. Ketika ditanya tentang orang yang mencela Abu Bakar, beliau menjawab: “Dia kafir.” [As-Sunnah VI/566, karya Al-Khallal; Ash-Sharimul Maslul, hal:570, karya Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah]

7. Ahmad bin Yunus rahimahullah, salah seorang tokoh ulama Ahlus Sunnah di Kufah, wafat th. 227H. Beliau berkata: “Seandainya seorang Yahudi menyembelih seekor binatang, dan seorang Rafidhi (Syi’ah) menyembelih seekor binatang, niscaya aku hanya memakan sembelihan si Yahudi, dan aku tidak mau memakan sembelihan si Rafidhi karena dia telah murtad dari Islam.” [Ash-Sharimul Maslul, hal:570, karya Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah]

Selain perkataan para ulama di atas, masih banyak lagi perkataan para ulama yang menyatakan kesesatan Rafidhah, di antaranya:

8. Abu Zur’ah Ar-Razi rahimahullah. Seorang tokoh ahli hadits, hafal 100 ribu hadits, sehingga ada yang berkata: “Setiap hadits yang tidak dikenal oleh Abu Zur’ah, maka hadits itu tidak memiliki asal usul.” Beliau wafat Th 227 H.
9. Ibnu Qutaibah rahimahullah, salah seorang ulama terkenal yang banyak karya-karyanya, wafat Th 276 H.
10. Abdul Qadir Al-Baghdadi rahimahullah, salah seorang tokoh ulama terkenal, wafat Th 429 H.
11. Al-Qadhi Abu Ya’la rahimahullah, seorang ‘alim masalah aqidah dan syari’ah di masanya, wafat Th 458 H
12. Al-Asfarayaini rahimahullah, seorang tokoh terkenal yang banyak karya-karyanya, wafat Th 471 H
13. Abu Hamid Al-Ghazali rahimahullah, wafat Th 505H.
14. Ibnu Hazm rahimahullah.
15. Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullah. Seorang tokoh ahli hadits di zamannya, dari Maghribi, wafat Th 544 H
16. As-Sam’ani rahimahullah, tokoh penghafal hadits, yang banyak karya-karyanya, wafat Th 562 H.
17. Fakhrur Razi rahimahullah seorang tokoh terkenal, wafat Th 606 H.
18. Al-Qurthubi rahimahullah di dalam Tafsirnya.
19. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah.
20. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah.
21. Imam Adz-Dzahabi rahimahullah.
22. Imam Ibnu Katsir rahimahullah.
23. Syaikh Al-Alusi rahimahullah.
24. Syaikh Ali bin Sulthan bin Muhammad Al-Qaari rahimahullah
25. Abul Mahasin Yusuf Al-Wasithi rahimahullah
26. Syeikh Syah Abdul Azizi Ad-Dahlawi rahimahullah
27. Muhammad Ali Asy-Syaukani rahimahullah
28. DR. Taqiyyuddin Al-Hilali Al-Husaini rahimahullah.
29. Syaikh Muhammad Bahjah Al-Baithar rahimahullah.
30. Syaikh Muhammad Rasyid Ridha rahimahullah.
31. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah.
32. Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi rahimahullah.
33. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah
34. Syaikh Mushthafa al-Adawi.
35. Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi Al-Atsari. Dan lainnya.

PENUTUP.
Setelah kita mengetahui sedikit saja tentang kesesatan Rafidhah, dan bahwa mereka adalah orang-orang yang dikenal berdusta di kalangan para ulama, maka janganlah kita terkecoh oleh mereka.

Kami sebutkan di sini, -sebagai nasehat dan peringatan, sesungguhnya peringatan itu berguna bagi orang-orang yang beriman- di antara orang yang terkecoh dan memuji-muji Syiah adalah seorang penulis Indonesia, yang banyak buku-bukunya, yaitu Prof. Dr. Abu Bakar Aceh di dalam bukunya yang berjudul Syi’ah, Rasionalisme dalam Islam. Di dalam bukunya tersebut Prof. meruju’ kepada berbagai buku-buku yang ditulis oleh orang-orang Syia’h, bahkan sempat memuji-muji kitab Muraja’at karya Abdul Husain Syarafuddin Al-Musawi (Pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Mizan Bandung dengan judul: Dialog Sunnah Syi’ah) .

TAMBAHAN
Cobalah dengar perkataan seorang Ahli hadits yang diakui ilmunya tentang kitab yang sempat mengecoh sang Prof. tersebut , inilah di antara perkataan Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah tentang buku tersebut beserta pengarangnya.

1. Setelah menjelaskan palsunya sebuah hadits tentang keutamaan sahabat Ali Radhiyallahu ‘anhu di dalam kitab Silsilah Ahadits Adh-Dha’ifah no:892, Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata: “Sesungguhnya ada beberapa sebab yang mendorongku mentakhrij hadits ini, mengkritiknya, dan membongkar cacatnya, di antaranya : Aku melihat seorang Syaikh yang bernama Abdul Husain Syarafuddin Al-Musawi seorang Syi’ah telah menyebutkan hadits ini di dalam kitab Muraja’at karyanya, hal:27. Dia mentakhrij hadits ini menipu para pembaca bahwa hadits ini adalah shahih, sebagaimana kebiasaannya di kalangan orang-orang yang semisalnya.” [Silsilah Ahadits Adh-Dha’ifah II/295, Penerbit:Maktabul Ma’arif, Riyadh, Cet:5, Th:1412 H]

2. Kitab Muraja’at karya seorang Syi’ah tersebut dipenuhi oleh hadits-hadits lemah dan palsu tentang keutamaan Ali Radhiyallahu ‘anhu. Demikian pula disertai kebodohan terhadap ilmu (hadits) yang mulia ini, penipuan terhadap para pembaca, penyesatan dari al-haq yang nyata, bahkan kedustaan terang-terangan. Yang hampir-hampir tidak terlintas pada fikiran pembaca yang mulia bahwa ada seorang di antara para penulis terjerumus ke dalam keadaan semisalnya. Oleh karena inilah, tekadku kuat untuk mentakhrij hadits-hadits itu –walaupun jumlahnya banyak-, dan menjelaskan cacat-cacat dan kelemahannya, serta membongkar perkataan orang Syi’ah tersebut terhadap hadits-hadits itu, perkataannya yang berupa penipuan dan penyesatan.” [Silsilah Ahadits Adh-Dha’ifah II/297, Penerbit:Maktabul Ma’arif, Riyadh, Cet:5, Th:1412 H]

Inilah perkataan seorang yang ahli dan terpercaya mudah-mudahan membuka mata sebagian kaum muslimin yang tertipu dengan ulah orang-orang Rafidhah yang berusaha mengecoh mereka dengan perbuatan seperti di atas!

Wahai Allah tunjukkanlah al-haq kepada kami sebagai al-haq sehingga kami dapat mengikutinya.

Dan tunjukkanlah kesesatan kepada kami sebagai kesesatan sehingga kami dapat mengikutinya. Wallahu A’lam.

Abu Isma’il Muslim Al-Atsari

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun V/1422H/2001M Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 08121533647, 08157579296]

Disalin dari artikel blog Abu Umamah untuk blog Abu Abdurrohman

Akidah dan Amalan Yahudi yang Ditiru oleh Sebagian Kaum Muslimin

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak)

 

Kaum Yahudi adalah orang-orang kafir yang kebenciannya kepada kaum muslimin sangatlah besar. Allah berfirman:

“Sungguh engkau akan dapati orang yang paling keras permusuhannya kepada kalian adalah orang-orang Yahudi dan kaum musyrikin.” (Al-Ma`idah: 82)
Mereka adalah kaum yang dimurkai oleh Allah l. Mereka terus berupaya agar ada di antara kelompok kaum muslimin yang mengikuti mereka. Allah l berfirman:
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha kepada kalian hingga kalian mengikuti agama mereka. ” (Al-Baqarah: 120)
Allah l melarang kita berloyalitas dengan mereka. Allah l berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin (teman dekat kalian); sebagian mereka adalah pemimpin (teman dekat) bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kalian menjadikan mereka menjadi pemimpin (teman dekat), maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. ” (Al-Ma`idah: 51)
Rasulullah n mengajarkan kepada kita untuk senantiasa menyelisihi mereka. Beliau n bersabda (yang artinya):
“Panjangkanlah jenggot, selisihilah oleh kalian orang-orang Yahudi. ”
Beliau n bersabda pula (yang artinya):
“Shalatlah dengan memakai sandal kalian. Selisihilah Yahudi, karena mereka tidak shalat memakai sandal.”
Akan tetapi sudah merupakan sunnatullah, akan ada orang-orang yang mengikuti mereka. Beliau n berkata:
“Kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Hingga jika mereka masuk ke lubang dhabb niscaya kalian akan mengikutinya. ” Kami katakan: “Ya Rasulullah, apakah (yang dimaksud) Yahudi dan Nasrani?” Beliau berkata: “Siapa lagi (kalau bukan mereka)?” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Di antara amalan dan keyakinan Yahudi yang diikuti sebagian muslimin:
1. Ghuluw
Ghuluw artinya melampaui batas. Adapun dalam syariat, artinya adalah melampaui batas dalam memuji dan mencela.
Ghuluw terjadi dalam masalah aqidah, ibadah, muamalah, maupun adat. Allah l berfirman:
“Katakanlah: ‘Hai ahli kitab, janganlah kalian berbuat ghuluw (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agama kalian’.” (Al-Ma`idah: 77)
Di antara bentuk ghuluw kaum Yahudi adalah mengkultuskan dan menyembah manusia. Allah l berfirman tantang perbuatan Yahudi dan Nasrani:
“Mereka menjadikan ulama dan ahli ibadah mereka sebagai rabb selain Allah.” (At-Taubah: 31)
Mereka mengkultuskan ‘Uzair, sebagaimana firman Allah l:
“Orang-orang Yahudi berkata: ‘Uzair adalah anak Allah. ’ Orang-orang Nasrani berkata: ‘Al-Masih (Isa) adalah anak Allah.’ Itulah ucapan yang diucapkan mulut-mulut mereka, menyerupai ucapan orang-orang kafir sebelum mereka.” (At-Taubah: 30)
Kemudian muncul di kalangan muslimin orang-orang yang ghuluw terhadap Rasulullah n dan orang-orang shalih. Padahal Rasulullah n berkata:
”Janganlah kalian mengultuskan aku, sebagaimana orang-orang Nasrani mengultuskan Isa ibnu Maryam.”
Di kalangan umat ini ada kelompok Sufi yang mengkultuskan Rasulullah n, mengklaim bahwa beliau mengetahui ilmu ghaib. Bahkan sebagian mereka menyatakan semua makhluk diciptakan karena Nabi Muhammad n. Padahal Allah l menyatakan tentang hikmah diciptakannya jin dan manusia:
“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)
Demikian juga kelompok Syi’ah yang mengkultuskan orang-orang yang mereka anggap sebagai imam mereka. Di antara bentuk pengkultusan mereka adalah meyakini bahwa imam mereka ma’shum (terjaga dari kesalahan) dan mengetahui perkara ghaib.
Khomeini (tokoh Syiah) berkata: “Sesungguhnya termasuk perkara yang penting dalam madzhab kami, bahwasanya para imam memiliki kedudukan yang tidak bisa dicapai oleh malaikat muqarrabun (yang dekat) ataupun nabi yang diutus.”
Dalam kitab sesat mereka Al-Kafi disebutkan: “Bab: Para imam mengetahui apa yang telah dan akan terjadi, serta tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi mereka.”
Inilah ucapan-ucapan kufur yang menunjukkan ghuluw kaum Syi’ah terhadap orang-orang yang mereka anggap sebagai imam.
2. Mentahrif Kalamullah
Tahrif maknanya memalingkan ucapan dari makna yang dzahir kepada makna lain yang tidak ditunjukkan oleh konteks kalimat, tanpa ada dalil yang menunjukkannya.
Tahrif ada dua macam: tahrif lafdzi dan tahrif maknawi.
Tafrif lafdzi ada tiga macam:
a. Mengubah harakat, seperti mereka mentahrif firman Allah l:
“Dan Allah telah berbicara kepada Musa secara langsung.” (An-Nisa`: 164)
mereka membacanya dengan me-nashab-kan lafzhul jalalah sehingga dibaca: اللهَ sehingga maknanya Nabi Musa lah yang berbicara kepada Allah l.
b. Menambah satu huruf, seperti tahrif yang dilakukan ahlul bid’ah terhadap kata: (naik di atas) mereka tahrif menjadi (menguasai).
c. Menambah satu kata, seperti tahrif yang mereka lakukan dalam firman Allah l: (Rabb-mu datang) menjadi وَجَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ (perintah Rabb-mu datang).
Tahrif maknawi adalah mengubah makna suatu kata tanpa mengubah harakat atau lafadznya. Sebagai contoh mereka memaknakan:(tangan Allah l) dengan makna kekuatan Allah l.
Tahrif adalah perbuatan orang-orang Yahudi. Allah l berfirman tentang mereka:
“Di antara orang Yahudi ada yang mentahrif (menyelewengkan makna) firman Allah dari makna yang benar.” (An-Nisa`: 46)
Di antara bentuk tahrif Yahudi, ketika mereka diperintah untuk mengucapkan حِطَّةٌ (ampunilah) mereka malah mengucapkan حِنْطَةٌ (gandum).
Di kalangan umat ini muncul kelompok-kelompok yang men-tahrif firman Allah l untuk mendukung kebid’ahan dan aqidah mereka yang rusak, seperti Mu’tazilah, Asy’ariyah, Maturidiyah, dan ahlul bid’ah lainnya. Mereka melakukan tahrif lafdzi dan maknawi yang telah diterangkan di atas.
3. Menjadikan kuburan sebagai masjid
Di antara sebab dilaknatnya Yahudi dan Nasrani adalah menjadikan kuburan sebagai masjid. Rasulullah n bersabda:
“Allah melaknat Yahudi dan Nasrani karena mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid.”
Rasulullah n memperingatkan umatnya dari perbuatan yang demikian. Beliau pernah berkata:
“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kuburanku sebagai berhala yang disembah.”
Namun muncul orang-orang Sufi dan semisal mereka –seperti Rafidhah dan lainnya– yang mengagungkan kuburan-kuburan dan menyembahnya. Mereka melakukan haul, thawaf, dan berbagai macam ritual yang tidak diajarkan oleh Rasulullah n.
Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan v berkata: “Di antara bentuk ghuluw kepada kuburan dan penghuni kubur adalah mendirikan bangunan di atas kuburan, memberinya lentera, meletakkan kelambu padanya, menulisi nisannya, mengapur (mengecatnya) serta bentuk ghuluw lainnya. Oleh karena itu, Rasulullah n melarang semua perbuatan ini.” (Syarh Masa`il Jahiliyyah, hal. 226)
4. Berloyalitas kepada musuh-musuh Allah l
Allah l berfirman tentang perbuatan Bani Israil (Yahudi):
“Kamu melihat kebanyakan dari mereka berwala’ (berloyalitas) kepada orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka persiapkan bagi diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.” (Al-Ma`idah: 80)
Allah l telah mengharamkan berloyalitas dengan orang kafir. Allah l berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin (teman dekatmu); sebagian mereka adalah pemimpin (teman dekat) bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu berwala’ (berloyalitas) kepada mereka (menjadikannya sebagai pemimpin atau teman dekat), maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Ma`idah:51)
Allah l melarang kaum muslimin melakukan perbuatan seperti Yahudi yaitu berloyalitas dan cinta kepada orang-orang kafir. Allah l berfirman:
“Janganlah orang-orang mukmin menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin (teman dekat) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka.” (Ali ‘Imran: 28)
Jelaslah bahwa memusuhi dan berlepas diri dari orang kafir dan agama mereka adalah wajib. Prinsip al-wala` wal bara` termasuk kewajiban dalam Islam yang paling besar.
Namun di umat ini ada Syi’ah Rafidhah dan kaum Sufi yang sering membuka hubungan dan ber-wala` dengan orang kafir. Mereka tidak segan-segan berkhianat untuk membantu orang kafir dalam menghadapi muslimin. Pengkhianatan yang pernah mereka lakukan merupakan satu di antara sekian banyak sejarah kelam mereka.
Seorang tokoh Rafidhah bernama Nashir At-Tushi membuat bait-bait syair menyanjung Al-Mu’tashim, salah seorang pemimpin dari Bani Abbasiyyah. Tetapi ketika pemimpin Tartar, Hulagu Khan punya kesempatan untuk membunuhnya, ia pun memberikan isyarat untuk membunuhnya. Pengkhianatan inipun melibatkan seorang Rafidhah lainnya yang bernama Ibnu Alqami. Dialah yang menyarankan Al-Mu’tashim untuk mengurangi pasukan sehingga Hulagu leluasa membunuhnya. (‘Aqidah Ahlus Sunnah wa Mafhumuha, hal. 65)
5. Sihir
Orang-orang Yahudi termasuk orang-orang yang menggunakan sihir, bahkan salah seorang mereka telah menyihir Rasulullah n. Mereka telah membuang apa yang dibawa para rasul, lalu beriman kepada kitab-kitab sihir, sebagaimana Allah l terangkan:
“Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (Kitab) yang ada pada mereka, sebagian orang-orang yang diberi Kitab (Taurat) melemparkan Kitab Allah ke belakang (punggung)-nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah Kitab Allah). Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidaklah kafir (tidak mengerjakan sihir). Hanya setan-setanlah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia.” (Al-Baqarah: 101-102)
Amalan Yahudi yang kufur inipun diikuti oleh sebagian orang yang menisbatkan diri kepada Islam. Sebagian mereka mendalami ilmu sihir dan menjauhkan diri dari ilmu agama Allah l.
6. Beriman kepada sebagian ayat Allah l dan mengingkari sebagian yang lain.
Allah l berfirman menerangkan sebagian sifat Yahudi:
“Apakah kalian beriman kepada sebagian kitab dan mengingkari sebagiannya?” (Al-Baqarah: 85)
Mereka tidak beriman kecuali yang sesuai dengan hawa nafsu mereka. Padahal keimanan mereka kepada sebagian ayat Allah l tidaklah bermanfaat bagi mereka jika mendustakan yang lainnya.
Asy-Syaikh Shalih Fauzan v berkata: “Termasuk orang yang mengingkari sebagian ayat adalah orang yang menyatakan Al-Qur`an adalah makhluk, baik lafadz dan maknanya. Atau menyatakan: Lafadznya makhluk, adapun maknanya bukan; seperti ucapan Asy’ariyah. Ini semua adalah ucapan yang mendustakan Al-Qur`an. Barangsiapa yang menyatakan Al-Qur`an adalah makhluk, baik lafadz dan maknanya sebagaimana ucapan Jahmiyah; atau menyatakan bahwa lafadznya makhluk sedangkan maknanya dari Allah l, inipun kufur. Kecuali jika yang mengucapkannya adalah seorang muqallid (orang yang taklid) atau muta`awil (mentakwil) maka dia telah sesat. Karena Al-Qur`an adalah Kalamullah, baik lafadz dan maknanya. Huruf-huruf dan maknanya, semuanya adalah Kalamullah…” (Syarh Masa`il Jahiliyyah, hal. 170)
7. Ta’ashub (fanatik buta)
Di antara sifat Yahudi adalah ta’ashub kepada madzhab yang batil. Mereka berkata sebagaimana firman Allah l:
“Janganlah kalian percaya kecuali kepada orang yang mengikuti agama kalian.” (Ali ‘Imran: 73)
Dalam ayat lain:
“Kami beriman kepada kitab yang diturunkan kepada kami.” (Al-Baqarah: 91)
Yakni (beriman) kepada kitab yang turun kepada nabi-nabi kami saja.
Padahal kewajiban mereka adalah beriman kepada apa yang Allah l turunkan kepada nabi mereka dan nabi yang selain dari mereka. Hakikatnya, mereka pun tidak beriman kepada apa yang Allah l turunkan kepada nabi mereka. Oleh karena itu Allah l berfirman:
“Mengapa kalian membunuh nabi-nabi Allah?” (Al-Baqarah: 91)
Yakni, apakah yang Allah l turunkan kepada kalian adalah ajaran membunuh para nabi, seperti yang kalian lakukan?
Amalan Yahudi inipun diikuti oleh sebagian kaum muslimin. Sebagian mereka fanatik kepada madzhab atau kelompok tertentu tanpa ada dalil. Bahkan dalam hal yang menyelisihi dalil Al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah n.
8. Hiyal (tipu muslihat)
Di antara amalan Yahudi yang tercela adalah melakukan hiyal dalam rangka menolak apa yang dibawa para rasul serta menyelamatkan kekufuran dan kesesatan mereka. Hal ini mereka lakukan karena tidak mampu menolak secara terang-terangan, sehingga mereka melakukan makar secara tersembunyi. Allah l berfirman tentang mereka:
“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (Ali ‘Imran: 54)
Ketika Rasulullah n hijrah ke Madinah dan menang dalam perang Badr, orang Yahudi tidak mampu menghalangi manusia dari agama Nabi Muhammad n. Mereka pun melakukan hiyal dan makar. Sekelompok mereka berkata: “Masuk Islamlah kalian di awal siang, jika sudah di akhir siang murtadlah kalian dari Islam. Ucapkanlah oleh kalian: ‘Tidak kami dapati kebaikan di dalam agama Muhammad’, niscaya manusia mengikuti langkah kalian karena kalian adalah ahlul kitab. Allah l membongkar makar mereka ini dalam firman-Nya:
“Sekelompok ahli kitab (kepada sesamanya) berkata: ‘Perlihatkanlah (seolah-olah) kalian beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mukmin) kembali (kepada kekafiran)’.” (Ali ‘Imran: 72)
Di antara bentuk hiyal dan makar Yahudi adalah ketika mereka dilarang mengambil ikan di hari Sabtu. Maka mereka memasang jaring (jala) di hari Jum’at dan mengambilnya setelah Sabtu. Allah l berfirman:
“Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik.” (Al-A’raf: 163)
Inilah beberapa aqidah dan amalan kaum Yahudi yang Allah l terangkan kepada kita, kami sebutkan agar kita menjauhinya. Hudzaifah z berkata: “Dahulu para sahabat bertanya kepada Rasulullah n tentang kebaikan, adapun aku bertanya kepadanya tentang kejelekan karena khawatir akan menimpaku.”
Seorang penyair berkata:
Aku kenal kejelekan bukan untuk melakukannya, namun untuk menjauhinya
Siapa yang tidak kenal kebaikan dari kejelekan, tentu akan terjerumus padanya
Sebetulnya masih banyak kesesatan yang dilakukan sebagian orang yang menisbatkan diri mereka kepada Islam, seperti ucapan sesat orang-orang Syi’ah bahwa Al-Qur`an telah diubah. Ini juga ucapan yang pernah dilontarkan kaum Yahudi (lihat kitab Lillah tsumma Litarikh).
Demikian juga talbis (mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan) yang banyak dilakukan ahlul bid’ah, merupakan warisan Yahudi. Allah l berfirman:
“Dan janganlah kalian campur adukkan yang haq dengan yang batil, dan janganlah kalian sembunyikan yang haq itu, sedang kalian mengetahuinya.” (Al-Baqarah: 42)
Mudah-mudahan apa yang kami tulis ini bermanfaat. Dan mudah-mudahan Allah l memberi taufiq kepada kita untuk menjauhi jalan-jalan kesesatan Yahudi dan orang kafir lainnya.
Wa akhiru da’wana anilhamdulillahi rabbil ‘alamin.

DOWNLOAD AUDIO, DOWNLOAD EBOOK: Murottal Al-Qur’an, Kajian Ustadz, Kitab Ulama Ahlussunnah

Kitab-kitab Islam

  1. Bulughul Maram_Ibnu Hajar Al Atsqolani.PDF
  2. Riyadhus Salihin (buku2) _ Imam Nawawi.pdf
  3. Riyadhus Salihin (buku 1) _ Imam Nawawi.pdf
  4. Fathul Baari jilid 1 _ Ibnu Hajar Al Atsqalani.pdf
  5. Fathul Baari jilid 2 _ Ibn Hajar al-Atsqalani.pdf
  6. Fathul Baari jilid 3 _ Ibn Hajar al-Atsqalani.pdf
  7. Fathul Baari Lengkap
  8. Kumpulan Doa Dalam Al-Quran & Al-Hadits_Said Bin Ali Al Qahthani.pdf
  9. Al Bidayah Wan Nihayah _ Ibnu Katheer.pdf
  10. Tafsir Ibnu Katsir Juz I.pdf
  11. Tafsir Ibnu Katsir Juz II.pdf
  12. Tafsir Ibnu Katsir Juz III.pdf
  13. At Targhib Wat Tarhib.pdf
  14. Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah
  15. Durusul Lughoh Al ‘Arobiyah (3 jilid)
  16. DURUSUL LUGHOH JILID I
  17. Kunci Jawaban Durusul Lughoh Jilid I
  18. Pengantar Mudah Bahasa Arab Ustadz Abu Hamzah Yusuf Bandung
  19. Qowaa’idul Arba’
  20. Matan Al Jurumiyyah.pdf
  21. FATHUL BAARI IBNU HAJAR
  22. SUNAN ABU DAWUD
  23. AL MUWATHO’
  24. MAJMU’ FATAAWA IBNU TAIMIYAH
  25. SUNAN IBNU MAJAH
  26. SHAHIH BUKHARI
  27. SHAHIH MUSLIM
  28. SUNAN AT TIRMIDZY
  29. KUMPULAN KITAB SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB
  30. KUMPULAN KITAB SYAIKH ALBANY
  31. Dari Blog Abu Utsman Zain ; http://shirotholmustaqim.wordpress.com/

Kumpulan Ebook Islami versi CHM

Cara Download : Di klik saja nama ebooknya

As Shahihah – Syaikh Al-Albani …..(1.05 MB)
Berkenalan Dengan Salaf …..(425 kb)
Biografi Ulama Ahlul Hadits …..(625 kb)
Bulugul Marom …..(1,04 MB)
Darus Salaf or.id Edisi Baru …..(8,71 MB)
Edisi Lengkap Puasa …..(437 kb)
Firqotun Najiyah …..(195 kb)
Hakikat Bid’ah dan Kufur – Syaikh Albani …..(297 kb)
Himpunan Hadits Qudsi …..(5,58 MB)
Indahnya Pernikahan Islami …..(196 kb)
Kamus Bahasa Arab – Indonesia …..(197 kb)
Kitab Tauhid …..(182 kb)
Kumpulan Hadist Shahih …..(1,6 MB)
Majalah Asy Syariah (Baru) …..(12,3 MB)
Memulai Dakwah Dengan Tauhid …..(3,1 MB)
Menikah Sunnah …..(1,75 MB)
Pembelaan Terhadap Sunnah …..(129 kb)
Shahih Adabul Mufrod – Syaikh Albani …..(1,6 MB)
Silsilah Hadist Dha’if dan Maudhu jilid I – IV …..(1,3 MB)
Sifat Shalat Nabi …..(484 kb)
Sunnah Sehari-hari …..(127 kb)
Tauhid Prioritas Utama …..(225 kb)

  1. Download E-book karya Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Cara Download: Diklik saja nama ebooknya

List ebook karya Syaikh Abdul Aziz bin Baz

28 Fatwa Puasa …..(699 kb)
20 Fatwa Pilihan Seputar Zakat …..(557 kb)
Bid’ah-bid’ah Dalam Pernikahan …..(5,22 MB)
Dakwah ke Jalan Allah …..(743 kb)
Etika muslim dalam kehidupan sehari-hari …..(164 kb)
Risalah tentang sihir dan pedukunan …..(282 kb)
Waspada terhadap bid’ah …..(554 kb)

  1. Download E-book karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Cara download: Dklik saja nama ebooknya

List ebook karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani:

Cincin Pinangan …..(2,2 MB)
Dha’if Adabul Mufrod …..(16,1 MB)
Ensiklopedia Fatwa …..(1,28 MB)
Hadits Sebagai Landasan Akidah dan Hukum …..(8 MB)
Haji Nabi …..(7,31 MB)
Hakikat bid’ah dan kufur …..(824 kb)
Hukum Cadar …..(799 kb)
Inilah Dakwah Kami …..(458 kb)
Irwa’ Al-Ghalil …..(9,9 MB)
Janganlah Mengkafirkan Saudaramu …..(4,2 MB)
Jilbab Wanita Muslimah …..(1,82 MB)
Keabadian Neraka …..(10,5 MB)
Kisah Al-Gharanik …..(600 kb)
Mayit Tidak Bisa Mendengar …..(7,5 MB)
Nabi Isa vs Dajjal …..(15 MB)
Pertanyaan Seputar Sholat Jum’at …..(4,72 MB)
Polemik Seputar Hukum Lagu dan Musik …..(9,8 MB)
Risalah Ilmiah …..(10,6 MB)
Shahih Jami’ …..(23,6 MB)
Sifat Sholat Nabi …..(140 kb)
Silsilah Hadits Dha’if dan Maudhu jilid 1 ……(3,64 MB)
Silsilah Hadits Dha’if dan Maudhu jilid 2 …..(18,8 MB)
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Dalam Kenangan …..(16,4 MB)
Tamaamul Minnatu Fii Ta’liiqi ‘Alaa Fiqhus Sunnah 1 …..(11,3 MB)
Tamaamul Minnatu Fii Ta’liiqi ‘Alaa Fiqhus Sunnah 2 …..(9,68 MB)
Tanya Jawab Dalam Memahami isi Al-Qur’an …..(851 kb)
Tuntunan Lengkap Mengurus Jenazah (Ahkamul Jana’iz) …..(26,9 MB)

  1. Download E-book karya Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin

Cara Download: Diklik saja nama ebooknya

Ada Apa Setelah Kematian …..(1,3 MB)
Akhlaqul Karimah …..(928 kb)
Bid’ah dan Kesesatannya …..(150 kb)
Bisakah manusia mendarat di Bulan …..(422 kb)
Hukum orang yang meninggalkan sholat …..(2,4 MB)
Ilmu Waris …..(10,8 MB)
Manasik Haji dan Umroh …..(294 kb)
Pelajaran mengenai Puasa, Tarawih dan Zakat …..(891 kb)
Prinsip ilmu ushul fiqh …..(934 kb)
Sahabat Nabi dimata Ahlussunnah …..(561 kb)
Tata cara qurban tuntunan Nabi …..(363 kb)
Qodho dan Qodar …..(1,4 MB)

  1. Download E-book karya Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan

Cara download: Dklik saja nama ebooknya

List ebook Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan

Bekal Pernikahan …..(446 kb)
Empat kaidah memahami Tauhid (Syarah Qowaidul Arba’) …..(2 MB)
Jual Beli yang Dilarang Dalam Islam …..(438 kb)
Membongkar firqoh-firqoh sesat …..(400 kb)
Prinsip-prinsip Akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah …..(190 kb)
Salafi digugat salafi menjawab …..(10,8 MB)
Rahasia Indah Al-Fatihah …..(1,29 MB)
Sentuhan fiqh untuk wanita beriman …..(1,35 MB)
Wala dan Bara …..(2,85 MB)

  1. Tafsir Ibnu Katsir Cara download : Di klik saja nama ebooknya List ebook Tafsir Ibnu Katsir Cara download : Di klik saja nama ebooknya

List ebook Tafsir Ibnu Katsir Juz 1 – 18

Tafsir Ibnu Katsir Juz 1 …..(34,6 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 2 …..(25,9 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 3 …..(13,1 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 4 …..(15,3 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 5 …..(16,3 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 6 …..(22,8 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 7 …..(18,1 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 8 …..(15,3 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 9 …..(17,4 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 10 …..(5,03 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat At Taubah (Juz 11) …..(10,2 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Yunus (Juz 11) …..(4,82 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Huud (Juz 12) …..(5,34 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Yusuf (Juz 12) …..(5,02 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 13 …..(4,7 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 14 …..(4,16 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 15 …..(7,74 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Kahfi (Juz 16) …..(5,04 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Maryam (Juz 16)…..(1,17 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Thoha (Juz 16) …..(3,38 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Anbiyaa (Juz 17) …..(3,91 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Hajj (Juz 17) …..(4,03 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Mu’minuun (Juz 18) …..(2,01 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Ahqaaf (Juz 26) …..(2,85 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Muhammad (Juz 26) …..(1,96 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Fath (Juz 26) …..(4,06 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Hujurat (Juz 26) …..(2,65 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Qaaf (Juz 26) …….(1,85 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Adz Dzariyat (Juz 27) …..(1,26 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Ath Thuur (Juz 27) …..(1,38 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat An Najm (Juz 27) …..(2,71 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat AL Qomar (Juz 27) …..(1,8 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Ar Rahman (Juz 27) …..(1,79 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Waqi’ah (Juz 27) …..(2,54 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Hadid (Juz 27) …..(2,41 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Mujadilah (Juz 28) …..(4,36 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Hasyr (Juz 28) …..(2,13 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Mumtahanah (Juz 28) …..(2,46 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Ash Shaf (Juz 28) …..(1,3 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Jumuah (Juz 28) …..(1,02 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Munaafiqun (Juz 28) …..(630 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Ath Thoghabun (Juz 28) …..(788 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Ath Thalaq (Juz 28) …..(1,37 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat At Tahrim (Juz 28) …..(707 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Mulk (Juz 29) …..(1,02 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Qolam (Juz 29) …..(1,29 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat AL Haqqoh (Juz 29) …..(951 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Ma’arij (Juz 29) …..(909 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Nuh (Juz 29) …..(780 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Jin (Juz 29) …..(741 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Muzammil (Juz 29) …..(0,99 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Mudatstsir (Juz 29) …..(1,13 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Qiyamah (Juz 29) …..(821 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Insaan (Juz 29) …..(242 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Mursalaat (Juz 29) …..(745 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat An Naba (Juz 30) …..(949 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat An Nazi’at (Juz 30) …..(626 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al ‘Abasa (Juz 30) …..(593 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat At Takwir (Juz 30) …..(639 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Muthoffifin (Juz 30) …..(706 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Buruuj (Juz 30) …..(547 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Ath Thoriq (Juz 30) …..(212 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Ghasyiyah (Juz 30) …..(459 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Fajr (Juz 30) …..(697 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Asy Syams (Juz 30) …..(458 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Alamnasyrah (Juz 30) …..(225 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat At Tin (Juz 30) …..(179 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al ‘Alaq (Juz 30) …..(293 kb
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Qodr (Juz 30) …..(287 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Bayyinah (Juz 30) …..(177 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Zalzalah (Juz 30) …..(307 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al ‘Adiyat (Juz 30) …..(134 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Qaari’ah (Juz 30) …..(63,1 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al ‘Ashr (Juz 30) …..(63.2 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Humazah (Juz 30) …..(179 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Fill (Juz 30) …..(569 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Quraisy (Juz 30) …..(140 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Maa’uun (Juz 30) …..(311 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Kautsar (Juz 30) …..(240 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Kafiruun (Juz 30) …..(189 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat An Nashr (Juz 30) …..(179 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Ikhlash (Juz 30) …..(293 kb)
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Mu’awwidzatain (Juz 30) …..(249 kb)

BARU

Tafsir Ibnu Katsir Juz 16 (bukan ringkasan) …..(25 MB)

Tolong kasih komentar bila downloadnya gagal, putus saat mendownload atau tidak bisa sama sekali. Agar saya bisa memperbaiki linknya di kemudian hari, terima kasih.

  1. Download E-book karya Ulama-ulama lainnya

Cara download : Di klik saja nama ebooknya

Adab-adab menggunakan HP …..(298 kb)
Air Mata Cinta Pembersih Dosa.zip …..(1,17 MB)
Al Aqidah Ath Thohawiyah …..(154 kb)
Al Ibanah – Abul Hasan Al Asy’ari.zip …..(2,89 MB)
Al ‘Itishom (Imam Syathibi) …..(4,95 MB)
Al Qur’an dan Ilmu Astronomi …..(1,83 MB)
Bantahan Terhadap Pluralisme …..(824 kb )
Berjilbablah Wahai Saudariku …..(262 kb)
Bimbingan Islam Untuk Pribadi dan Masyarakat …..(9,43 MB)
Bulugul Marom …..(19 MB)
Dosa-dosa besar (Imam Dzahabi) …..(16,8 MB)
Dunia Ladang Bagi Akhirat …..(420 kb)
Fatwa-fatwa Lajnah Daimah 1 …..(293 kb)
Fawa-fatwa Lajnah Daimah 2 …..(290 kb)
Fitnah Akhir Zaman …..(218 kb)
Ihya Ulumuddin Dalam Pandangan Ulama …..(281 kb)
Ikhlas.zip …..(871 kb)
Kitab Tauhid …..(3,36 MB)
Koreksi Total Masalah Politik …..(568 kb)
Kumpulan Doa-doa Dalam Al Quran dan Hadits …..(822 kb)
Kunci Rezeki …..(1,24 MB)
Meluruskan Sejarah Tragedi Terbunuhnya Utsman bin Affan – Al Qodhi Abu Ya’la …..(1,19 MB)
Membongkar Kedok Qordhawi …..(902 kb)
Mengapa Memilh Manhaj Salaf …..(575 kb)
Meraih Hidup Bahagia …..(2,27 MB)
Misteri Ya’juj dan Ma’juj …..(1,2 MB)
Peringatan 17 Agurtusan …..(55,8 kb)
Pintu-pintu Pahala dan Penghapus Dosa …..(2,47 MB)
Pokok-pokok Kesesatan Ajaran Syiah …..(232 kb)
Prinsip-prinsip dasar Tauhid …..(522 kb)
Ringkasan Al Bidayah wan Nihayah …..(10 MB)
Ringkasan Shahih Bukhari …..(2,82 MB)
Ringkasan Shahih Muslim …..(2,06 MB)
Sebab-sebab Kehancuran …..(776 kb)
Sebab-sebab terjadinya bid’ah …..(302 kb)
Sifat Puasa Nabi …..(538 kb)
Sirah Nabawiyah – Syaikh Shafiyyur Rahman Al Mubarokfuri.zip …..(236 kb)
Syarah Sunnah – Imam Barbahari …..(1,05 MB)
Syarah Ushulus Sunnah.zip …..(3,18 MB)
Ushulus Sunnah wa I’tiqad ad Din & Aqidah Salaf Ashhabul Hadits …..(1,01 MB)
Wasiat emas bagi pengikut manhaj salaf …..(442 kb)
Wasiat-wasiat ulama terdahulu …..(1,27 MB)

  1. Download E-book karya Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali

Cara download : Di klik saja nama ebooknya

List eook karya Syaikh Rabi’ Al Madkhali

Berkenalan dengan salaf …..(2,44 MB)
Fiqh Dakwah …..(17.1 MB)
Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah …..(814 kb)
Nasehat Indah Syaikh Rabi’ …..(495 kb)
Obyektifitas Dalam Mengkritik …..(7,51 MB)
Tafsir Kalimat Tauhid …..(328 kb)

Download Kitab Ulama Selengkapnya Ada di Bagian paling Bawah halaman ini

Beberapa Rekaman Kajian dan Dauroh Salafy

Sumber :

http://alklateniy.wordpress.com/download/

http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/09/download-gratis-kjaian-mp3-asatidzah.html

http://al-atsariyyah.com/?page_id=920

http://alfirqatunnajiyyah.blogspot.com/2009/09/download.html

http://antosalafy.wordpress.com/audio/

Berikut iLmoe hadirkan kumpulan rekaman kajian atau buku digital yang berkaitan denganbulan Ramadhan dan ibadah-ibadah yang ada di dalamnya. Semoga bermanfaat.

kelompok (Lebih dari 100 MB, 26th June 2010)

users (Lebih dari 100 MB, 14th February 2011)

dauroh (Lebih dari 100 MB, 26th June 2010)

manhaj (Lebih dari 100 MB, 26th June 2010)

aqidah (Lebih dari 100 MB, 3rd November 2010)

fiqh (Lebih dari 100 MB, 31st October 2010)

Bahasa-Arab (Lebih dari 100 MB, 25th January 2011)

muslimah (Lebih dari 100 MB, 26th June 2010)

keluarga (Lebih dari 100 MB, 26th June 2010)

qalbu (Lebih dari 100 MB, 26th June 2010)

islam (Lebih dari 100 MB, 26th June 2010)

ilmu (Lebih dari 100 MB, 26th June 2010)

bidah (Lebih dari 100 MB, 26th June 2010)

Akhirat (Lebih dari 100 MB, 26th June 2010)

muamalah (96.3MB, 26th June 2010)

Khutbah_Jumat (88.7MB, 2nd July 2010)

Al_Quran (74.6MB, 2nd October 2010)

akhlaq (64.9MB, 26th June 2010)

kisah (40.8MB, 26th June 2010)

Kitab (4.2MB, 26th June 2010)

Biografi-Ulama (385.2KB, 26th June 2010)

 

Nama File Ukuran Tipe Tanggal
05 Fiqh Puasa Shohih Bukhori.zip 14.6MB Zip 29th May 2009
06 Fiqh Puasa Shohih Bukhori.zip 9.2MB Zip 29th May 2009
07 Fiqh Puasa Shohih Bukhori.zip 10.7MB Zip 29th May 2009
10 Fiqh Puasa Shohih Bukhori.zip 13.9MB Zip 29th May 2009
11 Fiqh Puasa Shohih Bukhori.zip 8MB Zip 29th May 2009
12 Fiqh Puasa Shohih Bukhori.zip 8.7MB Zip 29th May 2009
13 Fiqh Puasa Shohih Bukhori.zip 3.8MB Zip 29th May 2009
14 Fiqh Puasa Shohih Bukhori.zip 10.1MB Zip 29th May 2009
15 Fiqh Puasa Shohih Bukhori.zip 15.9MB Zip 30th May 2009
16 Fiqh Puasa Shohih Bukhori.zip 7.5MB Zip 30th May 2009
17 Fiqh Puasa Shohih Bukhori.zip 8.9MB Zip 30th May 2009
18 Fiqh Puasa Shohih Bukhori.zip 2.6MB Zip 30th May 2009
19 Fiqh Puasa Shohih Bukhori.zip 8.9MB Zip 30th May 2009
09 KITAABUSH SHIYAM Puasa Ust Asykari.zip 2MB Zip 14th January 2010
18. Puasa, Pembatal-Pembatal Puasa, Mengqadha Puasa, Puasa Sunnah, I’tikaf – www.an-nashihah.net.mp3 12.9MB Mp3 4th April 2010
Bolehkah Menalan Ludah Ketika Puasa Ustadz Abdul Barr.mp3 18KB Mp3 5th May 2010
Tuntunan Berpuasa Ramadhan Ustadz Muhammad Yahya.mp3 4.1MB Mp3 5th May 2010
01 nasihat menyambut bulan ramadhan Ustadz Adnan.mp3 4.2MB Mp3 14th July 2010
Fiqih Ramadhan.zip 6MB Zip 21st August 2009
Fatwa Syakh Muqbil Ramadhan.zip 43.8KB Zip 15th August 2009
Fiqh Ramadhan Utk Muslimah Ustadz Ali Basuki.mp3 3.6MB Mp3 5th May 2010
Fiqh Ramadhan Utk Muslimah Tanya Jawab Ustadz Ali Basuki.mp3 1.7MB Mp3 5th May 2010
Ibadah Penggugur Dosa Shalat Jumat Ramadhan Al Ustadz Dzulqarnain a.mp3 3.1MB Mp3 19th May 2009
Ibadah Penggugur Dosa Shalat Jumat Ramadhan Al Ustadz Dzulqarnain b.mp3 8.4MB Mp3 19th May 2009
Pengantar Ringkas Fiqh Ramadhan Al Ustadz Muhammad Naim Lc_1.mp3 11.7MB Mp3 30th August 2009
Pengantar Ringkas Fiqh Ramadhan Al Ustadz Muhammad Naim Lc_2.mp3 7.5MB Mp3 30th August 2009
Tuntunan Ramadhan V1.2.zip 84.5KB Zip 15th August 2009
Hukum Meninggalkan Jamaah Di tengah Shalat Tarawih 11 atau 23 Rakaat Berlangsung.mp3 474.1KB Mp3 5th May 2010
Seputar Tarawih Dan Witir.zip 66.1KB Zip 15th August 2009

 

DOWNLOAD RINGKASAN HUKUM PUASA  (Al-Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray)

Ringkasan Hukum-hukum Puasa 01
Tanya Jawab 01
Ringkasan Hukum-hukum Puasa 02
Tanya Jawab 02

Disampaikan pada Dauroh Ahlus Sunnah Palopo 1431 H di Masjid Ad-Dakwah Palopo, Sulawesi Selatan.

 

DOWNLOAD PEMBATAL KEISLAMAN (Al-Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray), Pembahasan mencakup:

  1. Seorang yang menjadikan orang-orang shalih sebagai perantara antara dirinya dengan Allah, ia berdoa kepada para perantara tersebut, memohon syafa’at dan bertawakkal kepada mereka maka dia kafir menurut kesepakatan ulama (ijma’)
  2. Syarat-syarat syafa’at
  3. Tawasul yang dibolehkan dan yang dilarang (Lafazh “Rabbi bil Musthafa ballig maqosidana” adalah tawasul bid’ah)
  4. Seorang yang tidak mengkafirkan orang-orang musyrik maka dia kafir
  5. Seorang yang ragu dengan kekafiran mereka maka dia kafir
  6. Seorang yang membenarkan kekafiran mereka maka dia kafir
  7. Makna dan rukun kalimat Laa Ilaaha Illallah
  8. Agama yang benar hanya Islam, barangsiapa yang meyakini ada agama lain yang benar selain Islam maka dia telah kafir menurut kesepakatan ulama
  9. Al-Wala wal Bara’ adalah prinsip yang sangat penting dalam aqidah seorang muslim
  10. Empat bentuk Bara’ kepada kaum musyrikin
  11. Hukum tinggal di negeri kafir
  12. Empat syarat bolehnya berpergian ke negeri kafir

Download: Pembatal-pembatal Keislaman

Disampaikan pada ta’lim masjid Al-Furqon Bahu Manado 1431 H.

DOWNLOAD PERINGATAN DARI BAHAYA BID’AH (Al-Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray)

Peringatan dari Bahaya Bid’ah (01)

1. Kesempurnaan Islam dan Bahaya Bid’ah
2. Makna Bid’ah
3. Hukum Bid’ah dan Pemahaman Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in tentang Bid’ah
4. Bid’ah dan Al-Mashlahah Al-Mursalah
5. Sekilas Sejarah Kemunculan Bid’ah dan Sikap Salaf dalam Menghadapinya
6. [PENTING] Pembagian Bid’ah:

  • Pembagian bid’ah dari sisi keharamannya terbagi empat; kekafiran, sarana kepada kekafiran, dosa besar dan dosa kecil
  • Pembagian bid’ah dari sisi keyakinan dan amalan
  • Pembagian bid’ah dari sisi haqiqiyyah dan idhafiyyah
  • Enam cara mengenal bid’ah idhafiyyah

Peringatan dari Bahaya Bid’ah (02)

7. Bid’ah yang termasuk dosa kecil sangat berpotensi menjadi dosa besar
8. [PENTING] Kaidah-kaidah Mengenal Bid’ah
9. Bahaya Bid’ah:

  • Bid’ah adalah seburuk-buruk perkara
  • Amalan bid’ah tertolak
  • Menganggap agama belum sempurna
  • Menuduh Nabi shallallahu’alaihi wa sallam belum menyampaikan semua hasanah (kebaikan)
  • Bid’ah lebih dicintai iblis dari maksiat
  • Mengikuti hawa nafsu dan mengedepankan akal atas syari’at
  • Menyebabkan PERPECAHAN UMAT
  • Mematikan Sunnah
  • Memberatkan agama
  • Sangat sulit bertaubat
  • Semakin jauh dari Allah Ta’ala
  • Mengajak kepada bid’ah menyesatkan umat
  • Mendapatkan dosa pengikutnya tanpa mengurangi dosa mereka
  • Berdusta atas agama Allah Ta’ala
  • Diusir dari telaga Nabi shallallahu’alaihi wa sallam

10. Jalan Selamat dari Bid’ah

Disampaikan pada Dauroh Ahlus Sunnah Gorontalo 1428 H di masjid kampus Universitas Negeri Gorontalo.

Download:

Peringatan dari Bahaya Bid’ah (01)

Peringatan dari Bahaya Bid’ah (02)

* * *

Untuk kajian-kajian dalam bentuk Vmo harus dikonvert dulu ke wav dengan mendownload softwarenya disini

Penetapan – penetapan sifat dan nama bagi Allah Ta’ala
Sumber: Sebahagian ana rekam sendiri sebagian yang lain dari Abu Jibrin At Tamimi
Jadwal: Sabtu sesudah ashar Di Masjid Al Hasanah. Untuk Umum
Penetapan Sifat Datang bagi Allah – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Penetapan Sifat Rahmat dan Pengampun Bagi Allah – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Penetapan Sifat Tangan bagi Allah – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Penetapan Sifat Wajah bagi Allah – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Penetapan sifat Penglihatan dan Pendengaran Bagi Allah1 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Penetapan sifat Penglihatan dan Pendengaran Bagi Allah2 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Penetapan sifat Makar, tipu daya dan muslihat bagi Allah Ta’ala 1 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Penetapan sifat Makar, tipu daya dan muslihat bagi Allah Ta’ala 2 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Penetapan sifat Pemaaf Bagi Allah – Ustadz Abdul Mu’thi
Penetapan sifat Pengampun dan maha Mulia bagi Allah – Ustadz Abdul Mu’thi
Penetapan Nama – nama bagi Allah 1 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Penetapan Nama – nama bagi Allah 2 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Penetapan Nama – nama bagi Allah 3 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Penetapan Nama – nama bagi Allah 4 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Sifat – sifat yang dinafikan dari Allah 1 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Sifat – sifat yang dinafikan dari Allah 2 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Sifat – sifat yang ditiadakan dari Allah 3 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Sifat gembira dan tertawanya Allah 1 – Ustadz Muhammad Syarbini
Sifat gembira dan tertawanya Allah 2 – Ustadz Muhammad Syarbini
Sifat Istiwa’ Bagi Allah – Ustadz ‘Abdul Mu’thi

Akhlak dan perilaku jahiliyah
Jadwal: Hari Minggu sekitar jam 09.30 pagi Di Masjid Al Hasanah. Untuk Umum
Sumber: Rekam sendiri
Masaail Jahiliyah 8910 – Ustadz ‘Abdul Haq
Masaail Jahiliyah 11 12 13 – Ustadz ‘Abdul Haq
Masaail Jahiliyah 14 – Ustadz ‘Abdul Haq
Masaail Jahiliyah 15 – Ustadz ‘Abdul Haq
Masaail Jahiliyah 16 dan 17 – Ustadz ‘Abdul Haq
Masaail Jahiliyah 19 dan 20 – Ustadz ‘Abdul Haq

Bait – bait syair Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah
Jadwal: Hari Minggu sekitar jam 09.30 pagi Di Masjid Al Hasanah. Untuk Umum
Sumber: Rekam sendiri
Lamiyah Syaikul Islam Ibnu Taimiyah 1 – Ustadz Abu ‘Abdillah Muhammad
Lamiyah Syaikul Islam Ibnu Taimiyah 3 – Ustadz Abu ‘Abdillah Muhammad
Lamiyah Syaikul Islam Ibnu Taimiyah 4 – Ustadz Abu ‘Abdillah Muhammad
Lamiyah Syaikul Islam Ibnu Taimiyah 5 – Ustadz Abu ‘Abdillah Muhammad
Lamiyah Syaikul Islam Ibnu Taimiyah 6 – Ustadz Abu ‘Abdillah Muhammad

Bahaya fitnah dan penaggulangannya
Jadwal: Di Masjid Manunggal Bantul (Masjid Agung Bantul)
Sumber: Rekam sendiri
Prinsip -prinsip Ahlussunnah dalam menghadapi fitnah 1 – Ustadz Usamah Mahri Lc
Prinsip -prinsip Ahlussunnah dalam menghadapi fitnah 2 – Ustadz Usamah Mahri Lc

Pembatal – pembatal keislaman
Jadwal: Hari Minggu sekitar jam 09.30 pagi Di Masjid Al Hasanah Jogja. Untuk Umum
Sumber: Rekam sendiri
0.1 Pembatal keislaman – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
0.2 Pembatal keislaman – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
0.3 Pembatal keislaman – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
0.4 Pembatal keislaman – Ustadz ‘Abdul Mu’thi

Inilah Dakwah Salafiyah
Sumber: Dzulkifli
Inilah Dakwah Salafiyah 1 – Ustadz Dzulqarnain
Inilah Dakwah Salafiyah 2 – Ustadz Dzulqarnain
Inilah Dakwah Salafiyah 3 – Ustadz Dzulqarnain
Inilah Dakwah Salafiyah 4 – Ustadz Dzulqarnain
Inilah Dakwah Salafiyah 5 – Ustadz Dzulqarnain

Dauroh karawang, Ustadz Asykari digantikan oleh Ustadz Abu Usamah sebab beliau sedang sakit. Dari Abu Abdillah Al karawanji – Tasjilat Ar Rifq Karawang
Dauroh karawang 1A – Ustadz Abu Usamah ‘Abdurrahman Lombok
Dauroh karawang 1B – Ustadz Abu Usamah ‘Abdurrahman Lombok
Dauroh karawang 2 – Ustadz Abu Usamah ‘Abdurrahman Lombok
Dauroh karawang 3 – Ustadz Abu Usamah ‘Abdurrahman Lombok
Dauroh karawang 4 – Ustadz Abu Usamah ‘Abdurrahman Lombok
Dauroh karawang 5A – Ustadz Muhammad ‘Umar As Sewed
Dauroh karawang 5B – Ustadz Muhammad ‘Umar As Sewed
Dauroh karawang 6 – Ustadz Muhammad ‘Umar As Sewed
Dauroh karawang 7 – Ustadz Muhammad ‘Umar As Sewed

Dauroh Tasik
Sumber: Dzulkifli
Dauroh Tasik 1A – Ustadz Muhammad Umar As Sewed
Dauroh Tasik 1B – Ustadz Muhammad Umar As Sewed
Dauroh Tasik 2 – Ustadz Muhammad Umar As Sewed
Dauroh Tasik 3 – Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsari

Kenikmatan sunnah dan Islam
Sumber: Dakwah islamiyyah
Kenikmatan sunnah dan Islam 1 – Ustadz Usamah Faishal Mahri
Kenikmatan sunnah dan Islam 2 – Ustadz Usamah Faishal Mahri

Inilah Salafiyah
Sumber: Dakwah islamiyyah
Salafiyah 1 – Ustadz Abu Usamah ‘Abdurrahman
Salafiyah 2 – Ustadz Abu Usamah ‘Abdurrahman

Nasehat untuk Ja’far ‘Umar Thalib
Sumber: Al Akh Abu Husain Munajat
Nasehat Untuk Ja’far Umar Thalib – Ustadz Muhammad ‘Afifuddin

Kajian Kitab Ushul Tsalasah
Sumber: Rekam sendiri dan Kiriman dari Dzulkifli
Ushul Tsalasa 1 – Ustadz ‘Abdul Haq
Rukun Iman – Ustadz ‘Abdul Haq
Iman kepada Rasul – Ustadz ‘Abdul Haq
Iman kepada Hari akhir – Ustadz ‘Abdul Haq
Mengimani Wujud Allah – Ustadz ‘Abdul Haq
Mengimani nama dan sifat Allah – Ustadz ‘Abdul Haq
Iman kepada Takdir 1 – Ustadz ‘Abdul Haq
Iman kepada Takdir 2 – Ustadz ‘Abdul Haq
Iman kepada Takdir 3 – Ustadz ‘Abdul Haq
Ihsan – Ustadz ‘Abdul Haq

Pelajaran Aqidah
Sumber: Agus
Aqidah 1 – Ustadz Hannan Bahannan
Aqidah 2 – Ustadz Hannan Bahannan
Aqidah 3 – Ustadz Hannan Bahannan
Aqidah 4 – Ustadz Hannan Bahannan

Kasyfu Syubhat – Ustadz Luqman Ba’abduh
Sumber: Abu Jibrin At Tamimi

 

KasyfusSyubhat 01.mp3     29-Dec-2009 20:16  7.2M

 

KasyfusSyubhat 02.mp3     29-Dec-2009 20:16  6.0M

 

KasyfusSyubhat 03.mp3     29-Dec-2009 20:16  3.4M

 

KasyfusSyubhat 04.mp3     02-Jan-2010 08:44  6.2M

 

KasyfusSyubhat 05.mp3     02-Jan-2010 08:44  5.9M

 

KasyfusSyubhat 06.mp3     02-Jan-2010 08:44  6.1M

 

KasyfusSyubhat 07.mp3     02-Jan-2010 08:49  5.9M

 

KasyfusSyubhat 08.mp3     02-Jan-2010 08:49  7.3M

 

KasyfusSyubhat 09.mp3     02-Jan-2010 08:49  5.5M

 

KasyfusSyubhat 10.mp3     02-Jan-2010 08:49  6.1M

 

KasyfusSyubhat 11.mp3     02-Jan-2010 08:57  6.3M

 

KasyfusSyubhat 12.mp3     02-Jan-2010 08:57  6.8M

 

KasyfusSyubhat 13.mp3     02-Jan-2010 08:57  7.7M

 

KasyfusSyubhat 14.mp3     02-Jan-2010 08:57  6.5M

 

KasyfusSyubhat 15.mp3     02-Jan-2010 08:57  7.7M

 

KasyfusSyubhat 16.mp3     02-Jan-2010 09:00  7.2M

 

KasyfusSyubhat 17.mp3     02-Jan-2010 09:00  5.9M

 

KasyfusSyubhat 18.mp3     02-Jan-2010 09:00  3.2M

 

KasyfusSyubhat 19.mp3     02-Jan-2010 09:04  5.7M

 

KasyfusSyubhat 20.mp3     02-Jan-2010 09:04  6.9M

 

KasyfusSyubhat 21.mp3     02-Jan-2010 09:04  4.4M

Shahih Bukhari – Ustadz Muhammad Afifuddin
Sumber: Dzulkifli

 

Hadits 18 Baiat Syari.mp3                             4.2M

 

Hadits 18 Baiat yang Syari Bag 1.mp3                  4.8M

 

Hadits 29 Mayoritas Penghuni Neraka.mp3               4.8M

 

Hadits 31 Yang Terbunuh dan yg membunuh di neraka.mp3 5.3M

 

Hadits 32 Makna Kedzaliman.mp3                        5.9M

 

Hadits 33 Ciri-ciri orang Munafik.mp3                 4.9M

 

Hadits 34 Ciri-ciri orang munafik.MP3                 4.4M

 

Hadits 35 Kapan lailatul qadr dan tanda-tandanya.MP3  4.8M

 

Hadits 36 Bolehkan Menikah dgn Jin.mp3                5.1M

 

Hadits 37 Transaksi dengan Bank.mp3                   4.2M

Kesempurnaan Islam
Sumber: Copy dari CD
Kesempurnaan Islam 1 – Ustadz Ibnu Yunus
Kesempurnaan Islam 2 – Ustadz Ibnu Yunus
Kesempurnaan Islam 3 – Ustadz Ibnu Yunus
Kesempurnaan Islam 4 – Ustadz Ibnu Yunus

Sumber: http://ashthy.wordpress.com/download-center/

Kajian kitab Durusul Muhimmah Li ‘ammatil Ummah
Sumber: Rekam sendiri
Sikap Ihsan – Ustadz ‘Abdul Jabbar
Keutamaan Ilmu Syar’i – Ustadz ‘Abdul Jabbar
Syarat – syarat sah Shalat 1 – Ustadz Abdul Jabbar
Syarat – syarat sah Shalat 2 – Ustadz Abdul Jabbar
Rukun shalat 1 – Ustadz ‘Abdul Jabbar

Materi – materi Lainnya
Sumber: Rekam sendiri
Al qur’an Kalamullah bukan mahluk dan kesesatan al Qaradhawi
Nasehat Syaikh Muqbil 1 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Nasehat Syaikh Muqbil 2 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Ikhlash Dalam Beribadah – Ustadz ‘Abdul Haq
Adab-adab Tholabul Ilmiy 1 – Ustadz Hamzah
Adab-adab Tholabul Ilmiy 2A – Ustadz Hamzah
Adab-adab Tholabul Ilmiy 2B – Ustadz Hamzah
Maka Menikahlah…!!! – Ustadz Abu ‘Umar Ibrohim
Bahayanya fitnah wanita – Ustadz Hamzah

Dauroh bulan maret 2007 di jogja
Sumber: Rekam sendiri
Akhlaq 1 – Ustadz Adib
Akhlaq 2 – Ustadz Adib
Akhlak 3 – Ustadz Adib
Akhlak 4 – Ustadz Adib
Akhlak 5 – Ustadz Adib
Akhlak 6 – Ustadz Adib
Keutamaan Ilmu 1 – Ustadz Syauqy
Keutamaan Ilmu 2 dan Bahasa Arab 2
Keutamaan Ilmu 3 – Ustadz Syauqy
Keutamaan Ilmu 4 – Ustadz Syauqy
Keutamaan Ilmu 5 – Ustadz Syauqy
Keutamaan Ilmu 6 – Ustadz Syauqy
Tawakkal 1 – Ustadz Abdul Haq
Tawakkal 2 – Ustadz Abdul Haq
Tawakkal 3 – Ustadz Abdul Haq
Tawakkal 4 – Ustadz Abdul Haq
Tawakkal 5 – Ustadz Abdul Haq
Tawakkal 6 – Ustadz Abdul Haq
Rukun Iman 1 – Ustadz Abdul Mu’thi
Rukun Iman 2 – Ustadz Abdul Mu’thi
Rukun Iman 3 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Rukun Iman 4 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Rukun Iman 5 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Rukun Iman 6 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Pedang dan tombak yang terhunus atas ahlul ahwa dan musuh-musuh sunnah 1 – Ustadz Abdul Majid
Pedang dan tombak yang terhunus atas ahlul ahwa dan musuh-musuh sunnah 2 – Ustadz Abdul Majid
Pedang dan tombak yang terhunus atas ahlul ahwa dan musuh-musuh sunnah 3 – Ustadz Abdul Majid
Pedang dan tombak yang terhunus atas ahlul ahwa dan musuh-musuh sunnah 4 – Ustadz Abdul Majid
Pedang dan tombak yang terhunus atas ahlul ahwa dan musuh-musuh sunnah 5 – Ustadz Abdul Majid
Targhib wa Tarhib 1 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Targhib wa Tarhib 2 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Targhib wa Tarhib 3 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Targhib wa Tarhib 4 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Targhib wa Tarhib 5 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Targhib wa Tarhib 6 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Tauhid Uluhiyah 1 – Ustadz Abu ‘Abdillah Muhammad
Tauhid Uluhiyah 2 – Ustadz Abu ‘Abdillah Muhammad
Tauhid Uluhiyah 3 – Ustadz Abu ‘Abdillah Muhammad
Tauhid Uluhiyah 4 – Ustadz Abu ‘Abdillah Muhammad
Tauhid Uluhiyah 5 – Ustadz Abu ‘Abdillah Muhammad
Tauhid Uluhiyah 6 – Ustadz Abu ‘Abdillah Muhammad
Sikap terhadap fitnah 1 – Ustadz Ibrahim
Sikap terhadap fitnah 2 – Ustadz Ibrahim
Sikap terhadap fitnah 3 – Ustadz Ibrahim
Sikap terhadap fitnah 4 – Ustadz Ibrahim
Sifat terhadap fitnah 5 – Ustadz Ibrahim
Sifat terhadap fitnah 6 – Ustadz Ibrahim
Rukun Islam 1 – Ustadz Abdul Jabbar
Rukun Islam 2 – Ustadz Abdul Jabbar
Rukun Islam 3 – Ustadz Abdul Jabbar
Rukun Islam 4 – Ustadz Abdul Jabbar
Aliran – aliran sesat 1 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Aliran – aliran sesat 2 – Ustadz Abu Faqih Muhammad

Kajian ini diambil dari kitab Durusul Lughah al ‘Arabiyah jilid I Oleh Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 1 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 2 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 3 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 4 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 5 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 6 dan Nasehat disaat padamnya listrik- Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 7 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 8 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 9 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 10 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 11 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 12 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 13 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 14 – Al Akh Abu ‘Abdillah
Bahasa Arab 15 – Al Akh Abu ‘Abdillah
Bahasa Arab 16 – Al Akh Abu ‘Abdillah
Bahasa Arab 17 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 18 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 19 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 20 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 21 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 22 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 23 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 24 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 25 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 26 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 27 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 28 – Ustadz Abu Faqih Muhammad Selesai, dilanjutkan di Masjid lain
Bahasa Arab 29 – Ustadz Abu Faqih Muhammad Masjid al Muttaqin Karang Malang
Bahasa Arab 30 – Ustadz Abu Faqih Muhammad Di Masjid Al Fatah, Sedan
Bahasa Arab 31 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 32 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 33 – Ustadz Abu Faqih Muhammad
Bahasa Arab 34 – Ustadz Abu Faqih Muhammad

Bahasa Arab 35 – Ustadz Abu Faqih Muhammad

Muhadaroh
kajian ini juga sewaktu dauroh di masjid nurul barokah.
Metode dalam berdakwah dijalan Allah – Ustadz Muhammad Afifuddin di Masjid Nurul Barokah 17 maret 2007
Penyebab Kesyirikan dan Perpecahan Ummat – Ustadz Usamah Mahri di Masjid Kampus UGM 18 maret 2007
Bahaya pemikiran takfir – Ustadz Umar As Sewed di Masjid Nurul Barokah 19 maret 2007
Yang dibawah ini ana rekam pada hari minggu di masjid al hasanah.
Kemuliaan para penuntut ilmu – Ustadz ‘Ali Basuki Masjid al Hasanah 25 maret 2007

Nasehat Untuk Kaum Muslimin
Sumber: Sini
Nasehat Untukmu wahai muslimin 1 – Ustadz Luqman Ba’abduh
Nasehat Untukmu wahai muslimin 2 – Ustadz Luqman Ba’abduh

Nasehat dan Tausiyah untuk selalu istiqomah diatas al Haq
Sumber: Rekam sendiri
Nasehat dari Ustadz Hamzah dari Buton
Nasehat dari Ustadz Abu Faqih Muhammad

Sebuah nasehat : Dahsyatnya Neraka
Sumber: Dzulkifli
Dahsyatnya neraka 1 – Ustadz Dzulqarnain
Dahsyatnya neraka 2 – Ustadz Dzulqarnain

Tanya Jawab
Sumber: Berbagai macam sumber
Tanya jawab masalah bank – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Syarat – syarat serta tata cara bertaubat – Ustadz Dzulqarnain
Pertanyaan di alam kubur – Ustadz Dzulqarnain
Masuk sorga setelah disiksa – Ustadz Dzulqarnain
Masuk GAM karena dipaksa – Ustadz Dzulqarnain
Apakah sekarang sudah ada orang yang disiksa? – Ustadz Dzulqarnain
Amalan untuk orang yang sudah wafat – Ustadz Dzulqarnain
Bertaubat tapi mengulangi lagi – Ustadz Dzulqarnain
Melihat Calon Suami atau Istri – Ustadz Dzulqarnain
Menyumpahi Orang yang durhaka – Ustadz Dzulqarnain
Keutamaan menangis – Ustadz Dzulqarnain
Tanya jawab tentang sururi – Ustadz Muhammad ‘Umar As Sewed
Model timbangan pada hari kiamat – Ustadz Dzulqarnain
Nasehat Untuk para pengikut Sayyid Quthb – Ustadz Muhammad ‘Umar As Sewed

Tanya jawab problema muslim
Sumber: Audio kajian
Tanya jawab problema muslim 1 – Ustadz Abu Ishaq Muslim
Tanya jawab problema muslim 2 – Ustadz Abu Ishaq Muslim

Durhaka pada kedua orang tua
Sumber: Audio kajian
Durhaka pada kedua orang tua 1 – Ustadz Muhammad Irfan
Durhaka pada kedua orang tua 2 – Ustadz Muhammad Irfan

Syarah Riyadhus Shalihin
Sumber: Rekam sendiri
Syarah Riyadhus shalihin 1 – Ustadz Hamzah
Syarah Riyadhus shalihin 2 – Ustadz Hamzah

Mayoritas penghuni neraka
Sumber: Dakwah islamiyyah
Mayoritas penghuni neraka adalah wanita – Ustadz ‘Abdul Mu’thi

Hadits Arba’in
Sumber: Rekam sendiri dan Dari teman
Hadits Arbain An Nawawiyyah ke 9 a – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Hadits Arbain An Nawawiyyah ke 9 b – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Hadits Arbain An Nawawiyyah ke 10 a – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Hadits Arbain An Nawawiyyah ke 10 b – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Hadits Arbain An Nawawiyyah ke 10 c – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Hadits Arbain An Nawawiyyah ke 11 a – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Hadits Arbain An Nawawiyyah ke 11 b – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Hadits Arbain An Nawawiyyah ke 12 a – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Hadits Arbain An Nawawiyyah ke 12 b – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Hadits Arbain An Nawawiyyah ke 13 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Hadits Arbain An Nawawiyyah ke 14 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Hadits Arbain An Nawawiyyah ke 16 a – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Hadits Arbain An Nawawiyyah ke 16 b – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Hadits Arbain An Nawawiyyah ke 16 c – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Hadits Arbain An Nawawiyyah ke 17 a – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Hadits Arbain An Nawawiyyah ke 17 b dan 18 a – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Hadits Arbain An Nawawiyyah ke 18 a – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Hadits Arbain An Nawawiyyah ke 18 b – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Hadits Arbain An Nawawiyyah ke 18 c – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Hadits Arbain An Nawawiyyah ke 18 d – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Hadits Arbain An Nawawiyyah ke 20 a – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Hadits Arbain An Nawawiyyah ke 20 b – Ustadz ‘Abdul Mu’thi

Berbuat baik kepada kedua orang tua
Sumber: Abu Sa’ad
Membalas kebaikan kedua orang tua 1 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Membalas kebaikan kedua orang tua 2 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Membalas kebaikan kedua orang tua 3 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Membalas kebaikan kedua orang tua 4 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Membalas kebaikan kedua orang tua 5 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Berbuat baik kepada papa 1 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Berbuat baik kepada papa 2 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Berbuat baik kepada mama 1 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Berbuat baik kepada mama 2 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Berbuat baiklah kepada kedua orang tua 1 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Berbuat baiklah kepada kedua orang tua 2 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Berbuat baiklah kepada kedua orang tua 4 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Berbuat baiklah kepada kedua orang tua 5 – Ustadz ‘Abdul Mu’thi

Dauroh bantul 1 sampai 3 Juli 2007
Sumber: Rekam sendiri
Al-Ushul_As-Sittah 1
Al-Ushul_As-Sittah 2
Mengenal manhaj salaf 1
Mengenal manhaj salaf 2
Mengenal manhaj salaf 3
Pentingnya Ilmu
Ushul Tsalasa 1
Ushul Tsalasa 2
Ushul Tsalasa 3
Ushul Tsalasa 4

Dauroh bantul 1 sampai 3 Juli 2007
Sumber: Ngopi dari Akh Umar
Jurumiyyah 1 – Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin
Jurumiyyah 2 – Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin
Jurumiyyah 3 – Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin
Jurumiyyah 4 – Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin
Jurumiyyah 5 – Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin
Jurumiyyah 6 – Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin
Jurumiyyah 7 – Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin
Jurumiyyah 8 – Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin
Jurumiyyah 9 – Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin
Jurumiyyah 10 – Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin
Jurumiyyah 11 – Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin
Jurumiyyah 12 – Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin
Jurumiyyah 13 – Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin
Jurumiyyah 14 – Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin
Jurumiyyah 15 – Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin
Jurumiyyah 16 – Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin

* * *

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BENARKAH SHOLAT SUBUH DI INDONESIA LEBIH CEPAT 20 MENIT? Al Ustadz Dzulqarnain Bin Muhammad Sunusi

Size : 400 Kb DOWNLOAD

 

TATA CARA SHOLAT ‘IED, Al Ustadz Dzulqarnain Bin Muhammad Sunusi

Size : 2 Mb   DOWNLOAD

______________________________

HUKUM SHOLAT JUM’AT APABILA BERTEPATAN DENGAN HARI IED, Al Ustadz Dzulqarnain Bin Muhammad Sunusi

Size : 0,6 Mb     DOWNLOAD

 

______________________________

FAEDAH – FAEDAH IEDUL ADHA, Al Ustadz Abdullah Syahroni

 

Size : 4 Mb  DOWNLOAD

 

______________________________

KOREKSI TOTAL KESALAHAN PARA TERORIS, Al Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain

Size : 1,2 Mb DOWNLOAD

______________________________

BOM BUNUH DIRI, MATI SYAHIDKAH?, Al Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain

Size : 300 Kb  DOWNLOAD

______________________________

BENARKAH SAIFUDDIN ZUHRI MURID SYAIKH MUQBIL?, Al Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain

Size : 94 Kb  DOWNLOAD

______________________________

PEMBERANTASAN PEMIKIRAN TERORISME LEBIH PENTING, Al Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain

Size : 1,2 Mb  DOWNLOAD

______________________________

ADAKAH ZAKAT PROFESI ?, Al Ustadz Abu Karimah Askari dan Al Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain

size : 2 Mb  DOWNLOAD

______________________________

ISTIQOMAHLAH DI ATAS SYARIAT  ALLAH DAN JANGAN MEMPEROLOK-OLOKNYA, Al Ustadz Muhammad Umar Assewed

size : 1,6 Mb  DOWNLOAD

Download Kajian Kitab Aqidah Washitiyah

Berikut adalah link download rekaman kajian kitab Aqidah Washithiyah, yang disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed.

001 Aqidah Washithiyah.zip

 

002 Aqidah Washithiyah.zip

003 Aqidah Washithiyah.zip

004 Aqidah Washithiyah.zip

005 Aqidah Washithiyah.zip

006 Aqidah Washithiyah.zip

007 Aqidah washithiyah.zip

008 Aqidah Washithiyah.zip

009 Aqidah Washithiyah.zip

010 Aqidah Washithiyah.zip

011 Aqidah Washithiyah.zip

012 Aqidah washithiyah.zip

013 Aqidah Washithiyah.zip

014 Aqidah Washithiyah.zip

015 Aqidah Washithiyah.zip

016 Aqidah Washithiyah.zip

017 Aqidah Washithiyah.zip

018 Aqidah Washithiyah.zip

019 Sifat Pengasih.zip

020 Ridla dan marah.zip

021 Sifat Datang.zip

022 Sifat Pemaaf.zip

023 Tandingan-1.zip

024 Tandingan-3.zip

025 Tandingan-4.zip

026 Istiwa-1.zip

027 Istiwa-2.zip

028 Sifat _’Uluw.zip

029 Sifat Ma_’iyyah.zip

030 Allah berbicara dg suara-1.zip

031 Allah berbicara dg suara-2.zip

032 Sifat Kalam.zip

033 Melihat Allah-1.zip

034 Melihat Allah-2.zip

035 Sunnah tafsir al-Qur_’an.zip

036 Allah turun.zip

037 Allah gembira.zip

038 Allah tertawa.zip

039 Kaki Allah.zip

040 Sifat nida_’.zip

041 Allah di atas langit.zip

042 Allah bersama kita.zip

043 Melihat Allah.zip

044 Kedudukan aswaja.zip

045 Murji_’ah dan waidiyah.zip

046 khawarij dan mu.tazilah (190-191).mp3.zip

Rekaman Daurah Masjid Jajar Desember 2009

Berikut adalah file rekaman Daurah 3 Hari (18-20 Desember 2009 / 1-3 Muharram 1431) di Masjid Jajar Surakarta, bersama Al Ustadz Dzulqornain bin Muhammad Sunusi.

Bagi ikhwah yang berada di Solo, atau ada distribusi CD asli tasjilat Al Madinah, mohon membeli CD asli untuk kelangsungan daurah selanjutnya.

HARI 1 (Bulughul Maram)
01. Kitabush Sholah Bab Mawaqit-1
02. Khutbah Jumat
03. Kitabush Sholah Bab Mawaqit-2
04. Kitabush Sholah Bab Mawaqit-3
05. Kitabush Sholah Bab Mawaqit-4
06. Kitabush Sholah Bab Mawaqit-5

HARI 2

(‘afwan, file belum lengkap)

Kajian : Mukhtashar Minhajul Qashidin

Kitab: Mukhatshar Minhajul Qashidin karya Ibnu Qudamah
Pemateri : Al Ustadz Abu Almas
Tempat: Masjid Al Makmur, Poltekkes urakarta
Waktu: Setiap Jum’at ba’da Maghrib

01. Pertemuan 1 : Nikmatya Hidayah Allah
02. Pertemuan 2 : Mencari penghidupan yang halal


Download rekaman Syarh Qawa’idul Arba’

Kajian rutin kitab Syarh Qowa’idul Arba’ Syaikh Sholih Fauzan haizhohullah.
Tempat : Masjid Al Makmur, Poltekkes Surakarta
Waktu : Senin ba’da ‘isya’
Pemateri : Al Ustadz Fauzan (pengasuh Ma’had Daarus Salaf / Ibnu Taimiyyah Surakarta)

01. Pertemuan 1 (‘afwan, tidak ada yang merekam)
02. Pertemuan kedua (‘afwan, file corrupt)
03. Pertemuan ketiga
04. Pertemuan keempat
05. Pertemuan kelima
06. Pertemuan keenam

Daurah Karanganyar Ahad, 01 November 2009

Materi : Terorisme dalam Timbangan Al Qur’an dan As Sunnah
Pemateri : Al Ustadz Ali Basuki, Lc

1. Sesi 1
2. Sesi 2
3. Sesi Tanya Jawab

Nasehat ustadz Ali Basuki,Lc

Daurah Ampel Boyolali Ahad 25 Oktober 2009

Tema : Menyikapi Aksi-Aksi Terorisme (Agar Anak Tidak Menjadi Khawarij)

Pembicara : Al Ustadz Muhammad Afiffudin -hafizhahullah-
(Pengajar di Ma’had Al Bayyinah, Sidayu Gresik)

1. Sesi 1
2. Sesi 2
3. Sesi 3

Daurah Masjid Jajar 23-25 Oktober 2009 Download Klik

Daurah FQIH RAMADHAN, Kamis, 20 Agustus 2009, Al Ustadz Muhammad Na’im, Lc (pengasuh Ma’had Al Madinah, Solo)

01. Daurah Fiqih Ramadhan

02. Daurah Fiqih Ramadhan

NB : ‘Afwan, sesi 2 mungkin ada suara yang kurang jelas. Qodarullah, swaktu merekam software di laptop agak bermasalah, jadi kami dan panitia minta rekaman dari ikhwah yang merekam pakai MP4, dan kurang jelas suaranya. Mohon dimaklumi.

Daurah Islam Adalah Agama Rohmah (Jauh Dari Cara Kekerasan), Kamis, 20 Agustus 2009, Al Ustadz Abu Nashim Mukhtar bin Rifa’i (Pengasuh Ma’had Daarus Salaf, Solo)

Download : Islam Adalah Agama Rohmah (Jauh Dari Cara Kekerasan)

Daurah Masjid Jajar 15-16 Juli 2009. Berikut adalah link download. File rekaman dari ikhwah jajar..

02_Manhajus_Salikin-Kitabuz_Zakah-01

03_Manhajus_Salikin-Kitabuz_Zakah-02

04_Manhajus_Salikin-Kitabuz_Zakah-03

05_Manhajus_Salikin-Kitabuz_Zakah-04+tanya-jawab

06_Manhajus_Salikin-Kitabuz_Zakah-05

07_Manhajus_Salikin-Kitabuz_Zakah-06

08_Manhajus_Salikin-Kitabuz_Zakah-07+tanya_jawab

09_Manhajus_Salikin-Kitabuz_Zakah-08
10_Manhajus_Salikin-Kitabuz_Zakah-09+tanya_jawab

Tausiyah Singkat “Kenalilah Dirimu, Pastikanlah Tujuan Hidupmu”, Al Ustadz Abu Nafi’ Sukadi Al Atsary

Download Di Sini

Daurah Menjaga dan Mempertahankan Persatuan Ummat di Atas Al Kitab dan As Sunnah, Al Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawy (hafidzohulloh)

1. Menjaga Persatuan Ummat – Sesi 1 A

2. Menjaga Persatuan Ummat – Sesi 1 B

3. Menjaga Persatuan Ummat – Sesi 2 + Tanya jawab

Daurah Ta’awun di Atas Ketakwaan dan Adil di Dalam Perselisihan, Al Ustadz Abu Nashim Mukhtar bin Rifa’i

01. Ta’awun di Atas Ketakwaan 1A

02. Ta’awun di Atas Ketakwaan 1B

03. Ta’awun di Atas Ketakwaan 2

Daurah Kiat Hidup Bahagia di Atas Sunnah, Al Ustadz Abdul Mu’thi Al Maydaniy hafidzohulloh

01. Kiat Hidup Bahagia di Atas Sunnah#1A

02. Kiat Hidup Bahagia di Atas Sunnah#1B

03. Kiat Hidup Bahagia di Atas Sunnah#2A

04. Kiat Hidup Bahagia di Atas Sunnah#2B

Daurah  “AJARAN SYI’AH DALAM PANDANGAN ISLAM”, Al Ustadz Usamah bin Faishol Mahri, Lc Hari Ahad 11-3-1430 / 8-3-09M di Masjid Ibnu Taymiyah, Ma’had Daarus Salaf Grogol, Sukoharjo.

1. Download Ajaran Syi’ah 1A

2. Download Ajaran Syi’ah 1B

3. Downoad Ajaran Syi’ah 2

Daurah “Kemuliaan Seorang Muslim”  Al Ustadz Abu Nashim Mukhtar bin Rifa’i. Pada tanggal 21 Februari 2009, di RSUD DR. Moewardi, Solo.

Kemuliaan Seorang Muslim

Daurah “Jadikan Dunia di Tanganmu, Akhirat di Hatimu“, Al Ustadz Muhammad Na’im, Lc dan Al Ustadz Abu Muhammad Abdul Mu’thi Al Maydaniy, di UNS 14 Februari 2009.

01. Sesi 1–> Al Ustadz Muhammad Na’im, Lc
02. Sesi 2 –> Al Ustadz Abu Muhammad Abdul Mu’thi Al Maydaniy
03. Sesi 3 –> Al Ustadz Abu Muhammad Abdul Mu’thi Al Maydaniy

Daurah Di Masjid Ibnu Taymiyah Solo (Ma’had Daarus Salaf) tanggal 30 Januari – 1 Februari 2009.

1. Hari 1 Khutbah Jum’at (Ust Abu Yahya Al Maidani)

2. Hari 1 Sesi 1 (Ust Abu Yahya Al Maidani)

3. Hari 1 Sesi 2 (Ust Abu Yahya Al Maidani)
3x. Hari 1 Sesi 3 (Ust Qomar Suaidi) –> ‘Afwan Belum ad 3y. Hari 1 Sesi 4 (Ust Qomar Suaidi) –> ‘Afwan Belum ada
4. Hari 2 Sesi 1 (Ust Muhammad Umar As Sewed)

5. Hari 2 Sesi 2 (Ust Muhammad Umar As Sewed)
6.Hari 3 Sesi 1A (Ust Abu Karimah Asykari)

7. Hari 3 Sesi 1B (Ust Abu Karimah Asykari)

8. Hari 3 Sesi 2A (Ust Abu Karimah Asykari)

9. Hari 3 Sesi 2B (Ust Abu Karimah Asykari)

Daurah Indahnya Dakwah Sunnah, olehs ustadz Abdul Mu’thi Al Maydaniy di Gatak, Sukoharjo pada tanggal 4 Januari 2009.

1. Sesi 1a 2. Sesi 1b 3. Sesi 2 4. Sesi tanya Jawab

Daurah MAYAT – MAYAT CINTA di Masjid Ibnu Taymiyah, Grogol, Sukoharjo. Pada tanggal 27 Desember 2008 Oleh Ustadz Amr bin Suroif al Indunisiy.

1. Sesi 1

2. Sesi 2

3. Sesi 3

4. Sesi 4

Dari salafy.or.id
1. http://www.salafishare.com/id/23ZGL8I4UG2P/mayatmayatcinta.mp3
2.http://www.salafishare.com/id/23TO0DZRWK31/mayatmayatcinta2.mp3

Daurah di Masjid Ibnu Sina, RSUD Dr. Moewardi Solo tanggal 13 juni 2008.

01.Hikmah dalam Berdakwah – A (Ustadz Abu Nashim Mukhtar)
02. Hikmah dalam Berdakwah – B (Ustadz Abu Nashim Mukhtar)
03. Ciri Golongan yang Selamat – A (Ustadz Muhammad Na’im, Lc)
04.Ciri Golongan yang Selamat – B (Ustadz Muhammad Na’im, Lc)
05. Ciri Golongan yang Selamat – C (Ustadz Muhammad Na’im, Lc)

Daurah Wajibnya taat kepada Pemerintah, di Gatak Sukoharjo tgl 20 Mei 2008, Al Ustadz Abu Nashim Mukhtar

1. Wajibnya Taat Kepada Pemerintah # 1 2. Wajibnya Taat Kepada Pemerintah # 2 3.Wajibnya Taat Kepada Pemerintah # 3

Penceramah

Klik Judul Kajian di bawah ini

Ust.Muhammad Umar As-Sewed

Pengertian Iman dan Islam

Ust.Muhammad Umar As-Sewed

Tafsir Bismillahirahmanirrahim

Ust.Muhammad Umar As-Sewed

Hukum Shalat Berjama’ah

Ust.Muhammad Umar As-Sewed

01a.Pembagian Makna Tauhid

Ust.Muhammad Umar As-Sewed

01b.Pembagian Makna Tauhid

Ust.Muhammad Umar As-Sewed

a.Berpegang Teguh dg Al-Kitab & As-Sunnah

Ust.Muhammad Umar As-Sewed

b.Berpegang Teguh dg Al-Kitab & As-Sunnah

Ust.Muhammad Umar As-Sewed

Berpegang Teguh dgn Al-Kitab&As-Sunnah

Ust.Muhammad Umar As-Sewed

01a. Sepuluh Wasiat Allah

Ust.Muhammad Umar As-Sewed

01b. Sepuluh Wasiat Allah

Ust.Muhammad Umar As-Sewed

Berlebih-lebihan terhadap orang Shalih I

Ust.Muhammad Umar As-Sewed

Berlebih-lebihan terhadap orang Shalih II

Ust. Askari

Ada apa dengan MMI?-1

Ust. Askari

Ada apa dengan MMI?-2

Ust. Askari

Ada apa dengan MMI?-3

Ust. Askari

Ada apa dengan MMI?-4

Ust. Askari

Ada apa dengan MMI?-5

Ust. Askari

Ada apa dengan MMI?-6

Ust. Askari

Ada apa dengan MMI?-7

Ust. Askari

Ada apa dengan MMI?-8

Ust. Askari

Ada apa dengan MMI?-9

Ust. Askari

Ada apa dengan MMI?-10

Ust. Luqman Ba’abduh

Keutamaan Tauhid 1

Ust. Luqman Ba’abduh

Keutamaan Tauhid 2

Ust. Abu Hamzah

Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Ust. Abu Hamzah

Jelasnya Batasan Syariat

Ust. Abu Hamzah

Ketundukan Shahabat terhadap Syariat

Ust. Abu Hamzah

Keutamaan Menuntut ilmu, ahlul-ilmi dan mencarinya

Ust. Abu Hamzah

Wajibnya menjaga kesatuan kaum muslimin

Ust. Abu Hamzah

Beriman Kepada Hari Akhir

Ust. Abu Hamzah

Peringatan Allah dan Rasu-Nya

Ust. Abu Hamzah

Akhlak yang baik bagian dari Agama

Ust. Abu Hamzah

Perbedaan Ahlussunnah dan Ahlulbid’ah dalam Aqidah

MUROTTAL AL-QUR’AN

Sumber Download Murottal Al Qur’an mp3

Abdul Azeez al-Ahmad
Abdul Baset Abdul Samad [Mujawwad]
Abdul Baset Abdul Samad [Warsh]
Abdullah Ali Jabir [Studio]
Abdullah Basfar
Abdul Muhsin al-Qasim
Abdur-Rahman as-Sudais
Abdur-Rashid Sufi [Soosi]
Abu Bakr al-Shatri [Soosi]Ahmed ibn Ali al-Ajmy
Ali Abdur-Rahman al-Huthaify
Dr. Shawqy Hamed [Murattal]
Hamad Sinan
Ibrahim Al-Jibrin
Maher al-Muaiqly
Mahmoud Khalil Al-Husary [Doori]
Muhammad Abdul-Kareem
Muhammad al-MehysniMuhammad Hassan
Muhammad Siddiq al-Minshawi
Mustafa al-`Azawi
Saad al-Ghamdi
Sahl Yasin
Salah Al-Hashim
Saleh al Taleb
Sudais and Shuraym
Abdul Bari ath-Thubaity
Abdul Baset Abdul Samad [Murattal]
Abdullah Ali Jabir
Abdullah Awad al-Juhani
Abdullah Khayat
Abdul Wadud Haneef
Abdur-Rashid Sufi [Khalaf]
Abdur-Razaq bin Abtan al-Dulaimi [Mujawwad]
Adel Kalbani
Al-Hussayni Al-’Azazy (with Children)
Aziz Alili
Fares Abbad
Hani ar-Rifai
Khalid al-Qahtani
Mahmoud Khalil Al-Husary
Mishari Rashid al-`Afasy
Muhammad al-Luhaidan
Muhammad Ayyub
Muhammad Jibreel
Muhammad Siddiq al-Minshawi [Mujawwad]
Nabil ar-Rifai
Sadaqat `Ali
Salah al-Budair
Salah Bukhatir
Sa`ud ash-Shuraym
Tawfeeq ibn Sa`id as-Sawa’igh
TARAWIH MAKKAH DAN MADINAH
Madinah Tarawih 1419
Madinah Tarawih 1423
Madinah Tarawih 1426
Madinah Tarawih 1427
Madinah Tarawih 1428
Makkah Tarawih 1424
Makkah Tarawih 1425
Makkah Tarawih 1426
Makkah Tarawih 1427
Makkah Tarawih 1428
Makkah Tarawih 1429
Makkah Tarawih 1430

MASYAYIKH AHLUSSUNNAH

ULAMA’ KIBAR

baru:Syaikh ‘Ubaid Al-Jabiri -hafizhahullah-

1. Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Bazz -rahimahullah-

2. Syaikh Nashiruddin Al Albani -rahimahullah-

3. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

4. Syaikh Abdullah Al Qor’awi

5. Syaikh Abdul ‘Aziz Ar Rajihi

6 Syaikh Abdussalam Barjas

7. Syaikh Muhammad Amin Asy Syinqithi (pengarang tafsir Adhwaul Bayan)


ULAMA’ NEGERI YAMAN

1. Syaikh Abdullah bin Utsman Adz Dzamari:

2. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al Wushabi -hafizhahullah-

3. Syaikh Muhammad Al Imam -hafizhahullah-

4. Syaikh Abdul ‘Aziz Al Bura’i -hafizhahullah-

5. Syaikh Utsman As Salimi -hafizhahullah-

 

Mau Kitab Ulama Yang Lengkap ? Klik Disini…

abdul aziz bin abdullah ar rajhi 4,371 KB 12 file

abdul aziz riyas 2,862 KB 9 file

Abdul malik al qasimi 279 KB 4 file

abdul muhsin al-abad 434 KB 7 file

abdullah bin shalfiq ath-thafiri 297 KB 3 file

Abdullah bin Sholeh al fauzan 637 KB 5 file

Abdurahman asa’di 5,763 KB 6 file

Abdurahman asy syuhaimi 2,166 KB 11 file

Abdurrahman al ma’lami 90 KB 3 file

abu abdullah Al-madani 370 KB 9 file

Abu abdullah dzahabi 372 KB 7 file

abu hamid falasi 355 KB 8 file

Abu ja’far ath thahawi 100 KB 1 file

abu muadz salafy 1,194 KB 3 file

abu muhammad izuddin as-salafy 204 KB 3 file

Abu syamah 727 KB 1 file

Abu ya’la al hanbali 548 KB 2 file

Ad dausari 113 KB 1 file

Ahmad al ahmadi 89 KB 3 file

ahmad bin yahya an-najmi 478 KB 5 file

ahmad umar bazemool 1,131 KB 6 file

Al mawardi 598 KB 2 file

Al mazi 5,576 KB 2 file

Ali bin abdul aziz sabil 114 KB 2 file

Amin Asy syinqithi 4,111 KB 3 file

Az zakarsyi 1,818 KB 1 file

Bakr bin abdullah abdul zaid 478 KB 8 file

Hafidz Al-hakami 28 KB 1 file

Hammud at-tuwajiri 107 KB 3 file

Ibnu abdil barr 6,790 KB 6 file

Ibnu abdul hadi al hanbali 579 KB 1 file

Ibnu Abi Dunya 785 KB 8 file

Ibnu abi hatim ar razi 847 KB 1 file

Ibnu abil izz al hanafi 428 KB 1 file

Ibnu askari 6,272 KB 2 file

Ibnu bazz 6,536 KB 23 file

Ibnu daqi’il idd 958 KB 2 file

Ibnu dhawiin 678 KB 1 file

Ibnu hajar asqalani 38,712 KB 17 file

Ibnu hajar haitsami 4,254 KB 3 file

Ibnu hazm 7,249 KB 5 file

Ibnu hibban al-basuni 3,721 KB 5 file

Ibnu hisyam 1,939 KB 1 file

Ibnu ishaq 197 KB 1 file

Ibnu jarir thabari 11,483 KB 3 file

Ibnu katsir 11,216 KB 9 file

Ibnu khuzaimah 973 KB 3 file

Ibnu majah 566 KB 1 file

Ibnu muflih 1,333 KB 1 file

Ibnu qudamah al maqdisi 9,724 KB 6 file

Ibnu rajab hanbali 4,720 KB 15 file

Ibnu taimiyah 20,671 KB 58 file

Ibnul arabi 2,370 KB 2 file

Ibnul atsir 10,543 KB 4 file

Ibnul jauzi 10,541 KB 13 file

Ibnul qayyim 11,554 KB 39 file

Ihsan ilaihi zahir 1,044 KB 5 file

Imam abu daud 809 KB 1 file

Imam adz-dzahabi 11,265 KB 12 file

Imam ahmad 4,638 KB 8 file

Imam al baghawi 3,201 KB 2 file

Imam Al-Barbahary 96 KB 1 file

Imam As-Shobuni 3,051 KB 2 file

Imam baihaqi 0 KB 0 file

Imam Bukhari 7,387 KB 11 file

Imam daraquthni 3,127 KB 3 file

Imam hakim an-naisaburi 4,269 KB 5 file

Imam ibnul mundziri 0 KB 0 file

Imam malik bin anas 380 KB 1 file

Imam manawi 7,203 KB 2 file

Imam muslim 4,096 KB 4 file

Imam nasa’i 3,854 KB 10 file

Imam nawawi 11,643 KB 8 file

Imam Qurtubi 6,416 KB 2 file

Imam Shan’ani 1,581 KB 4 file

Imam suyuti 16,943 KB 26 file

Imam syafe’i 4,053 KB 6 file

Imam syakhawi 1,457 KB 4 file

Imam syatibi 1,603 KB 4 file

Imam syaukani 11,707 KB 14 file

Imam thabrani 3,590 KB 6 file

Imam tirmidzi 836 KB 2 file

Ismail bin muhammad anshari 100 KB 2 file

Jalaludin al muhali 1,441 KB 2 file

Jamal bin farhan al haritsi 8 KB 1 file

Khalid bin dhahawi al thafiri 332 KB 8 file

khatib al-bagdadi 5,208 KB 9 file

lajnah daimah 1,158 KB 6 file

Maqdisi 185 KB 1 file

Muhammad al khumais 99 KB 3 file

Muhammad amin bin ali al-jami’ 918 KB 5 file

Muhammad bin Abdul Wahab 2,292 KB 17 file

Muhammad bin ahmad afifi 55 KB 2 file

Muhammad bin ahmad as safarini al hanbali 794 KB 1 file

Muhammad bin ibrahim ali syaikh 3,062 KB 4 file

Muhammad bin ismail shan’ani 1,464 KB 2 file

Muhammad bin muflih al maqdisi 1,476 KB 1 file

Muhammad bin Sholeh al-utsaimin 44,981 KB 71 file

Muhammad jamil zenu 317 KB 6 file

Muhammad Nashiruddin Al-Albani 12,251 KB 52 file

Muqbil bin hadi   1,469 KB             8 file

Rabie’ bin hadi al-madkhali 19,180 KB      64 file

Salim al ‘ajami    500 KB   17 file

Sholeh bin abdul aziz ali syaikh   5,990 KB 60 file

Sholeh Fauzan al-fauzan  15,405 KB          24 file

Sidiq hasan khan  673 KB               1 file

Soleh bin said suhaimi    113 KB   2 file

Sulaiman bin abdullah bin muh bin abdul wahab  546 KB 3 file

Ubaid bin abdullah al-jabiri  347 KB           5 file

wahid abdul salam bali   56 KB     2 file

Yahya bin ma’in                 350 KB   2 file

Ad durur bahiyah fil masail fiqiyah.zip     61 KB     File ZIP

Download ‘Ad durur bahiyah fil masail fiqiyah.zip’

Al-Qoulul Mufiid – Muhammad bin sholeh al-utsaimin.rar              2,034 KB File

Download ‘Al-Qoulul Mufiid – Muhammad bin sholeh al-utsaimin.rar’

Hilyah thalabul ilmi.zip

Al-Qur^an dan terjemahan dalam berbagai versi Bahasa

  1. The Holly Quran French LE NOBLE CORAN et la traduction en langue française de ses sens Français (French) .pdf
  2. The Holly Quran Deutsch Der edle Qur’an und die Übersetzung seiner Bedeutungen in die deutsche Sprache Deutsch (German) .pdf
  3. The Holy Quran Malayalam .pdf
  4. The Holly Quran Greek TO IEPO KOPANIO .pdf
  5. The Holy Quran Russian .pdf
  6. The Virtues of the Holy Quran .pdf
  7. The Holy Quran Uyghur.pdf
  8. The Holy Quran Macedonian .pdf
  9. The Holy Quran Zulu NC .pdf
  10. The Holy Quran Kazakh Қазақ тілі Құран Кәрим .pdf
  11. The Holy Quran Hausa .pdf
  12. The Holy Quran Korean 한국어 성 꾸란의 한국어 번역 및 해설 .pdf
  13. The Holy Quran Thai .pdf
  14. The Holy Quran Philippine Tagalog Quran Amma Part.pdf
  15. The Holy Quran Persian قرآن كريم وترجمة معاني آن بزبان فارسي فارسي (Persian) .pdf
  16. The Holly Quran Spanish EL NOBLE CORAN Y SU TRADUCCION COMENTARIO Espaٌol (Spanish) .pdf
  17. The Holy Quran Chinese .pdf
  18. The Holy Quran Yoruba .pdf
  19. The Holy Quran Swedish Al-Fâtihah och Djuz ‘Amma tillsammans med översättningen av dess versers betydelser på svenska Svenska (Swedish) .pdf
  20. The Holy Quran Somali QURAANIKA KARIIMKA Iyo Tarjamada Macnihiisa Ee Afka Soomaaliga .pdf
  21. The Holy Quran Sinhalese Juzaa Amaa.pdf
  22. The Holy Quran Portuguese .pdf
  23. The Holy Quran Albanian .pdf
  24. The Holy Quran Amaziqi .pdf
  25. The Holy Quran Bambara .pdf
  26. The Holy Quran Azeri .pdf
  27. The Holy Quran English THE NOBLE QUR’AN English Translation of the meanings and commentary (Eng) .pdf
  28. The Holy Quran Chichewa .pdf
  29. Tajweed of the Holy Quran Arabic .pdf
  30. The Holy Quran Brahui .pdf
  31. Remedies from the Holy Quran .pdf
  32. Tafseer of Last Tenth of the Holy Quran Arabicتفسير العشر الأخير من القران الكريم باللغة العربية .pdf
  33. The Prophetic Commentary of the Quran.pdf
  34. The Holy Quran Chinese.pdf
  35. The Holy Quran Bosnian.pdf
  36. The Holy Quran Indonesian ALQURAN DAN TERJEMAHNYA.pdf
  37. The Holy Quran Urdu قرآن كريم مع اردو ترجمة و تفسير .pdf
  38. مصحف الشمرلي الطبعة المصرية للمصحف الشريف .pdf
  39. Help Yourself in Reading Quran Arabic English.pdf
  40. The Holy Quran Sindhi قرآن مجيد سنڌي.pdf
  41. The Holy Quran Tamil .pdf
  42. The Holy Quran Romanian9 – Nobel Quran Romanian Română (Romanian) .pdf
  43. The Holy Quran Russian Recitation .pdf
  44. The Holy Quran Kashmiri Koshur قرآن مجيد .pdf
  45. The Holy Quran Dutch De vertaling van de betekenis van de Edele Qur’an Dutch ( Nederland ) .pdf
  46. أطلس القران الكريم أماكن اقوام أعلام.pdf
  47. The Holy Quran ItalianIl Sacro Corano Italiano (Ital) .pdf
  48. مصحف المدينة المنورة.pdf
  49. The Holy Quran Việt (Vietnamese).pdf
  50. The Holy Quran Brahui.pdf
  51. The Holy Quran Bulgarian Свещен Коран.pdf
  52. The Holy Quran Indian Juz Ammaa Part.pdf
  53. The Holy Quran Malayalam മലയാളം .pdf
  54. The Holy Quran1 Pushtu پښتو قرآن كريم ترجمه او تفسير – دويم جلد1-15 .pdf
  55. The Holy Quran2 Pushtu پښتو قرآن كريم ترجمه او تفسير – دويم جلد16 -30 .pdf
  56. The Holy Quran Juzz Amma Bangali বাংলা Bangla .pdf
  57. An Explanation of the last Tenth of the Noble Qur’an By English language .pdf
  58. Толкование десяти последних джузов Благородного Корана, и следует за ним Russian .pdf
  59. أحكام قراءة القران الكريم تأليف شيخ المقاريء المصرية محمود خليل الحصري .pdf
  60. Commentaire des dix dernières sourates du Noble Coran.pdf
  61. SON ÜÇ CÜZÜN TEFSİRİ ( Turkish ) .pdf
  62. Толкование десяти последних джузов Благородного Корана, и следует за ним Russian.pdf

SUMBER : http://kaahil.wordpress.com/e-book-murottal/