MANI, MADZI, WADI’ : Cara Mengetahui Pakaian (CD, celana, dll) Yang Terkena Cairan Mani atau Madzi yang sudah Mengering | Bagaiamana Cara Membersihkannya?

Al-Ustadz Abu Muawiah Hammad

Soal :

assalamu alaaikum

Ustads apakah perlu mengganti pakaian yang digunakan apabila pada saat itu mengeluarkan mazi atau sperma sementara pakaian tersebut tidak terkena mazi atau sperma..!!!

Jawab :

Waalaikumussalam warahmatullah.

Kalau memang pakaiannya dia yakin tidak terkena madzi maka tidak perlu dia menggantinya.

 

Soal :

bismillah, ustadz -hafizhokallahu-, dari pembahasan di atas, apakah ketika mencuci kemaluan saat mengeluarkan madzi, kita juga mencuci pakaian dalam serta celana yang kita pakai yang mungkin juga terkena madzi tersebut ?, kemudian bagaimana menentukan tempat yang terkena madzi tersebut bila kita baru mengetahuinya telah mengering di pagi hari ? jazakallahu khoir

Jawab :

Ia, kalau pakaian terkena madzi maka dia juga harus dicuci. Darimana dia mengetahui kalau dia keluar madzi semalam, sementara dia tidak melihat adanya bekas madzi? Kalau memang madzi keluar maka tentu ada bekasnya walaupun sudah kering, maka bagian yang terkena madzi itu dia tetap siram dengan air walaupun sudah kering karena bekasnya masih ada. Wallahu a’lam.

 

Soal :

Aslkm p ustad… ana msh bingung sulit membedakanya ., ciri2 fisik kl sdh kring di celana dr ketiganya diatas  apa’an ya..? Pa ustad kl bsa tlg dksih gmbrny yg bs meyakinkan kt ttg k3nya..(kl bs krim k imel ana yg diatas) … Syuqron ustad.

Afwan mrepotkan,jzkìllah.

Jawab :

Setelah kering, mungkin masih bisa dibedakan dari sisi baunya.

Soal :

assalamu’alaikum wr.wb

pengen nanya??

macam mana cara membedakan mani dgn madzi pada saat bangun pagi bila keadaan cairan yang nempel di CD sudah mulai mengering??

Jawab :

Waalaikumussalam warahmatullah.

Bisa dibedakan dari sisi baunya.

Soal :

Assalamulaikum

Akh, mau tanya lagi ni.. apakah pakaian kita yang terkena mazi tidak najis untuk digunakan sholat, sebat ana sering sekali mazi keluar menempel di CD ana dan bagaimana solusinya.

atas penjelasan jakallahu khoiron

Jawab :

Waalaikumussalam warahmatullah

Pakaian yang terkena madzi adalah najis karenanya dia tidak boleh dipakai shalat sampai madzi yang melekat padanya dihilangkan.

Soal :

assalamu’alaikum tad…

saya mo nanya, ketika saya senda gurau dengan istri yang sesekali bermesraan, tp tidak melakukan jima. saya suka keluar cairan tipis kental… kemudian saya membersihkannya lalu wudulu, kemudian saya melaksanakan shalat-selesai, tapi ketika mo ganti pakaian shalat, saya lihat di CD saya ada yang bening sedikit banget..dan saya kira madzi, itu gimana tuh tad, apa saya harus mengulangi lagi shalat, membersihkan dan berwudlu ladi? padahal tadi saya membersihkannya terasa sangat bersih tida ada sisa..!

Jawab :

Waalaikumussalam warahmatullah

Kalau memang seperti itu keadaannya maka insya Allah shalatnya syah dan tidak perlu diulang. Wallahu a’lam

Soal :

assalamualaikum

Akh, mau tanya lagi ni..

Jika pakaian kita terkena Madzi atau Najis lainnya sedangkan tidak memungkinkan untuk ganti pakaian pada saat itu, apa yang harus kita lakukan jika ingin Shalat?

Jazakallah khaira

Jawab :

Waalaikumussalam warahmatullah.

Najisnya dihilangkan dengan disiramkan air pada bagian kain yang terkena najis. Setelah itu baru bisa dipakai shalat.

 

Soal :

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

pak ustadz pengen nanya, misalnya di CD terkena madzi tapi kepingin sholat sedangkan waktunya tidak memungkinkan utk berganti CD. Apakah benar menghilangkan najisnya tidak harus mencuci CD itu, tetapi hanya dengan men cipratkan atau menyiramkan air pada bagian CD yg terkena madzi itu saja ? Mohon penjelasan lebih detail

terima kasih atas jawabannya.

Jawab :

Waalaikumussalam warahmatullah.

Jika memang zat madzi sudah hilang dengan mengeriknya dengan air maka itu sudah cukup dan tidak perlu dicuci.

Soal :

Assalamualaikum ustadz, maaf jika pertanyaanya mengulang.

1. Saya masih bingung cara memsucikan pakaian akibat madzi apakah cukup diteteskan air ke bercak madzi atau harus di gosok2 hingga bekasnya hilang? Apakah sama cara mensucikan madzi dengan wadi dan kencing? Terutama kalo kita diluar rumah tidak ada cd pengganti.

2. Wudhu setelah membersihkan madzi apakah harus dilakukan atau bsa ditunda saat mau sholat?

3. Jika cd terkna madzi sdg celana luar tidak jelas ada bekas madzi atau tidak apa yg harus dilakukan?

4. Mani adalah suci berarti tidak wajib pakaian dan benda yg terkena mani di bersihkan dengan air atau dikerik? Bagaimana jika dibiarkan saja dan dipakai sholat? Apakah diperbolehkan?

Terimakasih ustadz saya tunggu jawabannya.

Jawab :

Waalaikumussalam warahmatullah.

1. Kencing, madzi, dan wadi adalah najis dan cara pembersihannya sama yaitu dihilangkan zatnya, baik dicuci atau ditetesi air kemudian digosok hingga hilang zatnya (tergantung banyak tidaknya kadarnya).

2. Ia, boleh ditunda sampai mau shalat.

3. Yang dicuci hanyalah yang jelas terkena madzi, adapun yang belum jelas maka tidak wajib disucikan.

4. Ia, pakaian yang terkena mani boleh dipakai shalat, karena dia bukan najis. Kecuali jika dikhawatirkan maninya bercampur madzi maka tentunya pakaian itu wajib dicuci.

Soal :

Assalamualaikum ustadz. Terima kasih jawabannya. Saya masih bingung apakah madzi harus hilang zat nya atau cukup di tuangkan air setelapak tangan sesuai hadits berikut? Mohon penjelasannya ustadz. Terima kasih.

Dari Shal bin Hunaif, ia berkata, “Dahulu aku biasa mendapati kesulitan dan kepayahan karena madzi sehingga aku sering mandi karenanya. Lalu aku utarakan hal tersebut kepada Rasulullah SAW, Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya cukuplah bagimu hanya dengan berwudhu.’ Kemudian aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, dengan madzi yang mengenai pakaianku?’ Maka jawabnya, ‘Cukuplah bagimu mengambil setelapak tangan air lalu tuangkanlah pada pakaianmu (yang terkena madzi) sampai lihat air itu membasahinya.’ (Hasan: Shahih Ibnu Majah no: 409, ‘Aunul Ma’bud 1: 358 no: 207, Tirmidzi I: 76 no:115 dan Ibnu Majah I: 169 no: 506).

Jawab :

Waalaikumussalam warahmatullah

Intinya, setiap najis yang disucikan harus hilang zatnya, barulah teranggap syah. Jadi walaupun air yang dituangkan sedikit tapi sudah bisa menghilangkan najis maka itu sudah syah. Dan ini berlaku untuk semua jenis najis tanpa terkecuali.

Soal :

Assalamualaikum ustadz mo nanya. Setelah ana mandi junub trus berpakaian tidak lama ana cek CD ana ada cairan kental ustadz padahal ana gak syahwat sama sekali ataupun habis kencing. Kira2 ini cairan apa? Dan bagaimana mensucikannya. Kemudian bagaimana dengan handuk yg ana gunakan stlh mndi junub krna ana g tau kpn cairan itu keluar (stlh mandi dngn pakai handuk atau saat pakai CD) dan sulit mencari ada bekasnya atau tidak krna basah?minta penjelasannya ustadz..

Jawab :

Waalaikumussalam warahmatullah.

Wallahu a’lam yang jelas itu adalah najis karena jelas dia bukan mani. Dan semua cairan yang keluar dari kemaluan adalah najis kecuali mani. Kalau memangtidak yakin apakah cairan itu melekat pada handuk atau tidak dan juga susah untuk diperiksa maka dia tidak ada kewajiban untuk mencuci handuknya. Tapi kalau dia mau mencucinya maka itu juga tidak mengapa. Wallahu a’lam bishshawab

Soal :

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh…

Ustadz setelah saya membaca artikel ini saya suka mencium cairan yg menempel di cd saya takut itu mani terutama kalau saya di telp suami atau sedang mengobrol & kadang bermesraan saya suka terangsang tapi saya tidak di kuasai syahwat kadang setelah lama saya suka chek kadang ada cairan warnanya putih yg menempel di cd saya kalau di cium dengan jarak dekat sampai hidung menempel agak berbau padahal saya tidak berjima & tidak di kuasai syahwat hanya terangsang & tidak terasa saat keluar cairan tersebut. apakah itu mani ustadz??

Syukran atas jawabannya..

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..

Jawab :

Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Insya Allah itu adalah madzi, wallahu a’lam

Soal :

Assalamu alaikum pak ustad afwan saya mau tanya lagi

 

waktu saya menahan kencing tiba2 ada kencing yg menetes beberapa tetes. Kemudian saya ke toilet utk kencing dan mencuci celana dalam saya di toilet. CDnya Saya kucek dgn air dan peras sampai hilang zat nya dan baunya. Kemudian CD yg msh agak basah td saya pakai kembali dan di bawa utk solat. Apakah yg saya lakukan sudah benar pak ustad?

Selamat hari raya idul fitri. Minal aidin wal faidzin mohon maap lahir dan batin. Maap saya sering tanya pak ustad : )

Jawab :

Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Ia, apa yang bapak lakukan itu sudah benar.

Selamat hari raya idul fithri. Taqabbalallahu minnaa wa minkum

Soal :

Oh walaupun CD yg di cuci td masih basah dan basah nya menembus celana asal najis nya hilang maka blh di pakai utk solat. Terima kasih banyak pak ustad

Jawab :

Ia sudah boleh dipakai asalkan najisnya sudah hilang

 

Soal :

Assalamualaikum, Ustad..

Tepat setelah berhubungan, ana langsung mandi junub. Insya Allah, ana sudah berusaha sebisa mungkin untuk menghilangkan najis, termasuk mencuci kemaluan dengan sebaik-baiknya.

 

Namun, ketika selesai mandi junub dan berpakaian, ana mendapati ada cairan di celana ana.

Dalam pengamatan ana, cairan itu berwarna bening, tipis, dan jelas tidak keluar dengan memancar (karena keluarnya pun tak terasa). Ciri fisiknya mirip seperti madzi, hanya saja ana agak khawatir, karena keluarnya itu setelah berhubungan, bahkan setelah manfi junub(Kebingungan ana bersumber karena biasanya madzi keluar saat memulai hubungan). Ana khawatir, itu adalah sisa dari mani, mengingat ana langsung mandi setelah berhubungan (meskipun insya Allah, ana sudah berusaha sebisa mungkin untuk membersihkan kemaluan). Namun, ciri fisiknya membuat ana ragu.

Apakah ana harus mengambil sikap hati-hati dan mengulang mandi? Ataukah ini lebih kepada sikap terlalu was-was yang ditiupkan setan?

 

Terima kasih

Jawab :

Waalaikumussalam warahmatullah

Wallahu a’lam, yang jelas Allah Ta’ala tidak memerintahkan untuk mengulangi suatu kewajiban selama sebab diwajibkannya belum jelas. Kalau memang dari ciri-cirinya dia adalah madzi maka dia tidak perlu mandi, karena keragu-raguan tidak bisa dijadikan sebab diwajibkannya suatu amalan.

Soal :

Afwan, satu pertanyaan lagi.

Apakah madzi meninggalkan bekas pada kain?

Karena ana pernah merasa keluar madzi, dan lama kemudian, ana baru mengecek celana ana. Dan ana sama sekali tidak menemukan bercak/bekas.

Selama ini, ketika keluar madzi, ana langsung memastikan dan membersihkannya. Maka dari itu, ana kurang tahu apakah madzi itu berbekas atau tidak, jika didiamkan dalam waktu yang lama.

Ataukah mungkin saat itu sebenarnya ana tidak keluar madzi?

Apakah ana tetap harus mencucinya, atau sekali lagi, itu cuma rasa was-was yang ditimbulkan setan?

Rasanya bingung ustad, ketika harus memilah antara kewajiban syariat dan rasa was-was yang ditimbulkan setan.. Mohon sarannya…

 

Jawab :

Ia, madzi biasanya tetap berbekas pada pakaian walaupun dia telah kering. Karenanya kalau memang tidak ada bekas-bekas maka berarti tadi tidak ada yang keluar dan hanya merupakan was-was semata.

Soal :

Assalamualaikum ustadz. Jadi kesimpulan saya kalo kita habis jima atau maaf onani kemudian mandi junub dan segera stlh mandi keluar cairan kemungkinan adalah mani tapi klo sblmnya tdak jima maka kemunginan madzi atau wadi?

2. Mo tanya kalo pakaian ana kena madzi lalu tercampur dengan banyak pakaian lain dalam satu keranjang apakah pakaian sekeranjang jadi najis ? Atau dianggap suci dng alasan sulit menemukan ada tidaknya bekas madzi yg menempel pada pakaian lain akibat tersentuh pakaian yg ada madzi. (Ana srg bingung krna kdng ana g sengaja mencampur pakain yg kena madzi dngn pakaian suci.) Makasih ustadz.

Jawab :

Waalaikumussalam warahmatullah

1. Ia, maksud ana seperti itu.

2. Yang najis hanyalah pakaian itu dan yang terkena madzi darinya. Kalau sulit untuk menemukannya, misalnya dia lupa mana pakaian yang terkena najis maka maka dia usahakan untuk mencarinya dengan memeriksanya satu persatu jika memang memungkinkan. Jika tidak memungkinkan maka asal semua pakaian di situ adalah suci hingga ketahuan pakaian mana yang terkena najis. Wallahu a’lam

 

Soal :

Afwan Pak ustad mau tanya lagi.

 

1. Waktu ane sedang duduk atau ngobrol sama teman tiba2 ada cairan keluar satu atau dua tetes dari kemaluan saya. Padahal saya tidak ingin kencing dan tidak melamun jorok. Apakah itu wadi atau kencing?

Bagaimana cara membersihkan cairan tersebut dari CD agar bisa di pakai utk solat mengingat waktu dan tempat nya tidak memungkingkan utk berganti CD.

2. Waktu saya sedang menahan kencing tiba2 ada cairan keluar tp sedikit paling cuman satu atau tetes di CD saya. Apakah itu kencing atau wadi?

Misal kan itu kencing apakah bisa dgn cara mencipratkan air ke bagian CD yg terkena satu tetes kencing itu utk menghilangkan najis nya. Mengingat saat di luar rumah saya tidak membawa CD. Sedangkan saya ingin solat dan tak mungkin berganti CD. Mohon penjelasan

3. Terkadang pada saat bersin atau batuk ada cairan yg keluar satu atau dua tetes dan menempel di CD. Apakah itu kencing atau wadi. Misalkan itu kencing bagaimana cara nya membersihkan najis nya sedangkan saya ingin solat dan situasinya tidak memungkin utk berganti CD

 

terima kasih atas jawaban nya. Maap banyak pertanyaan

Jawab :

Yang nampak pada pertanyaan pertama adalah wadi, sementara pada pertanyaan kedua dan ketiga yang keluar adalah kencing, wallahu a’lam.

Tapi kencing atau wadi tidaklah bermasalah karena keduanya adalah najis dan wajib dibersihkan. Hendaknya dia meneteskan air pada bagian CD yang terkena cairan tersebut kemudian baru dia boleh shalat dengan mengenakan CD tersebut.

 

 

*  * *

Sumber : http://al-atsariyyah.com/fiqh/perbedaan-mani-madzi-kencing-dan-wadi.html disusun kembali oleh dr.Abu Hana untuk http://kaahil.wordpress.com

2 comments on “MANI, MADZI, WADI’ : Cara Mengetahui Pakaian (CD, celana, dll) Yang Terkena Cairan Mani atau Madzi yang sudah Mengering | Bagaiamana Cara Membersihkannya?

  1. Asalamualaikum.. P’ustad..sy menderita penyakit madzi kurang lebih 10 tahun..sy mau tnya selain medis adakah solusi’y pengobatan’y yg lain untuk penyembuhan’y..? Terima kasih ats jwbn’y

  2. Wa’alaykumussalam warohmatulloh..
    Afwan anna bukan ustadz.. hanya meneruskan apa yang disampaikan ustadz..
    terkait pertanyaan bapak,, maaf saya tidak berkompeten untuk menjawab pertanyaan bapak.. silahkan bertanya kepada yang lebih punya kompetensi dalam hal ini, silahkan bertanya ke dokter abu hanna di http://kaahil.wordpress.com/ atau antum dapat juga konsultasi masalah agama dan kesehatan di http://www.konsultasisyariah.com/ .. semoga dapat membantu pertanyaan bapak..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s