PAS Tegaskan Rencana Tegakkan Hudud

PAS Tegaskan Rencana Tegakkan Hudud

  • Sebuah survei terbaru dari pemuda Muslim Malaysia menunjukkan bahwa hampir tiga perempat orang yang disurvei mendukung ide agar Al-Qur’an menggantikan Konstitusi Federal sebagai hukum tertinggi negara itu.
  • Jajak pendapat oleh survei independen Merdeka Center menunjukkan bahwa sekitar 72 persen dari Muslim yang berusia 15 sampai 25, memberi dukungan agar kitab suci umat Islam digunakan sebagai hukum tertinggi, sementara 25 persen tidak setuju.
  • Beberapa tahun yang lalu, PAS memberlakukan hukum hudud di wilayah yang merupakan basisnya yakni di negara bagian Kelantan untuk dikenakan hanya pada umat Islam, yang mewakili sekitar 90 persen dari 1,5 juta penduduk negara bagian tersebut. Undang-undang hudud diterapkan untuk pencurian, perampokan, perzinahan, konsumsi minuman keras dan kemurtadan.

Bendera PAS Partai Pembangkang Pemerintah Federal di Malaysia – foto dok PAS/ kompasiana

MALAYSIA, muslimdaily.net – Meski mendapat penentangan atas rencana untuk menegakkan hudud, partai utama Islam Malaysia telah memperbaharui janji untuk menerapkan hukuman Islam jika memenangkan pemilu di Semenanjung Malaya itu.

“Sejauh ini, hudud masih relevan,” Dr Mahfodz Mohamad, Wakil KepalaParti Islam Se-Malaysia (PAS) , seperti dikutip oleh The Insider Malaysiapada Minggu, 18 November, sebagaimana dilansir oleh onislam.net.

“Kami akan menerapkan hudud dalam sistem demokrasi jika kita memenangkan banyak kursi. Bukan tidak mungkin bahwa hudud dapat diterapkan di Malaysia,” kata Mahfodz dalam pidato penutupan konferensi tahunan partai.

Mahfodz mengingatkan pihak PAS untuk tidak melupakan Islam dan hudud saat berjuang untuk memenangkan mayoritas suara dalam pemilu mendatang.

“Sebuah negara yang baik harus didasarkan pada Al-Qur’an, sunnah dan ijtihad, bukan-isme yang bertentangan dengan Islam,” katanya.

Sebuah perdebatan tentang hudud melanda Malaysia pada beberapa bulan terakhir setelah pemimpin PAS, Abdul Hadi Awang, menyatakan pada bulan Mei lalu bahwa partainya akan berusaha untuk mengamandemen konstitusi guna menerapkan hudud jika memenangkan pemilu.

Namun rencana ini telah menghadapi penentangan yang kuat dari mitra koalisinya, termasuk Partai Aksi Demokratik sekuler (DAP).

Perdebatan itu muncul di tengah kondisi politik yang berubah di negara mayoritas Muslim ini, seperti sebuah jajak pendapat telah menunjukkan bahwa orang Malaysia (Melayu) bersedia untuk menerapkan syariah Islam.

Sebuah survei terbaru dari pemuda Muslim Malaysia menunjukkan bahwa hampir tiga perempat orang yang disurvei mendukung ide agar Al-Qur’an menggantikan Konstitusi Federal sebagai hukum tertinggi negara itu.

Jajak pendapat oleh survei independen Merdeka Center menunjukkan bahwa sekitar 72 persen dari Muslim yang berusia 15 sampai 25, memberi dukungan agar kitab suci umat Islam digunakan sebagai hukum tertinggi, sementara 25 persen tidak setuju.

Pemilihan parlemen Malaysia jatuh tempo pada tahun 2013, tetapi harapan tinggi bahwa pemilu bisa dilakukan lebih awal. Dengan 800.000 anggota, PAS merupakan saingan utama dari partai Perdana Menteri Najib Razak, Organisasi Nasional Melayu Bersatu.

Beberapa tahun yang lalu, PAS memberlakukan hukum hudud di wilayah yang merupakan basisnya yakni di negara bagian Kelantan untuk dikenakan hanya pada umat Islam, yang mewakili sekitar 90 persen dari 1,5 juta penduduk negara bagian tersebut. Undang-undang hudud diterapkan untuk pencurian, perampokan, perzinahan, konsumsi minuman keras dan kemurtadan.

Para pemimpin PAS juga kembali menegaskan bahwa hudud hanya akan diterapkan pada umat Islam saja, menyangkal klaim bahwa non-Muslim akan dikenakan hudud juga.

Diposting Senin, 19-11-2012 | 15:19:30 WIB

 (nahimunkar.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s