DOWNLOAD EBOOK : 100 Cara Untuk Membela Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam

Seratus Cara Untuk Membela Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam 

ﻣﺎﺋﺔ ﻭﺳﻴﻠﺔ ﻟﻨﺼﺮﺓ ﺍﳌﺼﻄﻔﻰ ﺻﻠﻰ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ

Disusun oleh : Lajnah ‘Alamiyah Linushroti Khotamil Anbiyaa

Murajaah        : Abu Ziyad

Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi dan Rasul paling mulia, Nabi kita Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam- , juga bagi keluarga dan seluruh sahabat beliau, wa ba’du:

Sesungguhnya rukun pertama dari rukun-rukun Islam yang agung adalah bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang berhak untuk disembah dengan selain Allah dan bahwasanya Muhammad itu Rasulullah (utusan Allah). Perealisasian setengah dari kedua persaksian tersebut adalah syahadat bahwasanya Muhammad itu utusan Allah, yang akan terwujud melalui beberapa perkara berikut ini:

Pertama: Mempercayai Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pada seluruh apa yang beliau kabarkan, yang dimulai dari keyakinan bahwa beliau adalah Rasulullah (utusan Allah) yang diutus kepada jin dan manusia seluruhnya untuk menyampaikan wahyu Allah Ta’ala melalui Al-Qur’an dan As-Sunnah, keduanya mencakup agama Islam yang tidak akan Allah terima agama selainnya.

Kedua: Menta’ati dan ridho atas hukum yang diputuskannya, berserah diri kepada beliau dengan sepenuhnya, tunduk terhadap sunnah dan menjadikannya sebagai panutan, serta membuang apa yang selainnya.

Ketiga: Mencintai beliau -shallallahu ‘alaihi wa sallam- diatas kecintaan terhadap orang tua, keturunan dan diri sendiri, yang mengharuskan sikap pengagungan, pemuliaan, rendah diri, menolong dan membelanya dan berpegang dengan apa yang beliau datangkan.

Oleh karena itu bagi setiap muslim; hendaklah merealisasikan semua makna ini, agar keimanannya menjadi benar, dapat merealisasikan setengah dari kalimat Tauhid dan agar kesaksiannya bahwa Muhammadur Rasulullah diterima, karena orang-orang munafiq berkata:

” نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ “

Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah”. Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta” [QS. Al-Munaafiquun: 1], maka syahadat mereka tidak akan bermanfaat baginya, dikarenakan mereka tidak merealisasikan maknanya.

Berikut ini kami ketengahkan kepada Anda beberapa perkara yang dapat kita laksanakan sebagai realiasasi kecintaan kita terhadap Rasulullah dan melaksanakan kewajiban kita dalam menunaikan hak-hak Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- untuk menghadapi serangan keji  terhadap beliau dengan mengorbankan anak-anak, orang tua, diri sendiri bahkan juga harta kita, menurut kemampuan masing-masing, karena setiap muslim wajib memikul   tanggung jawabnya masing-masing sesuai kedudukan mereka:

Bagi Perorangan, maka ia harus melakukan hal-hal berikut:

1. Bertafakkur tentang tanda-tanda kenabian Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam yang pasti, bahwasanya beliau adalah utusan Rabb penguasa alam semesta, asalnya ada dalam AlQur’anul Karim, dan apa yang terkandung dari tanda-tanda yang menunjukkan akan benarnya kenabian Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam

2. Mempelajari dalil-dalil dari Al-Qur’an, Sunnah serta ijma’ yang menunjukkan akan kewajiban menta’ati Nabi r, memerintahkan untuk mengikuti dan menjadikannya sebagai panutan.

3. Mengetahui dan memahami akan penjagaan Allah terhadap Sunnah Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi was sallam, yaitu melalui besarnya perjuangan yang diemban oleh para ulama pada masa yang berbeda-beda, mereka menjelaskan yang shahih dari yang lemah, serta mengumpulkannya sesuai dengan pondasi yang sangat teliti dan hanya dimiliki oleh umat ini, serta tidak pernah ada pada umat-umat yang telah lalu.

4. Merasakan akan kecintaan terhadap Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam dalam hati dengan mengingat sifat kedermawanan dan kemuliaan baik lahir maupun batin , juga membaca tentang sifat-sifat beliau yang mulia, serta mengetahui bahwasanya telah terkumpul pada beliau kesempurnaan manusia dalam bentuk (fisik) maupun akhlaknya.

5. Turut merasakan keutamaan dan kebaikan Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam terhadap setiap muslim, karena beliaulah yang menyampaikan agama Allah kepada kita dengan penyampaian terbaik, terlengkap dan paling sempurna, dan Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam telah menyampaikan risalah, menunaikan amanah, menasehati seluruh umat serta menjadi utusan terhadap kaumnya.

6. Menyandarkan seluruh kebaikan duniawi dan ukhrawi yang kita sepakati dan kita nikmati kepada Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam setelah keutamaan dan karunia Allah Ta’ala, karena Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam merupakan jalan penunjuk kita kepadanya, semoga Allah memberi kita ganjaran terbaik sebagaimana yang diperoleh seorang nabi dari umatnya.

7. Merasakan bahwa Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam merupakan manusia yang paling lembut, paling dermawan dan paling menjaga terhadap umatnya, Allah berfirman:

“Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri” [QS. Al-Ahzab: 6]

8. Mengenali ayat-ayat dan hadits-hadits yang menunjukkan keagungan kedudukan Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam disisi Rabb-nya, betapa tingginya derajat beliau disisi Penciptanya, serta kecintaan Allah Ta’ala dan pemuliaan –Nya terhadap beliau dengan kemuliaan tertinggi.

9. Melaksanakan perintah Allah kepada kita untuk mencintai Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam, bahkan mengedepankan kecintaan kepada beliau daripada diri kita sendiri, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam:

(( ﻟﻦ ﻳﺆﻣﻦ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﺣﱴ ﺃﻛﻮﻥ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻴﻪ ﻣﻦ ﻧﻔﺴﻪ ﻭﻭﻟﺪﻩ ﻭﻭﺍﻟﺪﻩ ﻭﺍﻟﻨﺎﺱ ﺃﲨﻌﲔ ))

“Tidak beriman salah seorang diantara kalian hingga menjadikanku lebih dia cintai dari dirinya, anaknya, orang tuanya dan seluruh manusia.

10. Berpegang dengan perintah Allah kepada kita agar beradab terhadap Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam, dan mengikuti sunnahnya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari. Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar” [QS. Al-Hujuraat: 2-3]

“Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain)” [QS. An-Nuur: 63]

11. Berserah diri terhadap perintah Allah Ta’ala dengan membela Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam, menolong dan menjaganya dari setiap gangguan yang ditujukan kepadanya, atau dari kekurangan yang dinisbatkan kepadanya, sebagaimana firman Allah: “supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, dan membesarkan-Nya” [QS. Al-Fath: 9]

12. Berusaha untuk selalu membela dan menolong Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam secara Ikhlas dan tulus.

13. Merasakan akan adanya ganjaran berlimpah di akhirat bagi orang yang merealisasikan kecintaan terhadap Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam dengan cara yang benar, yaitu dengan menjadi pendamping Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam di surga, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam: “Anda akan bersama dia yang anda cintai”.

14. Berusaha untuk selalu bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam setiap kali disebutkan nama beliau; setelah adzan, pada hari jum’at dan pada setiap waktu, dikarenakan adanya ganjaran besar dari semua itu dan juga karena besarnya hak beliau dari kita.

15. Membaca sejarah Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam yang shahih, sambil merenungi setiap kejadian untuk mengambil manfaat dari hikmah darinya, serta mengambil manfaat dari setiap kejadian dan berusaha untuk menghubungkannya dengan kehidupan dan kenyataan yang kita jalani.

16. Mempelajari Sunnah Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam dengan membaca apa yang telah dishahihkan oleh para ulama dari hadits-hadits yang diriwayatkan darinya, sambil berusaha untuk memahami kandungannya dan mengambil apa yang terkandung dari ajaran kenabian berupa hikmah yang jelas, akhlak yang tinggi, ibadah yang lengkap kepada Allah dan ketundukan yang sempurna hanya kepada sang pencipta.

17. Mengikuti Sunnah Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam secara keseluruhan, dengan mengedepankan yang lebih prioritas dari yang lainnya.

18. Berusaha untuk selalu mengikuti sunnah beliau dalam ibadah walaupun kita hanya melakukan satu kali seumur hidup, sebagai bentuk penjagaan untuk selalu mengikuti beliau pada segala sesuatu.

19. Berhati-hati dari melecehkan sunnah Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam.

20. Berbahagia dengan terlihat dan dipraktekannya sunnah beliau diantara umat  manusia.

21. Bersedih karena tidak dilaksanakannya sunnah Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam oleh sebagian orang.

22. Membenci setiap yang mencela Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam ataupun sunnahnya.

23. Mencintai keluarga Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam yang mencakup para istri dan keturunannya, dan bertaqarrub kepada Allah Ta’ala dengan mencintai mereka, dikarenakan kedekatan mereka dari Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam dan juga karena keislaman mereka, sedangkan orang yang berbuat maksiat diantara mereka hendaklah kita berusaha untuk memberinya petunjuk, karena hidayah yang mereka peroleh lebih dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam dari pada hidayah yang mereka peroleh oleh selain mereka, sebagaimana yang dikatakan oleh Umar bin Khattab rodhiyallohu ‘anhu kepada Al-Abbas paman Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam: (Perlahanlah wahai Abbas, sungguh keislamanmu pada hari kamu memeluk Islam lebih aku cintai dari pada keislaman Al-Khattab, hal itu karena aku mengetahui bahwa keislamanmu lebih dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam daripada keislaman Al-Khattab).

24. Melaksanakan wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam terhadap keluarganya, yaitu tatkala beliau berkata:

“Saya mengingatkan kalian tentang keluargaku” tiga kali.

25. Mencintai para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam, menghormati mereka serta meyakini keutamaan mereka atas orang-orang yang datang setelahnya dari segi ilmu, amal dan kedudukannya di sisi Allah Ta’ala.

26. Mencintai para ulama dan menghargainya, karena kedudukan dan hubungan mereka dengan warisan kenabian, para ulama adalah pewaris para Nabi, maka mereka berhak untuk dicintai dan dihormati, sebagaimana hak Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam terhadap umatnya.

Pada Tingkat Keluarga dan Masyarakat:

27. Mendidik anak-anak kita untuk mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam.

28. Mendidik anak-anak kita agar mencontoh Rasululullah shallallahu ‘alaihi was sallam pada seluruh keadaannya.

29. Memiliki buku-buku yang berhubungan dengan sejarah Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam.

30. Mengoleksi kaset-kaset yang berhubungan dengan sejarah Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam.

31. Menyeleksi film-film kartun yang baik dan mendidik.

32. Mengkhususkan satu waktu atau lebih dalam setiap pekan untuk berkumpul bersama keluarga untuk mempelajari sejarah Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam.

33. Hendaknya suami mencontoh Rasul shallallahu ‘alaihi was sallam dalam bermuamalah dengan keluarganya.

34. Memberi semangat kepada anak untuk menghafal dzikir yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam dan mempraktekkannya.

35. Memberi semangat kepada anak untuk menyisihkan sebagian dari uang sakunya untuk mengamalkan sebagian hadits, seperti: menyantuni anak yatim, member makan, dan membantu orang yang sedang membutuhkan.

36. Membiasakan anak untuk mempraktekkan kalimat-kalimat hikmah yang dating dari hadits Nabi, seperti: “seorang Mukmin itu cerdik dan cerdas”, seorang Mukmin tidak akan terperosok dua kali dalam lubang yang sama, “permudahlah dan janganlah mempersulit”.

37Mengadakan perlombaan antara anggota keluarga tentang sejarah Rasul shallallahu ‘alaihi was sallam.

38. Mengenalkan keluarga Muslim dengan kehidupan Rasul shallallahu ‘alaihi was sallam, dengan mengadakan acara satu hari di rumah Rasul.

Pada Tingkat Dunia Pendidikan dan Mereka yang Bekerja di bidang itu:

39. Menanamkan kecintaan terhadap Rasul shallallahu ‘alaihi was sallam pada jiwa siswa dan siswi dengan cara memperkenalkan hak-hak Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam terhadap umatnya.

40. Mengadakan ceramah-ceramah yang membahas sisi-sisi kehidupan Rasul dan juga kepribadian Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam.

41. Memberi semangat kepada seluruh pengurus bidang pendidikan agar memberi  tambahan pelajaran sejarah Nabi pada kurikulum pembelajaran dan pelajaran Islami pada bidang kemanusiaan.

42. Berusaha ikut serta dalam mendukung proyek riset ilmiah untuk mempelajari sejarah Nabi pada universitas-universitas barat yang terkenal.

43. Memberi semangat pada penulis makalah ilmiah tentang sejarah Nabi dan menganjurkan para penulis untuk mengarang buku tentang sunnah dengan  berbagai macam ragamnya, seperti buku “al-maghozi” (peperangan-peperangan Rasul) dan “as-syamail” (Sifat-sifat Rasul).

44. Mengadakan pameran pada tingkat sekolah dan universitas untuk memperkenalkan Rasul shallallahu ‘alaihi was sallam, sambil memperhatikan peta geografi perkembangan Islam.

45. Mengkhususkan suatu tempat di perpustakaan yang menyediakan bacaan dan referensi yang berhubungan dengan Rasul shallallahu ‘alaihi was sallam dan sejarahnya, serta meletakkannya pada tempat yang jelas terlihat.

46. Menyusun ensiklopedi akademik yang mencakup, tentang sejarah Nabi yang dapat dijadikan referensi dan menerjemahkannya kedalam berbagai bahasa dunia.

47. Mengadakan perlombaan tahunan bagi siswa dan siswi untuk menyeleksi makalah terbaik tentang sejarah Nabi dan menyediakan hadiah menarik untuknya.

48. Mengadakan kegiatan kepemudaan yang mencakup kegiatan-kegiatan yang menanamkan kecintaan terhadap Rasul shallallahu ‘alaihi was sallam dan yang berhubungan dengan sunnah beliau.

49. Mengadakan beberapa pelatihan khusus untuk menyiapkan para pemimpin yang mencontoh kepada Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam.

Pada Tingkat Para Imam, Da’i dan Para Penuntut Ilmu:

50.Menjelaskan kekhususan-kekhususan dakwah dan risalah Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam dan bahwasanya beliau diutus dengan agama yang bijaksana, dan bahwa pokok dari dakwahnya adalah selalu berusaha untuk memberi petunjuk kepada seluruh manusia agar mengesakan ibadah hanya kepada Allah.

51. Beramal untuk mendakwahi umat manusia dan menunjuki mereka kepada agama ini; dengan seluruh ras dan bangsa mereka.

52. Menjelaskan sifat-sifat Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam, baik dari segi fisik maupun akhlaknya, sebelum dan setelah diturunkan risalah kepadanya.

53. Menjelaskan keutamaan-keutamaan Rasul shallallahu ‘alaihi was sallam serta kekhususan-kekhususan umatnya dengan cara yang menarik.

54. Menerangkan keadaan-keadaan beliau bersama keluarga, tetangga dan para sahabatnya.

55. Menjelaskan tentang bagaimana muamalah Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam terhadap musuh-musuhnya dari ahli kitab, orang-orang musyrik dan munafiq.

56. Menjelaskan tentang manhaj Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam dalam kehidupannya sehari-hari.

57. Mengkhususkan khutbah kedua pada sebagian hari jum’at untuk mengingatkan akan kejadian-kejadian dari sejarah Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam, terlebih lagi dengan mengkhususkan beberapa khutbah penuh tentang Beliau dari waktu ke waktu.

58. Menjelaskan tentang beberapa ayat yang berbicara tentang Rasul shallallahu ‘alaihi was sallam ketika dibaca dalam shalat, selama tiga sampai lima menit.

59. Menambahkan halaqoh-halaqoh untuk menghafal sunnah di Mesjid, disamping halaqoh-halaqoh tahfidz Qur’an.

60. Membenarkan pemahaman-pemahaman yang salah seputar sunnah Rasul shallallahu ‘alaihi was sallam kepada masyarakat umum, dan mengajak mereka untuk berpegang hanya dengan yang shahih, dengan gaya bahasa yang mudah difahami dan jelas.

61. Menyebutkan fatwa-fatwa ulama yang menjelaskan tentang hukum orang yang berpaling dari Rasul shallallahu ‘alaihi was sallam dengan mencela beliau, dan kewajiban untuk membenci orang yang berbuat demikian serta berlepas diri darinya.

62. Berusaha untuk mengembalikan umat manusia kepada agama mereka melalui penjelasan ringan tentang keadaan dakwah Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam.

63. Memberi peringatan melalui media-media cetak dan elektronik tentang perilaku yang terlalu berlebihan terhadap Rasul shallallahu ‘alaihi was sallam, sambil menerangkan ayat-ayat yang melarang perbuatan tersebut, seperti firman Allah: “janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu” [QS. An-Nisaa: 171], juga beberapa hadits khusus yang berbicara tentang ini, sebagaimana sabda Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam: “Janganlah kalian terlalu berlebih-lebihan dalam mengikutiku sebagaimana terlalu berlebih-lebihannya orang nasrani terhadap Isa putra Maryam”, serta menjelaskan bahwa kecintaan yang sesungguhnya adalah dengan mengikuti Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam.

64. Menganjurkan orang-orang untuk membaca sejarah Rasul shallallahu ‘alaihi was sallam dari sumbernya yang asli sambil menjelaskannya kepada mereka.

65. Menjelaskan kebatilan dan kedustaan yang disebarkan tentang beliau dan sejarahnya.

Pada Tingkat Para Pengamat, Cendikiawan, Jurnalis dan Wartawan:

66. Memperkenalkan pribadi Rasul shallallahu ‘alaihi was sallam dan kekhususan-kekhususan umatnya melalui publikasi dan pembicaraan tentang beliau dalam berbagai kegiatan komunikasi dan kebudayaan.

67. Tidak menyiarkan bentuk materi apapun yang memuat pelecehan terhadap sunnah Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam.

68. Membendung media barat dan yahudi yang bertentangan serta membantah apa yang mereka publikasikan dari berbagai syubhat dan kebatilan tentang agama dan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam.

69. Mengadakan berbagai pertemuan ditingkat wartawan dan cendikia dari kalangan non Muslim yang bijak untuk membicarakan tentang Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam dan risalahnya.

70. Menyebarkan apa yang disebut oleh orang-orang bijak non Muslim tentang Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam.

71. Mengadakan berbagai seminar dan acara kebudayaan untuk menampakkan manhaj, sejarah serta menjelaskan kelayakan ajaran beliau r pada setiap waktu dan tempat.

72. Mengadakan berbagai perlombaan penulisan makalah dan buku tentang sejarah  Rasul shallallahu ‘alaihi was sallam dan menyiapkan hadiah berharga untuknya.

73. Menulis berbagai makalah, kisah dan buku-buku kecil yang berisikan tentang Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam.

74. Mengusulkan kepada para pemimpin redaksi surat kabar dan majalah untuk mengkhususkan sebuah kolom yang menjelaskan tentang ayat dan hadits-hadits tentang wajibnya mencintai Rasul shallallahu ‘alaihi was sallam, bahwa mencintai beliau lebih utama daripada anak, orang tua dan seluruh manusia, bahkan lebih utama dari kecintaan terhadap diri kita sendiri, yang mencakup pengagungan, penghormatan, ittiba’ (mengikuti) dan lebih mendahulukan sabda beliau atas perkataan siapapun.

75. Memberi usulan terhadap para pimpinan stasiun televisi untuk menyiapkan suatu program khusus tentang sejarah Rasul shallallahu ‘alaihi was sallam, serta sikap dan perilaku beliau terhadap istri, anak, sahabat, musuh dan lain sebagainya dari sifat pribadi dan perangai beliau yang mulia.

76. Menganjurkan kepada studio-studio rekaman dan rumah-rumah produksi pertelevisian untuk mengeluarkan beberapa video yang berisikan tentang sejarah Rasul shallallahu ‘alaihi was sallam dengan cara yang baik dan menarik.

77. Menganjurkan stasiun-stasiun televisi, baik yang lokal ataupun parabola untuk menerbitkan dan menyiarkan film-film kartun untuk anak-anak yang mengisahkan tentang kepribadian Rasul shallallahu ‘alaihi was sallam, serta beberapa kisah dari sunnah Nabi.

Pada Tingkat Yayasan-Yayasan Sosial dan Dakwah:

78. Membentuk lajnah atau badan yang mengusung bendera pembelaan terhadap Rasul shallallahu ‘alaihi was sallam.

79. Mengkhususkan beberapa tempat pada pameran dan muktamar nasional serta international yang diikuti oleh yayasan-yayasan untuk memamerkan buku serta kaset-kaset dan video yang memaparkan kekhususan-kekhususan risalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam.

80. Mengkhususkan beberapa tempat tetap untuk membagikan kaset, buku dan selebaran-selebaran yang berbicara tentang Rasul shallallahu ‘alaihi was sallam.

81. Menganugerahkan hadiah menarik untuk orang-orang terbaik dalam melayani dan perhatian terhadap sunnah dan sejarah Nabi serta mengadakan pertemuan tahunan dengan mengundang orang-orang penting untuk menganugrahkan hadiah tersebut kepada mereka.

82. Mencetak buku-buku sejarah Nabi dengan berbagai bahasa, dan membagikannya ke pusat-pusat orientalis, perpustakaan-perpustakaan umum dan universitas diseluruh dunia.

83. Menerbitkan majalah atau bulletin berkala yang fokus terhadap sejarah Nabi yang suci dan ajaran-ajaran agama, serta menampilkan kebaikan-kebaikan umat ini dan agama yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam.

84. Menyiapkan kotak-kotak amal untuk mendanai gerakan pembelaan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam, penulisan dan terjemahan buku-buku sejarah nabi serta pembuatan website di internet.

Pada Tingkat Para Pekerja Internet dan Pemilik Website

85. Membentuk beberapa kelompok website yang bertugas memaparkan kebaikan-kebaikan agama ini dan menjelaskan bahwa Islam mencintai seluruh Nabi dengan derajat kecintaan yang sama.

86. Membuat website atau forum dialog ataupun juga menyiapkan sebuah kolom khusus website yang fokus untuk menjelaskan sejarah Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam dan kebaikan ajaran islam yang dibawa oleh beliau.

87. Ikut berperan dalam dialog damai dengan mereka yang non Muslim, sambil mengajak mereka untuk mempelajari kepribadian Rasul shallallahu ‘alaihi was sallam dan agama yang diembannya.

88. Membuat atau menyusun surat-surat elektronik yang dikirim ke email-email khusus tentang beberapa Hadits dan nasehat-nasehat Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam.

89. Menyiapkan buletin-buletin elektronik –dari waktu kewaktu- tentang pribadi Rasul shallallahu ‘alaihi was sallam dan dakwahnya, terutama pada perayaan-perayaan dan kejadian-kejadian insidental.

90. Mengumumkan pada mesin pencari data (seperti google) yang terkenal tentang beberapa buku atau ceramah-ceramah yang berbicara tentang Rasul shallallahu ‘alaihi was sallam.

Pada Tingkat Orang Kaya dan Pemerintahan Islam

91. Mendanai kegiatan-kegiatan dakwah yang berhubungan dengan sejarah Nabi yang mulia.

92. Mencetak stiker-stiker yang berisi tentang Hadits dan nasehat-nasehat kenabian.

93. Ikut menanam saham dalam mendirikan stasiun televisi, radio dan majalah-majalah yang berbicara tentang Islam dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam, dengan berbagai macam bahasa, terutama bahasa Inggris.

94. Menyewa jam tayang pada beberapa stasiun televisi dan radio asing untuk menampilkan gambaran-gambaran tentang Islam dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam.

95. Mendirikan beberapa markas khusus untuk membahas dan mempelajari sejarah Nabi serta menterjemahkannya kedalam bahasa yang ada di dunia ini.

96. Mendirikan museum dan perpustakaan yang khusus membidangi sejarah dan peninggalan Nabi yang Mulia.

97. Membuat beberapa buah website di internet yang dikhususkan pada sejarah dan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam.

98. Mencetak dan menyebarkan buku-buku, kaset dan program-program publikasi yang memaparkan kebaikan-kebaikan agama yang dibawa oleh Nabi, juga tentang akhlak dan kepribadian beliau, dalam beberapa bahasa, khususnya bahasa Inggris.

99. Turut berperan dalam mendanai perlombaan-perlombaan dalam bidang dakwah yang terfokus pada sejarah Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam, dan juga menyisihkan sebagian hartanya sebagai dukungan atasnya.

Nomor ke 100 kami tinggalkan untuk Anda agar disempurnakan dan dikirimkankepada kami melalui alamat lembaga kami.

Saudara dan saudariku yang beragama Islam .. sesungguhnya yang merupakan  kewajiban bagi kita semua –masing-masing menurut kemampuannya- adalah membela Nabi kita, imam kita dan kekasih kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam, oleh karena itu kami siapkan buletin ini agar tidak ada seorangpun dari kita yang memiliki alasan untuk tidak membela beliau, maka itu hendaklah kita semua beramal untuk menyebar dan mempublikasukannya, juga mendakwahi keluarga dan seluruh manusia melalui perkumpulan keluarga, pembicaraan via telephone dan sms untuk membela Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam.

silahkan download ebook nya

~Seratus Cara Untuk Membela Rasulullah~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s